
Saat ini sudah hampir memasuki akhir dari Bulan April, itu tandanya Ujian Masuk Universitas akan segera diselenggarakan.
Sudah cukup lama sejak hasil pengumuman kelulusan.
Setelah hari itu, Siswa dan Siswi kelas tiga, diliburkan sampai acara Kelulusan dan perpisahan sekitar akhir Mei.
Tentu saja, selama libur setelah pengumuman kelulusan, Siswa-siswi Kelas tiga tidak hanya pergi untuk berlibur dan bersantai, namun mereka cenderung lebih banyak belajar untuk persiapan Ujian Masuk Universitas, yaitu SBMPTN yang akan diadakan akhir April ini.
Beberapa sudah mengikuti beberapa Les tambahan untuk persiapan masuk Universitas ini.
Tentu saja selain Ujian Kelulusan, Ujian Masuk Universitas ini sangat-sangat penting bagi beberapa siswa, karena ini bisa saja menyangkut tentang masa depan mereka.
Tentang hal-hal yang akan mereka lakukan kedepannya.
Mereka harus memikirkan matang-matang masalah ini terutama tentang Universitas mana dan Fakultas mana yang akan dimasukinya.
Juga bagaimana agar bisa diterima di Universitas target mereka, agar tidak mengecewakan orang tua mereka terutama murid-murid Sekolah ini dimana hal-hal ini akan selalu dibahas oleh orang tua mereka, yang sangat peduli soal gengsinya.
Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mendukung Putra dan Putri mereka agar bisa lulus Ujian Masuk Universitas ini.
Namun terkadang, keinginan anak bisa berbeda dengan keinginan orangtuanya.
Ini menjadi sebuah kendala yang berat, yang membuat beberapa siswa dan siswi ini mengalami kemunduran sebelum Ujian, karena tekanan dan harapan yang terlalu tinggi.
Siswa-siswi tahun ketiga ini, beberapa juga akan pergi ke Sekolah mereka untuk belajar.
Di perpustakaan sekolah, memiliki banyak materi Ujian Masuk Universitas yang cukup kaya, mulai dari silabus, sampai contoh-contoh soal lengkap, jangan lupa juga disana bisa juga bertanya pada guru jika mengalami kesulitan.
Tentu saja yang berada di perpustakaan hanya siswa dan siswi yang cukup rajin saja.
Mungkin beberapa hanya terlalu bosan belajar dirumah dan mencari susana baru.
Seperti saat ini, Reno juga kebetulan sedang belajar di perpustakaan sekolah.
Dia duduk di ujung perpustakaan yang cukup sepi.
Tempat ini adalah tempat biasanya dirinya dan Serra balajar bersama.
Tempat dimana dirinya dan Serra membuat janji hari itu.
Bahwa, setelah Ujian Masuk Universitas, mereka berdua akan resmi berkencan, dan memiliki komitmen yang pasti tentang hubungan mereka kedepannya.
Rasanya seperti baru kemarin, mereka berdua membuat janji itu, namun sepertinya waktu sudah lama berlalu dan sekarang sudah dekat dengan hari Ujian Masuk Universitas yang dijanjikan.
Sejujurnya, selama ini Reno cukup cemas tentang Serra.
Sejak hari pengumuman kelulusan, dirinya sudah tidak bertemu dengan Serra lagi.
Hari itu, Serra tidak mengatakan apapun padanya, dan dia bilang ingin memiliki waktu sendiri.
Namun gadis itu berjanji tidak akan memikirkan hal yang tidak-tidak lagi, dan lebih akan bersantai sebelum Ujian Masuk Universitas.
Serra mungkin benar-benar terlalu banyak pikiran dan terlalu tertekan saat Ujian.
__ADS_1
Kalau bisa, dirinya ingin bisa bertemu atau menelepon Serra setiap hari untuk menghiburnya, namun sepertinya tidak bisa.
Ternyata hal-hal yang dialami Serra lebih mengerikan daripada yang dirinya kira.
Sekarang masuk akal, kenapa kadang-kadang Reno akan melihat beberapa bagian tubuh Serra yang memar samar-samar.
Gadis itu kadang akan bilang kalau itu hanya kecerobohan, seperti jatuh, terpeleset, atau menabrak sesuatu saat berjalan, atau tidak sengaja dicakar kucing liar.
Namun setelah memikirkannya itu benar-benar terlihat seperti gadis itu disiksa dan dihukum oleh seseorang.
Apakah oleh Ibunya? Ayahnya?
Dan Serra selalu bilang kalau dirinya baik-baik saja, dan lihat ekpersinya yang terlihat biasa-biasa saja ketika menerima tamparan dari Ibunya tempo hari.
Ini terlihat gadis itu sudah benar-benar terbiasa, seolah-olah itu bukan apa-apa baginya.
Tapi hanya melihat Serra yang dihukum oleh Ibunya itu, dirinya merasakan sakitnya.
Itu pasti menyakitkan, karena sampai meninggalkan bekas.
