Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Season 2 Part 22: Di Balik Topeng


__ADS_3

Ini adalah hari yang baru, hari-hari cepat berlalu, tidak terasa sudah satu bulan sejak Proyek Pembangunan Apartemen Mewah Kota A di pemenang proyek yaitu PT Wilson Center City.


Di hari-hari yang berlalu ini, tidak banyak hal yang benar-benar terjadi.


Bahkan setelah Reno bertemu dengan Serra, hari-hari biasa masih terus berjalan.


Hari-hari sibuk mengerjakan pekerjaan di kantor.


Apalagi proyek Pembangunan Apartemen Mewah di Kota A yang memang sebentar lagi akan dikerjakan, jadi sudah beberapa hari ini Reno berada di Kota A untuk mengawasi persiapan proyek.


Setidaknya, sampai louncing pembagunan yang ada dilaksanakan sekitar beberapa hari lagi.


Dirinya juga harus mengurus banyak hal disini, semuanya sudah disiapkan sesuai rencana, lagipula alasan kenapa proyek ini berhasil dimenangkan oleh Perusahaan miliknya adalah karena waktu pengerjaan proyek yang akan lebih cepat, namun tetap efisien.


Melihat kearah lahan proyek yang sepertinya sudah siap semua itu, membuat Reno merasa lega.


Bagian-bagian penting sudah selesai, benar-benar akan memulai peluncuran Pembangunan besok yang rencananya juga akan disiarkan ke Publik.


Setelah mengecek hal-hal disana, Reno akhirnya bisa kembali ke Hotel merasa lega.


Namun disini, sebenarnya dirinya nggak merasa lega sama sekali.


Karena dirinya pergi ke Kota A yang lumayan jauh ini, tidak bersama Sekertarisnya Merlin yang cakap itu, melainkan harus pergi bersama Veronica yang merepotkan itu.


Ini semua jelas rencana kakeknya, juga memang Merlin memiki hal-hal yang harus diurus di sana.


Jadi selama satu bulan kedepannya dirinya masih akan berada disini bersama Asistennya ini.


"Apakah sudah akan kembali ke Hotel?" Tanya Asisten Reno yang dari tadi memang mengikuti Reno kemanapun dia pergi.


"Benar, hari ini pekerjaan selesai lebih awal. Kamu bisa memiliki waktu bebas sekarang, aku akan kembali ke hotel."


Melihat akhirnya dirinya memiliki waktu bebas, wajah Veronica menjadi lebih cerah.


"Bagaimana dengan berjalan-jalan berkeliling Kota A? Kamu baru pertama kesini bukan? Aku tahu tempat-tempat yang bagus di sekitar sini."


"Tidak perlu. Aku hanya ingin istirahat hari ini."


Mendengar jawaban dingin itu membuat Gadis itu kecewa, namun dia tetap tidak menyerah.


"Tapi.... Akan bagus jika sesekali berjalan-jalan berdua bukan? Agar kita lebih saling mengenal satu sama lain."


"Aku bilang aku tidak tertarik." Kata Reno lalu mulai memasuki mobilnya, dan meninggalkan gadis itu disana


Melihat mobil sport itu pergi menjauh, membuat wajah gadis itu yang awalnya tersenyum manis itu berumah menjadi wajah cemberut kesal.


Namun walaupun dirinya ditolak, dia tidak menyerah.


Veronica sudah menduga kalau hal-hal seperti ini mungkin terjadi.


Sepertinya memang cukup susah untuk menaklukkan Tuan Muda Keluarga Wilson.


"Lihat, saja. Aku akan membuat kamu menarik kata-katamu barusan, dan kamu akan menjemputku."


Ucap gadis itu, lalu mulai mengambil ponselnya, kemudian menelepon seseorang disana.


"Hallo, Selamat Siang Kakek,"


Ujung telepon menjawab,


'Selamat Siang juga, Veronica. Ada apa? Tumben menelepon?"


"Ah, tidak. Aku hanya kebetulan saja memiliki waktu bebas, jadi aku pikir ini hal yang baik untuk menelepon, Kakek. Bagaimana kabar Kakek disana?"


'Kamu benar-benar perhatian, tidak seperti cucuku yang jarang sekali menelpon. Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu disana?"


"Aku baik-baik juga disini."


'Apakah pengawasan untuk proyek ini berjalan dengan baik?'


"Iya, Kakek. Semua baik-baik saja. Hari ini kebetulan semua pekerjaan sudah selesai, jadi kami memiliki waktu bebas sekarang."


