Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Side Story 3: Pangeran Kesepian dan Tuan Putri Sakit-sakitan


__ADS_3


Ini adalah sebuah Rumah Sakit, seperti dikebayakan Rumah Sakit disini setiap harinya selalu ada Pasien yang datang.


Terkadang, untuk orang yang selalu datang ke Rumah Sakit, bau Rumah Sakit yang Khas ini bisa membuat orang merasa cukup muak.


Namun pada akhirnya, seberapa muak orang-orang ini, mereka mau tidak mau harus tetap rutin ke Rumah Sakit demi kesehatan mereka sendiri.


Seperti seorang gadis tertentu, yang saat ini tengah menjalani Opname di salah satu ruangan di Rumah Sakit itu. Didepannya ada seorang pemuda tertentu yang terlihat sedang berkunjung.


Gadis itu mulai tenggelam dalam pikirannya, dan dia merasa sudah sangat lelah dengan Rumah Sakit, dirinya sudah terlalu sering menginap di Rumah Sakit dari pada dirumahnya sendiri.


Dulu dirinya kira setelah mengikuti 'operasi' dirinya bisa langsung sembuh, namun sayangnya tidak seperti itu, dulu bukan benar-benar operasi itu hanya tranparansi darah saja.


Merry menatap buku ditangannya dengan sedih.


Itu adalah beberapa hari setelah Ujian Masuk Universitas selesai, dirinya bisa mengikuti Ujian itu namun tubuhnya langsung seperti ini setelahnya.


Sebenarnya ada cara lain agar penyakit Anemia Aplastik ini yaitu dengan Tranplantasi sumsum tulang belakang.


Tapi, Merry sendiri sedikit takut dengan resiko atau efek samping sesudahnya, yaitu kemungkinan besar akan susah untuk memiliki anak.


Tentu, sebagai seorang wanita memiliki anak adalah hal yang sangat diinginkan, namun dengan resiko ini setelah menjalani Operasi, Merry pikir nanti tidak akan ada seorang pria yang ingin menikahinya.


Dirinya tidak suka kesepian, dari pada kesepian sampai tua nanti dan sendirian, bukankah lebih baik untuk mengakhiri semua ini sekarang?


"Kamu tidak suka dengan buku yang aku bawa?" Kata pemuda itu.


Merry lalu tersenyum menanggapi kata-kata pemuda itu.


"Tidak, tidak. Aku sangat menyukai buku Novel ini. Ini sebuah buku yang bagus. Terimakasih Alvin untuk memberiku hadiah ini dan terus mengunjungiku,"


"Aku kebetulan tidak memiliki hal-hal yang bisa dilakukan, karena Ujian Masuk Universitas sudah selesai pula."


"Tidak pergi bersama Revan atau Reno?"


"Revan diajak Keluarganya untuk pergi liburan keluarga di Luar Negeri. Sedangkan, Reno.... Saat ini dia terlihat hanya ingin sendiri,"


"Ah, ya pasti sulit untuknya setelah kepergian Ketua Kelas,"


"Ya."


"Jadi kamu benar-benar tidak ada yang dilakukan karena itu kamu kesini? Apakah kamu tidak pergi juga liburan dengan keluargamu?"


Ada keheningan sejenak disana, Merry yang baru saja mengatakan itu barusan langsung menutup mulutnya.


"Ah, maaf.... Aku tidak bermaksud seperti itu."


"Tidak masalah. Lagipula ini sudah bukan rahasia lagi,"


Ya tentu saja Merry tahu soal ini, semua orang di seluruh sekolah juga tahu soal ini.


Tiga Pangeran Sekolah memiliki julukan dan kisahnya sendiri-sendiri.


Jika Reno punya julukan Pangeran Sombong, Sang Tiran Sekolah karena sikapnya yang seperti penguasa sekolah itu dan Revan punya julukan Pangeran Playboy karena dia yang sangat bisa menggoda para gadis dengan berbagai keahliannya dalam bermain musik atau menyanyi.


Dan tentu saja, Alvin juga memiliki julukan sendiri, yaitu Pangeran Penyendiri, karena memang sikapnya yang pendiam, namun selain itu dia juga punya julukan Pangeran Kesepian....


Itu karena sudah sejak masih kecil, Alvin tidak memiliki orang tua, mereka meninggal dalam sebuah kecelakaan, dan Alvin tinggal bersama Kakek Neneknya, dirinya dengar Neneknya sudah meninggal saat Alvin memasuki SMP, dan tahun lalu Kakek Alvin baru saja meninggal.


