Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Season 2 Part 8: Pertemuan yang mengejutkan


__ADS_3

Hari Senin merupakan awal dari minggu baru. Dihari Senin ini sering kali dianggap sebagai hari yang begitu sibuk.


Seperti contohnya, saat ini walaupun jam masih menunjukkan pukul 07.00 pagi, namun Ruang Rapat di PT Antlantis City terlihat sudah terisi penuh.


Di sini ada beberapa manager-manager dan atasan yang bekerja di PT Antlantis City, khususnya yang bertanggung jawab pada proyek Apartemen Mewah Kota A.


Suasana di sini terlihat cukup tegang, terutama karena Presiden Direktur baru mereka sepertinya tidak dalam mood yang baik.


Bukan-bukan, ini bukan karena masalah pribadi, ini karena ada salah satu pegawai yang harusnya menangani persiapan Presentasi Proyek Apartemen A, melakukan kesalahan.


Saat ini, Manager yang tengah bertanggungjawab atas hal itu, berdiri didepan Serra terlihat pasrah.


"Bukankah aku sudah bilang untuk mengawasi persiapan project ini hati-hati? Bagaimana kesalahan ini bisa terjadi, Hah?" Kata Presder baru meraka dengan marah, sambil melemparkan map dokumen ke wajah Manager itu.


"Maafkan kami atas kesalahan ini," kata Manager itu terlihat takut.


Awalnya mereka merasa sedikit santai dalam mengawasi proyek ini karena Presder mereka masih muda dan baru, jadi pasti akan muda diatasi, namun sayang sekali dugaan mereka salah.


Presder baru ini, sangat perfeksionis dalam banyak hal, dan lebih menuntut para bawahan untuk melakukan banyak pekerjaan sekaligus, dan belakangan malah lebih sering lembur dikantor.


Mereka tidak berani pula mengkritisi hal ini, terutama karena sepertinya Presder baru mereka cukup berkuasa, dan jika berani macam-macam takut terkena masalah.


"Dan untuk yang lainnya, aku harap segera melaporkan tugas yang aku berikan kemarin. Jangan terlalu membuat alasan. Besok pagi semua laporannya sudah harus ada di mejaku. Aku tidak mau tahu."


Para pegawai yang berada disana hanya bisa mengangguk dan memberikan persetujuannya.


Disisi lainnya, lalu Serra menyuruh Sekertarisnya untuk membagikan beberapa beberapa dokumen penting untuk persiapan Presentasi Proyek Apartemen Mewah Kota A.


"Dan kalian juga harus menghafalkan dan memahami hal-hal itu. Lakukan review apakah ada kesalahan atau tidak. Rabu besok kalian harus sudah bisa mempresentasikannya didepanku, dalam rapat berikutnya."


Disana, Farrel hanya tersenyum sambil membagikan dokumen itu pada orang-orang berada dalam ruangan.


Farrel bisa merasakan aura dan senyum negatif dari para orang-orang yang ada disini, terlihat sangat tegang dan takut.


Namun Farrel tidak heran, untuk sampai pada posisi saat ini, Serra menjadi sosok yang lebih tegas dalam semua hal.


Karena jika dia lembek, dia yang seorang wanita akan menjadi bahan lelucon dan diremehkan orang-orang.


Dirinya bersama Serra selama ini, dan melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada gadis itu.


Gadis itu sudah banyak mengalami hal-hal berat juga untuk sampai pada posisinya yang sekarang.


Dan dia masih harus mempertahankannya.


Satu kesalahan saja bisa membuat gadis itu jatuh, itulah kenapa dia jadi begitu waspada.


Terutama di project ini, ini adalah project yang sangat penting yang akan bisa memberikan peningkatan pendapatan perusahaan secara drastis, jadi sangat penting untuk bisa mendapatkan project ini.


Dan jelas, Serra tidak bisa mengecewakan Kakeknya.


"Baik, rapat hari ini berakhir. Sampai bertemu di rapat Berikutnya." Kata Serra lalu pergi dari sana bersama Farrel, kembali ke ruangannya.


Setelah Serra pergi, orang-orang didalam ruangan itu akhirnya bisa bernafas lega.


"Akhirnya aku bisa bernafas. Presder baru kita, dia cantik namun sangat dingin dan kejam. Lihat sudah berapa hari aku tidak pulang?" Keluh salah satu pegawai yang mengikuti rapat itu.


"Tidak cuma kamu aku juga harus lembut beberapa hari ini sungguh melelahkan." Keluh teman yang duduk disebelahnya.


"Kalian dua hanya bisa mengeluh saja sebaiknya kalian segera menyelesaikan pekerjaan dari pada mengeluh tidak jelas." Kata salah satu orang lainnya yang berada disana.


