
Di salah satu ruangan tertentu disebuah gedung kantor, terlihat seorang pemuda tengah menatap teleponnya dengan tidak percaya.
Dalam ponsel itu ada beberapa foto, dari calon tunangannya, Serra Lee, orang yang belakangan berhasil menarik hatinya, seorang gadis yang dirinya cintai.
Namun di sini, Mikael tidak percaya dengan semua kelakuan gadis itu.
Tidak hanya Serra bermain dengan Farrel, Kakak tirinya dibelakangnya, namun dia juga berani untuk....
Ya, untuk berhubungan dengan Reno Wilson sialan itu, musuh bebuyutannya!!
Dirinya tidak akan pernah mengira, kalau gadis yang dicintainya bisa berbuat seperti ini, dan bermain-main dengan dirinya ini.
Serra Lee begitu berani melakukan ini padanya.
Bahkan berkat insiden dan skandal gadis itu, banyak kekacauan yang terjadi pada perusahaannya.
Kekacauan ini juga membuat malu nama besar Keluarga Lewis.
Sampai-sampai, Aib lama Keluarga Lewis yang harusnya bisa tertutup rapi muncul lagi di publik, apalagi menjadi bahan viral.
Hubungan Keluarga Lewis dan Farrel yang cukup buruk juga di publish di publik.
Bahkan insiden Bunuh Diri Farrel juga mulai di ungkit-ungkit.
Banyak orang mulai meragukan, Keluarga Lewis yang memiliki moral yang rendah.
Selain insiden perselingkuhan dari Ketua Group yang sekarang yaitu Ayah Mikael, hingga penelantaran dan perilakuan tidak adil untuk Farrel.
Sebuah kecaman publik mulai perlahan-lahan muncul.
Satu demi satu nama baik keluarganya perlahan hancur.
Belum lagi, soal Serra calon tunangannya itu berselingkuh, ini mengakibatkan keraguan Publik atas Merger yang akan dilakukan sehubungan dengan Pertunangan dan Pernikahan Serra dan dirinya kelak.
Seolah-olah semua rencana hancur berantakan dan berkeping-keping.
Untuk berpikir jika ini bisa menjadi lebih buruk....
Untuk berpikir bahwa Serra Lee berani berhubungan dengan Reno Wilson itu!!
Untuk dia berani tidur dengan orang itu....
Hah....
Mungkin perkataan teknik bahwa dia adalah seorang gadis murahan, adalah suatu kebenaran.
Sudah tidur dengan berapa orangkah gadis itu?
Mereka semua berani menyentuh dan melakukan hal-hal seperti itu dengan Serra.
Serra benar-benar bergitu berani!
Kan selama ini dirinya cukup menahan diri, untuk tidak menyentuh Serra dan menghormati nya.
Namun apa?
Apakah ini balasannya?
"Lihat saja, Serra... Kamu akan membayar apa yang telah kamu tabur. Kamu membiarkan, laki-laki lain menyentuhmu? Kamu seharusnya hanya menjadi milikku,"
Setelah itu, Mikael mulai menelepon seseorang.
"Kumpulan seluruh anak Buah mu, aku memiliki sebuah rencana untuk kalian lakukan."
Di ujung telepon, terlihat balasan mengiyakan permintaan Mikael.
__ADS_1
"Aku akan mengirimkan rincian Rencananya pada kalian,"
Disini, memikirkan Rencana yang dibuatnya, Mikael lalu mulai tertawa sendiri.
"Lihat saja kalian! Serra! Reno!! Dan Farrel!!"
####
Saat ini, ada acara Makan Malam bersama dengan para pegawai di PT Wilson Center City.
Acara ini diadakan khusus untuk mendekatkan antara bawahan dan atasan, agar kerjasama antara mereka terjalin dengan baik juga untuk mempererat ikatan persahabatan.
Dan tentu saja, Reno Wilson, sebagai seorang CEO, wajib hadir dalam acara ini.
Suasana di ruang pribadi restoran yang sudah dipesan itu terlihat cukup meriah.
Beberapa orang mulai berbincang-bincang sambil menikmati makanan.
Ada juga yang mulai bernyanyi Karaoke disana.
Disisi lainnya, ada beberapa yang tengah meminum dan memesan minuman Wine.
Di sini Reno tengah mengobrol dengan salah satu Staff Manager disana.
"Bagaimana soal Penjualan Rumah di Proyek di Kota C?"
"Saat ini proses promosi dan periklanan sedang dilakukan, namun ada sedikit masalah,"
"Tentang?"
