
Ini adalah sebuah rumah sakit, seperti kebanyakan rumah sakit lainnya, suasana di rumah sakit selalu menjadi sangat mencekam dan menyediakan.
Saat ini di ruangan IGD rumah sakit itu, terlihat seorang pemuda tertentu telah membawa seorang gadis ke sana.
Begitu dia masuk, dibantu beberapa perawat dan dokter langsung memeriksa gadis yang terlihat pingsan itu.
Ada perasaan cemas di wajah pemuda itu ketika dia membawa gadis itu ke ruangan itu.
Tidak lama kemudian setelah beberapa kali pemeriksaan, dokter mengatakan kalau kondisi gadis itu saat ini tengah tidak baik.
Sepertinya penyakit yang dideritanya mengalami penurunan hari demi hari.
Dan juga efek kemoterapi yang dialami oleh gadis itu terlihat buruk.
Mendengar penjelasan dari dokter, Reno terlihat binggung.
Dirinya tidak tahu harus berbuat apa.
Dirinya ingat, tentang seorang gadis kecil yang dirinya temui beberapa tahun yang lalu di rumah sakit.
Waktu itu karena beberapa kecelakaan kecil, dirinya sempat dirawat di rumah sakit.
Di sana selama masa pengobatan Reno merasa bosan, sampai suatu hari ia bertemu dengan seorang gadis kecil, yang berada disebelah kamarnya.
Gadis itu terlihat sehat, namun dia selalu dia selalu memiliki wajah yang pucat dan terlihat sedih.
Karena tidak tahan Renopun menyapa gadis itu, itulah bagaimana pertemanan mereka dimulai.
Ketika di rumah sakit itu, Reno akan selalu bermain dengan gadis itu.
Sampai suatu hari, Reno tahu penyakit gadis itu.
Saat itu, gadis itu takut untuk dioperasi, dan terlihat putus asa dengan penyakitnya, karena dia sudah berada di Rumah Sakit cukup lama.
Ketika Reno memikirkan kejadian dimasa lalu, gadis yang ada ditempat tidur terbangun.
"Kamu sudah bangun? Tunggu sebentar, aku akan memanggil Dokter, mereka bilang kamu harus tinggal di Rumah Sakit selama beberapa hari. Dokter akan segera menyiapkan perpindahanmu ke ruang rawat inap," kata Reno yang berniat meninggalkan ruangan itu mencoba mencari dokter atau perawat.
Namun tangannya dipegang oleh Merry.
"Harusnya kamu yang paling tahu, seberapa benci aku dengan Rumah Sakit," kata Merry dengan wajahnya yang terlihat lesu.
"Tapi ini demi kebaikanmu sendiri," kata Reno meyakinkan.
__ADS_1
"Sudah berapa lama aku di Rumah Sakit namun penyakit sialan ini tidak juga sembuh......" Kata Merry yang sekarang terlihat frustasi.
"Kamu tidak boleh seperti itu, sebentar lagi Ujian Kelulusan jadi kamu harus sehat saat itu," kata Reno mencoba memberikan dorongan.
"Tapi aku sudah lelah.... Aku sudah menjalani beberapa Operasi seperti yang kamu katakan... Tapi itu hanya memperpanjang hidupku sesaat...."
"Kamu tidak bisa menyerah begitu saja. Bukankah masih banyak hal yang ingin kamu lakukan?"
"Ya... Masih sangat banyak hal yang ingin aku lakukan. Setelah cukup lama meminta pada orang tuaku, aku akhirnya bisa diizinkan bersekolah seperti sekarang... Aku ingin jatuh cinta lalu bertemu pangeran impianku lalu dia akan membuatku bahagia, seperti yang kamu katakan dulu. Namun sepertinya Pangeranku tidak menyukaiku,"
"Kamu tahu Merry? Mungkin Pangeranmu bukanlah aku. Kamu hanya belum menemukannya."
"Aku hanya menyukaimu, dan ingin sedikit menghabisi waktuku dengan mu, apa tidak bisa?" Kata gadis itu lalu tiba-tiba memeluk Reno.
