
Ditengah cuaca malam yang buruk, terlihat dua orang tertentu disalah satu Parkiran Apartemen tertentu.
Disana, Reno masih terlihat tidak menjawab perkataan Serra, dia masih diam.
"Reno.... Ku mohon, mengertilah..."
Namun Reno masih tidak menjawab, malah dia menarik Serra dalam pelukannya.
"Kamu milikku, Serra.... Hanya milikku...."
"Iya, aku milikmu, Reno... Aku hanya milikmu, aku tidak akan menjadi milik siapa-siapa selain kamu, jadi kumohon menunggu sebentar lagi, oke?"
Disini, Reno mempererat pelukannya,
"Tapi aku takut.... Siapa yang tahu kalau kamu tiba-tiba pergi lagi dariku seperti dulu."
Air mata tiba-tiba muncul, Reno menagis dalam pelukan Serra.
Disini, Serra lalu melepaskan pelukannya, dan menatap wajah Reno mencoba menghapus air matanya.
"Percayalah, aku tidak akan menikah dengan siapa-siapa, dan tidak akan pergi kemana-mana."
"Tapi kamu selalu bilang seperti itu, dan kamu tiba-tiba pergi....."
"Tidak, Reno. Tidak akan. Aku hanya milikmu, milikmu seutuhnya. Hatiku, jiwaku, dan tubuhku semuanya adalah milikmu,"
"Tapi kamu tidak mau meninggalkan Keluargamu demi aku."
"Ini belum saatnya. Aku akan membuktikan kalau aku hanya milikmu," kata Serra lagi, lalu dia mulai mencium Reno.
"Serra....."
"Aku hanya melakukannya denganmu....."
Kedua orang itu saling bertatapan dalam diam, seolah-olah, ada pemahaman diam-diam tentang kejadian yang akan terjadi berikutnya.
Ini adalah perasaan dejavu yang begitu mirip seperti saat mereka pertama kali melakukannya dulu.
Sejak mereka berdua bertemu kembali, mereka tidak melanggar batas-batas tertentu, hanya saling berpelukan saat tertidur bersama, itu adalah batas maksimal mereka.
Keduanya sekarang sudah cukup dewasa dan tahu hal-hal yang pantas dilakukan, hal-hal yang mereka lakukan saat masih muda merupakan hal-hal Impulsif masa muda.
Namun kali ini.....
Sekali lagi, kedua orang ini masih ingin melakukan hal-hal Impulsif....
Di malam ini, Serra sekali lagi membuktikan kalau dia adalah milik Reno, dan hanya akan menjadi milik Reno.
Namun hal-hal Impulsif ini mungkin akan memberikan dampak yang kedua orang ini tidak akan pernah duga dalam hubungan mereka.
Awal dari sebuah tragedi.....
####
Hari-hari sekali lagi telah berlalu, dan hari cerah yang baru muncul.
Namun, sepertinya dicuaca yang cerah ini, tidak membuat semua orang merasa bahagia.
Misalnya saja, sepupu Serra, yaitu Serrly, saat ini dirinya baru saja mendengar kabar kalau PT Antlantis City akan diberikan pada sepupunya Serra.
Dirinya mendapatkan kabar ini tentu saja dari menyadap percakapan antara Serra dan Kakeknya.
__ADS_1
Dia mulai membanting semua barang yang ada dimejanya.
"Akhhhh..... Serra sialan!! Awas saja kamu!!"
Suasana ruang kerja gadis itu berantakan, terlihat banyak barang pecah disana.
Serrly mulai memikirkan semua hal yang terjadi sejak dirinya masih muda.
Sudah sejak lama dirinya berkompetisi dengan Serra.
Terkadang, dirinya menang, namun ada kalanya dirinya kalah.
Namun ketika dirinya menang, dirinya merasa tidak menang sama sekali melihat sikap Serra yang terlihat tidak peduli itu.
Belum lagi, antara dirinya dan Serra, Serra selalu mendapatkan hal yang lebih baik darinya sejak kecil walaupun orang itu selalu kalah.
Misalnya mendapat hadiah boneka yang sangat diinginkannya.
Dulu, ada sebuah kompetisi piano, Serrly berusaha keras memenangkannya.
Serra kalah, namun dia mendapatkan hadiah boneka yang sangat dirinya inginkan dari Kakaknya Johan.
Serrly selalu ingin mendapatkan pujian dari Kakak sepupunya Johan, namun dirinya tidak pernah mendapatkannya.
Di hari yang lainnya, ketika mereka kebetulan ada di Sekolah Dasar yang sama, saat dirinya kelas enam.