Manager itu, terlihat bingung ingin menjelaskan bagaimana.
Karena hal ini menyangkut sebuah skandal yang dialami oleh Bos mereka.
Rumor-rumor buruk yang mulai terdengar, apalagi soal Pembagunan Apartemen Mewah di Kota A yang tertunda.
Seolah-olah semua hal buruk menumpuk satu demi satu.
Melihat wajah pucat bawahannya itu, Reno mulai memikirkan kesimpulannya,
"Apakah karena Aku?"
"Itu... Bos...."
Manager itu tidak tahu harus menjawab seperti apa.
Suasana antara dua orang itu terlihat tagang diantara Pesta yang meriah.
Reno juga tidak tahu harus berbuat apa soal skandal itu.
Bagaimana pun juga kejadian itu memang benar terjadi dan dirinya tidak bisa menyangkal soal kejadian masa lalu.
Hal-hal yang sudah terjadi dan hal-hal yang dirinya lakukan di masa lalu tentu saja memiliki akibat dimasa depan, dan inilah akibat yang terjadi.
Disini, Reno sadar akan kesalahannya, dan tidak lagi merasa begitu tertekan ketika semua ini di beritakan lagi.
Dirinya menganggap ini semua adalah karena yang dirinya dapat karena bertindak terlalu jauh di masa lalu.
Lagipula masa lalu tidak bisa dirubah dan tidak ada yang bisa Reno lakukan, hanya harus menunggu sampai rumor ini menghilang.
Semua hal yang viral, nantinya juga akan segera reda, orang-orang akan beralih ke viral lainnya.
Hanya membutuhkan beberapa waktu.
Namun ada sebuah masalah yang harus dirinya selesaikan yaitu, soal Skandal Serra.
__ADS_1
Saat ini anak buahnya tengah menyelidiki namun belum juga menemukan sebuah hasil.
Ketika Reno sedang melamun disana, Veronica mulai mendekatinya.
"Ah, Reno ini sebuah Pesta kenapa masih memikirkan Pekerjaan? Lihat saat ini Pak Manager menjadi tidak nyaman, dia sudah bekerja keras seharian, dan pasti begitu lelah, sekarang ketika dia sudah pulang dan ingin bersantai di pesta ini kamu malah membebani nya,"
"Tidak, ini tidak masalah sama sekali Pak Presdir,"
"Ah begitu, tidak masalah kamu boleh pergi sekarang. kita akan membahas ini lain waktu sebaiknya kamu bersenang-senang bersama yang lain," kata Reno sambil tersenyum, lalu orang itu segera bergabung dengan yang lainnya dan bersantai.
Di sini, Veronica mulai bertanya,
"Kamu tidak ikut dengan mereka?"
"Tidak masalah aku cukup di sini saja."
"Ingin beberapa minuman?"
"Aku sebenarnya sedang tidak ingin minum,"
"Ini Pesta, sesekali kenapa tidak mencobanya? Lihat ini hanya minuman ringan," kata Veronica sambil memberikan segelas minuman pada Reno.
Memikirkan kalau hari ini dirinya harus sedikit bersantai, Reno memutuskan untuk menerima tawaran Veronica.
Saat melihat Reno mulai meminum minuman yang diberikannya, sebuah senyuman licik muncul di wajah Veronica.
####
Malam itu, sudah cukup larut, namun berada di Apartemen sendirian membuat Serra merasa bosan dan lelah.
Lelah karena memikirkan semua hal yang harus dirinya hadapi saat ini.
Reno bilang dirinya harus sedikit bersantai.
Jadi dirinya beristirahat namun bukannya malah santai dirinya malah makin tidak merasa nyaman.
Jadi malam ini, dirinya berniat menyelinap dan mengejutkan Reno.
"Kira-kira apakah, Reno sudah pulang?"
"Ah, dia begitu sibuk sekarang, kecuali malam hari, susah untuk bertemu dengannya,"
Di sana saat keluar dari mobilnya, Serra terlihat ceria.
Dia sudah sampai di Parkiran Apartemen Reno.
Namun siapa yang mengira, ketika Serra sampai disana, dia melihat dua orang tertentu, itu adalah Reno dan Veronica?
Sedang apa mereka?
Dari sana, Serra bisa melihat seolah kedua orang itu sedang berciuman...
Deg
Melihat itu, entah kenapa Serra merasa ada yang tidak beres.
Tunggu....
Ketika Serra sedang berpikir sendiri, tiba-tiba mulutnya di bekap oleh seseorang, dan dia kehilangan kesabarannya.
Reno....
#####
Bersambung
__ADS_1