
Di kamarnya, setelah berbicara dengan Ayahnya, Reno jadi tambah tidak bisa tidur.
Dia dari tadi hanya berguling-guling di tempat tidurnya namun tidak bisa tidur.
Hal-hal baru saja yang dikatakan oleh ayahnya terlalu buru-buru, hingga dirinya tidak tahu harus berkata apa.
Dan membuat dirinya bingung harus ada di pihak siapa.
Urusan orang dewasa benar-benar sangat mamusingkan.
Karena tidak merasa nyaman untuk tidur, Reno memilih untuk keluar dari kamarnya.
Mungkin dirinya akan mencari beberapa udara segar di luar.
Dia segera mengambil jaketnya yang biasa letakkan di gantungan dekat pintu, lalu sekarang keluar dari kamar.
Dari arah lantai dua, tempat Reno berada, dirinya berjalan menuruni tangga yang ada di sebelah timur.
Di bawah tangga dirinya akan langsung bertemu dengan dapur.
Jadi sebelum memutuskan untuk berjalan-jalan di luar, Reno berniat untuk minum coklat hangat terlebih dahulu.
Dia lalu mencari-cari bubuk cokelat yang ada di dapur.
Disini cukup lengkap, ada mesin pembuat kopi, dan set aneka kopi, seperti benar-benar selera Ayahnya.
Setelah membuka beberapa lemari di sana, Reno akhirnya menemukan bubuk coklat yang dia cari.
Tidak berapa lama, ada seseorang yang melewati arah dapur, sepertinya hendak menuju teras di belakang rumah.
Reno menatap gadis itu kaget.
Ternyata Nana sepertinya juga tidak bisa tidur, dan ingin mencair beberapa udara segar juga.
Gadis itu pastilah juga kaget tentang kenyataan jika mereka berdua ternyata adalah saudara tiri.
"Tidak bisa tidur juga?" Tanya Reno pada gadis itu.
Nana hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Mau aku buatkan Coklat hangat?", Tawar Reno hanya untuk basa-basi.
"Aku hanya ingin ke teras belakang mencari beberapa udara segar," jawab Nana.
"Tapi cuaca begitu dingin, pasti lebih nyaman dengan minum beberapa coklat hangat," kaya Reno lagi.
Sejujurnya, dirinya lebih suka minum Kopi, tapi dirinya tidak bisa tidur, kalau minum kopi bukankah malah tambah tidak bisa tidur?
Jadi meminum coklat hangat tanpa gula adalah pilihan yang tepat.
"Boleh," jawab Nana kemudian.
"Ya, kamu bisa menunggu di teras, nanti aku menyusul. Aku kebetulan juga ingin mencari beberapa udara segar,"
"Baiklah," kata Nana, lalu langsung lajut berjalan menuju teras belakang.
Villa ini cukup luas, memiliki halaman belakang yang indah, dengan aneka macam tanaman disana.
Dan dibelakang Villa, ada sebuah teras kecil yang cocok untuk duduk santai menikmati pemandangan disana.
Tentu itu karena disana juga akan terlihat pemandangan dataran bukit-bukit yang terlihat, jika siang hari, itu akan menjadi pemandangan yang menyehatkan mata.
Namun sayang sekali, malam ini gelap, selain tidak ada bulan, bintangpun tutup awan gelap.
Ketika Reno selesai membuat dua gelas coklat hangatnya, dia langsung menuju keteras belakang.
__ADS_1
Saksikan dengan pemandangan gelap gulita yang ada di sana.
Pemandangan yang tidak cukup bagus namun tak bagaimana membuat hati tenang.
Nana duduk di salah satu kursi di sana dengan tenang sambil menatap kearah kejauhan, menatap gelapnya langit gelap.
Ini terlihat seperti suasana yang familiar.
Apakah itu ketika ulang tahun Serra?
Mereka berdua juga menatap langit yang gelap tanpa bulan, namun saat itu ada banyak bintang tidak segelap hari ini.
Reno meletakkan cangkir di meja lalu duduk di kursi yang bersebelahan dengan Nana.
Nana hanya menengok ke arah Reno sebentar, lalu mengucapkan terima kasih.
Setelah itu suasana menjadi canggung dan hening.
Mereka hanya menatap gelapnya malam dengan pikiran mereka sendiri-sendiri.
Sampai angin berhembus menghembuskan angin musim dingin, membuat keduanya merasa bertambah dingin.
Dalam suasana itu, Nana kemudian mulai membuka percakapan.
"Apakah kamu sudah tahu sebelumnya jika kita adalah Saudara Tiri?"
"Ya, aku sudah tahu sebelumnya,"
"Itukah alasan kamu menghindari ku belakangan?"
"Bener sekali,"
"Sejak kapan kamu tahu?"
"Belum lama ini. Apakah kamu ingat ada sebuah kejadian dimana Ibu kamu bertengkar dengan Mamaku dan Ibu Serra di pertemuan orang tua wali tempo hari?"
"Ya, aku ingat dengan baik,"
Reno lalu tertawa setelah mengingat kejadian itu.
