Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Season 2 Part 50: Keputusasaan


__ADS_3

Kecelakaan itu berlangsung dengan sangat cepat, Sebuah Mobil menabrak tiang pembatas jalan.


Tapi untungnya, tabrakan itu tidak terlalu parah, berkat pengemudi cukup sigap.


Tapi tetap saja, imbas dari Kecelakaan itu sangat fatal.


Dua orang yang berada di mobil luka parah.


Darah ada dimana-mana.


Hal terakhir yang bisa Serra lihat adalah Reno disampingnya yang berlumuran darah, yang saat ini sudah tidak sadarkan diri.


Serra juga merasakan bagian perutnya sangat menyakitikan, seperti tertusuk sesuatu.


"Re... Reno...."


Dan begitulah, kesadaran gadis itu mulai hilang.


####


Ketika Serra sadar dari pingsannya, entah berapa hari telah berlalu.


Dirinya berada di ruangan serba putih, aroma dari Rumah Sakit terlihat.


Ketika Serra membuka matanya, dia melihat Kakaknya berada disampingnya.


"Kak... Kak Johan...."


Di sana, Serra bisa melihat wajah Kakaknya yang terlihat sangat pucat, dan ekpersi seolah-olah sudah menangis cukup lama.


"Serra? Kamu sudah sadar? Maafkan Kakak yang telat untuk tahu hal-hal yang menimpamu," Kata Johan dengan cemas.


"Tidak Kak.... Kakak tidak salah,"


Serra mencoba bangun, namun masih merasakan sakit di bagian bawah perutnya.


"Berbaringlah dulu, jangan banyak bergerak, kamu baru saja Operasi."


"Operasi?"


Disini, Johan yang mengigat Operasi itu menjadi pucat.


Bagaimana dirinya harus menjelaskan ini pada Serra?


Bahwa Operasi yang di alaminya itu akan merenggut hal yang berharga bagi Serra...


Kemungkinan bisa membuat Serra tidak lagi....


Namun saat itu dirinya tidak memiliki pilihan, karena nyawa Serra sedang dipertaruhkan.


Namun bayarannya benar-benar sangat mahal.

__ADS_1


Jika Serra tahu....


"Serra... Itu...."


Namun sepertinya ucapan Johan dipotong oleh Serra.


"Kak.... Ba... Bagaimana dengan, Reno?"


Mendengar pertanyaan Serra, sekali lagi Johan terdiam.


Dirinya tidak tahu juga bagaimana cara menjelaskan ini pada Serra.


"Untuk saat ini sebaiknya kamu fokus pada penyembuhanmu dulu, jangan pikirkan apapun."


Mendengar Kakak nya tidak menjawab pertanyaannya soal, Reno jelas membuat Serra semakin cemas.


Reno....


Ada apa dengan Reno....


"Kak... Bagaimanapun dengan Reno Kak?"


Disini, sebenarnya Johan ingin marah pada Reno, namun mengingat semua kejadian ini, dirinya tidak mau adiknya Serra bertambah sedih, apalagi saat ini kondisi Reno.....


"Serra, dengarkan baik-baik, saat ini Reno masih di ICU dan masih belum sadar. Dokter bilang saat ini dia memasuki keadaan Koma berkat benturan di kepalanya yang begitu keras.... Kalian sudah di Rumah Sakit selama satu Minggu ini, kamu akhirnya bisa sadar namun Reno belum."


Disini, Serra lalu menangis, dia hanya bisa menagis memikirkan keadaan Reno.


Kenapa hal-hal ini terjadi padanya dan Reno?


Rasanya hanya hal-hal buruk yang terjadi.


Padahal rasanya baru saja dirinya lepas dari hal buruk, namun sekarang sudah terjadi hal-hal seperti ini....


"Tenangkan dirimu, Serra. Kamu masih belum pulih."


"Dimana Reno, Kak?"


"Serra, tolong jangan bergerak dulu, kamu masih belum sembuh benar efek dari Operasi...."


