
Sekali lagi, hari-hari benar-benar cepat berlalu terutama untuk siswa siswi kelas tiga yang setiap hari hanya belajar, sudah hampir satu bulan sejak pembentukan kelompok belajar, dan tanpa diduga, sebentar lagi sudah akan memasuki ujian semester, padahal baru saja selesai Tryout.
Dalam satu bulan ini, tidak ada banyak hal yang terjadi pada kelompok-kelompok Belajar Reno, selain beberapa pertengkaran kecil antara Merry dan Nana yang tidak ada habisnya itu. Atau malah Revan yang selalu saja membuat masalah di setiap ada kesempatan.
Namun, hari-hari tetap saja terasa cepat berlalu!!
Sungguh dalam sekejap, dua Tryout sudah berlalu.
Sesungguhnya, Sekolah ini bukanlah sekolah untuk anak-anak pintar ataupin sekolah peringkat atas dalam Rangking Ujian Provinsi, hanya untuk anak-anak kaya namun sistem sekolah ini sungguh serius.
Terutama Fasilitas disini yang begitu lengkap, mulai dari sarana olahraga, hingga sarana-sarana pelengkap untuk menghadapi ujian.
Maka dari itu, khusus untuk Siswa dan Siswi kelas tiga, kenapa banyak sekali tryout lebih dari sekolah-sekolah pada umumnya?
Itu karena Sekolah memang mengadakan tryout-tryout tambahan ini.
Seolah agar siswa dan siswi nya paling tidak terbiasa dengan soal walaupun sebenarnya tidak mengerti.
Pepatah yang populer yang sering guru-guru sekolah ini lontarkan khususnya untuk siswa kelas tiga, 'Semakin terbiasa maka akan terasa lebih mudah,'.
Jadi dengan diadakannya Tryout selain untuk persiapan Ujian Kelulusan, ada beberapa Tryout yang memang dikhususkan untuk persiapan Ujian Masuk Universitas.
Jadi suka atau tidak, semua siswa yang sudah mengajak kelas tiga, harus terbiasa dengan Soal.
Ya, selain Ujian yang terus terjadi, kegiatan rutin lainnya adalah melihat papan peringkat.
Sungguh bohong kalau siswa dan siswi ini tidak peduli dengan papan peringkat, bukan berati mereka ingin bersaing atau apa, setidaknya mereka ingin melihat hasil kerja keras mereka yang penuh dengan air mata darah setiap minggunya menghadapi Ujian.
Seperti saat ini, beberapa siswa tengah melihat papan pengumuman.
"Kamu lihat itu?? Total Nilaiku naik 10 Poin!! Setidaknya nilai Matematika ku yang awalnya hanya 50 sekarang sudah 52, dan nilai fisika ku yang awalnya 55 sekarang sudah 58!! Benar-benar peningkatan!" Kata salah seorang siswa dengan bangga pada teman sekelas nya.
"Sudahlah lupakan untuk Masuk Universitas X, dengan nilaimu yang segitu itu tidak ada artinya," kata temannya yang terlihat tidak peduli.
"Owh, ayolah jangan berputus asa seperti itu, bukankah kamu lihat, kalau bahkan Tiran Sekolah yang dulu awalnya ada di peringkat terakhir sekarang sudah ada di peringkat 38!! Apa ini efek masuk Kelompok Dewa Belajar? Ah, sungguh iri, coba aku masuk kelompok mereka juga, mungkin nilai ku akan meningkatkan pesat,"
"Kalau itu mungkin ada benarnya, lihat Rangking Revan yang awalnya 104 sekarang sudah jadi 102, benar-benar peningkatan,"
Mereka lalu saling berpandangan,
"Sudahlah, lupakan soal belajar bahkan walaupun masuk kelompok belajar milik Dewa Belajar ini masih akan percuma. Lagi pula ini Ahir pekan sebaiknya aku bersiap-siap untuk pergi liburan," kata siswa itu kemudian.
"Ada benarnya, sebaiknya lupakan soal belajar dan ujian, ini saatnya liburan!!"
Ya begitulah seputar gosip-gosip yang beredar dikalangan siswa siswi kelas tiga.
Disisi lain, terlihat Reno menatap papan peringkat dengan tatapan kecewa.
Dengan kecepatan seperti ini....
