Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Season 2 Part 37: Tanggung Jawab


__ADS_3

Malam itu, akhirnya Reno yang awalnya masuk ke Apartemen Serra dan berniat melakukan beberapa hal Impulsif dengan Serra disana, disaat-saat terakhir Reno membatalkan niatnya.


"Serra, ini bukan jawaban yang aku inginkan, dan ini tidak akan menyelesaikan apapun. Beri aku waktu, aku harap kamu mengerti," kata Reno, yang saat ini mulai memakai kembali bajunya, lalu menutupi tubuh Serra dengan selimut yang ada disana.


"Reno....."


"Maaf, Serra.... Aku akan percaya padamu, hanya beri aku waktu untuk memikirkan ini lagi." Kata Reno lagi, lalu dia berjalan keluar dari kamar itu.


Melihat punggung Reno yang perlahan menjauh, dan keluar dari pintu itu, perlahan Serra menagis.


Serra yang ditinggalkan oleh Reno itu, tiba-tiba merasa cukup frustasi.


Apakah dirinya benar-benar keterlaluan?


Tapi apa lagi yang bisa dirinya lakukan?


Jelas, sampai saat ini, baik Keluarganya dan Keluarga Reno dalam konflik yang buruk.


Jika dirinya benar-benar meninggalkan Keluarganya....


Untuk apa 25 tahun hidupnya ini.....


Apa artinya perjuangannya selama ini?


Sudah melangkah begitu jauh seperti ini.....


Dan semua akan menjadi tidak berarti lagi.....


Dirinya tidak bisa memilih.....


Serra merasa sedikit iri sekali lagi dengan, Reno.


Mungkin pemuda itu memiliki banyak pilihan, pergi meninggalkan Keluarganya tidak akan berarti banyak untuknya.


Namun bagaimana dengan dirinya?


Semua siksaan selama ini yang dirinya tanggung selama bertahun-tahun.....


Apa artinya.....


Dikamar itu sendirian, Serra mulai menagis melepaskan semua emosi yang dimilikinya.


####


Hari telah berlalu, namun hari ini tidak seperti biasanya.


Semua pegawai di PT Wilson Center City bisa melihat keadaan Presder mereka yang terlihat cukup aneh. Ada lingkaran hitam dibawah matanya, dan matanya agak bengkak, seperti habis menangis.


Belum lagi, dia terlihat tidak tersenyum sedikitpun hari ini, dan mengabaikan semua sapaan yang diterimanya, hanya membawanya dengan agukan dingin.


Perder mereka benar-benar tidak terlihat seperti biasanya!!!!


Karyawan-karyawan yang kebetulan memiliki waktu luang ini mulai bergosip lagi soal atasan mereka.


Namun tepat ketika mereka mulai bergosip lagi, Perder mereka yang terlihat baru saja memasuki ruangannya, kembali keluar dari ruangan, dia malah terlihat terburu-buru dan kembali keluar gedung.

__ADS_1


Lagi-lagi para karyawan itu tidak bisa berhenti bertanya-tanya tentang apa yang terjadi, hanya bisa saling pandang satu sama lainnya dengan binggung.


####


Hari sudah menjelang siang, jam sudah menunjukkan pukul sembilan. Ini sudah tidak lagi pagi, namun juga belum termasuk siang hari.


Tepat didepan gedung PT Wilson Center City, sekali lagi sebuah mobil mewah hitam berhenti disana.


Didalamnya, lalu keluar Reno, dan saat dia keluar mobil, dia segera membukakan pintu mobilnya untuk seseorang.


Beberapa karyawan yang kebetulan lewat, melihat adegan itu sepintas karena penasaran.


Kemudian seorang gadis keluar dari sana dengan gips di kakinya, juga dua tongkat penyangga.


Gadis itu terlihat kesulitan untuk berdiri, jadi Reno membantu gadis itu untuk mengunakan tongkatnya. Memeluk Veronica dengan tangannya agar tidak jatuh.


"Sebaiknya kamu masih memakai kursi roda saja."


"Ayolah, ini tidak separah itu. Lagipula tidak nyaman dengan kursi roda."


Melihat gadis itu menolak tawarannya, mau tidak mau Reno hanya menurut saja.