"Tapi aku ingin melihat Reno..."


"Serra, dengarkan Kakak. Apa yang kamu bisa lakukan jika kamu kesana sekarang?"


Disini, Serra terdiam dan tidak bisaa menjawab.


Johan kembali berbicara,


"Kamu hanya akan membuat kondisi mu sendiri menjadi buruk, dan lagi saat ini Reno bersama dengan Keluarganya... Ini akan sedikit menjadi masalah jika kamu kesana, dan pikirkan dengan baik, bagaimana kalau kondisi mu memburuk? Jika nanti Reno sadar dan tahu kondisi mu memburuk, pikirkan saja tentang perasaan nya nanti,"


Ucapan dari Kakaknya cukup masuk akal.

__ADS_1


Saat ini dirinya tidak bisa berbuat apa-apa pada Reno, namun tetap saja...


"Tapi aku ingin bertemu dengan Reno...."


"Kakak akan coba pikirkan caranya, namun sekarang yang paling penting kamu harus memulihkan diri dulu!"


"Kakak kamu... Apakah Kakak Akhirnya...."


"Ini salahku kenapa tidak menyadari semua ini dari awal. Aku berhutang banyak pada Reno, dia yang yakin jika kamu tidak melakukan hal-hal yang diberitakan, dia sempat mengirimkan laporannya padaku, juga dialah yang menyelamatkanmu dari Penculikan itu. Ini salahku kenapa tidak tahu semua ini...."


"Aku tahu posisi, Kakak."


"Maafkan, Kakak Serra...."


Disana, Serra memeluk satu-satunya Kakak yang dirinya miliki itu.


Mereka berpelukan dalam diam.


Walaupun disini, Serra masih merasa perasaan khawatir mengenai kondisi Reno.


####


Disalah satu ruangan ICU, terlihat seorang pemuda tertentu terbaring disalah satu tempat tidur disana, terlihat tertidur begitu tenang, entah kapan akan bangun.


Ada bekas benturan dikepalainya yang masih diperban, terlihat menyakitkan setelah melewati beberapa Operasi.


Namun sayangnya, pemuda itu belum juga sadar.


Dari ruang, kaca disebelah ruangan ICU itu, ada beberapa orang yang menatap dengan cemas.


Ada seorang wanita muda disana, sedang berbicara dengan Seorang lelaki tua.


"Kakek, jelas ini salah Putri Keluarga Lee bernama Serra itu, jika dia tidak mengajak Reno pergi, kejadian tidak akan menjadi seperti ini. Reno tidak akan seperti ini," kata Veronica itu.


"Kamu benar, ini pasti salah gadis itu, demi dia Reno sampai nekat pergi." Kata Kakek Reno dengan marah.


Namun disana ada beberapa orang lain,


"Tuan Allen Wilson, aku rasa jangan langsung menyalahkan gadis bernama Serra itu. Jika saja, anda tidak mengirimkan beberapa orang untuk mengejar Reno, mungkin kejadian ini tidak terjadi padanya," kata seorang lelaki cukup dewasa disana, dia adalah William Smith, Ayah dari Reno.


Kakek Reno yang mendengar perkataan mantap menantunya itu lalu terdiam.


Dia mulai memikirkan, seandainya dirinya tidak membuat orang-orang mengejar Reno.....


"William, dan juga Ayah! Ini buka saatnya saling mengalahkan!! Kita hanya harus memikirkan keadaan Reno sekarang," kata Ellie dengan penuh Emosi, dia terlihat pucat dan matanya lebab, karena habis menagis selama beberapa hari memilikirkan Putra semata wayangnya itu terbaring di Rumah Sakit dan tidak kunjung sadar.


Sekarang orang-orang disana, hanya bisa berdoa, agar pemuda didalam ruangan cepat sadar.


Pemuda yang saat ini masih seperti seorang yang tertidur pulas dengan wajah yang tenang.


####

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2