Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Season 2 Part 14: Tunangan Serrly


__ADS_3

Hari ini cuaca begitu cerah, langit masih terlihat biru cerah, bersama dengan panasnya cuaca hari itu.


Ini adalah sebuah lorong di Kantor PT Antlantis City.


Disana terlihat seorang gadis cantik yang memiliki wajah begitu sombong dan arogan, terlihat dari data gadis itu bersikap tidak sopan pada penjaga pintu di Lobby.


"Kamu!! Apakah kamu tahu siapa aku? Kenapa kamu tidak menyapa kami dengan baik Hah?" Kata gadis itu dengan marah, disampingnya ada seorang pria muda yang cukup tampan merangkul gadis itu.


"Maafkan orang ini, Nona Serrly dia masih baru jadi tidak tahu kalau ini adalah Nona Serrly cucu pemilik perusahaan." Kata salah satu penjaga keamanan disitu sambil menundukkan kepalanya, bersama orang disampingnya yang berkeringat.


"Tapi dia bersikap tidak sopan padaku!! Aku tidak suka dengannya! Pecat dia!!" Kata gadis itu kasar.


"Ya, dia bersikap tidak sopan pada Tunanganku. Sebaiknya memang orang ini tidak usah bekerja disini," kata pemuda disamping Serrly dengan sombongnya.


Salah satu penjaga keamanan itu terlihat gemetar mendengar hal itu.


"M.... Maafkan saya Nona... To.. Tolong jangan pecat saya, saya mohon...." Kata orang itu dengan takut-takut.


Hari ini masih pagi, namun sudah ada banyak keributan.


Dari arah luar, terlihat sebuah mobil mewah berhenti disana. Lalu begitu pintu dibukakan oleh salah satu penjaga keamanan disana, terlihat seorang gadis cantik tertentu keluar dari sana.


Melihat ada keributan pagi-pagi dari arah pintu masuk kantor, membuat mood gadis itu menjadi buruk.


Dia lalu mulai bertanya pada salah satu penjaga keamanan disana app yang terjadi.


Dan begitulah, keributan tidak jelas yang diberikan oleh Serrly dan Tunangannya karena diperingatkan untuk tidak boleh parkir mobil di depan sini.


Benar-benar merepotkan, kenapa hal-hal kecil seperti ini harus dibesar-besarkan?


Tidakkah membuang cukup tenaga dan sumber daya?


Menyelesaikannya dengan pindah parkir dan semua masalah beres, kenapa Serrly benar-benar membuat masalah tidak jelas?


Sambil menghela nafasnya, Serra masuk kedalam pintu lalu berkata,


"Tidak perlu membuat bergitu banyak keributan dipagi hari Serrly. Kamu terlalu merusak pemandangan, segeralah kembali keruanganmu. Dan untuk penjaga keamanan, segera kembali ke pos kalian masing-masing."


Mendengar suara dingin dari Presder mereka, penjaga keamanan itu entah bagaimana merasa cukup lega.


Walaupun Presder mereka cukup ketat dan terlihat dingin, tapi dia orang yang cukup masuk akal, tidak pernah mempermasalahkan hal-hal kecil seperti ini.


Dan begitulah mereka lalu menyapanya dengan sopan, dan segera mematuhi perintahnya untuk kembali ke posisi masing-masing, mengabaikan keributan yang akan dibuat oleh Serrly yang mukanya merah karena marah disana.


Benar, sekarang Serrly begitu marah melihat tidak ada yang mematuhi dirinya dan malah mereka mematuhi sepupunya yang menyebalkan ini.


Ini membuat Serrly sangat geram.


"Serra!! Kamu beraninya menyela perintahku!!!"


Serra hanya bisa menghela nafasnya, lalu mulai berkata,


"Bersikaplah lebih Profesional dan hormati atasanmu."


"Siapa yang bawahanmu Hah?" Ucap Serrly marah.


