Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Season 2 Part 17: Rencana Jahat


__ADS_3

Ini adalah hari yang lainnya, dimana cuaca begitu cerah dan indah.


Seperti kebanyakan hari lainnya, pagi ini di depan Gedung PT Wilson Center City, Reno turun dari mobilnya tepat waktu.


Disana, dia disambut oleh beberapa staf disana.


"Selamat datang, Pak Presdir," asap salah satu Staff itu.


"Selamat pagi," balas Reno dengan senyumannya.


Diantara salah satu Staff itu, juga sudah ada Sekertaris Reno yang sudah siap disana.


Setelah mengaguk dan menyapa Merlin, lalu dia mulai bertanya apa Merlin,


"Bagaimana dengan dokumen yang aku minta kemarin?"


"Aku sudah menyiapkannya, tapi...." Kata Merlin agak merasa ragu.


"Kenapa? Apakah ada yang salah?"


"Asisten Anda bilang, dia yang akan menyerahkannya padamu, karena kemarin aku ada beberapa masalah dan harus segera pulang. Jadi dia belum menyerahkannya padamu?"


Mendengar kata 'Asisten' membuat perasaan Reno merasa tidak nyaman.


Benar, Asisten ini adalah seseorang yang disiapkan Kakeknya.


Itu bagus jika dia secakap dan sebaik Merlin dalam menjalankan tugasnya, namun orang yang menjadi Asistennya ini memiliki masalah dengan otaknya.


Lagipula dirinya sudah memiliki Sekertaris yang begitu cakap seperti Merlin kenapa musti ada Asisten segala yang bukannya mempermudah pekerjaannya, malah jadi mempersulit?


Hal-hal yang mudah menjadi berantakan gara-gara asisten barunya ini.


Reno mendercakan lidahnya karena kesal, lalu mulai bertanya,


"Sekarang dimana dia?"


Dengan ekpersi dinginnya itu, Merlin menjawab dengan tenang.


"Belum datang,"


Reno sudah menduga hal ini.


Seorang Asisten Pribadi seharusnya sudah ada di Kantor sebelum dirinya dan sudah menyiapkan hal-hal yang harus disiapkan, juga mengatur jatwal lengkap hari ini.


Namun apa ini?


Asisten itu bahkan belum datang saat ini.


"Sudahlah, kamu siapkan lagi saja dokumennya," kata Reno lagi.


"Baik,"


"Dan apakah kamu sudah membeli Kopi Favoridku?"


"Itu....."


Sebelum ucapan Merlin selesai, Reno sudah tahu jawabannya.


Sejak dirinya memiliki Asisten, hal-hal yang biasanya Merlin kerjakan sudah dilimpahkan pada Asistennya ini.


Lagi-lagi, Reno mendercakan lintahnya karena kesal.

__ADS_1


Ditengah percakapan penting didepan mobil itu, dari sisi kejauhan terlihat seorang gadis sedang berlari dari arah gerbang kantor.


Gadis itu mengenakan pakaian khas kantor yang lengkap, dia berlari terlihat tergesa-gesa. Di tangannya, terlihat satu cup minuman.


Dia berlari dengan sembrono, hingga tidak bisa mengerem ketika bertemu rombongan Reno didepan pintu kantor.


Duakkkk


Sialnya, gadis itu menabrak Reno yang berdiri di sana, hingga minuman yang dibawanya tumpah menumpahi Reno, belum lagi keduanya terjatuh kelantai.


Itu tabrakan yang cukup keras, Reno yang terjauh tiba-tiba itu merasa pantatnya sakit, belum lagi sebuah tubuh yang menimpa dirinya.


Bahkan sebelum, gadis yang menabraknya itu bereaksi, disini Merlin sudah mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu berdiri, lalu juga siap memberikan isyarat pada Staff disana untuk membatu Reno berdiri, kemudian dengan sigap berkata,


"Saya akan segera menyiapkan pakaian cadangan untuk anda,"


Reno tersenyum kecut mendengar kata-kata Merlin.


Dia benar-benar bisa diandalkan, berbeda dengan 'Asisten'nya yang tidak becus ini, lihat sekarang wajahnya yang pucat itu.


Reno juga tidak tahu harus berkata apa lagi.


"M... Maafkan aku, Reno... Eh.. Pak Presder...." Guma gadis itu pelan, terbata-bata dan masih ingin mengatakan beberapa hal lagi, namun Reno segera memberi Isyarat dengan tangannya untuk segera diam.


"Sudahlah, segera ambilkan dokumen yang Merlin berikan padamu kemarin ke Kantorku." Kata Reno lalu masuk ke dalam bersama Merlin, meninggalkan gadis itu diluar yang masih terlihat binggung.


Itu benar, dirinya tidak mau membuat masalah pagi-pagi seperti ini.


Menangapi Veronica Angela hanya membuat dirinya tambah pusing.


Ada hal-hal lebih penting lainnya yang harus diurus daripada memarahi gadis itu.


Nanti biar dirinya menyuruh Merlin untuk mengatasi gadis itu.


Dan di kantor menyangkut Proyek besar pembangunanangunan Apartemen Mewah di Kota A sangat penting.


