Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Season 2 Part 30: Hutang Budi


__ADS_3

Saat ini disalah satu Rumah Sakit, disalah satu ruangan, terbaring seorang pemuda tertentu, dia terlihat sedikit pucat, namun sebenarnya dia tidak kenapa-kenapa, hanya kepalanya diperban sedikit.


Disana, dia mulai bertanya pada suster yang merawatnya,


"Bagaimana keadaan gadis itu?"


Suster itu yang tahu apa hal yang dimaksud oleh pemuda itu, langsung menjawab,


"Operasinya baru saja selesai, semuanya berjalan dengan lancar tapi....."


"Kenapa?"


"Hanya, waktu pemulihannya mungkin akan memakan waktu, dia sementara di kursi roda dulu,"


Mendengar hal itu, hati Reno benar-benar merasa bersalah.


Kejadian siang ini masih membekas dipikirannya.


Saat itu, ada lempeng besi yang terjatuh, hampir menimpa kearahnya....


Hampir saja....


Kalau tidak karena Veronica yang mendorongnya menjauh dari sana, mungkin dirinya akan terluka parah sekarang.


Namun, Veronica Kakinya terkena lempengan besi itu, sampai tulangnya patah, dan barusan saja operasi pemasangan gips dan untunglah tidak terjadi hal yang lebih buruk.


Namun tetap saja.....


Ini semua berkat gadis itu kenapa dirinya selamat dan hanya lecet kecil akibat terjatuh.


Namun sayangnya, kejadian ini tidak hanya menimpa dirinya dan Veronica.


Disana kebetulan ada salah seorang pekerja juga yang tertimpa tiang itu.


Namun untunglah, orang itu selamat namun masih mengalami luka yang cukup serius.


Kecelakaan kerja ini benar-benar tidak terduga....


Untuk berpikir hal-hal seperti ini bisa terjadi....


Harusnya keamanan adalah yang paling penting, prosedur keamanan saat pembagunan sudah dilakukan dengan hati-hati...


Tapi kenapa hal ini musti terjadi?


Dan lagi, dirinya harus merasa bersalah sekarang, karena berkat dirinya seorang gadis terluka.


Disana, Reno lalu bengun dari tempat tidur itu, dan berjalan menuju ruangan Veronica di sebelah.


Ketika sampai disana, dia melihat wajah pucat gadis itu, dia sepertinya masih belum sadar karena efek obat bius.


Terbaring disana, dirinya bisa melihat kaki gadis itu yang saat ini diperban.


Ini benar-benar salahnya sampai gadis itu musti mengalami hal ini.


Dan sekarang dirinya merasa harus balas budi pada gadis itu.


Ketika Reno masih mengamati wajah tidur gadis itu, tiba-tiba seseorang datang menepuk pundaknya.


Ini adalah Kakek Reno.


"Kamu berhutang padanya, kamu harus memperlakukannya dengan baik,"


"Aku tahu,"


"Alangkah lebih baik jika kamu merawatnya selama Kakinya masih sakit,"


"Tapi Kakek... Aku masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan, terutama soal Proyek Pembagunan itu,"


"Dengarkan Kakek! Lihat, Veronica adalah gadis yang baik bukan? Dia bahkan menolongmu seperti ini, akan lebih baik jika kamu segera bertunangan dengannya atau malah langsung menikah dengannya."


"Kakek!! Ini tidak ada hubungannya sama sekali."


"Reno? Apa yang membuatmu tidak puas dengan gadis ini?"


"Kakek tidak mengerti."


"Dengarkan, Kakek. Pokoknya kamu harus merawatnya mulai hari ini. Tidak ada pengecualian."

__ADS_1


"Tapi, Kakek... Proyeknya...."


"Aku akan menyuruh orang lain untuk mengawasinya,"


"Tapi...."


"Tidak ada tapi-tapian! Lagipula Kakek juga akan menyelidiki ini lebih lanjut. Kakek yakin ada yang tidak beres, ini sudah dimulai saat launching pembagunan tempo hari itu yang gagal."


Perkataan Kakeknya yang cukup tegas itu, akhirnya mau tidak mau Reno menurut.


####


Tidak beberapa saat kemudian, Veronica bangun dari tidurnya, hal pertama yang dia lihat adalah wajah Reno yang duduk disamping tempat tidurnya.


"Reno? Kamu tidak apa-apa? Kepalamu..."


"Bukankah aku yang harus bertanya begitu?"


"Ini bukan apa-apa, hanya luka kecil."


"Kamu patah tulang namun bilang ini luka kecil? Lain kali jangan berbuat hal ceroboh seperti itu lagi,"


"Tapi... Kamu tadi hampir...."


"Tapi bukan berati kamu harus melakukannya seperti tadi. Baik mari kita lupakan perkataanku yang tidak sopan tadi. Terimakasih sudah menyelamatkanku." Kata Reno dengan ekpersi tenangnya.


"I... Iya. Aku hanya refleks saja tadi,"


"Kamu benar-benar...."