Bagaimana bisa dirinya bisa diterima di Universitas X sama dengan Serra?
Akhhhhh
Dia terlihat begitu frustasi dengan dirinya sendiri.
Ini karena selama ini dirinya terlalu mengalami banyak kemunduran, dan sungguh sulit untuk kembali naik.
"Ini patut dirayakan Reno," kata gadis tertentu sambil menepuk pundak Reno seolah memberikan ucapan selamat.
"Masih peringkat ini, dan terlihat sangat jauh."
"Jangan begitu, semakin naik peringkat semakin susah untuk naik lebih tinggi, lihat bahkan aku tetap di peringkat 10 dan tidak ada lagi kenaikan sampai saat ini."
"Kamu terlihat begitu santai."
__ADS_1
"Terkadang cukup lelah untuk belajar hanya untuk mempertahankan peringkat. Memiliki kemampuan biasa-biasa saja sungguh sulit, kecuali berusaha lebih keras dari yang lainnya."
"Tapi tidak terasa bukan? Sebentar lagi adalah Ujian Semester. Waktu begitu cepat berlalu."
"Kamu benar, kalau seperti ini tiba-tiba akan ujian kelulusan dalam sekejap mata," kata gadis itu sambil tertawa.
"Sepertinya kamu juga menantikan Ujian Kelulusan?"
"Bukankah kamu juga begitu, Reno? Apa yang akan kamu minta dariku setelah Ujian Kelulusan, hmm?"
"Owh, itu rahasia bukan? Lagi pula kamu sendiri yang bilang akan memberikan ku hadiah sesuatu yang bisa aku minta Minggu lalu."
"Tunggu, biar ku tebak! Apakah ini menginginkan 'My First Time'?" Bisik Serra ditelinga Reno.
Sudah terbiasa dengan kata-kata Serra, Reno lalu membalas godaannya dengan sesuatu yang lebih tidak tahu malu.
"Lagipula cepat atau lambat itu akan tetap menjadi milikku, jadi tidak perlu untuk memintanya."
"Wow, semakin kesini kamu jadi semakin berani, mana Renoku yang masih malu-malu itu pergi?"
"Reno yang dulu sudah tidak ada lagi. Aku sudah melupakan hal-hal buruk terjadi, dan akan menjadi Reno yang lebih baik."
"Kamu tahu, Reno? Tidak peduli apakah kamu Reno yang dulu, Reno yang sekarang, ataupun Reno dimasa depan, untuk ku, Reno tetaplah, Reno!"
"Kamu juga tahu bukan? Kejadian saat kelas satu dulu?"
"Semua orang punya masalahnya sendiri. Untuk ku, asalkan kamu sudah sadar, itu sudah cukup," kata gadis itu dengan tenang.
Sejujurnya, untuk Reno sendiri dirinya tidak akan pernah berpikir untuk bisa belajar dan memikirkan Ujian Kelulusan ataupun Ujian Masuk Universitas seperti sekarang.
Dan mulai memikirkan kembali masa depan tentang dirinya.
Terutama sejak orang tua nya......
Lupakan, dirinya tidak ingin mengingatkan kisah-kisah sedih dimasa lalu.
Selama gadis itu berada disampingnya, ini akan cukup untuk berjuang demi masa depan kelak.
Ya, karena kalau ingin memiliki sesuatu semua hal haruslah diperjuangkan.
...####...
Disela-sela Ahir pekan, setelah selesai bertemu untuk Belajar Kelompok, Reno biasanya akan ngirimkan beberapa pesan pada Serra hanya untuk sekedar basa basi atau mungkin bertanya tentang soal-soal sulit.
Awalnya dirinya cukup ragu untuk mengirimkan pesan, namun sepertinya ini berjalan dengan lancar.
Seperti saat pertama kali Reno mengirimkan pesan dulu.
Itu adalah hari minggu pagi setelah mereka dulu pergi ke taman hiburan.
Tidak seperti hari-hari minggu lainnya, kali itu Reno benar-benar bangun di pagi hari.
Tentu saja ada alasan kenapa Reno bangun pagi-pagi sekali. Reno langsung membuka aplikasi pesan di ponselnya, lalu mulai mengirimkan pesan ke nomor tertentu.
