Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Season 2 Part 2: Presder Cantik dan Dingin


__ADS_3


Hari sudah menjelang cukup siang, saat ini sudah sekitar jam 10.


Di depan Gedung PT Antlantis City, terlihat ada segerombolan orang yang sudah berjejer didepan gedung, terlihat mereka sedang menunggu seseorang.


Benar, mereka tengah menunggu Calon Presder mereka, mereka dengar Prender baru mereka merupakan pindahan dari Kantor Pusat di Negara K, adik dari CEO dari Kantor Pusat mereka, Putri Keluarga Lee, Putri dari CEO Kantor Pusat Perusahaan Keluarga Lee di Negara ini.


Mereka dengar Presdir baru mereka sangat cantik dan hebat. Prestasinya yang ditujukan di Negara K berkolaborasi dengan Sang Jenius Penerus Keluarga Lee, membuat penghasilan Perusahaan meningkatkan setiap tahunnya.


Walaupun mereka dengar juga itu hanya karena kehebatan Kakaknya saja dan Sang Adik hanya ikut tenar.


Lagipula, gosip soal seberapa hebat dan Jeniusnya Johan Lee tidak perlu dipertanyakan lagi, sudah dari kecil dengan nilai yang selalu sempurna, memiliki banyak bakat, lulus sekolah lebih awal, dan sudah mulai mengurus Perusahaan dan menjadi CEO sejak Usia 20 tahun.


Juga dengan berbagai Penghargaan yang dia dapatkan tidak hanya Penghargaan Nasional di Negara K, namun juga di taraf Internasional.


Seorang Jenius yang tidak tertandingi.


Itulah calon penerus Keluarga Lee yang sekarang.


Jadi tentu saja, ketika mereka dengar adik dari Sang Penerus Legendaris ini akan menjadi Presdir baru mereka, mereka cukup senang.


Walaupun dia tidak akan bisa sehebat Kakaknya, mungkin dia memiliki beberapa hal yang cukup hebat seperti Kakaknya.


Ya begitulah, rumor beredar soal calon Presder Baru PT Antlantis City, yaitu Serra Lee.


Keberadaan Serra Lee dikenal hanya sebatas adik dari Johan Lee, seberapa banyak prestasi yang dia miliki, itu akan selalu dibandingkan dengan Johan Lee.


Tidak pernah bisa lepas dari bayang-bayang Sang Kakak.


Jika dia memiliki sebuah Prestasi, orang-orang hanya akan berpikir, itu sudah di duga dari Adik Johan Lee, juga Putri Keluarga Lee.


Jika dia melakukan kesalahan, orang-orang hanya akan berpikir, Ah dia tidak sehebat Sang Kakak, Sang Kakak bisa ini, bisa itu dan sebagainya.


Namun mendapatkan perlakuan seperti itu selama bertahun-tahun membuat gadis itu menjadi kebal dan terbiasa.


Ketika akhirnya, mobil yang mereka nantikan tiba, dan pengawal yang sudah bersiap didepan gerbang membuka pintu mobil itu.


Dari sana terlihat seorang wanita cantik dengan baju formal khas wanita, yang terlihat elegan saat dipakai wanita itu.


Ketika dia mulai turun dari mobilnya, setelah sampai di gedung perusahaan PT Antlantis City.

__ADS_1


Dia hanya menundukkan kepalanya, tidak menyapa lebih dalam pada bawahan, seolah dia sudah membaca pikiran orang-orang, tentang dirinya yang tidak sehebat dan sebaik Johan Lee.


Ekpersi yang begitu dingin akan selalu muncul diwajah cantiknya, memancarkan Aura yang sangat sulit didekati.


Kecantikan lembut tanpa ekpersi, yang tidak pernah menunjukkan senyumanya, Presder Baru mereka Serra Lee.


Dan disampingnya, ada seorang pemuda yang cukup tampan, dengan ekspresi dingin yang sama yang ditujukan oleh gadis itu.


Mereka melewati lobby depan bersama rombongannya, dan disambut oleh beberapa pegawai disana, namun sapaan itu tidak dibalas, hanya kedua orang itu langsung menuju lift tanpa berkata apapun.


