Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Apa bisa diselamatkan?


__ADS_3

Ardan Farith #RS Cinta Anime:v


Aku sangat kaget ketika Jessica memelukku erat, Aku pun tanpa ragu membalas pelukannya. Aku melirik ke semua arah, semua orang melihat aku dan Jessica dengan tatapan haru, terdengar samar samar seseorang sedang berbisik tentang keluarga Griys


"Pantas saja ibu keluarga Griys mati! karena dia memakai setan untuk menghasilkan uang**!!"


Aku kaget mendengar kata Setan, kata kata yang sangat jelas dan berputar di kepalaku,


"Jessica?" Aku melihat apa yang terjadi sehingga Jessica tidak mau melepas Pelukanku.


"Hmmmmh..." Dia mengerang,


"malu tahu!" Aku berbisik padanya.


"Sebentar lagi, ini sangat hangat!" Jessica tersenyum menikmati Pelukan hangat yang ku berikan,


Sekitar Tujuh menit dia memelukku,


"Jessica! rasanya kaki gue mau patah!!" Aku mencoba melepasnya.


"Hmmm baiklah..." Dengan tatapan penuh kecewa Jessica melepasnya dengan perlahan.


"JESS! ARDAN!!" Teriakan Naya sangat menggema di ruang tunggu.


Aku terkaget melihat Shou yang sangat Khawatir, dan ancang ancang mau memeluk Jessica, disitu aku mulai curiga apakah Shou menyukai Jessica atau tidak? pertanyaan yang sulit untuk dijawab.


"Kalian gak berbuat apa apaan kan?" Naya melirik Jessica yang sedaritadi masih mengeluarkan airmatanya.


Aku menghela nafas karena sangat kesal, muka Shou sangat khawatir, bisa dibilang aku tuh cemburu, langsung saja aku menarik tangannya lalu memeluk tubuh Jessica.


"Ah!!! Ardan!//////!!" Sudah terlihat jelas wajahnya merah, mukanya pun panas,


"Hei!" Naya dan Shou berseru bersamaan.

__ADS_1


Aku tidak peduli!! aku hanya peduli dengan Jessica,


"Jessica Griys? bisa bicara dengan Dokter?" Seorang Suster memanggil Jessica.


"Ya sebentar!" Jessica menjawab panggilan suster,


"Aku ikut denganmu!!" aku menggenggam tangan Jessica erat erat.


"Eh... pacarnya juga boleh ikut" Suster itu memperbolehkan aku masuk. Entah apa yang mau dikatakan dokter sampai sampai memanggil Jessica.


18 menit kemudian


Aku merangkul pundak Jessica dan menyapa Shou, Wajah Shou sangat murung terlihat dia cemburu padaku, Dia pasti terheran kenapa aku bisa begitu dekat dengan Jessica.


Drap Drap Drap


suara langkah kaki yang begitu besar mebuat semua penghuni kubur, eh maksudnya penghuni RS terkejoed. Jessica menoleh ke arah Orang itu.


"Jessi maaf aku datang telat"


Sangat terkejut aku melihat Jessica dipeluk oleh orang selain aku,


'Cih! bisa bisanya!!!!' aku berdecih sangat kesal Dalam hati, rasanya mau kubunuh orang itu.


"perkenalkan ini kakak gue namanya Jonaz Griys" Jessica terseyum manis padaku dan juga Naya kecuali Shou.


'aku salah paham..' aku hampir saja mau membunuh kakak ipar (hehehe)


Aku menjulurkan tanganku dan kami bersalaman.


"halo kak Nama ku Ardan Farith" Aku memperkenalkan diri pada kak Jonaz.


"Pacar Jessica?" Samar samar terdengar kata kata pacar. Jessica auto Nge- blush.

__ADS_1


"Paan si jail amatt!!" aku terseyum melihat tingkah laku kakak beradik yang sangat akrab, senang ya punya keluarga lengkap.


Drap Drap Drap!


"Ada apa lagi nih" Aku berbisik pada Jonaz.


"Entah" Jonaz menjawab dengan singkat.


"Jonaz!! maaf! maaf! SAYALAH YANG MEMBUAT MOBIL NYONYA JANE TERBAKAR MAAF JESSICA, JONAZ!!" seorang pak tua berlutut pada Jessica dan Jonaz. Seperti Menyembah nyembah gitu.


"APA YANG HARUS SAYA PERBUAT UNTUK PERMOHONAN MAAF SAYA PADA NYONYA??" lagi lagi pak tua berteriak sehingga banyak yang merekam aksi Pak tua,


"Ternyata pak tua itu di kirim memang untuk membunuh Jane!" terdengar dari kejauhan Bisikan bisikan negatif para Netizen membuat Jessica dan Jonaz tidak nyaman.


"sekarang Nyonya Jane sedang butuh jantung, donorkan jantungmu!" Aku berlagak layaknya Preman yang sedang memalak.


"Se...sebenarnya.. bukan saya yang membakar mobil Nyonya Jane, i...itu suruhan orang lain..." Pak Tua yang dari tadi berlutut akhirnya berdiri sambil membersihkan kemejanya yang kotor.


"Makasudnya apa? Siapa yang menyuruhmu?" Naya lagi lagi mengeluarkan jurus khususnya.


" ituu... uhnnnmm... anu..." Pak tua yang berpatah patah bicaranya. "Bicaranya ditempat lain saja..." Pak tua berjalan menuju luar Rumah sakit.


"uhmm anu suster.. untuk sekarang saya pergi dulu, bilang ke mama Jane ya." Jessica berbicara dengan salah satu suster didekatnya, Si suster hanya menggangguk tanda iya,


"Yuk Jessica.. kita pulang" Aku tersenyum pada Jessica yang membuatnya Sedikit malu.


"Eh apa yang lo lakuin?" Jessica Terkaget saat aku menggandeng tangannya.


**TBC (bukan penyakit yaa)


***Terima kasih sudah membaca ceritaku, maaf kalau ada nama, tempat yang sama. mohon dimaafkan, dan jika kalau ada kata kata kasar aku minta maaf. Arigato & Gomen'nasai***


***Yakura ChanChan*****

__ADS_1


__ADS_2