
Malam ini cuaca cukup bagus, bulan dilangit terlihat cukup terang, ditemani bintang-bintang kelap kelip, memaparkan cuaca awal Mei yang hangat.
Disana, disebuah hotel tertentu, terlihat diadakan sebuah pesta megah, terlihat dari pada tamu undangan yang mengunakan mobil mewahnya.
Ini adalah sebuah hotel mewah di Kota J. Didepan hotel, satu persatu jejeran mobil mewah berhenti, dan mengantri untuk menurunkan majikan mereka dihotel mewah itu.
Satu persatu, tamu-tamu itu masuk kedalam hotel itu, setelah melakukan pemeriksaan dilobby hotel. Mereka masuk perlahan-lahan lalu mulai mengikuti keramaian pesta itu.
Disana tampak seorang pemuda tertentu mulai keluar dari mobil mewahnya.
Setelan jas hitamnya yang sempurna pada tubuhnya, memperlihatkan sosok yang tampan dan elegan, sesuai image pemuda itu.
Cara dia berjalan dan mulai menyapa orang memperlihatkan sosok itu adalah sosok yang ramah.
Pemuda itu mulai masuk ke dalam ruangan pesta, lalu mulai menyapa beberapa orang yang ada di sana, yang merupakan orang-orang penting di kota ini.
Mereka mulai membicarakan hal-hal soal bisnis, mulai dari pembangunan Apartemen Mewah di Kota A, dan hal-hal lainnya.
"Saya mengucapkan selamat pada Tuan Reno Wilson atas pengangkatannya sebagai Presiden Direktur PT Wilson Center City," kata salah satu orang yang Reno ajak bicara, dia adalah seorang Pria paruhbaya pemilik Perusahaan Y.
"Terimakasih," jawab Reno sambil tersenyum.
Lalu Pria itu mulai bertanya,
"Kamu baru berumur dua puluh lima bukan?"
"Itu benar,"
"Ah, itu mengingatkanku pada Putriku. Aku juga memiliki seorang Putri seumuran denganmu, mungkin lain kali aku bisa mengenalkannya padamu."
"Itu akan sangat merepotkan untuk Bapak," jawab Reno sesopan mungkin.
"Ah, aku hanya mendengar kalau kamu belum memiliki Tunangan. Ya barangkali Putri saya menarik minatmu."
"Terimakasih, namun untuk saat ini saya akan lebih fokus mengurusi bisnis. Belum memikirkan hal-hal seperti itu,"
"Ah, anak muda jaman sekarang benar-benar terlihat banyak yang gila kerja. Kamu jangan terlalu banyak bekerja dan memaksakan diri, memiliki seorang Istri yang bisa merawatmu ketika pulang kerja merupakan hal yang baik,"
Lagi-lagi Reno hanya tersenyum menanggapi hal itu, lalu berkata dengan sopan,
"Terimakasih atas nasehat Bapak,"
Lalu dia mulai mencari-cari alasan untuk pergi menjauh dari pria paruh baya itu, menghindari topik-topik sensitif seperti ini.
Hidup, memang berjalan seperti ini.
Ketika masih kuliah, seseorang akan bertanya, kapan lulus?
Setelah Lulus, mulai muncul pertanyaan bagaimana perkerajanmu?
Dan setelah sukses, akan mulai ada yang bertanya, kapan menikah?
Walaupun dirinya tidak benar-benar mendapatkan pertanyaan ini, hanya lebih sering ke bagian akhir seperti apakah sudah memiliki Kekasih atau Tunangan?
Ya, semua orang masih sangat suka bergosip, dan sangat suka menjodohkan Putri-putri mereka padanya.
Dan ini baru saja dibicarakan, ada seseorang yang menyapa Reno, kali ini dia bersama seorang gadis muda.
"Mari, Tuan Wilson saya perkenalkan dengan Putri saya, dia bernama Erika,"
Lagi-lagi Reno hanya tersenyum menanggapi itu, dan mulai memperkenalkan dirinya dengan sopan, dan sekali lagi mencari alasan untuk pergi dari sana, mengambil segelas Jus di meja, lalu duduk disalah satu kursi dipojok ruangan.
Dia meminum segelas jus itu, dan merasa lega.
__ADS_1
Ah akhirnya, bisa lolos juga dari pembicaraan konyol itu.
Semua orang terlihat sangat tertarik sekali memperkenalkan Putrinya padanya.
Dan sangat melelahkan harus memasang senyum 180 derajat setiap kali bertemu orang-orang ini.
Namun dirinya harus tetap terlihat profesional, dan melakukan hal-hal formal ini.
Namun belum selesai Reno merasa lega, tiba-tiba ada seorang gadis cantik yang duduk dikursi sebelahnya, mulai menyapa Reno.
"Apakah kamu lelah dengan pesta ini?" Tanya gadis itu terlihat basa-basi biasa.
Dan sekali lagi, Reno memasang senyum 180 derajat miliknya itu, dan menemani gadis itu mengobrol.
Namun sayangnya, beberapa gadis lainnya mulai berdatangan kearahnya, berniat mengajaknya berkenalan.
Apa-apaan ini???
Itulah juga kenapa dirinya malas kepesta seperti ini.
Lebih mudah jika mengajak Sekertarisnya untuk kesini, Sekertarisnya adalah orang yang sangat kompeten untuk mengatasi hal-hal melelahkan ini.
Sayangnya, dia ada urusan dan tidak bisa ikut sekarang.