Alvin hanya tinggal sebatang kara sekarang, tidak lagi memiliki tempat untuk kembali selain teman-temannya. Namun karena sikap Alvin yang memang dingin itu, dia tidak memiliki banyak teman, entah bagaimana dia yang rajin, pendiam dan terlihat kalem itu bisa bersama dengan dua orang pembuat masalah seperti Revan dan Reno,


Pertemanan antar laki-laki memang sedikit aneh.


Tapi ketika Merry mulai memikirkan keadaan Alvin, dia jadi ikut sedih.


Itu pasti sangat sedih untuk sendirian di dunia ini tanpa keluarga yang menjadi tempat bergantung.


Dirinya bisa bertahan selama ini karena Keluarganya yang selalu mendukungnya, Ibu dan Ayahnya yang baik hati, Kakaknya yang selalu menyemangatinya, lalu ada Kakek dan Neneknya yang selalu mengunjunginya. Orang-orang yang sayang padanya.


Merry tidak bisa membayangkan, jika harus sendirian seperti Alvin, pasti sangat berat.


Apakah rasanya sangat kesepian?


"Tenang saja, Alvin. Kamu selalu bisa datang kesini kapanpun, lagipula aku juga bosan. Lagian bisa-bisanya Revan pergi liburan sendirian? Tidakkah dia menyebalkan?"


"Ya, aku akan lebih sering datang kesini," jawab Alvin lagi.


Dan tentu saja itu sebenarnya hanyalah sebuah alasan.


Dirinya sebenarnya juga diajak oleh Revan untuk ikut liburan bersama Keluarganya. Revan sudah seperti saudara untuknya sejak kecil, dan Keluarga Revan yang selalu baik padanya sejak kecil sudah menggagap dirinya sebagai Keluarga mereka sendiri.


Ini hanya karena dia ingin lebih menghabiskan lebih banyak waktu dengan Merry dan mencoba lebih dekat dengannya.


Memang ada banyak rasa kesepian didalam hatinya.


Dirinya selalu sedikit iri dengan orang-orang lainnya yang memiliki keluarga lengkap, namun dari kecil dirinya tidak pernah kekurangan kasih sayang dari Kakek dan Neneknya itu.


Juga hari ketika dirinya bertemu dengan Revan kecil yang begitu konyol itu, tidak pernah membuat hari-harinya sepi, juga hari bertemu saingan seperti Reno dulu.


Namun memang sejak Kakek dan Neneknya pergi, rasa kesepian itu perlahan lebih banyak muncul.


Banyak hal yang sudah meninggalkan dirinya dari pada yang masih bersamanya.

__ADS_1


Hari-hari ketika dirinya melihat kedua orangtuanya pergi, saat itu dirinya masih berumur lima tahun, dan ikut dalam kecelakaan itu, namun Ibunya menyelamatkan nyawanya dengan mengorbankan dirinya.


Hari ketika Neneknya menghembuskan nafas terakhirnya, itu juga didepan Alvin saat dia menjaga Neneknya di Rumah Sakit.


Hari ketika Kakeknya pergi, juga hari yang begitu mirip.


Rasanya seperti hal-hal yang paling berharga untuknya pergi perlahan meninggalkannya sendirian disini.


Rasanya masih sangat sepi....


Dia menatap Merry yang sepertinya mencemaskan sesuatu dari tadi.


"Jadi apa yang kamu pikirkan, Merry?"


"Ah, aku hanya berpikir kalau operasi sangat menakutkan."


"Apa yang kamu takutkan? Kamu harus mengikuti Operasi itu agar bisa sembuh. Kemungkinan berhasilnya sudah cukup tinggi dengan teknologi yang kita miliki sekarang."


"Aku hanya takut dengan efek samping setelah Operasi. Mereka bilang salah satunya kemungkinan aku tidak bisa lagi memiliki seorang anak. Dan jika itu terjadi mungkin tidak akan ada yang mau menikahi ku, dan aku akan menjadi tua dan sendirian... Sangat sepi... Jadi aku pikir bukankah lebih baik tidak mengikuti Operasi...."


Namun sebelum Merry menyelesaikan kata-katanya, mulutnya ditutup oleh tangan Alvin.


"Mencoba membicarakan hal-hal omong kosong. Hidupmu jelaslah yang paling penting. Kenapa kamu mulai memikirkan hal-hal yang tidak penting seperti itu?"


"Kamu tidak mengerti, Alvin. Untuk menjadi seorang wanita yang tidak sempurna.... Aku...."


"Sudah aku bilang jangan bicara omong kosong. Jangan pernah berpikir untuk pergi seperti itu, kamu paham? Dalam hidupku aku sudah melihat terlalu banyak orang pergi meninggalkanku...."