'Itu bagus bukan? Akhirnya ada hari libur, kenapa kalian tidak mencoba keliling kota mumpung kalian sedang mengangur?'


"Emm, aku pikir Reno memiliki beberapa hal yang harus dilakukan."

__ADS_1


'Itu pasti hanya alasan dia. Lagipula pekerjaan sudah selesai bukan? Nanti aku akan meneleponnya, agar dia mengajakmu jalan-jalan.'


"Ah, tidak perlu repot-repot, Kakek. Tidak masalah, aku mungkin bisa berjalan-jalan sendiri."


'Kamu seorang gadis, tidak bisa pergi sendirian.'


"Aku hanya tidak ingin merepotkan,"


'Tentu saja kamu tidak merepotkan,'


"Tapi.... Kakek... Reno mungkin memang tidak ingin terlalu lama bersamaku..."


'Omong kosong. Dia hanya sedikit malu. Kamu tahu? Dia sebenarnya cukup Pemalu, jadi tunggulah disana aku akan memberitahunya untuk menjemputmu,'


"Terimakasih banyak, Kakek. Tapi jangan bilang kalau aku menelepon, Kakek ya... Aku hanya tidak ingin dia jadi salah paham,"


'Tidak masalah,'


Dan itulah cara gadis itu mengakhiri teleponnya.


Dia lalu duduk di salah satu cafe yang berada dekat situ.


Dia mulai tertawa melihat rencananya berjalan dengan baik.


Kakek Reno itu benar-benar bisa dimanfaatkan dengan baik, dan dirinya tahu pasti kalau Reno tidak akan menolak permintaan Kakeknya itu.


Dan dengan ini, mungkin hanya masalah waktu untuk bisa lebih dekat dan mendapatkan Reno Wilson itu.


Bagaimanapun juga, Perjodohan yang menjanjikan dengan Calon Penerus Keluarga Wilson ini tidak bisa disia-siakan, dan dirinya harus mendapat posisi ini dengan baik.


####


Tidak beberapa lama, ketika Veronica duduk di salah satu Cafe, seorang Pemuda tertentu lalu datang kearah gadis itu.


Gadis itu berpura-pura kaget.


"Eh? Reno? Kenapa kamu disini? Aku cukup kaget kamu tiba-tiba bertanya soal lokasiku."


"Bukankah kamu tadi bilang ingin berjalan-jalan keliling kota? Mari kita segera berangkat,"


"Ini adalah permintaan Kakek."


"Ah, begitu aku mengerti. Tapi aku pikir kalau kamu tidak mau tidak apa-apa,"


"Nanti Kakek akan menelepon dan bertanya padamu kalau aku tidak jadi mengajakmu pergi,"


"Tidak apa-apa, Reno. Aku nanti akan bilang pada Kakek kalau kamu mengajakku jalan-jalan. Kalau kamu benar-benar tidak menginginkan ini." Kata Veronica sambil tersenyum.


Reno terkejut dengan gadis didepannya ini yang ternyata cukup pengertian juga.


Tapi sayangnya, Kakeknya sangat waspada bahkan meminta dikirimkan foto jika mereka benar-benar pergi jalan-jalan, sungguh merepotkan jadi mau tidak mau dirinya hanya harus segera menyelesaikan ini.


"Tidak, Kakek cukup waspada dan tidak bisa ditipu, dia bahkan meminta foto kita saat pergi nanti. Jadi sebaiknya mari kita segera pergi ke tempat yang kamu inginkan."


"Ah, terimakasih, Reno."


Dan begitulah akhirnya mereka berdua pergi jalan-jalan berkeliling kota B.


Dimulai dari mereka berdua makan disalah satu rumah makan khas Kota B yang cukup enak.


Ini sebenarnya bukan Restoran yang cukup mewah, hanya rumah makan biasa namun masakan disini cukup enak menurut Veronica, dirinya pikir dengan mencoba hal-hal baru yang belum pernah seorang seperti Tuan Muda Wilson coba, ini akan bisa meluluhkan hatinya.


Namun bahkan ketika makanan yang mereka pesan, terlihat wajah ketidaktertarikan tetap ada diwajah pemuda itu, membuat Veronica jadi heran.


Disini dia masih belum menyerah dan mulai membahas beberapa camilan yang dibelinya.


"Kamu tahu? Ini adalah Siomay dan Batagor Khas daerah ini, ini mungkin terlihat biasa namun ini sangat enak. Aku yakin kamu pasti belum pernah mencobanya, lagipula ini sebenarnya makanan jajanan jalanan, kamu mungkin terbiasa dengan makan di Restoran Mewah?"


