
Kembali ke acara Pesta antara pegawai di PT Antlantis City. Disana, setelah Reno meminum minuman yang diberikan oleh Veronica, tubuhnya terasa tidak nyaman, dan kepalanya mendadak pusing, seolah mabuk.
Reno berpikir apakah dia menjadi mabuk dengan satu gelas minuman?
Dan begitulah, Reno yang tiba-tiba agak linglung itu, kembali meminum beberapa teguk lagi minuman yang diberikan Veronica, entah kenapa rasa minuman itu membuat Reno sedikit candu.
Hari semakin malam, waktu cepat berlalu, semua pegawai telah bersenang-senang malam itu.
Melihat Bos mereka sekarang terbaring mabuk di Kursi, beberapa pegawai itu binggung harus berbuat apa, mereka tidak memiliki keberanian untuk mengantar Bos mereka pulang, mereka hanya saling tatap, apalagi Merlin Sekertaris Bos mereka entah dimana sekarang.
Kemudian, Veronica berinisiatif untuk menawarkan dirinya.
"Biar aku saja yang mengantarkan, Pak Presdir ke Apartemennya, lagipula kami cukup dekat,"
"Ehh, bagaimana dengan Kakimu?" Tanya salah satu pegawai itu dengan cemas.
"Tidak masalah, kalian bisa membatu ku membawa Reno sampai taksi, nanti aku jika sampai sana akan menyuruh petugas keamanan di Apartemen untuk membawa Reno masuk,"
Menyetujui bahwa usulan Veronica cukup logis, mereka segera melakukan rencana itu, membawa Reno sampai taksi, dan membiarkan Veronica mengantarkan Reno kesana.
Setelah memasuki taksi dan mengucapkan selamat tinggal pada para pegawai disana, Veronica lalu tersenyum senang, terutama setelah melihat Reno terbaring sedikit tidak sadar di sampingnya.
Obat ini benar-benar bekerja dengan baik, dengan ini rencananya untuk membuat Reno tidur dengannya akan berjalan dengan lancar.
Dari situ, dirinya pasti akan mendapatkan Reno dan mengikat Reno menjadi miliknya, memilikirkan ini membuat Veronica tidak bisa berhenti tersenyum.
####
Ketika Serra sadar, dia merasa dirinya saat itu di ikat, dan matanya ditutup oleh sebuah penutup mata, menghalang pandangan Serra.
Menyadari kalau dirinya diculik, rasa panik menghantui Serra.
Apa yang terjadi?
Selain ikatan dikedua tangan dan Kakinya, Serra merasakan kegelapan dari balik kain yang menutupi kedua matanya.
"Lepaskan!! Lepaskan aku!!"
Serra mencoba untuk berteriak, namun terlihat jika tidak ada tanggapan.
Seperti ruangan itu tidak memiliki penghuni, hanya Serra yang berada disana sendirian.
"Tolong...."
Serra mulai berteriak dengan putus asa, namun masih tidak ada tanggapan apa-apa.
Disini, Serra mulai merasa kepalanya masih sedikit pusing, efek dari obat bius.
Sebenarnya siapa yang menculiknya?
Dan apa tujuannya?
Kenapa?
Ketika memikirkan semua itu, Serra kembali teringat pada Reno.
Saat sebelum dirinya diculik, jelas dirinya melihat Reno dengan....
Tidak....
Serra mencoba untuk menyadarkan dirinya, bahwa hal yang dirinya lihat belum tentu adalah hal yang nyata.
Semua ini mungkin hanya bentuk kesalahpahaman, dirinya percaya pada Reno, kecuali orang itu sendiri yang mengatakan kalau dia tidak mencintai dirinya lagi, Serra baru akan percaya.
Jelas ada sesuatu yang salah yang terjadi pada Reno, namun sebelum dirinya bisa memikirkan soal Reno, dirinya harus memikirkan terlebih dahulu bagaimana cara agar bisa keluar dari sini.
####
Malam itu, ketika Veronica hendak menjalankan rencananya, Reno yang mabuk itu sepintas menatap kearah Veronica mengira dia adalah Serra.
"Serra.... Kamu.. Kenapa kamu disini?"
__ADS_1
"Tidurlah dengan tenang, Reno," kata Veronica sambil membaringkan Reno, lalu perlahan melepaskan pakaian Reno.
"Serra...."
Reno merasa sedikit pusing dan mabuk seolah terjebak antara mimpi dan kenyataan.
Disini, Veronica mulai memberikan sebuah ciuman pada Reno.
Namun tiba-tiba, mencium aroma yang asing, Reno sedikit sadar dan mendorong Veronica.
"Kamu... Kamu Veronica!! Ukhhh Apa-apa ini...."
"Reno, sayang kenapa kamu begitu?" Kata Veronica sambil kembali merangkul Reno, disini Reno tidak lagi memiliki tenaga, seolah pengaruh sebuah obat, tubuhnya begitu lepas dan pusing.
"Le... Lepaskan aku, Veronica! Apa yang mau kamu lakukan?"
Di sini dirinya merasa begitu lemah.
Reno tidak akan pernah berpikir kalau dirinya akan dijebak dan akan berada dalam situasi memalukan seperti ini.
Ketika Reno sedang bingung menghadapi situasi, pintu kamar terbuka.
Veronica tidak pernah mengira kalau akan ada seseorang yang masuk ke ruangan itu.
Itu adalah seseorang yang mereka berdua kenali dengan cukup akrab.
"Merlin?"
"Aku sudah begitu curiga sejak ada di Pesta tadi, ketika aku kekamar mandi sebentar, kalian sudah menghilang. Jadi, Veronica kamu berniat menjebak Pak Presdir?" Tuduh gadis itu dengan cermat.
