
Hari itu begitu Reno bangun dari Komanya, hal pertama yang dia dengar adalah bahwa Serra ingin mengakhiri hubungan mereka.
Saat itu, Serra langsung pergi dari ruangan itu dibantu oleh Kakaknya.
Reno berniat mengejar, namun tubuhnya sudah untuk bergerak.
"Serra...."
Namun panggilan Reno tidak sampai pada gadis itu.
Serra telah pergi dari sana tenpa memberinya kesempatan untuk berbicara.
Dirinya hanya melihat bayangan gadis itu yang perlahan menghilang.
Hatinya sungguh sakit mendengar perkataan Serra.
####
Hari sudah berlalu, saat ini Sore hari. Di salah satu ruangan Rumah Sakit, Serra mengurung dirinya, tidak ingin berbicara dengan siapapun.
Hatinya hancur mendengar hal-hal yang terjadi padanya....
Saat ini dirinya tidak lagi layak untuk Reno....
Dirinya hanya akan menjadi beban untuk nya, dan mungkin hanya akan membuat Reno malu.
Apalagi Keluarga Reno yang dari awal tidak menyukai dirinya....
Juga semua kecelakaan ini ternyata, tidak langsung karena dirinya bersama dengan Reno...
Target rencana ini adalah dirinya, bukan Reno...
Namun Reno harus menderita seperti ini karena dirinya....
"Serra..." Panggil Johan dengan khawatir, saat memasuki kamar itu.
"Pergi!! Kakak pergi dari sini!!"
"Serra, tolong jangan seperti ini!!"
"Kenapa? Kenapa Kakak menyetujui Operasi itu? Kenapa?"
"Serra, kamu harus mengerti, ini semua demi menyelamatkan Nyawamu!!!"
"Tapi... Tapi sekarang karena ini aku... Aku mungkin tidak bisa menikah.... Aku... Tidak bisa dengan Reno...."
Disana, Serra menjadi begitu sedih, kemudian menangis.
Disini, Johan lalu memeluk Serra.
"Siapa yang peduli dengan hal-hal seperti itu? Kamu masih punya, aku,"
"Kakak akan selalu tidak ada selama aku butuhkan.... Selama ini selalu seperti itu...."
Disini, Johan tidak bisa berkata-kata, karena hal yang dikatakan oleh adiknya hampir benar.
"Maafkan, Kakak...."
Disini Serra hanya bisa menagisi hal-hal yang terjadi.
####
Hari berikutnya, Reno masih diruangannya, sedang menjalani pengobatan agar dirinya bisa bergerak lagi.
Koma selama satu minggu, dan tidak bergerak membuat tubuhnya menjadi lemah.
Disini, Reno mengikuti terapi dan anjuran dari Dokter agar dirinya cepat bisa cukup pulih dan bisa bertemu dengan Serra.
"Syukurlah, kamu sudah membaik, Reno. Tidakkah kamu tahu? Mama sangat khawatir padamu,"
"Ya, Mama. Aku juga ingin cepat-cepat sembuh."
Disana, juga ada Kakek Reno yang menjenguknya berusaja datang tentu saja dengan Veronica disana.
"Kamu sudah membaik, Reno?"
"Kenapa Kakek kesini? Dan kenapa Kakek membawa wanita murahan itu? Tidakkah Kakek tahu apa yang Veronica coba lakukan padaku?"
Deg
Disini, Veronica menjadi membatu takut kalau Kakek Reno tahu lalu ikut membenci dirinya.
"Omong kosong apa yang kamu katakan, hah?"
"Kakek tidak tahu? Dia mencoba untuk menjebak ku untuk tidur bersamanya!! Dia memberiku obat!!"
Mendengar perkataan Reno, Kakek Reno menatap Veronica dengan tidak percaya.
"Tidak... Tidak, Kakek! Aku tidak seperti itu, ini sepenuhnya salah paham... Ini saat itu Reno mabuk dia tidak tahu apa yang terjadi, aku hanya membantu dia pulang, coba tanyakan saja pada rekan kerja dikantor, Reno hanya mengatakan omong kosong agar, Kakek membenciku," kata Veronica sambil menagis seolah dia baru saja di aniaya.
"Kakek!! Dia bohong!" Teriak Reno marah.
"Diam kamu, Reno!! Ini pasti ulah dari Putri Keluarga Lee itu bukan? Membuat kamu jadi membantah Kakek seperti ini!!"
"Ini tidak ada hubungannya dengan Serra!! Kakek tidak masuk akal!! Kakek pikir kenapa aku bisa di Rumah Sakit Hah? Ini karena Kakek mengirimkan orang untuk mengejar ku... Bahkan dengan ini sampai membuat Serra...."
