
Hari ini cuaca cerah, langit berwarna biru, hanya ada sedikit awan di langit.
Jam sudah menunjukkan pukul 10.00, jadi cahaya matahari mulai panas menyengat.
Cuaca terlihat sangat panas, namun di salah satu lapangan basket tertentu terlihat suatu pertandingan basket.
Walaupun cuaca panas orang-orang yang berada di lapangan terlihat masih semangat memainkan permainan bola basket itu.
Di lapangan terlihat banyak siswi-siswi kerumunan.
Pasalnya karena yang bertanding permainan bola basket adalah pangeran sekolah mereka.
Oh lihat betapa tempan dan kerennya ketika Sang Tiran Sekolah mereka melakukan lemparan tiga poin ke ring.
Wajah tampan dan senyumnya yang bersemangat ketika dia berada mendapatkan poin, membuat para gadis-gadis ini terpukau.
Lihat, tangan putih yang mulus itu, dan otot-otot yang ada disana, seragam basket yang sedikit terbuka dan menunjukan begitu banyak kulit, membuat beberapa gadis hampir mimisan saking terpukaunya, ditambah suasana yang begitu panas.
Namun sayang sekali pertandingan telah berakhir, lemparan Reno barusan mengakhiri jalannya pertandingan hari ini.
Kebetulan ini hanya permainan olahraga, kelas 3A1 sedang pembelajaran olahraga.
Hanya permainan ringan untuk membuang uang waktu.
Tapi itu tidak membuat antusias para gadis baju ini memudar.
Pasalnya, sejak Reno dan teman-temannya memasuki kelas 3, mereka keluar dari Klub Basket dan tidak bermain Basket lagi.
Karena fokus kelas tiga adalah belajar.
Jadi untuk murid-murid kelas 3 dilarang untuk ikut organisasi apapun ataupun klub apapun.
Di sisi lain di lapangan basket, Reno lihat sangat kepanasan.
Sungguh cuaca hari ini bener-bener panas.
Dirinya sudah lama tidak bertemu di bawah sinar matahari seperti ini.
Biasanya dirinya bermain basket di arena tertutup.
Apalagi karena sibuk belajar, dia jadi jarang berolahraga di luar.
Setelah menyelesaikan pertandingan dirinya segera pergi ke tepi lapangan mencari tempat yang teduh di sana.
Lalu dia duduk di salah satu tribun penonton yang cukup teduh.
Sedangkan teman-temannya yang lain masih terlihat antusias bermain-main dan membuat lelucon dengan bola di lapangan, juga ada beberapa yang masih terlihat unjuk gigi dengan kemampuan bermain basket nya.
Cuaca yang panas membuat Reno sangat haus.
Sangat nikmat jika dia bisa minum minuman dingin di cuaca yang seperti ini.
Namun sayang sekali dirinya tidak membawa minum.
Dan terlalu males untuk pergi ke kantin membeli minuman.
Ketika Reno masih terlihat lelah di sana tiba-tiba ada sebuah minuman dingin menempel di pipinya.
Ini adalah adegan yang familiar.
Biasanya sih saat-saat seperti ini, dirinya masih kelas 2 dulu, Serra akan memberinya minuman dingin.
Karena sera selalu tahu kalau reno terlalu males untuk membawa minuman atau membeli minuman di kantin.
Namum sepintas ketika Reno memalingkan wajahnya melihat orang yang memberikannya minum itu, iya hampir saja menyebut nama Ketua Kelas.
Yang tentu saja itu bukan Ketua Kelasnya, Serra.
__ADS_1
Karena gadis itu sudah tidak ada di sini lagi.
"Kamu tidak perlu repot-repot, Merry," kata Reno dengan nada dingin lihat reno tidak berniat mengambil minuman yang diberikan oleh Merry.
Untuk membuat wajah Merry menjadi cemberut.
"Bukankah kamu haus dan kepanasan? Kenapa kamu tidak mau menerima minuman ini?"
"Aku hanya tidak ingin membuat kamu salah paham, dan memberimu beberapa harapan. Ini benar-benar sudah jelas jika aku menolakmu, di berhentilah berharap padaku,"
"Baiklah aku akan mengerti, ini hanyalah saat-saat terakhir kita. Sebentar lagi Ujian Kelulusan, mungkin setelah itu kita tidak akan bertemu lagi, jadi aku hanya ingin untuk sesaat bisa menghabiskan waktu dengamu," kata Merry kemudian.
"Jangan bicara omong kosong, bukankah kita masih akan bertemu di Universitas? Kupikir bukankah kamu juga ingin masuk Universitas X? Atau kamu malah ingin masuk Universitas A? Bagaimanapun juga itu adalah dua Universitas favorid dan jaraknya cukup berdekatan, dengan nilaimu, kamu bisa diterima di mana saja."
Namun Merry hanya memberikan senyum misteriusnya sambil berkata,
"Hmm? Entahlah? Apakah aku akan bisa masuk Universitas nantinya,"
"Dengan nilaimu, jika kamu tidak diterima masuk Universitas, bagaimana dengan aku? Kamu tidak lihat nilaiku?" Kata Reno dengan nada aneh, ya jujur dia sangat iri dengan nilai Merry, jika dirinya bisa mendapatkan nilai setinggi itu, bukankah hal-hal akan lebih mudah untuknya?
