
Setelah hari libur selama seminggu lebih, murid-murid kelas tiga akan kembali sekolah, dan mengikuti Ujian Sekolah.
Berbeda dengan Ujian Nasional yang diuji kan hanya mata ujian tertentu. Di Ujian Sekolah semua mata pelajaran diuji kan, termasuk Ujian praktek.
Khususnya untuk murid-murid Kelas Sains seperti Kelas 3 A.
Ujian Sekolah berlalu selama kurang lebih 10 hari.
Itu bukan waktu yang lama namun juga bukan waktu yang cepat.
Seperti hari-hari sebelumnya, ketika hari libur, Reno lebih menghabiskan waktunya untuk belajar banyak materi.
Pasalnya, itu karena dirinya tertinggal cukup banyak. Namun memang setahun ini, dirinya sudah menyicil cukup bahan belajar.
Dirinya tidak sepandai itu belajar, tapi ketika dirinya masih kecil peringkatnya dia di sekolah sebenarnya cukup baik. Hanya saja selama masa-masa pemberontakan, Reno hanya tidak belajar sama sekali.
Tapi dalam setahun, dirinya sudah cukup menanamkan kebiasaan untuk belajar sehingga lebih mudah untuknya belajar seperti ini.
Ya dirinya harus berusaha lebih keras dan belajar lebih banyak.
Namun pada akhirnya hari-hari benar-benar cukup cepat berlalu.
Dan akhirnya hari ketika ujian sekolah tiba.
Seperti saat Ujian Nasional, ruangan miliknya dan milik Serra berbeda.
Di sangat sulit untuk dirinya mencoba bertemu dengan gadis itu.
Tidak seperti dirinya bisa langsung bertemu dan menyapa Serra di depan umum.
Mata ada dimana-mana bahkan dinding punya telinga.
Harus benar-benar waspada ketika dirinya ndak bertemu dengan gadis itu.
Dan saat ini masih lah ujian alangkah lebih baik jika dirinya lebih fokus pada Ujian.
Sekilas dari jauh, Reno akan melihat saat Serra turun dari mobilnya, lalu menuju Ke Kelas.
Namun untuk beberapa alasan Reno merasa ada yang sedikit salah setiap kali Reno melihat Serra.
Terutama sejak Ujian Nasional tempo hari.
Entah apa yang salah, bahak setelah selesai Ujian hari itu, walaupun Serra menunjukan kalau dirinya baik-baik saja, namun sepertinya ada yang tidak benar.
Apakah Serra lagi-lagi tertekan saat Ujian?
Dirinya sudah memperhatikan gadis itu sejak lama.
Dan setiap kali ada ujian, memang tekanan dan hawa di sekitar gadis itu begitu menjadi lebih pekat dan lebih tegang.
Tapi entahlah, itu mungkin cuma perasaannya saja yang terlalu khawatir pada gadis itu.
Lagipula itupun juga karena, Serra selama ini belajar di rumahnya.
Paling tahu kalau saya sangat benci dengan rumahnya itu.
Namun hal-hal menjadi lebih buruk dan akhirnya harus ada disana tiap hari.
Mikirkan ini benar-benar membuat dirinya merasa sulit.
Reno mulai mengela nafas untuk menstabilkan pikirannya.
Baiklah sebaiknya dirinya lebih fokus untuk ujian. Lagipula pasti gadis itu juga fokus dengan ujiannya.
Dan begitulah Reno mulai memasuki ruang ujian kali ini.
####
Dan begitulah telah hari-hari cepat berlalu, 10 hari lewat begitu saja.
__ADS_1
Begitulah siswa-siswi kelas 3 ini hanya bisa menatap hampa ketika menatap ruang kelasnya.
Hari-hari menjadi seorang siswa hampir berakhir.
Hari terakhir ujian sekolah mungkin menjadi hari terakhir mereka berada kelas yang sama.
Namun ini terlihat lebih suram dari pada ketika ujian nasional.
Baiklah hal-hal menegangkan sudah lewat, dan saatnya menyegarkan pikiran setelah selesai ujian.
Tapi sayangnya para siswa-siswi ini terlihat tidak bisa merasa lega sama sekali.
Karena mereka masih harus mempersiapkan untuk Ujian Masuk Universitas.
Itu biasanya akan diadakan sekitar beberapa bulan setelah pengumuman Ujian Nasional.
Tidak punya memiliki begitu banyak waktu untuk belajar.
Belum lagi beberapa orang mungkin belum menentukan ingin masuk ke Universitas mana.
Namun kebanyakan siswa-siswi kelas 3A, udah menentukan Universitas mana yang ingin mereka masuki.
Seperti Universitas A atau Universitas X yang di favorit semua siswa.
Itu adalah 2 universitas terkenal di negeri ini, jadi wajar untuk menjadi favorit semua orang.
Setelah Ujian Sekolah, beberapa minggu lagi akan ada pengumuman hasil Ujian.
Beberapa orang merasa tegang, namun ada juga yang terlihat santai ketika hasil ujian diumumkan.
