Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Part 14: Pertemuan tidak terduga


__ADS_3



Hari-hari yang dinantikan oleh siswa dan siswi Sekolah Elite tertentu ahirnya tiba.


Ini adalah sebuah penantian panjang terutama untuk murid-murid kelas tiga.


Tentu saja, apa lagi kalau bukan libur semester?


Benar, hari ini adalah hari terakhir ujian, tanpa memperdulikan adanya Remidi dan yang lainnya, para Siswa dan Siswi sudah berbondong-bondong untuk pulang ke rumah.


Persetan dengan hasil ujian, semua ujian sama saja, mereka sudah terbiasa dengan ujian sampai-sampai sudah kebal dengan batapa sulitnya soal ujian hingga ketika Ujian akhirnya berakhir ancang membahas soal apa yang baru saja keluar, mereka malah mulai membahas soal mau pergi liburan kemana?


Mereka kadang menatap iri pada siswa kelas dua yang tengah bersemangat menantikan stury tour mereka dengan santai.


Betapa iri dengan siswa kelas dua Ah~


Lihat saja sampai mereka kelas tiga!!!


Kalian akan merasakan apa itu namanya Neraka!


Itulah beberapa pikiran para siswa kelas tiga saat ini.


Termasuk beberapa kelompok siswa kelas 3A1.


"Liburan kali ini kamu ada rencana kemana, Ren? Bagaimana kalau kita merencanakan liburan bersama?" Tanya Revan dengan semangat.


"Sial, liburan kali ini aku harus ikut pergi bersama Keluargaku untuk melihat-lihat kantor cabang perusahaan. Ibuku bilang aku harus mulai belajar dari mengenal hal-hal yang ada di kantor cabang," kata Reno menjelaskan.


"Serius? Kamu benar-benar berniat melanjutkan bisnis keluarga? Dan ini begitu awal?" Tanya Revan kaget.


"Ibuku ingin melihat betapa seriusnya aku makanya dia mengusulkan hal ini."


"Benar-benar membosankan liburan diisi dengan hal-hal bersifat pekerjaan," respon Revan terlihat lelah hanya menatap Reno.


"Haha, apa boleh buat bukan? Ini adalah acara magang pertamaku," kata Reno dengan energi yang sedikit.


Sejujurnya bukanya dirinya benci dengan magang di perusahaan cabang, namun ini artinya dia harus pergi ke kota sebelah untuk sisa liburan ini, bukankah itu artinya selama liburan ini dirinya tidak bisa bertemu dengan Serra?


Tidak bertemu Serra selama dua minggu merupakan sebuah siksaan.


Ah, bakal kangen dengan gadis itu.


Ya itu adalah Rencana Reno pas liburan, dia juga sudah bilang itu ke Serra, namun ekpersi Serra terlihat biasa saja.


"Kamu akan ke kota S? Kebetulan, Kakak ku juga di kota itu, mungkin dalam kesempatan yang bagus kamu bisa bertemu dengan nya," kata gadis itu dengan santai.


"Kurasa terlalu berlebihan untuk bertemu calon penerus Keluarga Lee terlalu cepat sekarang."


"Ayolah, Kakakku tidaklah menakutkan. Dia orang yang baik dan cukup toleran, tidak seperti orang tuaku."


"Kamu malah lebih membuat ku jadi takut untuk bertemu dengan Keluarga mu," kata Reno dengan cemas sambil memikirkan orang tua Serra.

__ADS_1


"Ah benar juga, kurasa Kakek ku juga akan cukup merepotkan nanti." Kata Serra lagi.


"Kakekmu? Seperti apa dia?"


"Dia adalah pemimpin Keluarga Lee sekarang. Kakak ku rencana akan jadi penerusnya untuk menjalankan bisnis nya yang ada di Korea sedangkan aku akan ditempatkan disini, itulah kenapa orang tuaku begitu ketat. Kalau aku tidak cukup baik itu mungkin akan diambil alih oleh sepupuku."


"Persaingan warisan?"


"Benar, ini menyangkut Harta, Tahta dan Kehormatan. Mendengar nya saja membuat ku muak."


"Ini terlihat lebih rumit dari yang aku kira."


"Sudahlah aku tidak ingin membahas ini lebih jauh. Sejujurnya aku sudah cukup muak dengan persaingan konyol ini. Aku tidak sepintar dan sejenius Kakakku, aku juga kurang beberapa hal dari Sepupuku, tapi aku selalu dituntut untuk menjadi sempurna. Kadang aku berpikir apakah mereka kira aku hanya boneka cantik mereka?"


"Tidak, Serra. Serra adalah Serra, bukan boneka siapapun. Lagipula aku selalu percaya padamu, kamu pasti bisa melewati semua ini," kata Reno sambil mengelus rambut Serra.


"Hmm, aku harap begitu," kata Serra sambil memeluk Reno.


"Kamu juga pasti bisa, Reno," kata Serra berikutnya.


Dan begitulah akhirnya Reno pergi ke Kota S sesuai dengan apa yang Ibunya minta.