Kakek Reno terdegar sangat syok mendengar tuduhan cucunya itu.
"Reno!! Kamu...."
__ADS_1
Kakek Reno memegangi dadanya, sepertinya penyakitnya kambuh.
"Ayah, tolong jangan emosi, ingat penyakit Ayah. Dan aku meminta Ayah untuk tenang dulu, Reno baru saja bangun dari Komanya, jangan membuat Reno tertekan,"
Mendengar perkataan Putrinya itu, Kakek Reno menjadi diam, dan mencoba menenangkan dirinya.
Namun ada seorang gadis disampingnya yang rupanya tidak mau tenang.
"Reno! Jelas ini bukan salah Kakek! Apakah kamu tidak tahu kalau mobilmu di buat rusak oleh seseorang dari Keluarga Lee? Ini jelas ada hubungannya dengan Serra Lee itu!!"
Disini, Reno baru saja mendengar kabar ini....
Jadi hal ini juga yang membuat Serra membuat keputusan itu....
Kenapa hal-hal menjadi semakin sulit dan rumit?
Seolah baru kemarin, kami berdua membuat janji, karena rencana Serra hampir berhasil....
Namun semua hal menjadi berantakan...
####
Disini, saat ini Serra berada di kamar tidur rumah sakit. Serra membaca sebuah buku, untuk mencoba menenangkan pikirannya.
Dari sini, tiba-tiba pintu kamar nya dibuka, awalnya Serra pikir itu Kakaknya Johan, namun Serra terkejut melihat siluet yang akrab.
"Reno? Kenapa kamu disini?"
Melihat wajah Reno, membuat Ekpersi Serra cukup rumit, dan merasakan sakit didalam hatinya.
Saat ini kondisi Reno cukup menyedihkan, dia duduk di Kursi Rodanya, dengan perban di bagian kepala juga kakinya.
Tinggal luka yang diderita arena juga cukup banyak.
Seandainya saja saat itu dirinya tidak bersama Reno....
Pasti semua hal buruk ini tidak akan terjadi.
Disini, Reno ditemani oleh Perawat, dan setelah dia berada didekat Serra, dia menyuruh Perawat pergi.
"Serra...."
"Aku bilang kita tidak lagi memiliki hubungan!! Apa kamu mengerti, Reno?"
Namun pemuda didepannya itu terlihat mengabaikan kata-kata Serra.
"Apakah kamu membuat sebuah lelucon Serra? Bagaimana ini bisa berakhir? Aku belum memutuskan nya bukan?"
"Reno! Aku bilang pergi!!"
"Tidak Serra!! Kamu harus tahu, kamu adalah milikku, kamu tidak akan bisa lepas dari ku bahkan jika kamu ingin, kamu milikku dan akan selalu menjadi milikku!!" Kata Reno sambil mengeggam erat tangan Serra.
"Lepaskan!! Aku tidak tahu maksud mu!! Aku bukan milik siapa-siapa!!"
"Reno... Aku tidak bisa seperti ini, lagipula aku sekarang sudah...."
"Serra, berhenti berkata omong kosong!! Ini tidak ada hubungannya, kamu akan tetap bersamaku, kita tidak akan putus!"
"Aku tidak ingin... Lepaskan...." Disini, Serra mencoba membuat tangannya lepas dari Reno, namun Reno semakin memperkuat genggamannya.
Lalu Reno memaksa untuk memeluk Serra.
"Reno... Lepaskan aku bilang..."
"Aku tahu ini tidak serius bukan? Serra, kamu adalah milikku, bukan kamu yang memutuskan apakah kamu ingin bersamaku atau tidak, aku akan tetap membuat mu tetap bersamaku, apakah kamu suka atau tidak..."
Serra, mendorong Reno menjauh.
"Reno... Tolong jangan seperti ini...."
"Serra... Kamulah yang jangan seperti ini...."
"Reno... Kamu tidak mengerti...."
"Apa yang tidak aku mengerti? Kamulah yang tidak mengerti!! Kamu pikir tujuh tahun ini adalah hal yang mudah? Kamu pergi begitu saja dengan keputusan mu seenaknya, pergi tanpa kata-kata?! Kamu pikir ini mudah untuk ku? Bagaimana perasaan ku selama tujuh tahun ini tanpa ketidak pastian.... Ini adalah hari-hari yang berat, dan sekarang kamu juga ingin pergi begitu saja? Kamu begitu egois Serra!!"
Disini, Serra hanya bisa terdiam setelah mendengar perkataan Reno.
"Apa kamu dengar, Serra? Kamu tidak bisa lari sekarang dariku!!"
