
Flashback
Itu adalah hari yang cerah, termasuk di Sekolah Elite tertentu, banyak siswa yang memenuhi kantin sekolah untuk menikmati makan siang mereka dengan damai.
Namun kedamaian itu berubah saat seorang pemuda tertentu datang kesana mengandeng seorang gadis.
Mereka sungguh-sungguh terkejut melihat Reno mengandeng seorang gadis. Mereka penasaran siapa sebenarnya gadis beruntung itu.
Mereka benar-benar ingin tahu apa yang terjadi, sehingga Reno sepertinya akan segera mengumumkan sesuatu dengan keras.
"Kalian semua harus mendengarkan aku sebentar. Aku memiliki pengumuman penting,"
Melihat Sang Tiran Sekolah mereka berkata begitu, tidak lama kemudian, siswa-siswi disana langsung membuat kerumunan di sekitar Reno, terliha penasaran akan apa yang dikatakan Reno.
"Apakah kalian tahu dengan gadis ini?" Reno menunjuk ke seorang gadis disampingnya.
Penampilannya terlihat biasa sekali tidak cantik menurut mereka, gaya dia juga biasa-biasa saja, dia terlihat menunduk malu sekaligus gugup.
Lalu Reno mulai melanjutkan,
"Coba tebak? Apa yang gadis ini katakan padaku barusan? Dia baru saja mengatakan dia ingin berkencan dengan ku!!! Kalian pasti terkejut bukan? Aku juga sangat terkejut, sungguh gadis yang berani bukan?" Lalu Reno membuka kotak coklat yang barusan gadis itu berikan padanya, lalu menumpahkan seluruh isinya pada kepala gadis itu.
"Tidakkah gadis ini begitu berani? Ya ampun, dengan penampilan seperti ini dia ingin berkencan dengan ku, Seorang Reno Wilson seperti ku? Owh astaga, betapa beraninya!!!" Kata Reno mendramatisasi suasana sambil melihat penampilan gadis itu dari atas kebawah.
Gadis itu masih diam saja membeku, terlalu syok akan apa yang baru saja terjadi.
Reno lalu mengambil poni gadis itu untuk melihat wajahnya lebih dekat.
Ya, seperti yang Reno duga, penampilan gadis itu tidaklah cantik.
"Lihat wajah cupu ini? Owh Astaga dengan tingkat seperti ini dia berani mengajakku berkencan?"
Setelah itu Reno berjalan kesamping lalu mengambil salah satu Jus milik seseorang disana, lalu menyiramkannya pada gadis itu.
"Wow, ini benar-benar cocok untuk nya bukan?" Reno mulai tertawa puas.
Lalu semua orang juga mulai tertawa mengolok-olok gadis itu.
Sebenarnya kejadian Reno membuli seseorang bukan lah hal yang tidak biasa, kebanyakan siswa disini masih satu SMP dengannya jadi mereka cukup familiar dengan tindakannya.
Kisah pernyataan cinta itu berubah menjadi sebuah Tragedi bagi gadis itu.
Setelah hari itu, atas perintah Reno, dia dibully oleh teman sekelasnya, dan dilecehkan setiap harinya. Bahkan sesekali Reno akan melihat pertunjukan itu seolah sedang menikmati sebuah hiburan lucu.
Semua orang disekolah tidak ada yang berani menentang, ini memang gaya Tiran Sekolah mereka.
Jangan berani membuat masalah dengannya, kalau sampai dia menandaimu, hidupmu disekolah tidak akan bisa damai.
Karena semua orang tidak ada yang berani menentangnya, semua orang melakukan pembulian ini.
Gadis itu yang dibully setiap hari, selalu menangis dan sedih.
__ADS_1
Melihat awalnya teman-temannya yang mendukungnya sekarang malah ikutan menjauh darinya.
Sampai suatu hari, ada seseorang dikelasnya yang tidak tahan lagi dengan semua kelakuan teman sekelasnya terutama Reno.
Ini semacam kisah pahlawan menyelamatkan seorang gadis tertentu. Dia berdiri didepan gadis itu saat dia sedang akan disiram dengan air bekas pel.
"Aku tidak tahan lagi!! Bukankah kalian sudah keterlaluan? Apa sebenarnya salah gadis ini? Dia hanya mengungkapkan perasaan!!! Terutama kamu!!! Kamu benar-benar keterlaluan!!" Kata Pemuda itu sambil menunjuk kearah Reno.
Reno yang untuk pertama kalinya merasa tertantang, datang mendekat kearah pemuda itu.
"Kamu berani melawan ku hah?" Kata Reno dengan marah.
"Menurutmu kamu siapa Hah? Hanya karena kamu anak pemilik sekolah kamu bisa berbuat seenakmu? Hah? Apakah ini yang diajarkan oleh orang tua mu? Owh benar-benar Tuan Muda yang begitu tergantung akan kekuasaan orang tuanya, namun tidak bisa apa-apa tanpa mereka, Hah."
