
Suasana siang ini cukup panas, matahari di luar bersinar begitu terik.
Bahkan sampai di dalam ruangan ber AC pun, masih sedikit merasa kepanasan.
Mungkin ini karena pengatur suhu ruangan sedikit bermasalah atau memang cuaca yang begitu panas, atau malah jangan-jangan suasana di ruangan itu yang memang dari awal panas.
Tentu saja itu panas, karena isi dari ruang rapat itu adalah saingan.
Dan baru saja ada pengumuman tentang siapa pemenangnya.
Pemenang si mendapatkan projet pembangunan Apartemen Mewah di Kota A adalah PT Wilson Center City milik Wilson Grup, yang saat ini dipimpin oleh Reno Wilson, calon pewaris dari Wilson Grup.
Saat ini, Reno tersenyum kearah pemimpin Perusahaan A, mengucapkan terima kasih dan memberikan beberapa sepatah kata.
Sedangkan untuk orang-orang yang kalah, kita hanya menatap penuh rasa kesal dan iri pada sang pemenang.
Terutama, Mikael yang menatap Reno dengan kesal.
Lagi-lagi orang sialan ini menang.
Memikirkan ini membuat dirinya kesal.
Dirinya benar-benar menjadi tidak mood, bahkan hanya untuk melihat wajah Farrel disana, juga berurusan dengan calon Tunangannya.
Ini juga sama membuat dirinya malu, untuk kalah di depan calon tunangannya, menunjukkan sisi buruk dari dirinya sendiri.
Sialan!!
Akhhhh.....
Dirinya benar-benar membenci Reno Wilson itu!!!
Sialan!!!!
Jadi begitu, Perwakilan Perusahaan A keluar dari Ruangan, Mikael tanpa banyak kata juga langsung keluar.
Dia sudah muak melihat wajah Reno, dan tidak ingin melihat wajah mengejek dari orang itu.
Dan terlalu malas untuk beradu mulut dengannya.
Setelah Mikael Lewis pergi dengan rombongannya, itu disusul oleh Perwakilan dari Imperial City yang terlihat memiliki wajah yang kesal itu.
Dia segera pergi diikuti oleh Asistennya yang selalu membuat masalah itu, dan perwakilan dari perusahaannya yang lainnya.
Disaat ini, hanya ada perwakilan dari Perusahaan PT Wilson Center City dan Perwakilan dari PT Antlantis City.
Tidak hanya Serra dan Reno disana, masih banyak mata yang memandang satu sama lainnya.
Di Ruangan ini, Serra dan Reno hanya bisa saling menatap.
Terutama Reno, dirinya harusnya bahagia mendapatkan Proyek penting ini, namun melihat Serra ada disini entah kenapa hanya perasaan tidak nyaman yang ada dihatinya.
Perasaan yang cukup rumit, ini mirip dengan hari ketika Pengumuman Hasil Ujian Nasional dulu.
Serra?
__ADS_1
Apa kamu baik-baik saja?
Reno rasanya ingin bertanya pada gadis itu.
Apa kamu akan mendapatkan masalah?
Bagaimana ini?
Dirinya bahkan bisa melihat kalau saat gadis itu Presentasi tadi, seperti ada beberapa masalah disana.
Maafkan aku, Serra....
Aku tidak tahu kamu.....
Namun sebelum Reno memiliki hal yang bisa dikatakan, Serra disana mulai berbicara.
"Selamat Untuk Tuan Reno Wilson telah mendapatkan Proyek ini." Kata gadis itu sambil mengulurkan tangannya, dan disana Reno cukup terkejut dengan sikap gadis itu yang entah bagaimana sudah begitu tenang.
Atau ini hanya disembunyikan?
Reno disini, langsung menerima uluran tangan itu, dan mengucapkan terimakasih.
"Mungkin kita akan bertemu di Proyek-proyek berikutnya. Saya rasa saya akan permisi dulu," itu adalah perkataan Serra ketika dia mulai pergi keluar dari sana.
Disini, Reno juga langsung keluar menyusul rombongan Serra.
Disini beberapa perwakilan dari perusahaan juga mulai berbicara padanya yang memberinya ucapan selamat.