#####


Malam hari sudah tiba, saat ini ditengah sebuah rumah mewah, terlihat sedang memasuki ruang makan adalah seorang gadis dengan gaun mewah kombinasi berwarna biru muda dan putih, dengan set perhiasan mewah yang cocok dengan gaun yang dipakainya.


Juga sebuah jepit rambut mewah berwarna putih yang terlihat mencolok dirambut hitamnya itu.


"Selamat Malam, Kakek." Sapa Serra pada laki-laki tua yang sudah berada didalam ruangan itu sebelumnya.


"Sudah lama kita tidak bertemu, Serra." Jawab Lelaki tua itu dengan nada dingin.


"Bagaimana kabar Kakek?" Tanya Serra sekedar basa-basi.


Dan begitulah percakapan basa-basi mereka berakhir, lalu Sang Kakek mulai membicarakan pokok bahasan malam ini.


"Aku sudah menempatkanmu untuk mengurus salah satu Perusahaan Cabang kita disini. Aku sudah mendengar pencapaianmu dari Kakakmu dan atas Rekomendasinya, kamu bisa mencoba menjalankan Perusahaan itu, aku harap kamu tidak mengecewakanku, dan akan bisa mendapatkan penawaran pada proyek Pembangunan Apartemen Mewah di Kota A."


Ya, begitulah hal yang akan selalu Serra dengar dari Kakeknya, 'Permintaan Kakaknya', 'Rekomendasi Johan,' dan lain sebagainya, atas dasar hal-hal inilah keberadaannya dianggap.


Tidak pernah berubah untuk dua puluh lima tahun belakangan.


"Baik, Kakek. Aku akan menjalankan sesuai perintah, Kakek dan tidak akan mengecewakanmu."


"Hari ini ada pesta penting menyambut tamu dari Kota A. Aku harap kamu bisa menggantikan Kakek untuk hadir dalam acara itu."


"Baik, Kakek. Aku mengerti."


"Juga ada hal lain yang akan aku katakan padamu."


"Apa itu?"


"Ini soal Perjodohanmu....."

__ADS_1


Namum belum selesai Kakek Serra berbicara, tiba-tiba ada seseorang yang menerobos masuk kedalam ruangan itu.


Itu adalah seorang gadis yang memiliki wajah cukup cantik, namun terlihat ekpersi marah yang jelas dari wajahnya.


"Kakek! Kakek bisa jelaskan hal ini padaku? Bukankah Kakek sudah bilang akan membuatku yang mengambil alih PT Antlantis City? Kenapa malah Serra yang menjadi Presder disana?" Kata gadis itu dengan marah.


"Kamu masih kurang mampu untuk itu." Kata Andrew Lee dengan nada dingin pada cucunya yang satu lagi.


"Aku sudah menyelesaikan semua yang Kakek perintahkan. Untuk mengurus ini dan itu, bahkan berkat pertunanganku, kerja sama Perusahaan kita dengan Kota B menjadi lebih baik. Kenapa Kakek lebih memilih orang ini yang bahkan selama tujuh tahun tidak pulang kesini?" Kata Serrly Lee dengan penuh emosi.


"Ini adalah Proyek Penting. Johan yang sudah bilang kalau Serra akan mampu menangani ini."


"Kakek!!! Kakek sudah berjanji padaku!!"


"Kapan aku berjanji padamu? Lihat kelakukanmu yang masih kekanak-kanakan dan penuh emosi ini? Bagaimana kamu akan mengatur sebuah Perusahaan?"


Itu adalah perdebatan yang cukup panjang.


Serra hanya menatap mereka berdua tanpa ekpersi.


Bahkan walaupun Serrly mulai menyingung dirinya.


Apa gunanya ini?


Sangat melelahkan, untuk berada disini.


"Maaf, Kakek. Aku rasa aku sebaiknya segera pergi. Acara Pesta itu mungkin sudah akan dimulai." Kata Serra dengan tenang.


"Tunggu!! Aku belum selesai denganmu, Serra!!" Kata Serrly sambil menunjuk kearah Serra.


"Serrly, selesaikan ini denganku, dan biarkan Serra pergi!"


"Tapi Kakek...."


"Diam! Atau kamu benar-benar tidak akan mendapatkan posisi apapun!"


Serra menutup pintu ruangan itu, sampai akhirnya suara-suara berisik itu hilang, dan merasa lega.



__ADS_1


__ADS_2