Proyek yang dirinya dapatkan dengan susah payah, bahkan sampai membuat Serra dalam masalah.


Intinya tentu tahu seberapa pentingnya project ini, yang tahu seberapa pentingnya jika ini sampai gagal.


Walaupun beberapa hari yang lalu, Serra bilang tidak apa-apa, namun tetap saja hal ini membuat dirinya merasa bersalah.


Namun hal-hal sudah terjadi, tidak perlu terlalu disesali.


Hari-hari benar-benar begitu cepat.


Sudah beberapa hari sejak kejadian itu terjadi.


Itu juga sudah beberapa hari sejak dirinya bertemu dengan gadis aneh bernama Veronica Angela ini.


Membayangkan pertemuan pertamanya dengan gaji itu beberapa hari lalu membuat Reno merasa tidak nyaman.


Gadis yang dijodohkan oleh Kakeknya dengannya.


Dia ternyata bukanlah gadis yang seperti yang Reno kira.


Dari sini dirinya sedikit bingung untuk memperlakukan gadis itu.


Walaupun dirinya sudah menegaskan dari awal jika dirinya menolak Perjodohan ini namun sepertinya Gadis itu tidak dalam posisi untuk bisa menolak Perjodohan ini.


Nantinya akan segera membahas hal ini lagi dengan Mamanya, pasti Mamanya akan membelanya.

__ADS_1


Baik lupakan itu untuk nanti, sekarang segera kembali saja bekerja.


Dan lagi, ada hal penting yang sudah dirinya siapkan untuk hari ini.


Ah...


Bertemu dengan Serra lagi...


Tidak sabar untuk menantikannya.


####


Ini adalah di suatu ruangan gelap, disana terlihat seorang gadis yang terlihat angkuh duduk dikursi ruang pribadi dengan angkuh, ditemani oleh Asistennya.


Didepannya, terlihat ada sosok-sosok Pria yang terlihat menyeramkan dan ugal-ugalan, beberapa dari mereka terlihat memiliki tato diwajahnya, yang terlihat sangat tidak cocok dengan suasana tempat itu, walaupun pakaian mereka terlihat berjas hitam rapi.


Walaupun sepertinya di sana ada seorang pria, yang terlihat seperti pemimpin duduk dengan sopan disana.


"Jadi apa tugas yang akan kamu berikan pada kami, Nona Muda?"


"Sabotase Pembagunan Apartemen Mewah di Kota A, buat pemenang proyek yang sekarang cara melakukan pembangunan itu, atau buat kandal apapun yang membuat proses pembangunan itu bermasalah." Kata gadis itu, lalu menyerahkan beberapa dokumen lengkap kerangan Pria didepannya itu.


Pria di depannya itu menerima berkas-berkas itu, lalu memeriksanya sebentar, dan berkata,


"Bagaimana dengan bayarannya?"


"Kalian tenang saja, aku akan mentransfer 30% untuk Uang Mukanya, jika ini berhasil aku akan mentransfer sisanya."


"50% dulu bagaimana? Ini adalah yang cukup sulit, membutuhkan banyak persiapan untuk melaksanakannya."


"40%, ini sudah cukup adil bukan? Lagipula siapa yang tahu kalau ini gagal? Aku yang akan dirugikan."


"Nona meragukan kemampuan kami? Kami sudah cukup lama bekerja untuk Keluarga Lee. Ayahku, berhubungan dengan cukup baik dengan Kakek Nona. Dan kami tak pernah gagal dalam menjalankan tugas,"


Gadis itu menatap tajam orang didepannya,


"Owh? Benarkah itu? Sudah melihat riwayat riwayat masa lalu organisasi kalian. Bukankah dulu Ayahmu pernah gagal untuk membunuh seseorang? Ah siapa itu yang dari Keluarga Wilson beberapa tahun yang lalu,"


"Itu sudah kejadian lebih dari tiga puluh tahun yang lalu, kenapa musti diungkit-ungkit? Lagipula itu bukan aku, tapi Ayahku." Kata orang itu dengan tenang.


"Karena itu hal yang penting, yang membuat situasi jadi seperti ini dan permusuhan panjang dengan Keluarga Wilson. Gara-gara kecerobohan dan membuat semua hal terbongkar, jika ini perbuatan Keluarga kami. Jadi pastikan untuk menghilangkan jejaknya jangan sampai ketahuan, apalagi sampai membawa-bawa nama Keluargaku dalam rencana ini,"


"Aku akan melaksanakannya dengan baik. Bahkan walaupun ketahuan, akan aku pastikan jejaknya akan tersembunyi dengan baik."


"Bagus sekali."


Dan begitulah rapat yang terlihat mengerikan itu berakhir.


Setelah mendiskusikan rencana berbahaya itu, Pria yang ada disana keluar bersama dengan rombongannya.


Sekarang tinggal dua orang dalam ruangan itu.


Gadis itu menghela nafas lega.


"Nona, Serrly apakah ini tidak terlalu berlebihan?" Tanya Asisten laki-laki disana.


"Ini sudah mendapatkan persetujuan dari Kakek. Lagi pula tidak ada cara lain kan?" Kata gadis itu sambil tersenyum jahat.


"Semoga semua berjalan dengan baik," kata pemuda itu.


####

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2