Ini adalah masa-masa untuk cinta masa kecil bersemi, cinta masa kanak-kanak.
Dan seperti kebanyakan gadis diusianya, dia juga mengagumi teman laki-laki dikelasnya, seseorang yang begitu populer saat itu.
Tentu saja, Serrly cukup percaya diri dengan penampilannya yang cantik. Dia memiliki rambut panjang yang indah, dan wajah manis yang mempesona.
Namun, saat itu dirinya mendengar kalau anak yang disukainya, ternyata menyukai salah satu adik kelas.
Apa yang baik dari Serra itu?
Wajahnya?
Dia memiliki wajah yang biasa-biasa saja, dia bahkan memiliki rambut pendek walaupun dia seorang gadis, dia pendiam dan tidak begitu cantik....
Namun kenapa.....
Serrly selalu merasa, Serra selalu mendapatkan apa yang dirinya inginkan. Dan yang lebih buruk lagi.....
Ya, pertama soal boneka yang dulu dirinya inginkan.
'Kamu bisa mengambil boneka ini kalau kamu mau, Serrly,'
Dan tentang teman sekelas yang disukainya....
'Aku memiliki orang lain yang aku suka, aku tidak menyukai anak itu, kamu bisa bersama dengannya kalau kamu mau, Serrly,'
Itu adalah sebuah kenangan lama....
Cara gadis itu memandang rendah dirinya dengan memberikan hal-hal itu.....
Kata-katanya yang selalu begitu dingin.....
Dan sekarang Perusahaan yang dirinya inginkan!!!
Serra!!!
__ADS_1
Awas kamu!! Aku tidak akan pernah membiarkannya!!!
####
Di tempat lainnya, saat ini Serra sedang bersantai mencari udara segar diatap gedung.
Dia terlihat bersantai duduk disalah satu kursi disana, sambil menikmati kopinya.
Menenangkan pikiran, dan hatinya untuk menghadapi semua hal yang akan terjadi berikutnya.
Namun ketika gadis itu sedang bersantai, ada keberadaan yang tiba-tiba datang tidak diundang.
"Kamu menginginkan beberapa Kue?" Kata pemuda itu sambil membawa sebuah kotak kue disana.
Serra menatap penuh kebencian pada pemuda didepannya.
"Kenapa kamu disini, Hah?"
"Kamu masih galak seperti biasanya, Serra. Aku disini datang dengan damai oke?" Kata pemuda itu sambil tersenyum, lalu duduk disamping Serra.
"Tidak ada hak baik yang akan terjadi jika ada kamu disini, Charles!"
"Apakah ini karena kamu sudah akan bertunangan? Hah, dengan calon penerus Keluarga Lewis bukan? Aku sekarang mengerti seleramu, Serra. Jadi begitu, sebenarnya kamu gadis yang cukup Materialistik bukan?"
"Jaga bicaramu itu!!"
Pemuda itu hanya tertawa mendengar tanggapan gadis didepannya itu.
"Tidak bisakah kamu bersikap lebih santai didepanku, hmm?" Kata Charles yang sekarang dengan lancangnya menyentuh rambut Serra, dan seolah ingin menghirup aroma darinya, membuat Serra merasa geli, lalu dia mulai mendorong Charles, namun sialnya, kopi yang di bawanya malah tumpah.
"Wow... Aku sungguh tidak berniat macam-macam padamu, Serra. Tenanglah jangan terlalu emosi."
"Sudah aku bilang pergi dari sini?"
"Lihat, bajumu basah bukan? Bagaimana kalau aku membersikannya?"
Itu benar, baju Serra kebetulan basah terutama di bagian kerahnya.
Charles mengambil sarung tangan lalu berniat membersikan noda di pakaian Serra namun......
Sayang sekali, ada seseorang yang datang disaat yang tidak tepat.
Saat ini yang Serrly lihat didepan matanya, Charles mendekat kearah Serra dan kedua orang itu terlihat sedang berciuman dadi jauh.
Serrly menjatuhkan jus yang di pegangnya.
"Serra!!! Charles!!! Apa yang kalian berdua lakukan disini Hah???"
Mendengar nada marah itu Serra dan Charles menatap kearah pintu.
Namun sebelum Serra sempat menjelaskannya, Serrly sudah datang dan langsung menampar Serra.
PLAKKK
"Kamu!!! Kamu berani menggoda Tunanganku!!!"
####
Bersambung
####
__ADS_1
Terimakasih atas dukungannya ya, 😊😊😊
Nantikan saja kelanjutannya 😉