Dan sekarang, bukannya membicarakan bisnis, dirinya malah harus terlibat dengan rombongan gadis-gadis ini?
####
Disisi lainnya, saat ini didepan pintu gerbang, terlihat seorang gadis tertentu yang mengenakan gaun berwarna biru muda, terlihat menuruni mobilnya, bersama seorang pemuda tertentu.
Sosoknya yang terlihat cantik namun sikapnya yang tidak menyapa pegawai disana, membuat dia terlihat menjadi sosok yang dingin dan susah didekati.
Kedua orang itu, lalu mulai memasuki Aula Hotel tempat pesta itu berada.
Disana, Farrel mengikuti Serra tanpa kata-kata, dan hanya bicara jika ada yang mulai bertanya.
Lalu, disana Serra mulai diperkenalkan kebeberapa orang penting disana.
"Ini Presiden Direktur yang baru PT Antlantis City. Dia adalah Putri Keluarga Lee yang baru saja kembali dari Negara K," kata perwakilan itu.
"Ah, jadi ini Putri Keluarga Lee, adik dari Johan Lee yang sering dibicarakan itu?" Kata salah satu pria parubaya itu sambil memandang Serra.
"Benar, saya Serra Lee." Jawab Serra dengan singkat.
"Aku sudah mendengar, Kakakmu Johan Lee memengankan Penghargaan X, belakangan ini. Kakakmu begitu hebat bukan?"
"Begitulah." Jawab Serra lagi dengan singkat.
"Apakah Kakakmu ikut pulang kesini?"
"Tidak, dia sibuk mengurusi Bisnis di Negara K."
"Ah, begitu. Benar saat ini Perusahaan Lee yang ada di Nagara K terlihat mengalami kemajuan pesat. Ada beberapa proyek Internasional yang tengah dijalankan,"
"Benar, belakangan Kakak sedang berdiskusi dengan beberapa orang dari Negara A untuk melakukan beberapa kerjasama,"
"Rencana memperluas Bisnis ke Negara A? Kakakmu cukup hebat walaupun dia masih muda,"
Dan begitulah, percakapan yang Serra lakukan dengan salah satu orang penting itu.
Kemudian, setelahnya dia diperkenalkan dengan orang yang lainnya, namun masih saja bahasan tentang Johan menjadi topik yang begitu menarik untuk mereka.
Tentu saja, itu karena prestasi Johan yang luar biasa membuat semua orang sangat kagum dan menghargai orang itu.
__ADS_1
Bahkan sempat beberapa bertanya, apakah Kakaknya itu punya Tunangan.
"Kakak saat ini belum memiliki Tunangan."
Dan sekarang topik pembahasannya adalah apakah Serra memiliki Tunangan.
Jadi Serra menjawab untuk tidak ingin membicarakan hal-hal pribadi, lalu pergi mencari alasan, dan menemui orang berikutnya.
Ya, ini ada bintang pesta ini yaitu Walikota Kota A.
Mari cepat selesaikan ini agar segera bisa pulang. Dia sudah menyuruh Farrel kemobil dulu karena dia akan segera pulang.
Sungguh sangat melelahkan.
Namun saat Serra datang dan mulai mendekati Walikota, disana dia melihat sosok pemuda tertentu yang begitu dikenalnya.
Pemuda itu juga menoleh kearah gadis yang datang menyapa Walikota itu.
Tatapan mereka bertemu.
Ekpersi terkejut sangat jelas diwajah keduanya.
Reno bahkan tidak tahu harus berkata apa ketika ditujukan pada pertemuan yang sangat tiba-tiba ini dengan Serra.
Gadis yang selama tujuh tahun ini selalu ada dalam pikirannya, sekarang benar-benar ada dihadapannya.
Gadis yang sangat dirinya rindukan, sampai-sampai dirinya kehabisan kata-kata.
Rasa ingin memeluk gadis itu erat-erat lalu tidak akan pernah melepaskannya lagi.....
Namun sekarang....
Bagaimana dengan gadis itu?
Namun, sebelum mereka sempat menikmati reuni ini, Walikota Kota A mulai berbicara dengan mereka berdua dan memperkenalkan diri.
Kebetulan, Walikota Kota A adalah salah satu teman Kakeknya, dan memperkenalkan dirinya pada Reno.
"Benar, ini adalah Putri Keluarga Lee. Serra Lee dan ini Putra dari Keluarga Wilson, Reno Wilson." Katanya mencoba memperkenalkan kedua orang itu.
Namun melihat kedua orang itu saling tatap dalam diam, dia mulai bertanya,
"Apakah kalian saling kenal?"
Reno yang baru saja tersadar dari lamunannya, lalu menjawab dengan profesional.
"Teman sekelas," jawabnya sambil tersenyum.
Disisi lainnya, Serra hanya mengangguk ringan.
"Ah? Sebuah Reuni aku pikir? Serra baru saja Pulang dari Negara X."
Kemudian, tiba-tiba musik dansa diputar.
Di Pesta ini, memang ada acara Dansa untuk memeriahkan Pesta ini.
Melihat kedua orang didepannya ini terlihat saling diam, Walikota itu mulai memikirkan sebuah ide.
"Ah? Bukankah kalian tidak membawa pasangan? Karena musik sudah dimulai, kenapa kalian tidak berdansa terlebih dahulu untuk sekedar formalitas?"
Keduanya lalu kembali saling tatap.
####
__ADS_1
Bersambung