"Ngomong-ngomong, bukankah hari ini kita akan dapat Calon Wakil Presdir baru juga?"


"Ah itu? Nona Serrly yang akan mendapatkan posisi itu."


"Persaingan antar anggota Keluarga Lee benar-benar terlihat sangat jelas."


"Aku penasaran pada akhirnya siapa yang akan menang,"


"Lupakan soal itu. Itu bukan urusan kita. Cepat kembali sana bekerja daripada bermalas-malasan disini bergosip dari tadi!"


Dan begitulah orang-orang yang berada di ruangan rapat itu pun mulai bubar dan kembali ke ruangan masing-masing.


Ini adalah hari senin yang melelahkan.


####


Ini adalah sebuah ruangan tertentu di PT Antlantis City, ruangan Wakil Presdir baru.


Di dalam ruangan itu terlihat seorang gadis cantik dengan pakaian yang cukup modis dandan-dandan yang cukup tebal, sedang berbicara serius dengan salah satu pegawai tertentu.


"Kamu paham perintahku bukan?" Kata gadis itu dengan tegas.


"Saya mengerti Nona Serrly."

__ADS_1


"Bagus sekali. Kamu harus bisa membuat presentasi Serra untuk Proyek Apartemen Mewah Kota A berantakan, buat iya gagal untuk mendapatkan proyek ini."


"Baik, Nona. Sesuai perintahmu saya akan melaksanakan semuanya dengan rapi dan bersih."


"Ingat jangan sampai ketahuan!!"


Orang itu hanya mengangguk mantap lalu pergi dari situ.


Setelah orang itu pergi, gadis itu mulai tertawa memikirkan bertapa sempurnanya rencana miliknya.


Ya, benar dapatkan segalanya kamu harus menggunakan segala macam cara untuk mendapatkannya apapun itu.


Itulah yang sudah dirinya pelajari sejak kecil.


Awas saja, Serra!


Aku akan mendapatkan posisi itu darimu lihat saja!!


Kamu berani beraninya mengusikku di sini!!


####


Ketika seseorang sibuk, hari-hari akan terasa cepat berlalu.


Lagi-lagi, seminggu lebih telah berlalu.


Dan saat ini adalah saat yang ditunggu-tunggu.


Yaitu Presentasi untuk mendapatkan Proyek pembangunan Apartemen Mewah Kota A.


Saat ini di sebuah tempat parkir gedung tertentu, terlihat seorang pemuda tertentu tengah keluar dari mobilnya.


Di sampingnya ada sekertaris yang sudah menemaninya yang membawa beberapa dokumen.


Menunggu di ujung parkir beberapa pegawai perusahaannya yang akan membantunya untuk menghadapi presentasi hari ini.


Dirinya merasa sedikit gugup.


Ini mungkin memang bukan presentasi pertamanya bukan pula project pertamanya.


Namun tetap saja, di acara-acara penting seperti ini wajar untuk seseorang merasa gugup walaupun sudah bersiap-siap dengan maksimal.


Karena dirinya tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nantinya.


Jadi mulai bertanya pada sekertaris nya.


"Siapa saja yang akan ambil bagian untuk bersaing mendapatkan project pembangunan Apartemen Mewah Kota A?"


"Ini adalah Perusahaan Mini Land dari Grup Lewis. Ada juga Perusahaan Imperial City yang berasal dari Kota A. Terutama Imperial City yang memang berasal dari Kota A adalah saingan yang sangat berat."


"Hanya itu?"


"Tidak, ada lagi satu lagi yaitu Perusahaan Atlantis City milik Grup Lee."


Mendengar yang terakhir Reno sangat kaget dan jantungnya tiba-tiba berdebar.


Ini.....


Tidak mungkin aku akan bertemu dengan Serra hari ini sebagai saingan bukan?


Namun tiba-tiba Reno memiliki firasat yang buruk soal ini.


Jika ketemu dengan gadis itu di sini apa yang harus dirinya lakukan???


Akhhh.....


Kenapa semuanya menjadi begitu mendesak seperti ini?


Itu begitu mendesak dan membuatku stres!!!!


Semua hal-hal yang terjadi belakangan ini....


####


Disisi lainnya, saat ini Serra tenaga berjalan menuju ruangan tempat rapat bersama Farrel.


Dirinya sudah sengaja berangkat lebih awal untuk hal-hal ini.


Memang ada beberapa hal yang belum sempat dirinya periksa, tentang siapa saja saingan yang akan bersaing dalam memperebutkan project ini.


Terutama karena dirinya sangat bersih memikirkan banyak hal yang tiba-tiba.