Kebetulan tempat Parkir sama, jadi dari belakang, Reno bisa melihat kalau gadis itu tiba-tiba tidak menuju tempat Parkir, dan mulai berpisah dengan rombongannya.
Setelah mengiyakan dan tersenyum mengucapkan Terimakasih pada rekan-rekannya, dia segera menyuruh Merlin untuk mengurus sisanya, dirinya lalu ijin pergi duluan karena ada urusan yang menyuruh yang lainnya kembali ke kantor duluan.
####
Ini adalah salah satu lorong yang sepi, yang cukup dekat dengan arah kamar mandi.
Terlihat seorang gadis tengah melintau lorong itu, namun tiba-tiba, ada seorang pemuda yang langsung memegang tangannya, dan menyeretnya memasuki udah ruang kosong di samping lorong itu.
Klik
Pintu terlihat ditutup dari dalam dengan rapi.
Sekarang hanya ada dua orang dalam ruangan kosong itu.
Serra dihimpit oleh Reno kearah Pintu, keduanya lalu saling bertatap dalam diam.
Sepintas menyadari tidaklah Impulsifnya, Reno sekarang binggung harus berkata apa.
Apa yang harus dirinya katakan sekarang?
Mereka terdiam cukup lama disana, hanya saling tatap dalam pikiran masing-masing.
Ketika Reno sibuk berpikir, Serra duluan lah yang membuka percakapan duluan.
"Reno?"
__ADS_1
"Emmm, apakah kamu baik-baik saja?" Ucap Reno benar-benar asal, ketika kata-kata itulah yang terpikirkan sekarang.
"Ya, aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?"
"Aku tidak baik-baik saja..... Kamu pergi begitu saja tanpa mengatakan apa-apa padaku tujuh tahun lalu.... Bagaimana aku bisa baik-baik saja?" Kata Reno sambil menatap Serra, terlihat tatapannya seolah penuh luka mengigat hal-hal ini.
Serra yang melihat tatapan Reno merasa kaget dan sekaligus merasa bersalah.
Dirinya tidak berani berkata apa-apa.
Apakah yang harus dirinya katakan?
Apakah minta maaf?
Tapi itu bukan hal yang bisa dimaafkan dengan mudah....
Lagipula sudah 7 tahun berlalu, dan dirinya lihat Reno sudah banyak berubah.
Tidak heran jika sekarang, Reno mungkin sudah memiliki Kekasih baru atau sesuatu.
Dan mungkin dia hanya ingin marah padanya saat ini.
"Serra.... Jawab aku!!"
Serra hanya menunduk kebawah sekarang, tidak bisa menatap wajah Reno, lebih ke tidak kuat untuk menatap wajah Reno.
Masih belum siap untuk bertemu dengan Reno sekarang.
"Kamu tahu? Aku selama ini selalu menunggumu.... Bahkan aku sempat sangat takut untuk melihatmu lagi.... Sangat takut jika aku melihatmu lagi, aku mungkin membencimu...."
"Kamu membenciku?"
"Apakah merunutmu aku bisa? Coba dengar ini, jantungku masih berbedar sama seperti tujuh tahun yang lalu ketika aku bersamamu." Kata Reno sambil mengambil tangan Serra untuk menyentuh dadanya yang masih berdebar itu, lalu lanjut berkata,
"Dan tatapan mataku tetap tidak bisa berpaling darimu.... Pikiranku tidak bisa lepas darimu... Apa kamu tahu betapa aku merindukanmu?? Bertapa aku masih sangat mencintaimu dan tidak akan pernah bisa melupakanmu..." Kata Reno disana, air mata mulai muncul diwajahnya, tidak bisa menahan semua gejolak emosi yang dia tahan selama ini.
Disini Serra menatap Reno dengan penuh gejolak emosi.
Banyak hal juga yang ingin dirinya katakan....
Namun begitu binggung harus mulai dari mana....
Lalu gadis itu hanya menarik Reno kearahnya....
Dan menciumnya.....
Sebuah ciuman lembut yang begitu tiba-tiba, tanpa kata-kata....
Namun seakan bisa menjawab semua pertanyaan selama ini....
Seolah-olah bisa mengatakan hal-hal yang selama ini ingin dikatakan.....
####
Bersambung
__ADS_1