Ada juga alasan kenapa Reno melakukan semua ini pada Veronica, tentu saja ini adalah bentuk tanggung jawabnya pada kecelakaan tempo hari, Kakeknya barusan menelepon agar dirinya menjemput Veronica secara pribadi.


Benar-benar menyebalkan, namun dirinya mau tidak mau tetap harus merawat atau membantu Veronica setidaknya sampai dia bisa kembali normal lagi.


Ini akan memakan waktu yang cukup lama.....


Apakah sampai satu bulan lebih?


Hah....


Satu Bulan.....


Hari Serra akan bertunangan....


Disisi lainnya, adegan dimana Reno membantu Veronica di depan gedung, membuat gosip soal hubungan mereka makin meningkat.


####


Ini adalah siang hari yang cerah, saat ini Reno membawa beberapa makanan Take Way untuk Veronica.


Karena keadaan gadis itu, dia jadi tidak bisa kekantin.


Namun sialnya, ketika Reno sampai diruangan Veronica, gadis itu mencoba berdiri dan ingin membantu Reno menata makanan, malah terpeleset dan menabrak Reno hingga makanan yang dibawanya tumpah semua.


Reno menatap makanan favoritnya dilantai itu dengan kesal. Namun dirinya mencoba untuk bersikap lembut.


"Reno.... Maaf...."


"Tidak masalah, Veronica. Kamu bisa duduk disana. Kurasa aku akan mencoba memasak beberapa hal di dapur Kantor, aku rasa memesan Take Way lagi akan lama."


Veronica yang kembali duduk lalu bertanya dengan heran,


"Kamu bisa memasak?"

__ADS_1


"Hanya beberapa Mie Instan,"


Dan tentu saja Reno berbohong, sebenarnya dia cukup pandai memasak.


Sebenarnya dirinya tidak suk memasak untuk orang lain, namun mau bagaimana lagi, setidaknya demi membalas budi pada Veronica dirinya harus menunjukkan beberapa ketulusannya.


Dan begitulah, Reno mulai memasak Mie di dapur kantor dengan bahan seadanya.


Yah, Reno juga cukup suka memasak sebenarnya, bisa membuatnya melupakan beberapa hal-hal buruk.


Veronica memandang Reno yang saat ini memasak di dapur dengan cukup mahir.


Dirinya heran, untuk Tuan Muda seperti Reno, bisa memasak di dapur.


Ah....


Reno benar-benar sangat keren.


Memikirkan ini, Veronica jadi lebih menyukai pemuda itu.


Dari sini, Veronica merasa jarak antara dirinya dan Reno jadi semakin dekat.


Dirinya harus memanfaatkan dengan baik hal ini untuk mendapatkan hati Reno.


Ketika Veronica masih sibuk berpikir sendiri itu, Reno menyelesaikan masakannya.


Veronica yang mencium aroma Mie buatan Reno itu, menjadi sangat lapar tiba-tiba.


Lalu tanpa banyak bertanya, dia mencicipi masakan Reno, itu adalah Mie tapi bukan sekedar Mie biasa, ditambah beberapa bahan, yang menambah tingkat kelezatan Mie.


"Hmm, ini sangat enak. Kamu benar-benar terlihat hebat saat masak,"


"Ya, itu bukan apa-apa," kata Reno dengan bangga sambil memakan Mie di mangkuknya.


Ya, makan makanan enak memang adalah cara yang baik untuk menyegarkan pikiran.


Disini, Reno sudah sedikit rileks.


"Pasti seseorang yang akan menjadi Istrimu nanti akan sangat beruntung, untuk bisa dimasakan ini olehmu," kata Veronica tiba-tiba.


Ini adalah kata-kata yang familiar, dan tanpa sadar Reno kembali terbayang-bayang adegan masalalu.


Seolah mengigat kembali kenangan masa lalu.


Seolah-olah kenangan hari itu, ketika hari hujan dimalam yang dingin, dirinya memasak Mie untuk Serra.


Tanpa sadar Reno menjawab,


"Ya... Itu kamu...." Serra....


"Eh????"


Disini Reno tidak menyadari kalau dia mengatakan itu, pikirannya masih jauh memikirkan Serra disana.


Veronica kaget mendengar kata-kata Reno barusan.

__ADS_1


####


Bersambung


__ADS_2