
Ini adalah hari yang mendung, langit menunjukkan tanda-tanda bahwa sebentar lagi hujan akan turun. Dilihat dari ketebalan awan dan warna nya yang semakin gelap. Namun pada ahirnya hujan tidak kunjung turun.
Cuaca sungguh suram dan terlihat tidak menentu, terlihat seperti suasana hati seorang pemuda tertentu.
Sudah 3 hari berlalu sejak insiden di Restoran itu. Dia berada di Rumah Sakit selama sehari, walaupun luka yang dimilikinya sebenarnya tidak parah.
Namun itu hanya sebuah awal.
Ibunya ahirnya tetap marah pada Reno, dan membuat keputusan untuk memulangkan Reno setelah dia keluar dari Rumah Sakit.
Hah, semua ini benar-benar membuat rencana Reno berantakan.
Padahal rencananya dia akan membuktikan pada Ibunya bahwa dia cukup mampu bekerja, dan bisa melakukan hal-hal yang cukup layak.
Dia bahkan sudah belajar cukup keras untuk Ujian Semester sebelumnya.
Namun sekarang, Reno sudah tidak tertarik lagi melakukan apapun.
Dicuaca yang mendung ini, dia saat ini berada di suatu taman tertentu, duduk dibawah pohon, menikmati angin dingin, mengigat lagi hal-hal yang terjadi dimasa lalu.
Ketika dia asik melamun sendiri, ada seorang gadis datang dihadapannya, lalu berkata,
"Hey, Reno? Kenapa kamu pulang lebih awal? Dan ada apa dengan wajahmu? Apakah kamu berkelahi?" Tanya seorang gadis itu sambil memegang wajah Reno, dan menatapnya khawatir.
"Bukan apa-apa," jawab Reno dengan nada lesu, seakan dia benar-benar tidak mau membicarakan hal ini pada Serra.
"Aku selalu tahu kalau anak laki-laki selalu Impulsif. Tentu saja tidak masalah jika kamu sesekali berkelahi, tapi jangan terlebihan. Coba lihat wajahmu, kenapa begitu banyak memar?" Kata gadis itu lagi sambil memegang salah satu luka Reno didekat bibirnya.
Itu masih berwarna biru dan terlihat menyakitkan, Serra menekan luka itu membuat Reno meringis kesakitan.
"Aww.... Serra, jangan disentuh, Sakit," keluh Reno.
"Kalau tahu itu sakit, kenapa masih berkelahi, huh? Benar-benar terlalu impulsif. Lihat sekarang kamu sudah tidak tampan lagi," kata gadis itu sambil terlihat cemberut.
__ADS_1
"Ini tidak seperti aku yang mulai perkelahian. Aku hanya membela diri," kata Reno, sambil menatap kearah Serra.
"Dan lagi.... Apa yang kamu suka dariku adalah wajahku?" Tanya Reno balik terlihat mengalihkan pembicaraan.
Sebelum menjawab pertanyaan itu, Serra terlihat menunjukan ekpersi sedang berpikir, lalu menjawab,
"Tentu saja tidak. Wajah hanya sebagai kecil. Aku menyukai tubuh mu, kenapa tidak coba menunjukkan 'semuanya' padaku hmm?" Goda Serra sambil membuka paling atas pada kancing kemeja Reno.
Namun kali ini Reno tidak terlalu menunjukkan respon pada godaan Serra barusan.
"Boleh aku memelukmu?" Kata Reno lagi tiba-tiba.
Serra lalu menatap Reno heran, lalu langsung memeluknya dan berkata,
"Bukankah aku disini ada untuk menghibur, Reno manisku yang sedang sedih? Kamu kenapa? Kamu bisa cerita apapun padaku."
Reno kemudian memeluk erat-erat Serra, seolah ingin melampiaskan semua hal yang dia pikirkan belakangan ini, ingin menceritakan banyak hal pada gadis diharapkan ini.
Kisah tentang masa kecilnya yang menyediakan.
"Sejak orang tua ku bercerai, semua terasa berantakan," kata Reno mulai bercerita.
"Saat aku masih kecil, aku selalu berusaha untuk mendapatkan perhatian dari orang tuaku. Aku selalu berusaha menjadi anak yang baik, agar mereka selalu memujiku."
"Semua tidak berjalan seperti yang kamu kira?" Serra mulai menebak-nebak.
