Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Part 12: Rumah Hantu


__ADS_3


Di hari Sabtu ini, disalah satu Taman Hiburan tertentu, terlihat Reno dan teman-temannya masih menikmati beberapa permainan disana.


Baru saja, mereka naik roller coaster, dan lihat beberapa orang yang terlihat pucat sekarang, seperti Reno, Nana dan Merry.


Saat ini Alvin dan Revan sedang mencoba menenangkan mereka berdua dan memberikan beberapa minyak kayu putih.


Disisi lain, terlihat Serra sedang mencoba menahan tawanya disampaig Reno, sambil menenangkan Reno yang katanya agak pusing itu.


"Kamu sudah tidak apa-apa, Ren?" Tanya Serra pura-pura perhatian.


"Ukhhh, Berhenti tertawa Serra!" Kata Reno kesal.


"Sekarang aku yang bertanya, sebenarnya kamu tidak pernah ketempat seperti ini bukan?"


Reno mengalihkan pandangannya,


"Apa-apaan sih,"


"Sudahlah, Ren. Tidak perlu malu dengan ku, aku juga hanya ingin tahu segalanya tentang mu, Ah~"


"Itu karena orang tua ku terlalu sibuk saat aku kecil, dan mereka selalu memiliki perselisihan jadi tidak pernah mengajarkku ketempat seperti ini. Namun setelah aku cukup besar aku kadang sering ke tempat seperti dengan beberapa teman,"


"Beberapa teman atau beberapa gadis?"


Reno sekali lagi memalingkan wajahnya dari Serra, karena memang tebakan Serra sungguh tepat.


Seperti yang gadis itu tebak, dirinya juga memiliki masa-masa kelam.


Ketika masih kelas satu, Reno masihlah seorang yang suka bermain-main, itu tidak hanya sebatas membuli beberapa orang, itu termasuk bermain dengan beberapa gadis.


Mengingat ini membuat Reno merasa sedih, ini benar-benar masa-masa kehancuran reputasinya.


Dirinya bukanlah seorang pemuda yang murni dan polos, sepertinya jauh dari kata itu, jadi Reno benar-benar penasaran kenapa gadis itu bisa bilang dirinya seperti Tuan Putri Manis yang di manjakan?


"Serra, kamu sepertinya tahu banyak tentang ku?"


Tapi Serra belum menjawab, Revan datang dan mulai mengusulkan akan pergi kemana selanjutnya, lagu pula sepertinya Nana dan Merry sudah baik-baik saja setelah Istirahat ini.


"Mari ke Rumah Hantu!!" Kata Revan dengan semangat, dia lalu mulai bercerita betapa terkenalnya Rumah Hantu yang baru saja dibuka disini, itulah kenapa dirinya ingin kesini.


Lalu Alvil mulai berkomentar,


"Bukankah lebih baik kamu mengajak salah satu teman kencan wanitamu? Kenapa mengajak kami?"


"Owh, ayolah. Ini kan masa percobaan aku tidak tahu dalam rumah hantu itu seperti apa! Bagaimana kalau begitu menyeramkan? Bukankan aku akan jadi memalukan jika ketakutan didalam sana?"


Itu adalah kata-kata Revan barusan, dan sekarang setelah memasuki rumah hantu, dia benar berteriak ketakutan.


Benar, saat ini mereka baru saja masuk ke Rumah Hantu, baru satu menit namun muncul sebuah kepala berdarah bergantung di depan Revan membuat dia syok, lalu berteriak dan memeluk Alvin.


Kebetulan Revan dan Alvin yang paling depan, disusul oleh Reno, Merry dan Nana, lalu Serra paling belakang.


Alvin hanya menatap menyedihkan kearah Revan yang sekarang memeluk erat dirinya, seolah-olah hidupnya bergantung padanya.


Disisi lain, seorang gadis tertentu terlihat tidak memiliki reaksi yang berlebih-lebihan. Sedangkan Nana dan Merry sudah menempel dan memeluk Reno dari kanan dan kiri, baru saja, Reno juga berteriak sebanyak Revan.


Sedangkan Serra hanya sedikit menahan tawa melihat reaksi Reno yang juga berlebihan.

__ADS_1


Muka Reno sedikit memerah karena malu, lalu mendorong kedua gadis itu menjauh darinya.


Ini semua salah Revan!!


Kenapa mengajak ketempat yang begitu menyeramkan seperti ini astaga???


Sekali lagi beberapa teriakan terdengar, karena Revan lagi-lagi tidak sengaja menyentuh bola mata yang menempel di dinding.


