
Jessica Griys
Pagi yang cerah dengan matahari berbentuk wajah bayi (teletubies). Aku tersenyum dan melihat jam yang berbentuk Doraemonyet :v. Jarum pendek tepat di angka 7. Jarum panjang ada di angka 12. Aku melongo sedikit lalu panik. Buru buru kuambil handuk. Lalu pergi ke kamar mandi untuk mabar Roblox. Ya kagak lah untuk mandi. Mandi dengan Express 2 menit. Aku pergi kekamar untuk.... Pake baju. (hayo *****) setelah pakai baju buru buru ku ambil Piring untuk di makan. Salah eh maksudnya mengambil roti untuk makan. Kulihat kamar kakakku.
"enak betul sih. Libur tuh orang" aku berdecih. Dan kembali melihat jam. Oke aku telat. Keluar rumah mengambil kunci mobil (ea :v) aku membuka mobil lamborghini :v. Aku membuka mobil Avanza (ea). Dan melaju dengan kecepatan tinggi. Aku ditilang karena aku tidak membawa sim. Dan mobil ku diambil.
"WOY JESSI ADA BOCAH BARU JESS BULI KUY. ADA 2" Naya berteriak di telingaku pas. Aku bermimpi mobilku diambil oleh polisi. Oke ternyata mimpi. Bocah barunya ternyata cewek ada dua.
"halo gaes nama gw Lita. Oke thx". Aku dan Naya melongo.
"halo nama gw Prisca". Bingung baget sih. Mereka berdua kenalin nya singkat banget. Aku menatap kedua gadis yang sedang berdiri itu. Kemudian duduk di bangku paling belakang. Saat mereka berdua lewat, Bocah bocah membisikkan Lita dan Prisca.
"buli ah nanti istirahat" Naya menepuk pundakku yang sedang bengong melihat kedua anak baru tersebut.
KRENG KKRENG (bel edisi terbaru) :v
Aku duduk menatap Ponselku berwallpaper Ardan. Ku menoleh ke arah belakang. Ternyata kedua anak baru itu kebawah untuk mabar. Gak lah beli makanan.
Tring Tring!
Sebuah pesan membuyarkan lamunanku. Aku meraih Ponselku yang ada di pinggir meja.
Kakakqu tamvan
Jes. Lu mau ikut gak nanti ke Rumah sakit. Mama ultah coy. Lupa lu yak. Sama sih gw juga lupa.
Aku masih saja menatap pesan yang kakak Kirimkan. Bengong sebentar lalu buru buru ku ambil tasku dan pamit. Kepada guru yang masih ada disana. Di tangga aku bertemu Ardan dengan Seorang cewek. Dadaku sakit sekali. Susah untuk bernapas!
__ADS_1
"ugh genit banget tuh cewek pakek nempel nempel segala." aku berbatin dan melewati Ardan tanpa menyapanya. Sejak tadi pagi aku sama sekali tidak bertemu Ardan. Hatiku kangen tapi rasa kangen itu musnah sejak ku lihat dia dengan teman perempuannya, apalagi berpegangan tangan. Ugh sakit banget
"Jess mau kemana? Mau pulang sini aku anterin" baru pertama kali aku mendengar Ardan berkata 'aku' biasanya dia bilang gw. Aku tidak menoleh maupun merespon, padahal hatiku sangat ingin berbicara dengannya tapi otakku memilih untuk menyuekinya. Dia memanggilmu beberapa kali sampai akhirnya dia memengang tanganku. Ugh rasanya mau memeluk dia langsung.
"ayo Jess.. Aku mau kok anterin kamu ke Rumah sakit. Mama kamu ulang tahun ya?" Dia bertanya dengan lembut dan mulai melepas genggam-an tangan perempuan itu.
"kamu tau ya Ardan?" aku menoleh tapi aku tidak berani menatap matanya langsung.
"maaf telah melihat kalender di Handphone mu" Ardan meminta maaf dan kemudian menarik tanganku. Dia membuka kan pintu mobil untukku.
" tidak perlu repot Ardan aku perlu jalan kaki bisa kok" Aku melepas genggam tangannya tapi kenapa susah? (karena aku sayang kamu) :v. Ardan menggendongku untuk masuk kedalam mobil. Aku hanya pasrah. Tapi aku senang juga.... Di gendong ala penganten baru mati, eh maksudnya pengantin baru nikah.
"gak beli kado buat mama kamu Jess?" Ardan menyetir mobilnya pandangan Ardan lurus kedepan tapi masih sempat untuk berbicara padaku.
"udah kok Ardan...." aku tersenyum. Hmmmm.. Ngapain tersenyum? Ardan pandangannya kedepan terus. Tapi dia tersenyum kecil,
"lu kenapa bilang aku kamu sih. Aneh betul sia" Aku Bertanya kepada Ardan karena rasa penasaran ini sudah tidak bisa dipedam (ea:v)
"ah... Aku lagi latihan buat bisa ngomong gitu kepacarku nanti" Ardan tersenyum bahagia. Sejujurnya ku belum pernah tertawa bahagia seperti itu, Ugh dadaku sakit lagi! Sesak. Setelah 15 menit canggung di mobil akhirnya sampai juga. Aku membuka pintu mobil sebelum Ardan turun lalu kututup pintu mobilnya, aku berlari menuju Kamar nomor 666 enggak maksudnya kamar nomor 321 kubuka pintu pelan pelan, terlihat mama yang habis operasi jantung.
"Mamakuhhh" Aku berjalan lalu memeluk Mama yang sedang duduk di kasur. Mama membalas pelukanku tiba tiba Mama menangis, itu membuatku tidak tahan untuk menangis.
"mama kangen sama kamu Jessica..." mama masih menangis maklum udah gak ketemu beberapa Episode :v.
"Happy Birthday My Mom...." Aku memberikan Mama sebuah Hadiah.
"Thanks My honey swetty" Mama kembali menangis. Tiba tiba pintu dibuka, oh ternyata Ardan...
__ADS_1
"Happy Birthday Tante...." Ardan tersenyum lalu memeluk Mama.
"oalah pacarnya Jessica tau ya ultah tante, cocok deh jadi Suaminya Jessica" Mama tersenyum Jahil lalu mengedipkan satu matanya.
"MAMAAAA!!!" aku teriak sejadi jadinya kesal sekali. Ardan hanya tersenyum bahagia.
16:30
Ardan diluar bersama Kak Jonaz. Aku membisikkan sesuatu pada mama
"ma... Si Ardan mau punya pacar...." aku curhat dengan nada sedih. Mama terkaget
"yaampun dasar anak itu!" Mama benar benar kesal dan kaget
"tadi dia pegangan sama cewek lain ma..." Aku mengeluarkan air mata. Mama memelukku.
"gapapa emang itu anak Ngeselin banget...!!!" mama Tersenyum. "Pulang gih udah sore" Mama mengusirku dari kamar. Aku menurut dan pulang.
bersambung yah YakuTeam. Terima kasih yahh.. Udah support Yakura Sampai sini, Aku sebagai Author sangat senang atas dukungan kalian. Terima Kasih ya....
**Sekali lagi Terima kasih sudah membaca cerita ini semoga suka.
Support Yakura dengan klik Favorite 💝 dan Klik Like 👍
jangan lupa Comment 💬dibawah!
Arigatou! 😘✌**
__ADS_1
*Hiatus selama seminggu*