"Pergi, Reno!! Pergi!! Aku tidak ingin melihat mu!!"
Disini, Serra merasa tidak tahan untuk melihat Reno, dan memikirkannya hubungan mereka dia juga mulia menagis.
Disini, dari arah pintu, Kakaknya Johan kebetulan datang, melihat keributan didalam.
"Usir dia Kak!"
"Serra!! Aku tidak akan pergi!!"
"Reno, tenanglah, beri Serra waktu untuk berpikir." Kata Johan sambil mendorong kursi roda Reno keluar.
Reno hanya bisa menatap kebelakang.
Mencoba memberi Serra waktu sendiri.
Namun dirinya akan pastikan untuk tidak menyerah...
Tidak akan dirinya membiarkan hubungan ini berakhir bagaimanapun keadaan Serra.
__ADS_1
Namun tanpa mereka sadari, ada seorang gadis yang menatap pemandangan itu dari jauh.
Dia terlihat mengepalkan tangannya karena kesal.
####
Sore itu, Serra yang masih terlihat frustasi, masih menatap kosong ke arah jendela.
"Serra, kamu harus makan," bujuk Johan sambil mencoba menyuapi Serra dengan bubur dari rumah sakit.
"Aku tidak memiliki selera makan,"
"Kamu jangan begitu, Serra...."
"Aku memiliki permintaan, Kak..."
"Apa?"
"Bawa aku pergi jauh dari sini,"
"Serra, itu tidak akan menyelesaikan masalah apapun. Aku tahu kamu masih menyukai Reno bukan? Walaupun aku tidak suka, fakta jika kamu masih menyukai dia tidak berubah. Tujuh Tahun adalah waktu yang cukup panjang, namun lihat? Kamu tidak melupakannya sedikitpun. Jika aku membawamu pergi seperti dulu, kamu tidak akan bahagia."
"Tapi, sekarang keadaan ku seperti ini..."
"Serra... Jangan seperti ini..."
"Aku tidak tahu harus bagaimana...."
"Kamu harus tenang dulu, dan sekarang makanlah...."
Setelah mendapatkan beberapa bujuk kan, akhirnya Serra mau makan.
Merasa makanan itu terasa hampar di lidahnya.
Hidup tanpa Reno....
Itu akan menjadi hidup yang sama hampar nya dan tidak bermakna....
Dirinya tidak bisa berpikir bagaimana cara hidup tanpa mencintai Reno lagi....
Seolah masa depan terlihat begitu gelap tanpa Reno....
Namun....
Dirinya masih sangat-sangat mencinta Reno....
Dan Reno....
"Aku akan pergi sebentar membeli makanan, kamu tidak apa aku tinggal?"
"Ya, Kakak bisa pergi. Lagipula aku sudah selesai makan."
"Ya, dan jangan berpikir macam-macam oke?"
"Baik."
Di sana Johan lalu keluar dari ruangan itu.
Tanpa Johan ketahui, ketika dia pergi, seorang gadis datang lalu masuk keruangan Serra.
"Kamu.."
"Dasar, gadis murahan!! Kamu Bernai masih menggoda Reno setelah tahu keadaan tubuhmu, Hah?" Kata Veronica dengan penuh emosi.
"Aku tidak pernah mengoda Reno sama sekali. Tapi kalau aku memikirkan ini bukankah kamu yang menggoda dia?"
"Apa kamu bilang? Reno adalah calon tunanganku!!"
"Namun Reno dari awal adalah Kekasih ku..."
"Kamu!! Kamu gadis marahan dan mand*l Kamu Berani berkata seperti itu padaku??"
"Kamu!! Jaga bicaramu!!"
"Aku hanya mengatakan kenyataan!! Lihat!! Dirimu hanya menjadi beban untuk, Reno!"
"Veronica!! Diam! Memang kamu pikir aku tidak tahu perbuatan mu? Kamu yang murahan yang mencoba menjebak Reno!! Kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan Reno!"
Veronica yang emosi itu lalu mendekati ke ranjang Serra, menghamba rambut Serra.
"Lepaskan!!"
"Kamu menyebalkan!!"
Disini, Serra juga menjadi emosi dengan gadis tidak jelas di depannya ini, lalu mulai menjamur rambut Veronica.
Mereka bertengkar dengan hebat, sampai, saat Veronica mendorong Serra jauh dari tempat tidur nya.
"Awww ...."
Disini, Serra terjatuh dan terbentur cukup keras.
Membuat luka diperutnya kembali terbuka.
Darah mulai muncul...
Veronica kaget melihat Serra seperti itu...
Dia langsung lari keluar ruangan karena ketakutan.
__ADS_1
####
Bersambung