Sebenarnya seberapa jauh dan seberapa lama Keluarganya menghukum Serra, sampai gadis itu terlihat biasa setelah menerima beberapa hukuman menyakitkan?
Reno sendiri tidak bisa membayangkannya.
Keluarga Lee memiliki hal-hal yang lebih rumit dari yang dirinya kira.
Saat ini, Serra sendiri didalam Keluarga sialan itu.
Begitu banyak hal yang dirinya pikirkan sekarang.
####
Ujian Masuk Universitas diadakan di Provinsi, dan diselenggarakan dalam beberapa hari, dengan materi sesuai jurusan masing-masing ketika SMA, apakah dari Jurusan Sains, Ilmu Sosial, Bahasa dan Seni.
Dan tentu saja, dengan diadakann Ujian Bersama sekala besar seperti ini, sangat sulit untuk bertemu teman satu sekolah apalagi ingin bertemu seseorang tertentu.
Benar-benar penjatwalan acak dan random, itu yang Reno rasakan saat mau memasuki Ujian.
Bagaimanapun, juga pastinya dirinya akan segera bertemu dengan Serra saat Acara Kelulusan nanti.
Jadi tidak perlu khawatir, dirinya sudah menyiapkan banyak hal jika hari itu datang.
Mari sekarang fokus untuk Ujian dulu.
Dan begitulah, hari-hari Reno melewati Ujian Masuk Universitas dengan tenang.
####
Disisi lainnya, dihari terakhir Ujian Masuk Universitas, dan tentu saja dirinya ikut Ujian itu.
Serra saat ini ada di Apartemen Kakaknya. Karena beberapa hal terjadi dirumahnya, Kakaknya lebih memilih membawa Serra ke Apartemennya dari pada meninggalkannya di Rumah, karena tidak tahu, apa yang akan terjadi jika Serra terus dirumah itu.
Dan Serra tentu saja setuju, karena akan lebih tenang jika dia keluar dari rumah itu.
Pagi itu, ketika Serra hendak berpamitan dari Kakaknya dia tidak sengaja melihat dokumen-dokumen yang Kakaknya siapkan.
Ini adalah Paspor dan persiapan untuk Kuliah diluar negeri atas nama dirinya, dan semua dokumen sudah lengkap.
__ADS_1
Johan yang baru saja dari kamar mandi, kaget melihat Serra ada dikamarnya.
"Kak! Apa maksud semua ini?" Tanya Serra dengan marah.
"Itu sudah jelas bukan? Tidak ada gunanya kamu Kuliah disini, akankan lebih baik jika kamu Kuliah diluar negeri bersama, Kakak." Kata Johan dengan cukup santai, lagipula cepat atau lambat adiknya Serra akan tahu, jadi tidak perlu ditutup-tutupi lagi.
"Aku tidak setuju!!"
"Dengarkan, Kakak kali ini saja Serra!!!"
"Aku tahu tujuan Kakak! Jadi Kakak masih ingin memisahkanku dengan Reno?"
"Serra!! Kamu harus tahu, ini demi kebaikanmu sendiri. Aku tahu kamu percaya padanya, namun kalian masih begitu muda. Ini hanya cinta sesaat, kamu tidak perlu mengorbankan masa depanmu untuknya!!! Itu terlalu beresiko!!!"
"Kakak tahu apa?"
"Serra, aku mohon dengarkan Kakak!!! Lagipula, Kakekmu sudah setuju dengan ini, dan ini tidak akan bisa berubah!!!"
"Tidak!!! Aku akan Kuliah di Universitas X!! Aku akan lulus Ujian Masuknya!!"
"Sebenarnya aku tidak ingin menggunakan cara ini."
Dan begitulah akhirnya Serra dikurung disalah satu kamar Apartemen Johan, dan tidak bisa mengikuti Ujian Masuk Universitas.
Sepertinya, Janji bertemu dengan Reno di Universitas yang sama terlihat jauh.....
####
Ini adalah sebuah Rumah Sakit tertentu.
Seperti hari-hari lainnya, di Rumah Sakit ini masih banyak pasien seperti biasanya.
Namun kali ini, keadaan Rumah Sakit sedikit lebih ramai dari biasanya.
Ini pasalnya, Para Suster dan Dokter tengah sibuk memeriksa Pasien yang akhirnya terbangun setelah hampir tiga tahun koma.
"Bagaimana keadaanmu? Apakah kamu ingat siapa dirimu?"
"Aku Farrel...."
Pemuda yang terlihat linglung karena baru saja sadar itu terlihat bingung.
Dia mencoba mengingat sesuatu, namun sepertinya dia tidak ingat apapun, selain namanya.
Dokter disana yang memeriksa keadaannya terlihat binggung.
"Apakah kamu tidak ingat hal lainnya?" Tanya Dokter itu.
"Aku ingat sebuah nama.... Serra...."
"Siapa Serra?" Tanya Dokter itu.
"Seseorang yang sangat penting untukku..... Dia....."
__ADS_1