Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Season 2 Part 28: Masalah Orang Tua


__ADS_3

Ini adalah salah satu Restoran Mewah di Kota J.


Disana, suasana siang itu masih terbilang cukup sepi, karena di Restoran ini biasanya hanya menerima reservasi kalau mau masuk, hanya beberapa kalangan tertentu yang berada disini, ini juga biasanya menjadi tempat pertemuan bisnis yang bagus.


Suasana disalah satu Ruangan Pribadi cukup tenang.


Disana, ada empat orang yang duduk saling berhadap-hadapan.


Ada dua wanita parubaya, juga ada sepasang laki-laki dan perempuan yang terlihat masih cukup muda.


"Ah, ini bagus untuk mengatur makan siang ini bukan? Akan lebih bagus jika kita saling mengenal lebih dekat lagi," kata Sarah dengan santai.


"Itu, benar. Terimakasih Tante Sarah, telah mengatur pertemuan ini, aku sangat senang bisa mengambil kesempatan untuk mengenal Serra lebih dekat," kata Mikael sambil tersenyum menanggapi kata-kata ramah Sarah.


"Itu benar sekali. Putriku memang cukup pemalu, dan pendiam seperti ini, dia belum pernah berkencan dengan seorang Pria sebelumnya," kata Sarah lagi.


"Ah? Benarkah itu?" Tanya Mikael penasaran, ya tentu saja dia cukup penasaran mengigat hubungan antara Serra dan Farrel.


"Tentu saja, ini mungkin pertama kalinya, Serra dekat dengan seorang lelaki, benar begitu Serra?" Tanya Sarah lagi.


Serra hanya tersenyum menanggapi, dan mengaguk sedikit.


"Aku dengar dia cukup dekat dengan, Kak Farrel,"


"Ah, itu omong kosong, Farrel hanya kebetulan teman Johan, dan begitulah mereka, mereka hanya teman. Johan tahu ini dengan pasti, benar begitu, Serra?"


Mau tidak mau, Serra hanya bisa menjawab lagi,


"Ya, aku dan Farrel hanya kebetulan berteman, tidak lebih dan tidak kurang," kata gadis itu sambil sekali lagi menunjukan senyum palsunya.


Mendengar ini, membuat Mikael jadi curiga.


"Ah, begitu. Mungkin saja ketika masih di Sekolah Menengah, Serra pernah memiliki, Kekasih, itu hal-hal yang wajar untuk anak muda bukan?" Komentar Ibu Mikael disana.


Disini, Sarah yang mendengar hal itu lalu tertawa kecil dan berkata,


"Itu tidak seperti itu. Putriku selalu mementingkan untuk masa depannya, jadi dia selalu belajar dengan giat saat masih di Sekolah Menengah, bahkan saat di Universitas,"


"Lihat, itu Mikael mungkin Serra hanya memang malu saja saat bertemu denganmu, dia tidak pernah berkencan dengan laki-laki pula sebelumnya, jadi kamu tidak perlu khawatir," kata Ibu Mikael lagi,


Disini, Mikael juga mulai bertanya-tanya soal hal ini.


Apakah benar, Serra dan Farrel tidak berkencan?


Apakah ini hanya alasan Serra saja?


Atau jangan bilang mereka terlihat hubungan rahasia?


Mari cari tahu ini lebih dalam lagi.


Dirinya juga menjadi lebih penasaran dengan gadis itu.

__ADS_1


Gadis aneh yang terlihat ingin segera membatalkan perjodohan ini, namun sepertinya tidak benar-benar langsung menolak perjodohan ini....


Sebenarnya apa mau gadis itu?


Dan begitulah awal makan siang itu, kemudian Ibu Mikael dan Mama Serra ijin pergi dari sana, membiarkannya dua anak mereka untuk hanya berdua saja.


####


Setelah keluar dari ruang pribadi, Sarah mulai mengobrol dengan Ibu Mikael.


"Ah, sepertinya hubungan mereka berdua cukup baik bukan? Mereka terlihat serasi,"


"Itu benar. Sejujurnya aku cukup khawatir dengan Putraku yang selalu terlihat tidak tertarik pada wanita manapun, dan hanya bermain-main saja, padahal dia sudah umur segini,"


"Di benar sekali, sebenarnya aku juga tuh khawatir dengan putriku karena dia hanya memikirkan pekerjaannya dan selalu menolak jika Kakeknya menawarkan Perjodohan,"


"Ah? Benarkan itu?"


"Putriku malah sibuk untuk mengurusi perusahaan Kakeknya, begitulah,"


"Aku mendengar kalau Serra cukup baik dengan pekerjaan ketika di Luar Negeri?"


"Ya, aku sangat bangga dengan Putriku,"


Mereka berdua terlihat asik mengobrol sambil berjalan lorong itu.