Jujur, belum lama sejak dirinya sampai di sini namun sudah harus menghadapi proyek yang begitu besar.

__ADS_1


Bener rencana tentang project ini sudah dirinya urus sejak berada di luar negeri, namun tetap saja ini benar-benar terkesan mendesak dan mendadak.


Belum lagi memikirkan soal pertunangan nya yang dijodohkan oleh Kakeknya.


Namun ketika Serra sibuk berpikir, dia yang berniat memasuki pintu ruangan itu, kaget dan menabrak seseorang yang ada didepan pintu.


Itu bukan dirinya yang menang gak tapi lebih ke orang itu yang terlihat buru-buru keluar dari ruangan, hampir membuat Serra jatuh namun untungnya, ada Farrel yang membantunya agar tidak jatuh.


Pemuda yang menabraknya ini adalah seseorang yang dirinya tahu.


"Mikael?"


Pemuda disana yang awalnya sempat ingin marah karena ditabrak dia kaget melihat Serra.


"Serra Lee?" Lalu dia menatap pemuda yang terlihat memegang tangan Serra disana.


"Kak Farrel? Kenapa kamu disini?" Kata pemuda itu dengan kaget, lalu menarik tangan Serra yang digendeng oleh Farrel barusan.


"Dan lepaskan tanganmu itu dari Calon Tunanganku!!" Katanya marah.


"Calon Tunangan katamu?" Kata Farrel kaget.


Sekarang Serra baru ingat dimana dirinya pernah mendengar nama Mikael Lewis.


Ah....


Ini adalah saudara tiri Farrel bukan?


"Ya! Dia adalah Calon Tunanganku!! Dan apa hubunganmu dengannya? Jangan dekat-dekat dengannya!" Kata Mikael sambil menarik Serra kearahnya.


"Orang sepertimu jangan bermimpi menjadi Tunangan Nona, Serra!!" Farrel yang kesal itu lalu menarik Serra kearahnya.


Disini Serra merasa pusing memikirkan hal-hal rumit yang terjadi tiba-tiba.


Kenapa kebetulan sering saja terjadi?


Dan kenapa kami bertiga harus bertemu ditempat penting seperti ini?


Ini bukan saat yang baik untuk bertengkar dan memulai sebuah Drama mengerti?


Ada Proyek penting yang harus didapatkan.


Serra entah harus tertawa atau ingin menangis melihat semua hal aneh ini.


Saat-saat yang buruk untuk pertemuan gila seperti ini.


Namun ketika Serra sibuk berpikir sendiri, ada sebuah suara yang mengejutkannya.


"Owh? Ada apa dengan drama dipintu masuk ini? Tidakkah kalian tahu kalau kalian menghalangi jalan? Lihat Aku dan Presdir dari Perusahaan X yang bertanggung jawab atas lelang proyek ini sudah ada disini."


Mereka bertiga menatap kearah suara itu.


Dan itu benar, disana sudah ada Kepala Proyek yang menangani lelang hari ini, juga ada seorang pemuda tertentu yang mereka bertiga kenal dengan baik.


Ini adalah Reno Wilson, dia langsung menerobos mereka bertiga lalu menarik Serra kedalam, dan berkata,


"Owh? Wanita harus masuk dan duduk bukan? Tidakkah kalian tahu kalau cuaca hari ini begitu panas? Kenapa kalian berdua malah menghalangi jalan seperti ini?" Kata Reno sambil tersenyum ramah pada mereka berdua,


"Dan mari, silahkan Masuk Bapak Presdir,", katanya lagi pada orang lain diujung pintu, lalu menarik Serra kedalam tanpa rasa bersalah membuat dua orang yang ada dipintu itu tidak tahu harus merespon seperti apa.


Dari sini, Reno lalu mengedipkan matanya kearah Serra memberikan semacam sinyal.


Sebenarnya dirinya juga cukup kaget melihat pertikaian didepan pintu barusan, tidak mendengar apa yang mereka perdebatan tapi terlihat bersaing mendapatkan Serra?


Tapi ayolah kawan disini kalian harus paham dan mengerti oke?


Pemenangnya sudah jelas, Serra ini hanyalah miliknya dan itu tidak bisa diganguguat mengerti??


Itulah yang Reno pikiran saat ini.


Disana, diam-diam Serra menahan tawanya melihat sikap kekanak-kanakan Reno disini, yang begitu lucu dan terlihat manis.


Ini masih seperti Reno yang dirinya tahu.


####


Bersambung


####


Catatan Penulis: 🤣🤣🤣 Dasar Reno Ah~


Aku yang menulisnya juga terkejut dengan hasil tulisanku 🤣

__ADS_1


__ADS_2