"Percuma membuang-buang waktu disini." Kata Serra yang sepertinya berniat pergi meninggalkan Serrly yang sudah ingin mengajak Serra berkelahi ini, namun dia dicegah oleh Tunangannya yaitu Charles Will.


"Selamat pagi, Nona Serra. Aku akan mencoba menasehati Tunanganku," kata Charles pada Serra dengan senyum sopannya.


Melihat wajah Charles disitu, mood Serra menjadi semakin buruk.

__ADS_1


Tidak hanya dengan Serrly, dirinya juga tidak suka dengan Tunangan Serrly yang bermuka dua itu.


Walaupun kelihatannya ramah namun sebenarnya....


Sudahlah lupakan, sangat muak memikirkan kelakuan Charles dibelakang Sherry.


Ya, ini bukan pertama kalinya dirinya bertemu dengan Charles, dibeberapa pertemuan ketika dirinya diluar Negeri akan ada beberapa acara Keluarga atau Bisnis dimana dirinya harus bertemu mereka berdua atau kadang hanya bertemu dengan Charles saja, dan itu bukanlah pengalaman yang baik.


Jadi dengan dingin, Serra hanya menjawab,


"Ya."


Lalu dia langsung menuju ke Lift VIP menuju keruangannya.


Melihat bagaimana Serra membalas sapaan ramahnya dengan dingin, membuat Charles juga merasa sedikit kesal.


Gadis sombong itu!!


Beraninya dia!!!


Namun dirinya mencoba menahan diri didepan Tunangannya Serrly.


Sekarang dirinya harus memenangkan gadis ini dulu.


Dan begitulah akhir dari pertikaian dipagi hari itu.


####


Hari sudah menjelang siang, dan cuaca jadi cukup panas, termasuk diruangan ber AC ini.


Cuaca yang semakin panas membuat Serra merasa kehausan, jadi dia memanggil Farrel untuk membeli Milk Tea kesukaannya diluar.


Namun sudah cukup lama, dan Farrel belum kembali, tadi ditelpon katanya ada beberapa masalah soal antriannya panjang.


Tentu saja dirinya bisa saja memanggil OB disini untuk mengambilkannya, namun dirinya hanya betulan ingin sekalian sambil berjalan-jalan kesana.


Terlalu lama duduk juga bisa membuat telah, bisa sambil mengerakan kaki.


Lagipula, didapur lantai ini harusnya sepi karena hanya beberapa petinggi yang kadang kesana itupun biasanya mereka lebih banyak menyuruh OB.


Dekat dapur juga kebetulan ada sebuah Balkon untuk istirahat, itu juga cukup nyaman untuk bersantai.


Serra memasuki dapur itu dengan santai, namun ketika dia masuk dirinya dikejutkan oleh keberadaan yang tidak dirinya duga.


"Nona Serra ingin mengambil minum? Ingin aku buatkan juga?" Kata pemuda itu dengan ramah.


Melihat wajah itu, rasa haus Serra segera hilang.


Benar, orang yang didepannya adalah Charles Will.


"Tidak perlu." Kata Serra lalu berniat meninggalkan dapur itu.


Namun sayangnya, tangannya ditahan oleh Charles.


"Kenapa begitu galak begitu, Serra?" Kata Charles membuang kesopanananya.


"Lepaskan aku!!" Kata Serra marah mencoba menepis tangan Charles yang mencengkram erat tangannya, namun gagal.


"Kenapa kamu jadi begitu sok jual mahal begitu, Serra?" Kata Charles dengan kasar mendorong dan memojokkan Serra kedinding.


"Apa-apa kamu, Charles? Lepaskan aku!!"

__ADS_1


Namun Charles terlihat tidak mendengarkan ucapan Serra, malahan dia jadi semakin kurang ajar.


Tangannya yang bebas mulai menyentuh rambut Serra, lalu mengirup aroma dari rambut itu dihitungnya.