Sampai hari yang dinantikan akhirnya tiba.
Itu adalah pagi cukup cerah, iya ada sedikit awan di langit, dan langit terlihat biru.
Dalam acara pengumuman seperti ini, biasanya para wali murid diundi ke sekolah untuk melihat hasil pengumuman.
Sedangkan untuk siswa dan siswi, mereka biasanya juga mengadakan acara tersedia.
Lihat di dekat gerbang, siswa-siswi Kelas 3 A sudah berkumpul.
Mereka terlihat bersemangat menantikan hasil dari pengumuman.
Tentu saja, mereka yakin jika mereka lulus.
Mereka hanya sedikit tidak yakin tentang hasilnya.
Bagaimana dengan peringkat akhir mereka?
Bagaimana nilai ujian mereka?
Memikirkan itu membuat beberapa orang menjadi tegang dan cemas sendiri.
Mereka semua berkumpul termasuk, Serra biasanya belajar di rumah.
Mereka sudah cukup lama tidak benar-benar bertemu dengan Ketua Kelas mereka dalam acara seperti ini.
Rasanya sudah cukup lama ketika mereka semua berkumpul seperti ini.
Dan tentu saja, tanpa Ketua Kelas mereka Kelas 3 A tidak akan lengkap.
####
Disisi lainnya, ruang Kelas 3 A terlihat cukup heboh.
Terutama ketika guru wali kelas belum hadir di kelas.
Melihat perdebatan dua orang itu tertentu di dekat pintu.
"Kamu minggir lah aku ingin masuk dulu," kata Ellie dengan sombong.
"Kamu yang menghalangi jalan ku,"
__ADS_1
"Akulah pemilik di sekolah ini jadi terserah aku apakah aku ingin menghalangi jalanmu! Mau benar-benar begitu sombong dan menebalkan Sarah!!"
"Cukup menyesal kenapa putriku harus sekolah di sekolah sampah milikmu ini. Memberikan pengaruh yang buruk pada Putriku,"
"Jangan bicara sembarangan, Sarah! Kamu kira kamu bisa menghina sekolah ini Hah?"
"Seorang yang tidak bisa menjaga suaminya sendiri apakah kamu aja untuk bicara seperti itu di depanku?"
Ellie terlihat sangat marah ketika mendengar itu.
"Lihatlah bahkan nilai Putramu begitu buruk. Masih memiliki muka untuk menambahkan diri disini? Apakah Putramu nanti ada di tempat terakhir!"
"Jangan bicaramu, Sarah! Jangan pernah juga menghina Putraku! Bagaimana Putrimu? Apakah Putrimu memiliki ranking yang bagus?"
"Coba tebak? Tentu saja Putriku selalu menjadi putri yang sangat rajin dan pintar, selalu masuk 10 besar umum, peringkat 5 besar elasnya sebuah prestasi yang membanggakan! Dan tentu saja di ujian kali ini putriku akan menjadi yang terbaik!"
"Hah? Mimpimu begitu indah! Melihat dulu nilaimu cukup buruk? Untuk selalu ada di peringkat bawahku?"
"Jangan ungkit-ungkit masalalu! Ini tidak ada hubungannya!!"
"Kamu hanya tidak percaya diri!"
Ketika mereka berdua sibuk bertengkar, Alice datang kesana, dan itu membuat suasana menjadi lebih buruk.
Sebelum mereka sempat berkata sesuatu, guru wali kelas telah datang.
Jadi akhirnya mereka berdua duduk dengan tenang di salah satu kursi kosong.
Sialnya, kursi-kursi itu berdekatan, termasuk dengan kursi yang Alice duduki.
Mereka mendengarkan dengan tenang apa yang guru wali murid katakan.
Seperti bagaimana peringkat sekolah mereka, dan berapa persen tingkat kelulusan mereka.
Sampai pada akhirnya, hal yang dinantikan, pengumuman untuk menemukan Juara Kelas dalam Ujian Nasional.
Mereka akan mulai dari Juara tiga.
Tentu saja para wali murid di sini sangat bergetar menantikan hasil Ujian ini.
Bagaimana dengan hasil putra atau putri mereka?
Apakah bagus?
Apakah ada kemajuan?
Akan masuk peringkat ke berapa?
Termasuk Sarah, yang sangat menantikan hasil ini.
Putrinya tidak boleh untuk mengecewakannya dan membuatnya malu.
Lagipula, dirinya sudah mengawasi Serra belajar selama ini, jadi pastilah peringkat miliknya lebih bagus dari Putra Keluarga Wilson itu, dan bahkan bisa lebih bagus dari Putri Alice itu!
Ya itu harus!!
Tidak ada kata tidak!
"Untuk Peringkat Ke Tiga, jatuh pada Reno Wilson,"
Sarah terkejut mendengar nama itu, namun pastilah Putrinya nomor 1 atau paling tidak nomor dua bukan?
"Peringkat ke Dua....."
Catatan Penulis: Cover baru dari Noveltoon bagus juga ya, 😆
Apa kalian juga menyukainya? 😆
__ADS_1