"Benar sekali. Mereka memang selalu memiliki masalah setiap kali mereka bertemu, dan mereka selalu sibuk diluar. Aku jarang bertemu mereka. Mereka berdua jarang memperhatikanku. Bahkan ketika hari ulang tahun ku saat aku masih kecil aku meminta sesuatu pada Ayahku ke taman hiburan, lalu Ayahku berjanji akan mengajak aku dan Ibu ke taman hiburan, namun dia juga yang melangar janji itu. Lalu orang tua ku kembali bertengkar lebih buruk lagi. Sejak saat itu aku tidak berani meminta apa-apa lagi, aku hanya tidak ingin mereka bertengkar karena aku,"
Serra hanya mendengarkan cerita Reno, sambil terus memeluknya, memberikan kehangatan dan mencoba menguatkan Reno.
"Tapi kamu tahu? Walaupun aku sudah berusaha keras menjadi anak yang baik, mereka berdua tetap bercerai. Dari awal pernikahan mereka adalah pernikahan bisnis yang diatur oleh Kakek dan Nenekku. Dan alasan kenapa aku dilahirkan adalah untuk menjadi penerus dari bisnis mereka sesuai kesepakatan mereka pada Kakek dan Nenek. Setelah mengetahui semua itu, aku sangat marah. Apakah menurut mereka aku hanya mainan mereka? Itulah kenapa aku mulai memberontak pada keluargaku, dan menjadi Reno yang nakal dan jahat, menentang dan melakukan apa yang dilarang dalam keluarga....."
Reno belum selesai bercerita, namun bintik-bintik air mulai turun dari langit, tapi sepertinya keduanya tidak terlalu peduli, Reno tetap melanjutkan ceritanya.
"Aku benar-benar melakukan apa yang mereka benci. Berkelahi, bolos, tidak belajar, bermain-main, mendapatkan peringkat terakhir, menjahili orang, bahkan membully orang.... Sampai kejadian saat kelas satu dulu. Apa kamu ingat Serra?" Reno melepaskan pelukannya lalu menatap kearah Serra.
"Ya, aku ingat."
__ADS_1
"Ini bermula dari sebuah pengakuan cinta," kata Reno dengan nada yang begitu hampar.
Reno tahu, kalau Serra mungkin juga sudah tahu apa yang terjadi dulu. Lagipula kejadian itu diketahui oleh semua orang di seluruh sekolah angkatan mereka dan Kakak tingkat. Mungkin hanya siswa-siswi baru dan murid pindahan seperti Merry dan Nana yang tidak tahu.
Itu adalah kejadian yang cukup menghebohkan.
...####...
Flashback
Disuatu siang di Sekolah Elite tertentu, siang itu masih terlihat sama seperti siang-siang lainnya.
Saatnya jam istirahat sekolah, dimana siswa dan siswi sibuk mengantri makanan di kantin sekolah.
Namun beberapa siswa tertentu memiliki acara mereka sendiri, sebagai contoh, seorang gadis tertentu dan seorang pemuda tertentu.
Mereka ada di lokasi yang kebetulan cukup sepi.
Pemuda yang terkenal merupakan pemilik sekolah itu mengikat gadis tertentu karena sedang bosan, sesuai permintaan gadis aneh itu.
Gadis itu bilang ingin mengatakan sesuatu, padahal sebenarnya Reno benar-benar tidak tertarik, dia mengikutinya karena benar-benar bosan, mungkin setelah ini akan ada hal-hal menarik?
"Apa yang ingin kamu katakan?" Tanya Reno dengan dingin.
"Itu... Aku.. Aku...."
Gadis itu terlihat gugup saat berbicara, dan berbicara sangat pelan sekali yang membuat kita Reno hilang.
"Katakan dengan jelas atau aku akan pergi." kata Reno dengan dingin.
Gadis itu lalu mengeluarkan sekotak coklat dari Tasnya, lalu dengan sisa-sisa keberanian yang dimilikinya dia mengatakan sesuatu.
"A... Aku menyukaimu... Jika... Aku tahu aku tidak cukup layak tapi.... Jika kamu tidak keberatan, kamu bisa mengambil coklat ini jika kamu mau bersamaku. Ka... Kamu bisa pergi jika tidak ingin....."
Namun sebelum gadis itu selesai bicara, Reno mengambil coklat itu.
Membuat gadis itu kaget.
__ADS_1