"Kita sudah cukup lama tidak bertemu, dan kamu menjadi semakin cantik saja, Serra."


Serra sudah muak mendengar kata-kata Charles didepannya ini.


Ya, dan tentu saja dirinya dan Charles tidak pernah memiliki hubungan apa-apa, hanya saja Charles selalu memiliki begitu banyak muka untuk melecehkan dan mengodanya setiap kali mereka bertemu dibelakang Serrly.


Bukan berarti dirinya tidak melawan dan melaporkan ini pada Serrly, namun idnya tidak ingin membuat lebih banyak masalah antara dirinya dan Serrly.


Jika sepupunya kutahu kelakuan Charles yang seperti ini dibelakangnya, dia pasti akan begitu marah dan mulai menyalahkan dirinya ini daripada menyalakan Charles mengigat gadis itu sangat menyukai tunangannya.


Namun Tunangan Serrly sebenarnya adalah seorang yang brengsek.


"Charles!? Jangan buat aku berbuat kasar!"


"Kenapa? Lagipula Serra, bagaimana kalau kamu bersama denganku? Kalau kamu mau bersamaku, aku akan membantumu untuk mendapatkan perusahaan ini dan membantumu memenangkan kompetisi dengan Serrly, aku bisa saja memberikan bocoran soal rencana-rencana Serrly. Bukankah itu sebuah penawaran yang bagus?"


Mendengar perkataan kurang ajar barusan membuat Serra semakin muak.


Tangannya yang mengagur lalu menampar Charles dengan keras.


Charles yang ditampar itu merasa kesal, dan mulai lebih menekan Serra kedinding, menarik sedikit rambutnya.


"Kenapa kamu begitu sombong sekali, Serra? Aku tahu kamu begitu cantik namun, kamu begitu dingin dan sombong, siapa laki-laki yang kamu bersamamu jika kamu seperti ini hah? Selain aku?" Katanya dengan arogan, sambil menjambak rambut Serra, lalu dia mulai mendekatkan wajahnya kearah Serra berniat mencium paksa gadis itu.


Serra yang menyadarinya, berniat segera menyerang Charles, namun sebelum Serra bertindak, sebuah pukulan langsung ke pipi Charles.


Itu adalah Farrel!


Ya, Farrel tank tepat pada waktunya, sebelum hal-hal yang lebih memalukan terjadi.


Charles yang terjatuh ke tanah itu begitu marah.


"Kamu!!! Hanya Sekertaris Rendahan berani denganku, Hah?" Teriak Charles dengan marah, sambil memegangi pipinya yang memar itu.


"Tuan Charles jaga kelakuan anda. Lihat sepertinya Nona Serrly sedang mencari-cari anda dan menunggu anda dari tadi, bukankan ini jadi sebuah masalah jika nona Serrly tahu?" Kata Farrel dengan mencoba bersikap sopan menahan amarahnya.


Berani-beraninya orang sialan ini menyentuh Serra seperti itu!!


Rasanya ingin dia hajar orang ini sampai babak belur.


Namun dirinya menahan diri, karena dirinya tahu itu bukan hal yang akan menyelesaikan masalah.


"Cih, sialan kamu. Awas saja ya!!" Kata Charles dengan marah, lalu mengambil sebuah nampan berisi camilan dan teh disana, dan pergi dari tempat itu.


Setelah orang itu keluar, Serra menghela nafas lega.


"Kamu tidak apa-apa, Serra?" Tanya Farrel khawatir.


Serra hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku baik-baik saja. Terimakasih karena sudah datang disaat yang tepat."


Farrel hanya bisa menghela nafas pasrah mendengar itu.


Masalah yang dimiliki Serra lebih rumit dari yang dirinya kira.


Bahkan masalah dengan Tunangan Serrly yang diam-diam menyukai Serra dan suka mengagunya saat mereka bertemu.

__ADS_1


####


Bersambung


__ADS_2