Melihat beberapa makanan yang terlihat familiar ini membuat Reno mengenang masa lalu, mengigat hal-hal yang dirinya lakukan dulu dengan seorang gadis tertentu.


'Ah, Reno hanya bisa makan-makanan masakan Koki Bintang Lima bukan? Sekarang kamu hanya menemaniku makan, setelah ini kita bisa pergi ketempat yang Reno mau!!'


'Reno coba deh, kata pedagang nya tadi ini namanya Batagor, enak juga ternyata,'


Saat itu bahkan sebelum sempat Reno menjawab, gadis itu menyuapinya.

__ADS_1


Itu adalah kencan pertamanya dengan Serra, ketika mereka kelas tiga SMA dulu, walaupun itu tidak bisa disebut sebagai sebuah kencan.


Mengingat kejadian itu membuat Reno diam-diam tersenyum, itu adalah kencan yang kacau dan lucu.


Itu bermula dari mobil yang mogok, sampai naik Bus Umum namun tidak membawa uang tunai, dan bahkan makan dipinggir jalan.


"Reno? Apakah kamu tidak suka tempat ini? Kita bisa pindah kalau kamu mau...."


Kembali kemasa sekarang, kata-kata Veronica barusan menyadarkan Reno dari lamunannya.


"Tidak. Tidak masalah untuk makan disini." Kata pemuda itu lalu mulai memakan beberapa makanan yang ada di depannya.


Melihat Reno yang tadi sempat tersenyum itu, membuat Veronica berpikir apakah rencananya cukup sukses?


Dan begitulah setelah makan siang, keduanya pergi ke salah satu objek wisata paling populer di Kota B.


Disana, mereka mulai mengambil foto Selfi bersama.


"Ah, kupikir kita harus sedikit lebih dekat agar Kakek percaya," kata gadis itu yang saat ini berada disamping Reno.


Reno disini merasa ini terlalu merepotkan hanya untuk mengambil foto.


"Seperti apa?" Tanya Reno.


"Apakah kamu bisa merangkulku?"


Namun sebelum Reno bereaksi, Veronica sudah merangkul Reno.


Jarak mereka sudah begitu dekat, perlahan aroma manis samar dari parfum Veronica memasuki penciuman Reno.


Tapi aroma yang terlalu manis ini sedikit tidak nyaman, dan mengangu.


Dirinya memang tidak begitu suka dengan aroma parfum para gadis jaman sekarang yang begitu mencolok seperti ini.


Disini terpaksa Reno merangkul Veronica lalu tersenyum kearah kamera.


Begitu gambar diambil, dia langsung menjaga jarak dari Veronica.


Dia mulai berpikir, sebenarnya dirinya dan Serra belum pernahnah mengambil gambar mereka bersama, belum pernah Selfi seperti ini.


Karena jika mereka melakukannya ini akan meninggalkan sebuah barang bukti.


Tapi mungkin tidak ada salahnya sesekali mencoba mengambil foto bersama Serra disaat berikutnya.


####


Sekali lagi hari telah berlalu, ini adalah hari yang dinantikan yaitu pembukaan untuk pembangunan Apartemen Mewah di Kota B.


Didepan area pembagunan disana, saat ini ramai dengan wartawan dan reporter.


Mereka terlihat bersemangat untuk merekam acara pembukaan ini.


Di sini juga ada beberapa sambutan salah satunya adalah sambutan dari Walikota Kota B.


Disini Reno terlihat senang melihat acara ini berjalan dengan mulus.


Setelah dirinya juga memberikan beberapa sambutan, saatnya untuk melakukan ritual pemotongan pita.


Namun siapa yang tahu, ketika semua orang sudah bersiap untuk pemotongan pita, tiba-tiba ada beberapa hal terjadi.


Ada kecelakaan dimana pita yang akan dipotong itu tiba-tiba terbakar.


Terjadi kebakaran ditempat itu secara tiba-tiba.


Walaupun itu bukan hal yang begitu besar, namun hal-hal seperti ini bisa menjadi suatu pertanda buruk.


Tentu saja Reno percaya tentang hal-hal mitos seperti ini.


Namun sepertinya, para reporter dan wartawan yang sangat suka gosip dan rumor mulai membuat berbagai macam berita tentang kejadian besar ini.


Ini merupakan sebuah awal dari kesialan yang akan menimpa proyek ini di masa depan.


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2