...####...


Beberapa hari telah berlalu sejak Reno tiba di kota S. Sebenarnya tidak banyak yang Reno lakukan disini, dia baru memulai dari mendengarkan penjelasan beberapa dokumen penting, dan mulai mengamati hal-hal yang dilakukan oleh karyawan.


Jadi sebenarnya Reno cukup bersantai disini, bahkan disini juga disediakan Apartemen Mewah untuk Reno menginap.


Walaupun ini perusahaan cabang, tapi sebenarnya ini cukup besar. Dan karyawan disini cukup banyak, dan terlihat sangat sibuk setiap harinya mengurusi berbagai macam proyek.


Tentu nilai nya tidak main-main, maka dari itu tempat ini menjadi begitu sibuk.


Reno kembali membuka-buka dokumen didepannya.


Sepertinya ini dokumen presentasi proyek dan soal saingan-saingannya pada pertemuan mingguan lalu?


Tapi melihat nama perusahaan tertentu membuat Reno terkejut.


Ini??


Bukankah ini salah satu perusahaan cabang milik Keluarga Lee?


Sekarang Reno sedikit mengerti kenapa Kakak Serra ada ditempat ini. Sepertinya Kakak Serra ada di perusahaan cabang disini untuk mengurus masalah tender ini.


Dan sepertinya mereka kalah tender melihat sekarang perusahaan cabang inilah yang mengurus proyek itu sekarang.


Kalau dipikir lagi, Kakak Serra sepertinya hanya tiga tahun lebih tua darinya namun diumurnya yang masih begitu muda dia dipercayakan dengan proyek yang begitu besar?


Melihat diri sendiri dan membandingkan dengan Kakak Serra sepertinya terlalu jauh.


Sekarang Reno sedikit mengerti kenapa kemungkinan syarat calon menantu Keluarga Lee begitu tinggi standarnya.


Reno lalu tertawa dan berpikir, sepertinya ini memang masih jadi perjalanan yang panjang.

__ADS_1


Dan lagi urusan masalah bisnis ini sepertinya lebih rumit dari yang Reno kira.


Dirinya harus belajar lebih banyak!


Ayo semangat!!!


Dari situ Reno kembali fokus membaca-baca dokumen-dokumen yang ada didepannya dengan lebih serius.


...####...


Waktu sudah menjelang sore, dan ini sudah saatnya untuk Reno kembali ke Apartemennya.


Namun sebelum Reno ke Apartemen, Reno memilih untuk pergi ke Restoran untuk segera makan malam.


Ini kebetulan adalah sebuah Restoran paling mewah yang ada disana.


Namun siapa yang mengira kalau Reno malah bertemu dengan Merry disana.


Disana Merry masih seperti biasanya mencoba mendekat kearah Reno dan menggodanya, membuat Reno sedikit kesal.


"Merry, bukankah aku sudah bilang? Berhentilah mengerjarku. Kamu tahu bukan? Hati tidak bisa dipaksakan,"


"Tapi aku menyukai mu,"


"Ayolah Merry, ini hanya cinta sesaat aku yakin kamu akan menemukan seseorang yang lebih baik,"


"Tapi, Reno.... Aku...."


Merry masih begitu memaksa soal perasaannya pada Reno hingga akhirnya Reno jadi kesal lalu tanpa sengaja menumpahkan jus di baju Merry.


Dan ini malah membuat lebih banyak masalah, jadi Reno mengantarkan Merry kekamar mandi untuk membersihkan bajunya.


Namun sebelum Merry masuk kekamar mandi, dia malah memeluk Reno dilorong.


Merry masih begitu keras kepala dan tidak mau melepaskan pelukannya dari Reno. Dan begitu Reno melepaskan pelukannya, Merry menarik Reno lalu mencium bibirnya, namun Reno langsung mendorong Merry.


Adegan itu kebetulan ditonton oleh seorang pemuda tertentu, yang kebetulan sedang menelpon seseorang dari ponselnya, dari panggilan ponselnya tertera nama 'Serra'.


Pemuda itu menghentikan acara teleponnya karena melihat sosok menarik yang dia kenal sedang berpelukan dan berciuman dengan seorang gadis.


"Wah, Wah... Bukankah ini Tuan Muda dari Keluarga Wilson? Untuk bermesraan-mesraan ditempat umum dengan seorang gadis? Wow, sungguh, kelakuanmu masih Brengsek seperti biasanya, Reno Wilson!" kata pemuda itu dengan tatapan sinis penuh kebencian.


Reno menoleh kesuara yang barusan memanggil namanya itu.


"Kamu kenal denganku?" Tanya Reno binggung.


Namun pemuda itu tidak menjawab pertanyaan Reno, namun langsung memukul wajah Reno tanpa aba-aba.


"Reno Wilson!!? Beraninya kamu masih bisa bersenang-senang setelah merusak hidup seseorang!!! Dasar Kurang Ajar!!!"


Reno yang kena pukul itupun menjadi marah.


__ADS_1



__ADS_2