Sampai keduanya melihat siluet yang lihat sangat familiar, berjalan dari arah yang berlawanan.


"Bukankah ini Nyoya Lewis? Ku pikir selera bertemanmu sudah menurun, sampai-sampai berteman dengan seseorang yang mudah seperti Sarah Lee,"


Melihat ejekan yang ditujukan padanya, itu membuat Sarah merasa kesal.


"Diam kamu Eille Wilson!! Siapa yang berani kamu rendahkan hah?" Kata Sarah dengan marah.


"Itu benar aku berteman dengan siapapun itu bukan urusanmu," kata Ibu Mikael dengan nada dingin.


"Owh, ya ampun Nyonya Lewis, inilah kenapa kamu gak bisa membesarkan putramu dengan baik bukan? Lihat, dia yang katanya terlahir jenius itu, pernah menyalahkan putraku sekalipun ketika mereka masih di Universitas," kata Ellie dengan sombongnya.


"Ini tidak ada hubungannya dengan itu!!" Kaya Ibu Mikael dengan marah.


Itu benar, dirinya dan Ellie Wilson memiki hubungan yang buruk karena kedua Putra mereka bersaing sejak di Universitas, dan melihat Putranya yang kalah itu juga Ellie selalu begitu sombong dan meninggikan putranya itu.


"Jadi kamu juga membenci Ellie Wilson? Itu benar, aku juga membencinya, wanita yang sangat tidak bisa menjaga suaminya dia benar-benar terlalu sombong bukan?" Kata Sarah sambil menyindir.


"Diam kamu, Sarah!!!"


"Oh iya apakah kamu tidak tahu, kalau Mantan Suamimu sebenarnya Menikah lagi dengan saingan yang merebut cinta pertamamu dulu? Hohoho, aku cukup perihatin melihat betapa malangnya kamu, untuk ditinggalkan oleh dua laki-laki dengan alasan wanita yang sama," sindir Sarah lagi.


"Benarkah itu? Jadi Nyonya Alice sebelumnya juga merebut cinta pertama Ellie? Dan sekarang menikahi mantan suaminya, Ah benar-benar ironis ketika mendengarnya," tambah Ibu Mikael sambil tertawa.


Ellie benar-benar kehilangan kesabarannya dan marah.

__ADS_1


Dan begitulah mereka bertengkar saling menghina di lobby itu.


Terlihat kebencian bertahun-tahun yang tidak berubah.


"Hah, lihat? Tidakkah kalian ingat? Baik Putramu ataupun Putrimu, mereka kalah dari Putraku dalam memperebutkan Proyek Pembagunan Apartemen Mewah di Kota A bukan? Untuk memiliki anak pecundang kalah seperti itu, kalian berdua terlalu sombong bukan?"


"Apa katamu!!!"


"Ellie!! Cabut kata-katamu!! Mana ada Putramu lebih hebat dari Putriku!!"


"Owh lihat ini, Sarah? Bukankan kamu terlalu payah? Apakah kamu tidak mengikuti berita seputar Bisnis? Bagaimana Putraku yang memenangkan Proyek itu? Lihat, Putraku ada dimana-mana, di Tabloid Bisnis dengan segudang prestasi miliknya, bagaimana dengan Putrimu itu? Dia masih menjadi bayang-bayang dari Putra Tirimu bukan?"


Kali ini suasana disana cukup menjadi panas, dan sekali lagi Sarah yang tidak tahan itu menampar Ellie.


"Sarah!! Kamu berani!!"


Disini, Ellie kembali menampar Sarah, disini, Ibu Mikael yang tidak terlalu mengerti permusuhan sengit mereka, mencoba menahan Sarah agar tidak termakan omongan Ellie, namun sepertinya terlambat.


Mereka sudah saling serang secara fisik sekarang.


Sampai dia meminta bantuan petugas keamanan untuk melerai mereka.


Disana, Ellie akhirnya berhenti setelah mendapat telepon tiba-tiba,


"Apa? Reno mengalami Kecelakaan di Proyek?"


Berita yang tidak terduga membuat Ellie jadi syok, dan panik mendengar kabar tidak terduga dari Putra semata wayangnya itu.


Bagaimana ini?


Bagaimana keadaan Reno?


Dia tidak terluka parah bukan?


"Hahahaha.... Lihat, mungkin sebentar lagi akan melihat bendera putih bukan? Itulah karma untuk orang yang sombong sepertimu!!" Kata Sarah dengan ejekannya.


"Kamu!!! Jangan bicara sembarangan!!!"


####


Bersambung


####


Maaf jika Update telat ya,


Pokoknya nantikan saja kelanjutannya,


Terimakasih buat yang udah setia baca, 😊😊😊


Ku lagi coba mengajukan Crazy Up, semoga diterima ya, dan kalian akan segera menyaksikan ******* dari Season ini 😏😏😏

__ADS_1


__ADS_2