Reno: Selamat Pagi
Namun sudah beberapa menit dan belum ada balasan, jadi sambil menunggu balasan, Reno kekamar mandi untuk mandi dulu.
Mungkin gadis itu sedang sibuk dihari Minggu?
Dan ya, sesuai yang Reno duga, setelah Reno selesai mandi, ada pesan di ponselnya.
Serra: Owh, ahirnya kamu menyimpan nomor ku? Aku pikir diantara teman sekelas hanya kamu yang tidak menyimpan nomor ku,
Saat membaca pesan itu, Reno jadi merasa malu.
__ADS_1
Ini memang benar-benar keterlaluan.
Walaupun dirinya selalu mengamati gadis itu dari jauh, tapi dipikirannya tidak pernah terbesit mengirimkan pesan basa-basi padanya selama tiga tahun ini, benar-benar sia-sia masa SMA ini, sungguh terlalu.
Reno: Kupikir kamu tidak suka berkirim pesan?
Serra: Benar, terlalu melelahkan harus mengetik,
Reno: Mau telepon?
Serra: Terlalu malas mengangkat telepon,
Namun tiba-tiba diponsel Reno ada sebuah panggilan video mendadak.
Ini dari Serra!!
Tanpa pikir panjang Reno langsung mengangkat panggilan itu, dia sempat lupa kalau dirinya baru selesai mandi, belum mengeringkan rambut, apa lagi pakai baju, masih hanya mengenakan handuk kecil!!!
Di balik Video sana, Serra tertawa ringan melihat tubuh setengah telanjang Reno, dan mulai menggodanya, membuat Reno jadi malu sendiri.
"Baiklah-baiklah, jangan seperti itu! Kamu terlalu mendadak menelpon ku! Aku akan segera memakai baju,"
"Reno, kamu memiliki tubuh yang bagus. Itu membuat ku ingin menyentuh nya Ah~"
Muka Reno lagi-lagi kembali memerah mendengar kata-kata berani Serra barusan.
Dasar Serra, sangat pandai mengoda dirinya, tapi seru juga bisa VC bersama Serra seperti ini.
Reno lalu segera meletakan telpon kemudian memakai kemejanya.
"Mari kita lari pagi bersama?"
Itu adalah awal ajakan singkat, pagi itu Reno mengikuti ajakan Serra untuk olahraga bersama.
Setelah hari itu, Reno dan Serra mulai lebih sering berkirim pesan, walaupun kata Serra dia terlalu malas membalas pesan, namun semua pesan Reno selalu dibalas.
Terkadang keduanya akan diam-diam bertemu diwaktu senggang.
Seperti hari ini, Reno sengaja bangun pagi juga untuk mengajak Serra bersepeda bersama.
Keduanya sengaja bertemu ditaman terpencil didekat kompleks perumahan mereka agar tidak terlalu membuat banyak perhatian yang tidak perlu.
Taman ini cukup sepi, disana ada begitu banyak pohon, jadi kalau bertemu disalah satu pohon disana, orang-orang tidak akan tahu apa yang dilakukan dibalik pohon-pohon itu.
Disana begitu nyaman dan tenang untuk dijadikan sebuah markas rahasia untuk mereka berdua.
Reno lalu memarkirkan sepedanya didekat situ, lalu menuju pohon tempat dirinya dan Serra bertemu.
Namun tiba-tiba, Reno ditarik oleh seseorang, lalu ditarik oleh orang itu kepelukannya, lalu Reno mulai dicium dengan ganas, tanpa Reno berhasil merespon.
Ah, Reno pikir semakin kesini Serra benar-benar terlihat semakin ganas seolah ingin menelan dirinya hidup-hidup.
Sungguh benar-benar berbeda dengan image yang kalem dan pendiam yang gadis itu tujukan didepan orang-orang.
Kata orang sifat asli seseorang akan muncul ketika bersama dengan orang yang dipercayai dan yang disayangi.
Owh, jadi apakah ini sifat asli dari Tuan Putri Keluarga Lee?
Benar-benar sangat bertolak belakang.
"Serra, kamu tahu? Aku cukup menahan diri, jadi jangan terlalu agresif denganku," kata Reno setelah ciuman panjang itu.
"Kamu tidak perlu menahan diri ketika bersamaku," goda Serra.
"Seolah aku bisa,"
__ADS_1