Reno lalu memukul pemuda itu dengan keras di pipinya, namun pemuda itu membalas.
Dan terjadilah sebuah perkelahian besar.
Namun pada ahirnya keduanya dipisahkan oleh guru yang bertugas.
Namun ini semua hanyalah awal, pemuda itu sekarang yang menarik dan berani memprovokasi Reno, menjadi target Bully berikutnya.
Namun menghadapi semua bullying Reno dan seluruh sekolah terlihat tidak membuat pemuda itu gencar.
Dia mulai seolah-olah memperlakukan hal-hal bullying itu merupakan hal-hal yang biasa baginya dan sesekali akan mencoba membalas.
Dia sebenarnya adalah murid yang cukup berprestasi, namun latar belakang keluarganya tidak cukup bagus.
Dia yang bahkan berani memprovokasi Reno, tentu saja ini hanya alasan untuk anak-anak kaya ini melampiaskan rasa kesal mereka.
Semakin hari, semua menjadi semakin keterlaluan.
Entah dia sudah lelah, atau memang sudah begitu kesal.
Itu terjadi ditengah jam pelajaran biasa.
Seperti hari-hari yang lain, karena ada masalah dengan seragam sekolahnya karena dirusak, siswa itu masuk ke kelas terlambat.
Namun bahkan walaupun dia terlambat, tidak ada yang memperhatikan ini, bahkan Guru.
Reno yang juga kebetulan satu kelas dengan anak itu, juga hanya sedikit meliriknya dan tertawa mengejek.
Namun entah kenapa pemuda itu anehnya malah tersenyum. Dia berjalan kearah depan, menuju jendela didepan kelas.
Beberapa siswa mulai melihat tingkah anehnya itu. Mereka mulai bertanya-tanya, apa yang akan orang itu lakukan untuk mencoba melawan kali ini?
Melihat pemuda itu masih berani melawan dan bisa bertahan sejauh ini menjadi hiburan tersendiri untuk mereka.
Sampai didepan kelas, Pemuda itu lalu membuka jendela, dan tersenyum kearah seluruh siswa disana.
"Bukankah ini yang kalian mau? Aku akan memberikan apa yang kalian inginkan." Dengan senyum itu dia lalu loncat dari jendela.
Kejadian itu sontak membuat seluruh penghuni kelas syok sekaligus kaget.
Termasuk Reno dan teman-temannya.
__ADS_1
Ini adalah gedung lantai dua.
Falashback END
...####...
Mengingat kejadian itu membuat Reno merinding, dan merasa bersalah.
"Apa aku pantas dimaafkan, Serra?" Tanyanya sambil tetap memeluk Serra mencari penghiburan.
"Tentu saja tidak." Kata gadis itu dengan tenang.
Serra tentu tahu kejadian itu, namun tidak dengan detailnya karena saat itu mereka ada dikelas yang berbeda.
Tapi sejujurnya Serra juga cukup merasa bersalah.
Bersalah karena dirinya sama seperti seluruh penghuni kelas itu, sama seperti seluruh penghuni sekolah.
Tahu pembulian terjadi, namun tidak melakukan apapun.
Hanya menganggap itu hanya permainan anak-anak yang sepele namun sebenarnya memiliki efek yang begitu serius. Lalu gadis itu kembali berkata,
"Kita semua tidak pantas untuk dimaafkan."
Reno tidak mengatakan apa-apa lagi.
Dulu dirinya masih begitu kekanak-kanakan dan melampiaskan hal-hal buruk yang terjadi di keluarganya ke orang-orang yang tidak ada hubungannya.
Melampiaskan rasa kesal dan frustasinya untuk hal-hal tidak berguna, dan menyakiti orang lain.
Keluarganya begitu berantakan, namun itu bukan pembenaran atas tindakannya.
Setelah kejadian itu, Reno sadar, melampiaskan hal-hal seperti ini pada orang lain, dan membuat mereka setidaknya ikut merasakan hal-hal menyakitkan bukanlah jawaban.
Tapi sepertinya sebuah pepatah, ketika kamu menyadarinya, itu sudah terlambat.
Itu sudah tidak lagi bisa dimaafkan.
Senyuman yang Reno lihat diwajah Farel hari itu, selalu menghantuinya.
Untuk beberapa alasan, Reno seakan bisa menebak arti senyuman itu.
Mungkin pemuda itu juga memiliki masalahnya sendiri dirumahnya. Namun di sekolah juga bermasalah.
Tidak ada tempat untuk pulang.
Seolah mengatakan, mungkin ini adalah akhir yang indah.
Merasa lega karena bisa bebas.
Namun kenyataannya, pemuda itu tidak pernah mendapatkan kedamaian yang dia inginkan.
Dia sampai saat ini, masih di rumah sakit, di ICU dalam keadaan koma.
Tidur panjang, dan tidak akan pernah tahu kapan dia akan terbangun lagi.
__ADS_1
Seakan-akan tidak mendapatkan kedamaian yang dia inginkan.