Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Season 2 Part 16: Deklarasi Perang


__ADS_3

Suasana malam itu masih terlihat sepi dan sunyi, mungkin karena cuaca di luar kurang bagus, apalagi cuaca yang terasa cukup dingin, membuat orang lebih memilih untuk ada di rumah daripada pergi keluar.


Namun suasana disalah satu ruangan tertentu terlihat cukup suram.


Benar, itu adalah makan malam antara Keluarga Lee dan Keluarga Lewis membahas tentang perjodohan putra-putri mereka.


Nanti sinilah topik gitu mulai dibahas sekarang.


"Bagaimana, Mikael? Apakah kamu menyukai perjodohan ini?" Tanya Kakek Mikael dengan ramah.


"Aku rasa ini bisa jadi menjadi hal yang bagus." Kata Mikael dengan senyumannya sambil menatap Serra.


Namun melihat jawaban Mikael yang tidak Serra kira, membuat kerutan di wajahnya.


Ini tidak terduga.


Bukankah harusnya Mikael akan tidak menyukai dirinya dan mulai menolak perjodohan ini?


Lihat pertemuan mereka berdua yang buruk.


Juga kesan pertemuan Kedua mereka yang cukup buruk.


Dan sekarang bahkan kesan pertemuan mereka yang ketiga juga buruk.


Awalnya juga, Mikael dengan sombong menolak perjodohan ini.


Jadi kenapa orang itu sekarang tiba-tiba berubah pikiran?


"Itu bagus, aku pikir kalian juga memang cukup cocok, bukan begitu?" Tanya Kakek Mikael pada Kakek Serra.


"Iya, itu benar. Mereka akan menjadi pasangan yang serasi." Kata Kakek Serra dengan tenang.


Mikael tersenyum menanggapi jawaban itu.


Disini, Ibu Mikael menatap putranya dengan heran.


Bukankah kamu yang dari awal bersikeras menolak soal perjodohan ini?


Kenapa sekarang putranya berubah pikiran?


Tapi tunggu, dilihat dari gelagatnya sepertinya gadis yang ada didepannya ini tidak menyukai perjodohan ini juga.


Dilihat dari dia yang memulai membuat masalah, dengan membawa Farrel kesini.


Bukankah ini semacam deklarasi perang?


Mengetahui jika memang hubungan Farrel dan Keluarganya bukanlah hal yang baik.


Lalu, Ibu Mikael mulai menyela,


"Ah? Bukankah tapi belum bertanya pada Serra soal perjodohan ini?"


Mendengar itu, sekarang semua mata menatap kearah Serra.


Serra masih memiliki ekpersi datar diwajahnya, mencoba menahan emosi miliknya lalu berkata,


"Aku merasa ini cukup terburu-buru. Mungkin alangkah lebih baik untuk saling mengenal lebih dulu, jadi bukah sekarang Mikael masih sibuk dengan masalah Karirnya? Aku juga masih cukup sibuk dengan mengurus Perusahaan karena baru saja pulang dari Negara K."


Mikael disini lainnya, memasang muka sebal melihat penolakan halus gadis itu.


"Ah, benar juga ini tentu tak bisa terburu-buru. Memang lebih baik dari segi perkenalkan dulu." Kata Ibu Mikael lagi.


"Aku awalnya berpikir untuk membuat mereka berdua segera bertunangan." Kata Kakek Serra.


Namun dibalas oleh Kakek Mikael dengan santai,


"Anak muda punya cara mereka sendiri bukan? Biarkan mereka mengurusnya. Lagipula kita berdua terlihat tidak menunjukkan penolakan dalam hal ini. Berikan mereka berdua waktu agar menjadi cukup dekat."


"Ah, benar juga. Mereka berdua juga cukup menyambut perjodohan ini dengan cukup baik."


Ternyata percakapan malam itu lebih tenang daripada yang dikira.


Keluarga Lewis ternyata lebih mengabaikan keberadaan Farrel disini.


Serra yang juga menyadari ini memiliki perasaan tidak enak.


Benarnya dirinya memang sengaja mengajak Farrel untuk memberikan beberapa kesan buruk antara dirinya dan Keluarga Lewis, ya barangkali saja mereka jadi tidak suka dengan dirinya dan membatalkan perjodohan ini bukan?

__ADS_1


Namun ternyata mereka benar-benar mengabaikan keberadaan Farrel disini.


Melihat Farrel menikmati makanannya dengan tanpa ekpersi itu, benar-benar membuat dirinya merasa tidak enak.


Jadi disela-sela beberapa orang yang sedang mengobrol, Serra mengambilkan Jus Alpukat yang ada di tengah meja pada Farrel.


"Farrel, minumlah ini, aku tadi juga mencoba yang satunya, ini cukup enak aku pikir ini bisa membuatmu lebih rileks. Ini Jus kesukaanmu, bukan?" Kata Serra sambil menampilkan senyum tipisnya.


Farrel disini menerima minuman itu, dan balas tersenyum pada Serra.


Jujur, dirinya memang merasa nggak nyaman berada di sini.


Benar-benar merasa menyebalkan melihat wajah keluarganya lagi setelah bertahun-tahun berlalu.


Sepuluh tahun berlalu, namun sepertinya beberapa orang tetap tidak berubah.


Bahkan selama 7 tahun ini ketika dirinya ada di luar negeri, Keluarganya tidak sedikitpun menanyakan soal kabarnya.


Ah tidak....


Mereka tidak lagi bisa disebut dengan 'Keluarga', mereka hanyalah sekumpulan orang asing.


