
Ini adalah di sebuah ruangan yang tidak diketahui.
Disana, ada seorang gadis tertentu terikat ditengah ruangan.
Gadis itu sudah begitu merasa lelah setelah berteriak semalaman namun tidak ada jawaban.
Sampai sebuah pintu tiba-tiba terbuka, dan ada seseorang perlahan-lahan masuk kedalam ruangan itu
Gadis itu, yaitu Serra, yang mendengar suara langkah kaki mulai bertanya,
"Si... Siapa kamu?"
"Ah? Coba tebak?" Kata seorang pemuda tertentu yang masuk itu.
Ini adalah suara yang cukup familiar.
"Mikael?? Apakah itu kamu?"
Pemuda itu berjalan mendekat, lalu perlahan melepaskan ikatan yang menutup mata Serra, menunjukan wajah cantik gadis itu yang perlahan mulai terlihat.
Tatapan mata mereka bertemu.
"Ya, ini aku sayang," kata Mikael dengan senyuman aneh diwajahnya ketika dia mulai membelai rambut Serra.
"Lepaskan aku!!" Kata Serra dengan nada jijik.
"Ah.... Ada apa dengan penampilan ini? Kenapa kamu bersikap seperti ini pada calon Suamimu?"
"Siapa yang calon Suamimu? Kita tidak memilih hubungan apa-apa dari awal."
Mendengar perkataan gadis itu, membuat Mikael menjadi semakin marah, dia mulai meremas pipi Serra, membuat gadis itu lebih menatap kearahnya.
"Apa yang kurang dariku? Kenapa kamu tidak memilihku?"
"Cinta tidak bisa dipaksakan,"
"Apakah begitu? Tapi aku pikir kamu bohong. Kamu duluan yang bermain-main denganku dan menerima perjodohan ini bukan?"
"Aku hanya dipaksa."
"Ya, ya, aku tahu ini hanya sebuah alasan. Kamu benar-benar mempermainkanku bukan? Apakah ini karena Kakakku Farrel? Ah kalian berhubungan...."
"A.. aku tidak..."
"Jangan menjadi gadis munafik," disini, Mikael mulai mendekatkan wajahnya kearah Serra, mulai menghirup aroma dari tubuhnya, lalu mulai mencium Serra dengan paksa.
Serra yang dipaksa itu lalu mengigit bibir Mikael dengan kejam.
Mikael melepaskan ciuman itu, dengan bibir berdarah, dia lalu mulai menarik rambut Serra karena marah.
"Kamu... Kamu benar-benar gadis sialan!!! Kamu telah melakukan ciuman dan bahkan lebih kepada para lelaki diluar sana, namun tidak mau melakukannya denganku??"
"Aku bilang aku tidak!??"
"Siapa yang akan percaya pada hal ini? Coba lihat siapa lagi laki-laki yang kamu goda selain, Kakakku?" Kata Mikael lagi, dia menjauhkan wajahnya dari Serra, lalu mulai mengambil ponselnya.
Disana, dia lalu menunjukan sebuah foto.
Melihat sebuah foto diponsel itu membuat Serra begitu kaget.
"Ba... Bagaimana..." Tanyanya dengan nada panik.
"Apakah kamu penasaran? Bagaimana aku tahu? Kamu tidak perlu tahu itu."
"Mikael kamu...."
"Lihat, sudah berapa kali kamu membiarkan dirinya disentuh oleh laki-laki diluar sana? Tidak hanya membiarkan Kakakku Farrel menyentuhmu, namun kamu bahkan membiarkan Reno Wilson itu menyentuh mu!!"
__ADS_1
"Itu tidak ada hubungannya dengan mu!!"
"Kamu dari awal hanya memanfaatkanku untuk rencanamu!! Kamu benar-benar tidak bisa dimaafkan! Apalagi kamu begitu berani bermain kotor dibelakangku! Tidakkah kamu tahu, kalau selama ini aku menahan diri untuk tidak menyentuhmu? Namun lihat apa ini, kamu dengan mudah membiarkan dirimu disentuh oleh Farrel dan Reno..." Kata Mikael lagi sambil memegang wajah halus Serra.
"Aku bertanya-tanya, sejauh mana mereka menyentuhmu... Ah..."
Mikael mulai menyentuh beberapa bagian tubuh atas Serra, membuat Serra begitu muak dan merasa jijik.
"Lepaskan aku!! Jangan berani kamu menyentuh ku!!"
"Owwh? Apakah kamu masih memiliki harga diri? Kamu adalah wanita yang dengan mudah membiarkan dirinya tidur dengan laki-laki lain,"
"Aku tidak...."
"Aku jelas dengar dari Kakakmu kalau kamu sudah tidak lagi. Aku selalu penasaran, dimasalalu, bahkan sampai sekarang, sudah berapa banyak Pria yang kamu ajak tidur?"
Disini, Serra terdiam, jelas dia tidak mungkin jujur pada Mikael, namun juga tidak pula bisa berbohong soal itu.
Dirinya hanya pernah melakukannya dengan satu orang, itu adalah Reno tidak ada yang lainnya.
"Aku tidak!! Ini tidak seperti yang kamu kira!"
"Kamu masih berlagak sok suci huh?" Sekali lagi, Mikael mencium Serra dengan paksa, namun gadis itu masih memberontak.