Ada apa dengan desain yang terlihat sangat realistis ini?


Reno sedikit was-was, lalu mulai berjalan paling pelan dibelakang, mendekat kearah Serra.


Bukankah ini hal baik untuk mencoba bergandengan tangan dengan Serra lagi?


Lagipula sepertinya semua orang terlalu sibuk dengan kaget dan teriakan disana sini.


Karena memang betapa menyeramkannya Desain Rumah Hantu ini, bahkan lantainya yang berwarna agak berlumut dan ada merah seperti darah!!!


Astaga.....


Reno hampir saja terpleset lumut di lantai.


Lalu, Reno mulai mengulurkan tangannya mendekat kearah Serra, rupanya uluran tangan nya bertemu dengan milik Serra.


Tangan Serra sedikit dingin, sedikit berbeda dengan yang tadi siang.


Tapi sudahlah, tidak perlu memikirkan detail kecil, lagipula tempat ini juga terlalu gelap, dan hanya ada sinar-sinar remang-remang.


Yah, namun bergandeng tangan dengan Serra ditempat seperti ini begitu nyaman, ini akan membuat dirinya jadi tidak akan takut lagi.


Hantu apa??


Sudah bukan apa-apa sekarang!!


Itu adalah batin Reno dengan sombong.


Sampai, tiba-tiba dia melihat Serra ternyata berjalan didepannya, dengan kedua tangannya, satu memegang tas dan satunya ponsel.


?@?$?#?#!


Lalu?


Tanga siapa ini?


Reno menoleh, dan melihat tangan yang digenggamnya, itu tangan berwarna merah!!!


Seperti berlumur darah, lalu menengok kesamping, ada seorang dengan rambut panjang hitam dan gaun putih menatap kearahnya.


Tatapan mata Reno bertemu dengan mahluk itu.


@#-#&@_@!


Kali ini Reno yang berteriak paling kencang.


Dia buru-buru mau memeluk Serra tapi siapa yang tahu, kalau ada mahluk lainnya yang tiba-tiba muncul lagi disamping Serra.


Dan itu dipeluk oleh Reno.


Melihat tatapan wajah tanpa bola mata yang dipeluknya itu, Reno tiba-tiba pingsan.

__ADS_1


Ya karena memang dari awal Reno sudah takut dengan sesuatu yang bernama Hantu.


Dia pas awal masuk meyakinkan dirinya kalau yang didalamnya semua palsu, dan memaksakan diri untuk masuk.


Namun siapa yang tahu kalau 'isi' didalamnya benar-benar sangat menyeramkan!!!


Serra menjadi penik dan kaget melihat Reno pingsan disana.


...####...


Ketika Reno kembali membuka matanya, dia ada di ruangan serba putih. Lalu dia melihat wajah seorang gadis tertentu.


"Kamu sudah sadar, Reno? Ini ada diruang darurat yang disiapkan jika memang ada kejadian seperti ini," kata gadis itu sambil menahan tawanya.


"Jangan tertawa!!" Kata Reno dengan muka memerah.


Sial!!!


Ini benar-benar mempermalukan diri sendiri!!


Didepan Serra pula!!


Akhhhhh


Kenapa pakai acara pingsan segala?


Sungguh memalukan!!


Memalukan!!?


Akhhhh


"Yang lain menunggu diluar. Tapi Ren, kalau kamu takut harusnya tidak usah masuk kesana tadi,"


"Aku tidak takut!!"


"Pfffff.... Kamu benar-benar sangat lucu, Ah~ Reno benar-benar terlihat seperti Tuan Putri Manis yang dimanjakan sekarang, Ah~"


Serra terlihat menggoda Reno lagi, dan Reno tambah malu.


"Tapi syukurlah kamu baik-baik saja, itu membuat ku khawatir saat kamu pingsan barusan," kata Serra sambil mengelus rambut Reno.


Muka Reno langsung kembali memerah.


"Hmm, lain kali aku akan bilang," kata Reno dengan malu-malu.


"Tentu saja, Tuan Putri kecilku, Reno, kamu benar-benar sangat manis Ah~" goda Serra lagi, sambil memegang pipi Reno.


"Berhenti menggodaku!!"


Serra tidak membalas, dia hanya tertawa kecil.


Melihat Serra tertawa bahagia seperti ini, membuat Reno senang, lagi pula inti dari acara ini membuat Serra bahagia, walaupun harus mempermalukan diri sendiri.


Setidaknya setelah ini, Reno akan membuat kenangan manis lainnya dengan gadis itu.



__ADS_1


__ADS_2