"Ini bukan masalah itu, hanya saja.... Sudahlah aku tidak ingin membicarakannya. Jadi terima saja minuman ini, dan aku akan pergi," kata Merry, sambil menyerahkan minuman itu.
Namun sekali lagi, Reno masih menolaknya.
Merry hanya tersenyum, lalu berkata,
"Kamu masih begitu keras kepala," kata Merry sambil tertawa.
"Aku memang seperti ini dari dulu,"
"Benar, kamu memang selalu menjadi keras kepala, namun selalu terlihat sangat manis, sama ketika kamu masih kecil,"
Mendengar ini ini benar-benar terasa seperti kata-kata yang familiar.
Bagian mana dari nya yang manis?
Ketika dirinya masih kecil?
Kalau diingat lagi, dirinya saat masih kecil memang benar-benar terlihat seperti itu.
Bener-bener sangat memalukan ketika dirinya masih kecil.
Jadi apakah dirinya dan Serra pernah bertemu sebelumnya ketika mereka masih kecil?
Tunggu dulu, seperti ada yang salah.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya ketika kita masih kecil?"
"Iya, tapi mungkin kamu tidak ingat," kata Merry lalu mengambil kembali minuman dingin itu, dan hendak pergi.
"Hey, aku belum selesai bertanya," kata Reno dengan nada penasaran.
Dari kejauhan, Reno bisa mendengar ketika Merry berkata,
"Ini hanyalah tentang seorang gadis kecil yang selalu menghabiskan waktunya di Rumah Sakit, lalu suatu hari bertemu dengan Pangeran Kecilnya, yang membuay gadis itu akhirnya memiliki harapan untuk keluar dari sana,"
Gadis kecil dan Rumah Sakit....
Ini adalah salah satu kenangan yang cukup Reno ingat.
Kalau tidak salah, gadis kecil itu terkenena penyakit mematikan...
Jangan bilang itu.....
####
Di sisi lain, terlihat sebuah mobil berhenti di depan gerbang sekolah. Didalamnya terlihat keluar seorang gadis tertentu.
Gadis itu berjalan dengan tenang setelah keluar dari mobil itu.
__ADS_1
Ini sudah jam 10.00 lebih, bukan saatnya masuk ke sekolah.
Namun dari awal Gadis itu memang tidak di sini untuk pergi ke sekolah dan masuk ke kelas.
Ini hanyalah sebuah alasan, untuk melaporkan beberapa tugas dan mencari beberapa materi di perpustakaan Sekolah.
Setelah itu seperti rencananya gadis itu segera pergi ke ruang guru, cukup cepat, lalu keperpustakaan mengambil beberapa buku yang memang sudah dari awal direncanakan.
Seseorang pengawal yang memang sudah disiapkan keluarganya luar.
Jadi Serra tidak bisa menghabiskan waktu banyak di tempat ini.
Hari ini dirinya harus mencari kesempatan yang sempurna untuk bisa berdua dan berbicara dengan Reno.
Dia sudah sengaja menyiapkan rencana ini, untuk keluar dari rumah dan bertemu Reno secara rahasia.
Selain harus menyampaikan hal hal penting, dirinya tidak tahan untuk tidak melihat wajah Reno lagi.
Gadis itu saat ini berjalan di lorong kosong saat ini, lorong kosong antara perpustakaan dan ruang kelas.
Melihat lorong ini ini benar-benar seperti adegan yang sangat nostalgia.
Lorong ini adalah tempat paling sering dirinya dan Reno berpapasan.
Bapapasan begitu di tempat ini pula, namun tidak pernah saling menyapa.
Lorong kosong dimana walaupun berpapasan dengan Reno, keduanya hanya saling berpapasan, dan menuju lokasi tujuan masing-masing.
Lorong yang terlihat sepi dan terlihat menyedihkan.
Ketika dirinya hanya bisa melihat Reno dari jauh.
Namun ketika dia disitu, melangkah di lorong yang sepi itu, dia melihat pemandangan yang tidak biasa.
Itu adalah pemandangan tentang seorang pemuda tertentu yang sangat dikenalnya, sedang menggendong seorang gadis ala bridal style.
Dari kejauhan, Serra melihat wajah panik dan kecemasan dari pemuda itu.
Ya, pemuda itu adalah Reno.
Seseorang yang ingin di temuinya.
Namun kelihatannya orang itu sedikit sibuk sekarang.
Serra mengikuti dari jauh, kemana mereka pergi.
Itu menuju ke parkiran.
Setelah memasukkan gadis yang digendongnya ke dalam mobil, mobil biru itu segera keluar dari gerbang sekolah.
Ketempat, dimana Serra tidak tahu.
Ah.....
Tidak bisa bertemu....
Padahal akhirnya dirinya bisa keluar dari rumah....
Serra hanya menatap kosong kearah mobil yang perlahan-lahan menjauh itu.
Benar-benar kejadian yang sangat nostalgia....
Dirinya dan Reno sering berpapasan seperti ini di lorong, dan pada akhirnya saling berpisah menuju tujuan masing-masing....
Seperti saat ini....
__ADS_1
Catatan Penulis: Jika ingin melihat Visual Karakter, bisa cek di Postingan di Profil ya, bagian Trending agak bawah,