"Kamu jangan seperti ini Merry...."
"Aku menyukaimu.... Walaupun sebentar, walaupun hanya pura-pura, aku ingin setidaknya kamu mau bersamaku, dan jadi Kekasihku, disisa waktuku yang mungkin tidak banyak ini,"
"Merry..... Jangan seperti ini. Kamu tidak akan bahagia jika hanya berpura-pura seperti itu,"
Lalu, Merry pun melepaskan pelukannya.
"Jadi benar-benar tidak ada kesempatan?"
Merry lalu hanya tertawa mendengar ucapan Reno barusan.
Memang, Reno yang sekarang Merry lihat seolah sudah kembali seperti Pangeran kecilnya dulu, begitu keras kepala namun baik hati.
Walaupun ada banyak rumor jelek tentang Reno, namun dirinya tidak percaya.
Namun pada akhirnya, dirinya juga melakukan hal-hal buruk untuk mencoba mendapatkan Reno, namun sepertinya beberapa tahun ini usahanya terlihat sia-sia.
Seolah-olah, selama ini Reno punya......
"Bagaimana dengan mu? Apakah kamu memilikinya?" Tanya Merry tiba-tiba.
"Ya, aku memilikinya.... Dia adalah seorang gadis yang begitu pekerjaan keras dan baik hati. Namun setiap kali kami berpapasan, dia akan berpura-pura seolah tidak mengenalku, seolah-olah menjaga jarak denganku... Namun begitu aku mulai mendekat kearahnya, dia seolah mencoba menarikku lebih dekat dan tidak akan melepaskanku, seorang gadis aneh yang sangat suka berpura-pura,"
"Kamu sangat menyukainya?"
"Ya, aku sangat-sangat menyukainya, namun tidak bisa mengungkapkan ini padanya dengan benar,"
"Apakah aku mengenalnya?"
__ADS_1
"Ya, kamu sangat mengenalnya."
"Apakah aku boleh menebak?"
"Jangan, karena kamu tidak akan tahu kalau kamu menebak. Dia adalah Ketua Kelas,"
"Itu Nana bukan?" Namun belum selesai Merry menjawab dia barusan mengigat kembali ucapan Reno barusan yang tidak bisa dipercaya, lalu kembali bertanya lagi.
"Siapa?"
"Ketua Kelas,"
"Siapa???"
"Ketua Kelas! Dia adalah Ketua Kelas kita, Serra Lee. Apakah aku perlu mengulangnya tiga kali sampai kamu mengerti?"
Mendengar jawaban Reno yang marah barusan membuat Merry ingin tertawa.
"Ketua Kelas kamu bilang? Kenapa kamu bisa begitu berani jatuh cinta pada Ketua Kelas? Astaga...."
"Kenapa semua orang selalu memberiku respon seperti itu setiap kali aku membicarakan ini?" Kata Reno dengan nada kesal.
"Dia adalah Ketua Kelas kita! Kamu mengerti maksudku bukan? Btw jika kamu ditolak olehnya, kamu bisa datang padaku, aku akan memberimu beberapa penghiburan," kata Merry sambil tertawa.
"Diamlah!"
Entah kenapa suasana yang awalnya terlihat sedih itu mereda, digantikan dengan tawa ringan keduanya.
Disini Merry mulai berpikir, mungkin memang dirinya harus lebih berani lagi, karena segala kemungkinan selalu ada.
Karena hal-hal tidak terduga selalu terjadi, seperti seseorang yang Reno sukai begitu tidak terduga dan begitu berani.
Ketua Kelas mereka adalah seseorang yang misterius dan tidak tersentuh, bahkan walaupun banyak pria-pria tampan dan keren yang menyatakan cinta padanya, selalu dia tolak.
Belum lagi latar belakang keluarganya, mereka berdua dari dua Keluarga yang memiliki hubungan buruk.
Namun, Cinta memang tidak bisa ditebak.
Selalu begitu Impulsif dan tiba-tiba.....
####
Bersambung
__ADS_1