Memikirkan ini membuat Farrel makin tidak merasa nyaman, dan dia lalu meminum Jus yang diberikan padanya.


Ini enak.


Dan ini mengejutkan, untuknya karena Serra bahkan masih ingat tentang jus favoritnya.


Dia lalu sekali lagi tersenyum dan memberikan beberapa kode pada Serra untuk melihat ponselnya.


Ya, dirinya mengirimkan pesan padanya, isi pesan itu adalah ucapan 'Terimakasih.'


Disana, Serra yang menerima pesan, kemudian juga membalasnya, dan menjelaskan dirinya minta maaf karena membuat masalah untuk Farrel.


Dan Farrel membalas, 'Tidak apa-apa, ini bukan masalah besar.'


Itu benar walaupun dirinya membenci Keluarganya, dan terasa muak berada tempat yang sama dengan keluarganya, saat ini ada Serra disini, ini terasa lebih baik.


Melihat Serra dan Farrel terlihat saling memperhatikan itu, membuat Mikael menjadi kesal sendiri.


Benar-benar memuakkan!!


Dan lihat gadis ini, bukankah tadi dia terlihat menerima perjodohan ini?


Tapi lihat kelakuannya yang masih bermain mata dengan Farrel.


Benar-benar membuatnya muak.


Cih, sialan.


####


Ini adalah sebuah kamar mandi, Serra kebetulan ijin kesini sebentar untuk menenangkan dirinya sendiri.


Sedikit lelah dengan Penjamuan yang ada bersama Keluarganya.


Dan disini sekalian dirinya diam-diam membuka emailnya.


Disini ada sebuah pesan.


Melihat pesan itu, membuat wajah gadis itu tersenyum seketika seolah terlihat sangat bahagia sekali.


Dari: R


Apakah kamu punya waktu? Mari bertemu, besok malam, aku memiliki sesuatu untukmu.


Dan tidak perlu waktu lama untuk Serra berpikir, dia langsung membalas Email itu dengan jawaban Iya.


Ah, ini sudah beberapa hari sejak mereka bertemu di Proyek waktu itu.


Dan ya, mereka berdua belum sempat untuk bertemu lagi atau saling berkomunikasi.


Ini adalah alamat email rahasia yang dibuat secara mendadak hari itu, namun tidak benar-benar bisa dipakai secara leluasa.


Kalau mereka berkirim pesan melalui WhatsApp atau SMS, bisa terjadi hal-hal merepotkan jika ketahuan.


Makanya mereka memilih metode yang lebih aman untuk saling berkomunikasi.

__ADS_1


Tapi sangat senang rasanya memikirkan besok bisa bertemu dengan Reno lagi.


Ah, walaupun soal Perjodohan ini terlihat belum selesai dalam waktu dekat.


Dirinya akan memastikan Mikael membencinya, dan membatalkan perjodohan ini.


Ya mari pikirkan itu nanti.


Mungkin kan bertemu dengan Reno, membuat Serra masih tersenyum sendiri sambil menatap ponselnya itu.


Dia lalu keluar dari kamar mandi masih dengan senyumannya itu karena moodnya cukup baik, namun diluar dugaan didepan Kamar Mandi, dia langsung diseret oleh seseorang.


Mikael menarik Serra, lalu menekan Serra dinding dekat sana, menguncinya dengan tangannya di dinding.


"Apa-apaan kamu, Mikael?"


"Bukankah kamu terlihat bahagia? Siapa itu yang kamu kirimkan pesan, Hah? Itu calon tunanganku. Apakah kamu paham?"


"Siapa yang Calon Tunanganmu? Aku tidak ingin hubungan seperti itu denganmu karena aku sudah bilang dari awal sejak pertemuan kita?"


"Bukankah kamu nanti terlihat setuju?"


"Hah? Kamu percaya itu? Bukankah kamu juga sama kamu menentang perjodohan ini bukan kenapa tadi kamu berpura-pura segala menerima semua ini?"


"Aku tidak berpura-pura kamu tahu?"


"Owh, apakah kamu tiba-tiba merasa jatuh cinta padaku? Ini masuk akal. Namun maaf, aku tidak bisa menerimamu."


"Cih, siapa yang jatuh cinta padamu, Hah?"


"Terus?"


"Dan ada apa dengan penolakan ini? Jangan bilang kamu sebenarnya memiliki seorang Kekasih?"


"Banyak kalau aku bilang iya? Aku memang memiliki seorang Kekasih."


Mendengar itu dari mulut gadis itu, membuat Mikael benar-benar kesal.


"Hah? Terus kenapa kamu tadi berpura-pura menerima perjodohan ini, Hah?" Katanya dengan marah.


"Kamu bisa menolaknya kenapa tidak kamu tolak saja?" Kata Serra lagi.


Mikael mulai menganalisis keadaan dan posisi Serra.


Boneka Cantik Keluarga Lee.


Jadi seperti itu?


Ini hanyalah sebuah akting.


Gadis itu tidak bisa menolak.


Itulah kenapa dia berakting dengan sempurna dan mengelabui semua orang.


Gadis yang menarik.


"Aku akan membiarkanmu bisa lolos dari ini, camkan itu!!"


"Apa-apa ini?"


"Aku hanya mengikuti permainanmu,"


"Apakah ini semacam Deklarasi Perang?"


"Lihat saja, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku dan membuatmu melupakan Kekasihmu itu!!!"


####


Bersambung


####


Terimakasih atas dukungannya ya, 😊😊


Untuk Update, mungkin bisa sehari atau dua hari sekali,


Nantikan saja kelanjutannya, 😉

__ADS_1


__ADS_2