"Serra!! Kenapa kamu begitu keras kepala? Jika kamu mau menurut, dan melayaniku dengan patuh, aku akan melepaskan mu. Aku bisa melihat kamu sudah melakukannya dengan Kak Farrel atau Reno dan mungkin banyak lagi laki-laki lainnya diluar sana. Ini hanya melakukannya denganku, dan setelah itu mungkin aku bisa membantumu membebaskan dirimu dari Skandal milikmu itu. Seperti kalau Farrel yang mengodamu karena ingin balas dendam denganku, lalu kita bisa menikah dengan tenang, rencana Merger akan berjalan dengan lancar,"
"Aku tidak Sudi!"
"Apa kamu bilang? Aku padahal sudah berbaik hati memaafkanmu, dan menerimamu namun apa ini jawabanmu, Hah?"
"Lepaskan aku!! Aku tidak Sudi bersama dengan seseorang yang kotor seperti mu! Berani menculik ku dengan licik seperti ini!"
"Kamu!! Kamu gadis ular! Kamu masih berani berkata seperti itu setelah jelas-jelas semua kebusukamu terbongkar, Hah? Kamu membuat aku dan Keluargaku malu karena ini!!"
"Aku dijebak!"
"Mikael!! Tutup mulutmu!"
"Aku pernah bilang akan membuatmu menjadi milikku!!"
"Aku tidak akan menjadi milikmu!"
"Apa susahnya melayaniku, hmm? Kamu sudah berpengalaman bukan?"
"Diam kamu Mikael! Jangan bicara sembarangan!!!"
"Ha-ha-ha... Kamu masih bisa marah dan menolak kenyataan, coba lihat seberapa hebat kamu bisa bertahan, aku akan menyekap mu disini, sampai kamu mau mematuhi perintahku!!"
"Kamu!! Seseorang akan menyelamatkanku!!"
"Apakah benar? Mari tunggu dan Lihat,"
Setelah itu, Mikael meninggal ruangan itu, hanya Serra yang tersisa disana sendirin, tidak tahu harus berbuat apa.
Siapa yang akan menyelamatkannya....
Reno....
####
Namun setelah beberapa hari berlalu, tidak ada perubahan.
Tidak ada seorangpun yang menyelamatkan Serra, seberapa lama Serra menunggu.
Setiap hari, Mikael selalu datang dan mengodanya dengan berbagai metode.
Kali ini, Mikael datang lagi dengan sebuah laptop, kali ini sebuah laptop menunjukan seseorang berbaring di ranjang Rumah Sakit, disana ada seseorang menunggu orang yang terbaring itu.
__ADS_1
Deg
Itu Farre yang terbaring di Rumah Sakit.
"Ah? Apa kamu menunggu Kak Farrel? Tentu saja dia tidak akan datang,"
"Mikael kamu!! Apa yang kamu lakukan padanya!?"
"Ini hanya beberapa hal kecil, aku hanya membalas karena orang itu berani mencoba merebut sesuatu yang menjadi milikku,"
"Siapa yang milikmu hah?"
"Lihat, Serra bahkan sepertinya selama kamu hilang, tidak ada orang yang mencarimu. Keluargamu, Kakek dan Orang Tua mu terlalu sibuk mengurus kekacauan yang kamu buat.... Dan Kakakmu... Lihat dia terlihat hanya peduli dengan Kak Farrel,"
Disini, Serra terdiam mendengar hal itu.
Pada nyatanya, kemungkinan kalau ada yang menyadari dirinya diculik adalah tidak ada.
Semua orang di kantor hanya akan tahu kalau dirinya ingin menunjukkan diri ke kantor karena merasa malu dengan skandal yang dirinya buat.
Juga untuk Kakek dan Orang Tua nya....
Bahkan jika dirinya menghilang, mereka tidak akan sadar, apalagi setelah insiden yang dirinya buat untuk mereka. Mereka tidak akan repot-repot hanya sekedar bertanya keadaannya.
Jika Farrel tidak di Rumah Sakit, dia pasti akan sadar jika dirinya menghilang, namun dia terbaring disana sekarang...
Dan Kakaknya.....
Melihat Farrel dalam keadaan seperti itu, jelas dia tidak memiliki waktu untuk menghawatirkan hal lainnya.
Namun dirinya masih memiliki Reno...
Reno akan sadar kalau dirinya menghilang bukan?
Namun sampai sekarang tidak ada kabar darinya, disini namun Serra yakin kalau Reno pasti sedang mencarinya!
Ya itu pasti!
Namun sayang sekali, layar laptop itu menunjukan pemandangan yang lainnya.
Itu adalah Reno yang terbaring di Rumah Sakit....
"Mikael kamu!! Apa yang kamu lakukan pada Reno??"
"Hanya sebuah lelucon kecil, karena orang itu berani mengambil milikku! Aku selalu tidak suka padanya dan dia berani berselingkuh dengan mu dibelakang ku!"
"Kamu!! Kamu jangan berani berbuat macam-macam dengan Reno!!"
"Ah? Apa ini? Kamu terlihat membela dia, aku selalu bertanya-tanya apa sebenarnya hubungan kalian berdua!"
"Itu bukan urusanmu! Jangan kamu berani berbuat macam-macam pada Reno!!"
Mikael hanya tertawa mendengar tanggapan gadis ini.
Selama ini, apapun yang dirinya coba selalu tidak begitu mempan, dan tidak membuat wajah gadis itu terlihat begitu cemas seperti sekarang.
"Owh? Bagaimana kalau aku tidak akan melepaskannya?"
"Kamu!! Kamu jangan berani, Mikael!"
"Begini, aku memiliki sebuah penawaran, bagaimana kalau kamu mematuhi perintah ku saja? Dan aku tidak akan melakukan apapun pada Reno?"
Disini, Serra terdiam mendengar perkataan Mikael.
####
Bersambung
__ADS_1