"Sepertinya mereka benar-benar memiliki hubungan yang rumit. Namun hari itu aku sempat dengar dari Revan saat dia berbicara dengan Ibu kamu saat mengantarkan dia ke tempat pertemuan, soal bagaimana dia menikah dengan Ayahku,"
"Ah, jadi begitu bagaimana kamu tahu?"
"Benar."
"Kamu terlihat tidak menyukai pernikahan kedua Ayahmu?"
"Bagaimana aku bisa?"
"Kurasa kamu memang memiliki masalah sendiri di bukan?"
"Ya itu benar."
"Tapi takdir bisa begitu aneh, membuat para orang tua kita kembali bertemu, dan membuat aku dan kamu bertemu,"
"Itu benar. Aku tidak akan pernah mengira jika ada siswa pindahan di tahun ketiga, juga bila ternyata siswa pindahan itu adalah saudara tiriku,"
"Pertemuan memang bisa menjadi begitu aneh, dunia terkadang terlihat begitu sempit,"
"Itu benar,"
Setelah berapa percakapan pendek, terjadi keheningan untuk berapa saat.
"Benar tak terduga begitu aneh, sampai membuat semua orang berpikir bila kita, berkencan,"
__ADS_1
"Hanya beberapa gosip omong kosong."
"Tapi bagaimana jika aku benar-benar menyukaimu?" Kata Nana tiba-tiba.
Mendengar pengakuan yang begitu tiba-tiba, membuat Reno terdiam sesaat.
Namun sebelum dia sempat menjawabnya, Nana sudah melajutkan berbicara,
"Aku tahu, kamu sudah menyukai orang lain. Aku hanya ingin mengatakannya. Lagipula mengingat status kita berdua sekarang, hubungan kita terlihat tidak mungkin,"
"Aku minta maaf,"
"Apakah itu, Ketua Kelas? Orang yang kamu suka?"
Reno kit ketika mendengar Nana mengatakan itu.
"Bagaimana kami tahu?"
"Kebetulan aku melihat kalian menuju gedung barat tadi siang, dan aku pikir aku melihat beberapa kesimpulan, dan beberapa pencerahan tentang hal-hal yang terjadi antara kita. Jadi kupikir tujuanmu dari awal adalah untuk Ketua Kelas bukan? Bukan untuk menolongku,"
Reno hanya tersenyum sebagai balasan tidak tahu harus menjawab apalagi karena itu memang hal yang sebenarnya.
Karena dirinya tidak benar-benar orang yang baik, dirinya hanya baik pada Serra.
"Jadi, Ketua Kelas adalah gadis yang juga dibicarakan oleh Ayahmu di meja makan sebelumnya? Seorang gadis yang membuatmu ingin belajar keras dan meningkatkan dirimu sendiri?"
"Begitulah adanya. Aku ingin menjadi seseorang yang layak untuknya,"
"Sekarang aku mengerti kenapa nilai dan rangkingmu meningkatkan pesat belakangan, hingga aku cukup terkejut. Di ujian provinsi, kamu mendapatkan peringkat 20 secara umum di sekolah."
"Sendiri juga cukup kaget dengan peningkatanku."
"Kamu benar-benar hebat dan sangat meningkat,"
"Tentu saja aku harus melakukannya. Kamu lihat bukan hubungan tentang keluargaku dan keluarga Serra yang buruk? Jika aku tidak berusaha, aku takkan pernah bisa mendapatkan Serra,"
"Itu benar-benar terlihat rumit."
"Apakah kamu tahu? Alasan kenapa Serra tidak ke sekolah?"
"Apa?"
"Itu kurang lebih gara-gara aku. Beberapa saat yang lalu kita berdua sempat ketahuan, game begitulah akhirnya bagaimana kita berdua dipisahkan."
"Jadi Ketua Kelas sampai tidak di izinkan keluar rumahnya?"
"Itu benar, memikirkan itu membuatku sangat sedih. aku tahu sebenarnya dia sangat benci terkurung di kamarnya dan tidak bisa ke mana-mana. Ini semua gara-gara aku. Dan aku disini tidak bisa melakukan apapun untuk nya. Hanya belajar dan berjuang meningkatkan diriku sendiri adalah apa yang bisa aku lakukan untuknya. Untuk suatu saat nanti bisa membawa dan membebaskan nya dari keluarganya."
Nana lalu tawa mendengar pernyataan Reno.
"Kamu benar-benar terlihat cukup romantis. Aku jadi sedikit iri pada Ketua Kelas,"
Walaupun sebenarnya hati Nana sakit setelah ditolak, namun dirinya berusaha untuk tegar.
Cinta tidak bisa dipaksakan, dan datang bisa begitu tiba-tiba.
Jadi apa boleh buat?
Tanti sinilah mereka sekarang membicarakan tentang seseorang yang Reno suka.
Dan hubungan mereka dua sebagai saudara tiri.
Hubungan romantis terlihat tidak mungkin bukan?
####
__ADS_1
Bersambung