"Tapi...."


"Apa? Jika kamu bilang sekali lagi seperti tidak akan ada yang akan menikahimu, itu hanya omong kosong. Jika memang seperti itu nantinya, hal-hal dan efek sampingnya, dan tidak ada yang akan menikahimu lagi, aku tidak keberatan untuk menikah dengan mu. Jadi ikutilah Operasinya dan sembuhlah oke?"


Merry masih tidak bisa percaya apa yang barusan dirinya dengar, mungkin dirinya salah dengar.


"Apa barusan yang kamu katakan?"


"Aku tahu, Merry kamu hampir memiliki ingatan Fotografis dan tidak akan pernah melupakan hal-hal yang kamu lihat atau dengar, jadi kamu pasti mengigat dengan baik apa yang aku katakan barusan."


"Aku bisa saja salah dengar?"


"Kamu tidak salah dengar."


"Alvin!! Apa maksudmu?"


"Itu benar-benar sesuai yang barusan aku katakan tadi. Jika memang tidak ada yang mau menikahimu, maka akulah yang akan melakukannya. Jadi ikutilah Operasinyan oke?" Kata Alvin lalu sambil berjalan pergi dari tempat itu, membuat Merry disana binggung dan syok.


"Hey!! Alvin! Jangan pergi! Aku masih belum mengerti apa yang kamu katakan!"


Alvin yang sudah berada diujung pintu kamar mau keluar, tertawa mendengar ini, lalu berkata,


"Alvin!! Kamu jangan bicara sembarangan!! Aku masihlah pintar!"


"Bahkan walaupun setelah Operasi nanti kamu jadi bodoh, dan membuat lebih banyak pria tidak ingin menikah denganmu, aku masih akan tetap ingin menikah denganmu!"


"Alvin!! Aku bilang itu tidak akan!! Dan siapa bilang aku ingin menikah denganmu?"


"Walaupun kamu tidak ingin, aku akan membuatmu ingin menikah denganku. Lagipula tidak akan ada orang yang bersaing denganku nantinya. Aku sudah belajar dari seseorang yang begitu tangguh untuk mengejar cinta seseorang dengan begitu berani walaupun sudah ditolak, jadi aku akan melakukannya juga."


"Alvin!! Apa maksudmu aku akan jadi tidak laku? Dan ada apa dengan contoh barusan itu? Apakah kamu membicarakan aku?"


"Bukankan itu yang kamu katakan barusan? Jika kamu jadi tidak laku lagi? Dan bukankah contoh itu terlihat jelas? Aku benar-benar masih ingat saat pertama kali kamu ditolak oleh Reno saat kita kelas dua dulu....."


Flashback


Ini adalah kejadian setelah Merry pindah ke Sekolah milik Keluarga Wilson, yaitu pada saat tahun ajaran baru kelas dua.


Kedatangannya membuat heboh seluruh sekolah, terutama karena seberapa cantiknya Merry, juga rumor soal nilai ujian miliknya yang sempurna.


Sangat cantik tanpa celah, kulit putih yang lembut dan halus, pintar, dan kaya, benar-benar terlihat seperti seorang Dewi kecantikan yang turun dari langit.


Namun suatu hari, ditengah kantin, gadis yang dirumorkan itu tiba-tiba menyatakan cintanya pada Sang Tiran Sekolah mereka.


"Aku menyukaimu, apakah kamu ingin menjadi Kekasihku?"


"Aku sedang tidak ingin berkencan." Itu adalah jawaban yang dingin dari Reno pada Merry.


Reno dengan dingin pergi meninggalkan Merry bersama rombongannya.


Dan itu adalah pertama kalinya Alvin melihat kearah Merry.


Itu bukan cinta pada pandangan pertama, itu hanya pertemuan yang aneh dengan gadis aneh yang tiba-tiba menyatakan cintanya pada Reno padahal sepertinya mereka belum pernah bertemu sebelumnya?


Namun setelah penolakan itu, Merry tetap masih mencoba mendekati Reno, mulai menawarkan banyak hal mulai makanan favoritnya, minuman, dan sangat suka menempel pada Reno walaupun jelas-jelas Reno tolak.


Suatu hari, setelah penolakan kesekian kalinya, Alvin yang penasaran pada gadis itu lalu bertanya,


"Kamu sudah ditolak berkali-kali, kenapa tidak menyerah saja?"


"Bagaimana bisa aku menyerah? Jika aku berusaha lebih keras pasti aku nanti akan mendapatkan hatinya!"


