
Hari-hari sekali lagi berlalu, hari semakin dekat dengan acara pertunangan Serra.
Acara yang semakin dekat itu membuat persiapan juga harus dilakukan dengan cepat pula.
Misalnya, tentang saat ini Serra dan Mikael ditemani oleh masing-masing Ibu mereka untuk ke Event Organizer untuk memilih dekorasi pesta dan undangan, juga setelah ini akan pergi untuk memilih baru yang akan digunakan untuk acara pertunangan nantinya.
Didepan Serra, kedua orang wanita itu terlihat sangat bersemangat untuk menyambut acara ini.
Sedangkan disisi lainnya, dirinya dan Mikael terlihat kurang antusias.
"Tidak ada yang ingin kamu katakan?" Tanya Mikael pada Serra.
"Seharusnya kamu tahu apa yang ingin aku katakan," kata Serra dengan tenang.
Disini, Mikael tidak mengerti dengan jalan pikiran gadis didepannya ini.
Apa yang gadis itu inginkan?
Sejujurnya pertunangan ini juga hal yang cukup mengejutkan untuk dirinya.
Memang
Ini termasuk terlalu cepat untuk sebuah Pertunangan.
Kalau bertanya pada dirinya sendiri apakah dirinya siap dengan Pertunangan dengan, Serra....
Dirinya juga belum tahu.
Dirinya selalu merasa kalau Serra selalu menjadi gadis yang menarik, lebih dari gadis-gadis yang selama ini dirinya temui.
Memang terdengar bodoh jika di usia dua puluh lima ini, dirinya belum mengenal apa itu cinta.
Itu, benar dirinya tidak pernah jatuh cinta atau mengenal hal-hal soal ini.
Sejak kecil, dirinya hanya akan sibuk untuk belajar, dan berusaha keras agar tidak akan pernah dikalahkan oleh saudara tirinya, dan tetap akan menjadi anak kesayangan Ayahnya.
Dirinya hanya selalu menghimpun kekuatan untuk di curahkan untuk semua masa depannya, mendedikasikan dirinya untuk belajar dan mulai membangun bisnisnya dari usia muda.
Di kala itu, akan sering kali ada gadis-gadis yang mendekatinya, namun mereka semua terlihat membosankan.
Entah itu menyukainya karena uang, atau karena hal-hal tersembunyi lainnya.
Mereka terutama mudah ditebak, sangat ingin menjadi Nyonya Keluarga Lewis yang baru, Istri Calon Pewaris Konglomerat Kaya.
Terkadang beberapa orang, bahkan sangat antusias mengejar dirinya dan ada yang hampir menjebak dirinya untuk tidur dengan salah satu dari mereka.
Itulah kenapa, dirinya menjaga jarak selama ini dari pada Wanita....
Lagipula, dirinya memang tidak nyaman untuk berdekatan atau bersentuhan dengan orang lain....
__ADS_1
Namun...
Gadis yang ada di sampingnya ini berbeda...
Sejak pertama kali mereka bertemu, ada sesuatu yang berbeda dari gadis ini.
Seperti ada perasaan seperti kupu-kupu berada di perutnya.
Perasaan yang belum pernah dirinya alami sebelumnya.
Juga perasaan cemburu yang dirinya alami tiap kali melihat Serra dekat dengan Kakaknya Farrel.
Perasaan menjengkelkan, dan kesal.
Apalagi setelah mendengar kalau kalau kemungkinan mereka memiliki hubungan.
Dirinya tidak suka itu.
Benar-benar tidak menyukainya, perasaan hanya ingin Serra menjadi miliknya dan hanya boleh menatap kearahnya.
Namun sampai saat ini pandangan begitu masih tidak terarah padanya.
Namun mungkin setelah waktu-waktu berlalu begitu akan berpaling....
Dan begitulah acara pemilihan baju dan pengaturan acara berjalan dengan lancar.
Serra cari tadi hanya diam dan menuruti kemauan Ibunya.
Yang penting semuanya berjalan dengan lancar itu sudah cukup untuk nya.
"Ah, bagaimana soal cincin?" Tanya Sarah dengan penasran.
"Kalau itu, bagaimana jika membiarkan anak-anak kita memilih sendiri?"
"Itu terdengar sebagai ide yang bagus,"
Dan begitulah, akhirnya Serra dan Mikael ditinggalkan sendirian.
Begitu kedua orang itu pergi, Serra juga terlihat melangkah pergi, namun tangannya dipegang oleh Mikael untuk mencegahnya pergi.
"Mau kemana kamu? Kita harus memilih cincin untuk Pertunangan kita,"
"Itu terserah padamu, aku tidak peduli."
"Apa kamu terlihat memandang kalau pertunangan ini tidak penting?"
"Ini memang sesuatu yang tidak penting untukku."
"Serra kamu!!!"
__ADS_1
"Apa?"
"Sudahlah, sebaiknya kamu segera ikut aku memilih cincin,"
Serra diseret oleh Mikael untuk ikut ke salah satu toko perhiasan didekat sana.
Ini adalah toko yang cukup mewah.
Disana, penjaga toko lalu mulai bertanya pada mereka berdua.
Dan keduanya mulai ditujukan oleh beberapa mode cincin terbaru.
"Kamu bisa mencobanya, Serra,"
Melihat ada aneka cincin pasangan didepannya, membuat perasaan Serra rumit tiba-tiba.
Sejak hari itu, Reno belum juga menghubunginya.
"Serra, ini apakah bagus?"
Mikael mengambil sebuah cincin untuk coba dipasarkan pada jari Serra, namun Serra menepis tangan Mikael.
Sebuah cincin pasangan adalah sesuatu yang sangat dirinya ingin pakai.
Sebuah cincin pasangan dengan Reno....
Namun....
Dirinya dan Reno tidak bisa memakai sepasang cincin....
Bahkan walaupun mereka berdua ingin....
Dirinya benar-benar sangat ingin memiliki cincin dari Reno....
Bukannya Reno tidak pernah menawarkan cincin, namun dari awal dirinya lah yang melarang Reno untuk memberikan cincin padanya.
Dan sekarang, dirinya harus menerima cincin dari orang lain....
Yang dirinya inginkan adalah cincin hanya dari Reno.....
Reno....
Bagaimana ini.....
Aku sungguh merindukanmu....
Apakah kamu masih marah?
####
__ADS_1
Bersambung