"A... Aku tidak.... Kami melakukan suka sama suka..." Kata Veronica cemas dan panik.
Dirinya tidak akan pernah berpikir, kalau akan ada seseorang yang menyadari rencananya.
Dan ini adalah Sekertaris Reno yang menyebalkan, yaitu Merlin.
Dari sini, Merlin lalu mulai mendekat kearah mereka berdua.
Reno sudah setengah sadar, tidak bisa mendengar suara Merlin.
"Akhhh lepaskan, aku tidak..."
Mendengar suara prihatin dari Bosnya, Merlin menebak kalau tebakannya benar-benar tepat.
Untunglah, dirinya sudah memperhatikan, soal tingkah aneh Veronica sejak ya menawarkan minuman pada Bosnya Reno.
Untunglah semua hal-hal buruk belum terjadi.
Setelah itu, Merlin menangkap Veronica mengikat gadis itu dengan sebuah kain, lalu memaksa memasukan gadis itu ke kamar mandi, menguncinya.
Setelah itu, dia langsung memanggil dokter.
####
Ketika Reno kembali sadar, itu sudah beberapa hari berlalu.
Saat ini, dirinya ada disebuah Ruangan Mewah di Kamar Rumah Sakit tertentu.
"Dimana ini? Apa yang terjadi?"
"Kamu berada di Rumah Sakit," kata Ellie yang menunggu Reno dengan cemas.
"Apa yang terjadi?"
"Kamu tidak ingat? Kamu mengalami beberapa kecelakaan malam itu,"
Reno mulai memegangi kepalanya yang sakit.
Ingatan tentang malam itu kembali, dirinya ingat kalau dirinya dijebak oleh Veronica.
Dengan bantuan Merlin, Reno berhasil lolos, namun saat Merlin memanggil dokter, dokter Pribadi Keluarganya ternyata sedang tidak ada ditempat, jadi Merlin dengan sudah payah mencoba membawa Reno yang hampir tidak sadarkan diri itu, menaiki Taksi menuju Rumah Sakit.
__ADS_1
Namun siapa yang tahu, ketika perjalanan menuju Rumah Sakit, kejadian tak terduga terjadi, mereka malah dihadang oleh segerombolan preman.
Dari situ, Merlin yang sadar berusaha melarikan diri dan meninggalkan Reno di mobil karena tidak punya pilihan, itu malam hari dan suasana begitu sepi.
Reno yang sudah berdaya karena obat itu, dipukuli habis-habisan oleh para Preman itu.
Namun untunglah, itu tidak berlangsung dengan lama, karena Merlin sekali lagi berhasil menelpon polisi dengan tepat waktu. Namun tetap saja, Reno udah terluka cukup parah.
Merlin tidak mengira kalau Bos nya benar-benar sial, dan menghadapi begitu banyak hal teragis hanya dalam semalam.
Reno baru saja lolos dari jebakan Madu, namun malah masuk ke Mulut Buaya.
Sangat melelahkan menjadi seorang Sekertaris dari Bos besar seperti ini, membuat Merlin pusing sendiri mengurusi urusan Bos nya yang tidak kunjung selesai.
Merlin saat itu mulai berpikir, sebaiknya apakah dirinya segera resign saja?
Kembali kehari sekarang, Reno yang baru saja sadar itu, tentu saja merasa tidak enak dan tidak nyaman.
Ah....
Bagaimana dengan Serra?
Apakah gadis itu tahu kalau dirinya di Rumah Sakit?
Sebaiknya, dirinya segera memberi kabar kepada Serra agar tidak membuat gadis itu semakin cemas.
Lagipula, Insiden Pemukulan oleh Preman kepada Pewaris Keluarga Wilson pasti sudah menjadi Berita heboh.
Semoga saja, gadis itu tidak khawatir.
Namun, bahkan setelah seharian Reno sadar, dia tidak mendapatkan kabar dari Serra.
Tiba-tiba memikirkan kejadian yang menimpanya, dia cemas pada Serra.
Jangan bilang....
Dian yang menimpa aku ini melibatkan gadis itu?
Serra.....
Jangan bilang Serra......
####
Ini adalah di sebuah ruangan, seorang lelaki Tua, dia tengah berbicara dengan seorang gadis muda.
"Kakek, aku ingin memberitahumu sesuatu, ini soal Reno."
"Ada apa dengan Reno, Veronica?"
Veronica lalu menunjukan foto Reno yang berciuman dengan Serra dengan mesra.
"Aku dan Reno tidak memiliki hubungan yang baik. Apakah kakek tahu? Sepertinya Reno memiliki hubungan dengan gadis yang ada di foto itu, itu seperti Putri Keluarga Lee yang belakangan terlibat skandal setelah Merayu beberapa Pria, aku khawatir jika dia juga merayu Reno untuk dia manfaatkan."
Kakek Reno tidak pernah mengira kalau cucunya masih memiliki hubungan dengan Putri Keluarga Lee.
Mengigatkannya tentang rencana jahat Keluarga Lee di Proyek pembangunan Apartemen Mewah di Kota A. buat insiden itu setelah diselidiki memang terlibat dengan Keluarga Lee.
Dan Presder PT Antlantis City saat itu adalah Serra Lee.
Dirinya mulai curiga, kalau Reno sedang dimanfaatkan oleh Putri Keluarga Lee itu untuk mendapatkan proyek ini, mengigat hubungan masalalu mereka.
Benar-benar tidak bisa dimanfaatkan!!!
Putri Keluarga Lee yang murahan itu!
Berani sekali melibatkan Cucunya Reno!
Saja aku akan memberi pelajaran pada orang itu.
####
__ADS_1
Bersambung