"Kamu tidak perlu berlebihan, Reno."


Mereka lalu tertawa canggung disana sampai Reno mulai bicara lagi,


"Kamu ingin air?"


"Ya, aku sedikit haus."


Lalu Reno mengabilkan air minum disampingnya dan memberikannya pada Veronica.


Dan begitulah awal dari Reno yang merawat Veronica.


####


Ya, dia lelah dan ingin tidur lagipula lukanya tidak kenapa-kenapa hanya pihak rumah sakit saja yang sedikit lebay hingga memerban kepalanya seperti ini.


Namun belum dia tertidur, ada tamu yang masuk ke kamarnya dengan panik.


"Reno sayang, kamu tidak apa-apa? Mana yang sakit? Ya ampun, Putra Mama membuatku Khawatir saja,"


Itu adalah Ellie Wilson yang pergi menyusul Reno ke Kota A segera. Ayahnya sudah ada di Kota A duluan karena memang ada hal yang harus dia urus. Butuh beberapa jam perjalanan dari Kota J ke Kota A.


Disana, dia langsung memegang Putranya, melihat apakah ada yang kurang darinya.


Dia panik melihat Kepala Reno di perban.


"Ini tidak apa-apa, Ma. Tidak ada hal buruk terjadi padaku, jadi jangan panik seperti ini oke?"


"Kamu tidak tahu perasaanku ketika mendengar kamu Kecelakaan,"


"Maaf, membuatmu khawatir, Mama...."


"Itu tidak masalah asal kamu baik-baik saja."


"Ya, ini berkat Veronica."


Disini, Reno mulai menjelaskan semua yang terjadi padanya, dan bagaimana Veronica menolongnya.


"Ya, aku harus berterimakasih padanya karena menyelamatkan Putraku ini."


"Tidak perlu, lagipula aku akan Bertanggung jawab dan merawatnya nanti, sebagai balas budiku."


"Apakah ini Perintah Kakekmu?"


"Ya."


"Mama tidak akan pernah memaksamu."

__ADS_1


"Aku tahu, Mama."


"Tapi ngomong-ngomong, kenapa dengan penampilan Mama yang berantakan ini?"


Disini, Ellie hampir lupa kalau sebelumnya dia bertengkar dengan Sarah yang membuat menampilkannya berantakan sekarang, dan karena cemas tentang putranya, dirinya lupa soal hal-hal ini.


"Ini hanya sebelumnya bertemu teman sial dari Keluarga Lee itu."


"Siapa?"


"Siapa lagi kalau bukan, Sarah Lee itu? Si Menantu sialan dari Keluarga Lee. Tadi bahkan disana ada keributan gara-gara Putrinya tiba-tiba pingsan,"


Deg


Mendengar kabar tentang Serra yang pingsan itu membuat Reno cemas sekarang.


"Maksud Mama, Serra Lee yang pingsan?"


"Ya, siapa lagi... Tunggu..."


Melihat wajah panik Putranya tiba-tiba itu membuat Ellie menjadi memiliki beberapa kecurigaan.


"Reno... Jangan bilang kamu masih menyukai gadis sial dari Keluarga Lee itu?"


"Jangan panggil dia seperti itu!!"


"Ini sudah tujuh tahun! Dia meninggalkanmu bukan? Kenapa kamu masih seperti ini...."


"Mama tidak akan mengerti."


"Apa? Kenapa kamu begitu keras kepala? Lagipula sekarang dia sepertinya sudah memiliki Kekasih, aku jelas melihat Mikael Lewis teman Kuliahmu itu ada disana, dan mengendong gadis itu saat dia pingsan tadi."


"Ini tidak seperti itu. Dan bagaimana dengan keadaannya?"


"Ya, mana aku tahu. Aku segera kesini setelah mendengar kamu Kecelakaan,"


"Dia mendengar kabar ini?"


"Siapa yang tahu."


####


Ini adalah waktu yang lain, di sebuah Rumah Sakit tertentu.


Disana, disalah satu ruangan, terlihat seorang gadis tertentu perlahan membuka matanya.


Hal pertama yang dia lihat adalah ruangan serba putih khas Rumah Sakit.


Dirinya mulai mengigat lagi hal yang terjadi sebelumnya.


Reno....


Dia kecelakaan..


Bagaimana keadaannya....


"Serra? Kamu tidak apa-apa?" Itu adalah suara pemuda tertentu yang dikenalnya, pemuda itu menatap cemas pada gadis yang berada ditempat tidur.


Itu adalah suara Mikael Lewis.


####


Bersambung


#####


Terimakasih atas dukungannya ya semua,


Berkat dukungan kalian, aku bisa menulis sejauh ini. Tidak terasa sudah 80 Chapter lebih, 😆😆😆😆


Ini adalah cerita terpanjang yang pernah aku buat.


Semoga kedepannya ku lebih semangat Update,


💪💪💪💪💪


Nantikan saja ya Kelanjutannya 😊

__ADS_1


Jangan Lupa Like atau Komentarnya 👍👍


__ADS_2