"Ada hal-hal didunia ini yang tidak bisa kamu dapatkan,"


"Jadi apakah itu alasan untuk aku menyerah? Tentu saja tidak!! Aku akan berusaha mendapatkan apa yang aku mau!" Kata gadis itu yang terlihat sangat ceria dan bersemangat.

__ADS_1


Itu masihlah hari-hari pengejaran yah tidak ada selesai karena sikap keras kepala Merry.


Entah kenapa melihat gadis itu yang selalu bersemangat itu membuat hati Alvin sedikit bergetar.


Suatu hari, tidak sengaja Alvin melihat gadis itu menjatuhkan banyak obat dari tas miliknya, saat itu kebetulan Alvin membantu Merry membereskannya, namun terlihat Merry segera menyembunyikan obat-obatannya itu.


Alvin yang penasaran, mencari tahu hal itu, dan akhirnya tahu kalau Merry menderita penyakit yang cukup parah.


Mulai dari sini, kadang Alvil akan menatap gadis itu diam-diam.


Melihat gadis itu yang masih terlihat begitu hidup, ceria dan bersemangat walaupun dia meminum banyak obat setiap hari, membuat debaran jantungnya lebih berdebar.


Dan tanpa sadar, tidak bisa lagi mengalihkan pandangannya dari gadis itu.


Walaupun gadis itu menyukai orang lain, dan sepertinya tidak akan ada kesempatan untuk dirinya.....


Namun....


Jika sabar menunggu pasti nanti akan ada saatnya.....


Karena dirinya tahu kalau temannya Reno ini sudah sangat mencintai orang lain.


Flashback END


...####...


Jadi untuk Alvin, melihat gadis yang begitu ceria dan selalu bersemangat hidup itu tiba-tiba ingin menyerah, membuat hati Alvin sangat sakit, namun dirinya percaya pada gadis itu.


Dirinya tahu kalau Merry bukan tipe yang akan gampang menyerah oelu hal-hal seperti itu.


Dan itulah bagaimana akhirnya, Merry mengikuti Operasinya, dan semua berjalan dengan sukses.


Walaupun efek sampingnya tidak terlihat, Merry masih harus berada di Rumah Sakit untuk masa penyembuhan yang cukup memakan waktu.


Setelah Operasi, saat Alvin berkunjung, Merry langsung memeluknya lalu berkata,


"Terimakasih telah memberiku keberanian....."


"Terimakasih telah mau sembuh untukku. Jadi sudah kamu pertimbangan untuk menjadi Istriku?" Goda Alvin setelahnya.


"Alvin!! Kamu sekarang sudah benar-benar pintar mengoda! Lagi pula ini bukan untukmu. Masih banyak hal yang ingin aku lakukan,"


"Bukankah itu untuk bertemu dengan seorang Pangeran yang menyukaimu? Mungin saja itu adalah aku."


"Jangan terlalu berharap!"


"Jadi bagian mana dariku yang tidak kamu suka, Merry? Bukankah aku tampan, pintar dan kaya?"


"Kenapa kamu jadi banyak omong dan begitulah narsis seperti Revan?"


"Mungkin karena aku sudah begitu lama kenal dengan orang itu dan membuatku sedikit terinfeksi,"


Lalu keduanya mulai tertawa bersama.


Merry tidak Kuliah selama satu tahun.


Ketika Merry berada di Rumah Sakit setelah Operasi, Alvin masih akan sering mengunjungi gadis itu.


Walaupun terlihat Merry belum memiliki beberapa perasaan padanya, namun itu tidak membuat dirinya menyerah.


Memang ada cinta yang tidak bisa dipaksakan, namun kadang rasa cinta bisa tumbuh karena terbiasa.


Lagipula, Alvin tahu jika saat ini hati Merry tengah kosong, dia sudah mencoba move on dari Reno.


Dan memanfaatkan kekosongan ini adalah hal yang Alvin lakukan.


Waktu masih banyak karena Merry sudah sembuh....


Pasti akan ada saat dimana perasaannya akan sampai pada gadis itu.


...####...


...Akhir Side Story 3...


...####...


Catatan Penulis: Semua pasangan ini punya julukan masing-masing.


*Peter Pan dan Cinderellanya (Revan dan Nana)


*Pangeran Kesepian dan Tuan Putri Sakit-sakitan (Alvin dan Merry)


Jadi bagaimana dengan Reno dan Serra?


Jawaban sudah ada di Part 1 Cerita ini,


Ini adalah 'Pangeran Sombong dan Ketua Kelas'


Dan nanti di Season Baru, kemungkinan Besok akan rilis, Reno dan Serra akan memiliki julukan baru. 😆😆😆😆


Nantikanlah,


~27/11/2021~

__ADS_1




__ADS_2