
Ini adalah salah satu ruang pertemuan tertentu di sebuah Sekolah Elite tertentu.
Di sana kurang lebih ada sekitar dua puluh lima orang.
Di depan terlihat ada seorang guru yang sedang menjelaskan tentang pelaksanaan Ujian Kelulusan juga tentang persiapan Ujian Masuk Universitas.
Tidak lupa mereka membagikan kertas hasil beberapa nilai ujian anak-anak mereka.
Dari awal sampai akhir pertemuan itu berjalan dengan damai.
Di akhir acara, seperti biasanya kadang akan diadakan pertemuan tambahan untuk beberapa orang tua wali, yups ini adalah kelompok Elite dari perkumpulan Keluarga Kelas Atas.
Ini akan diadakan di sebuah Restoran Mewah yang diseponsori oleh orang tua dari Merry yang biasanya mendapatkan peringkat pertama di Kelas.
Para nyonya-nyonya muda dari Keluarga Kaya tersebut berkumpul bersama saling membicarakan banyak hal mulai dari gosip-gosip terkini juga tentang membahas Universitas yang ingin anak mereka masuk, juga tentang tempat-tempat les yang saat ini diikuti oleh Putra atau Putri mereka.
Biasanya diacara-acara seperti ini, Ellie Wilson atau bisa sebut juga Ibu Reno tidak hadir.
Itu semua karena nilai dan prestasi putranya yang menghawatirkan, yang selalu ada diperingkat akhir di Kelas mereka, membuat dirinya sebagai pemilik sekolah malu.
Tapi belakangan, nilai Putranya cukup baik dan bisa dibanggakan, jadi bukankah ini saat yang baik untuk mulai berbaur dengan orang tua wali yang lainnya?
Dirinya bisa mulai membual tentang kehebatan Putra semata wayangnya itu.
Namun rupanya hal-hal tidak semulus itu, terutama ketika dirinya mulai duduk bersama Ibu-ibu lainnya di Restoran ini.
Disana ada seseorang yang sangat dibencinya hadir.
Ketika Ellie Wilson sedang berpikir sendiri, seorang wanita disampaignya mulai membual tentang Putranya.
Wanita disampaignya merupakan Ibu Revan, kebetulan dia juga jarang ikut pertemuan ini karena prestasi putranya yang sangat buruk bahkan sampai saat ini peringkatnya masih yang terakhir.
Namun belakangan, Putranya yang benci belajar itu tiba-tiba bilang ingin masuk Universitas X.
Karena dua teman baiknya berencana kesana, dia tidak ingin dipisahkan dengan mereka katanya.
Tapi nilai Putranya Revan sangat-sangat buruk, tidak mungkin dengan kemampuan Putranya itu untuk masuk secara normal dengan nilainya itu.
Namun berdasarkan beberapa saran, Putranya kebetulan sangat baik dalam bidang Seni, baik melukis ataupun bermain alat musik.
Prestasinya cukup bagus dalam hal ini sejak dulu, dan memenangkan berbagai penghargaan.
Belakangan ini, dia memenangkan Kontes Biola Nasional, dan mendapatkan banyak pujian dari Guru-guru besar dalam bidang Seni. Juga memenangkan beberapa penghargaan Kontes Internasional.
Itu membuat Putranya mendapatkan surat Undangan dari beberapa Universitas ternama terutama yang memiliki Fakultas Seni.
"Apakah Kalian Tahu? Putraku sudah mendapatkan Surat Undangan untuk masuk Universitas X di Fakultas Seni. Jadi dia tidak perlu repot-repot belajar untuk Ujian Universitas, karena ini sudah pasti Universitas mana yang akan dia masuki," kata Ibu Revan dengan bangga.
Owh benar, putranya adalah orang pertama yang dapat tiket masuk Universitas bukan?
Tentu saja dirinya harus membanggakannya.
Lihat ekspresi sombong dan angkuh ketika dia menceritakan betapa hebatnya putranya itu kepada orang tua lainnya yang ada di sana.
Mulai dari betapa putranya hebat dengan dalam hal musik dan seni, dan lain sebagainya.
Sampai dia juga membual jika nanti Putranya akan kesini dan bermain Musik untuk menghibur mereka.
Di sisi acara membuat berikan pada seorang wali murid yang mulai bertanya pada Ibu Merry.
"Owh, bukankah Putrimu belakangan peringkatnya turun? Dia sekarang Peringkat Dua bukan?" Tanya wanita dengan dandanan yang cukup tebal itu, sambil mencoba menyinggung Ibu Merry.
Ibu Merry yang awalnya tersenyum dan berbicara dengan santai sekarang mulai mengubah ekpersinya, namun itu hanya bersela dua detik sampai dia mulai kembali senyum.
"Itu karena ada Murid Pindahan Baru itu bukan? Kalau dipikir, dia merupakan Juara Nasional, yang mendapatkan Undangan Khusus ke Sekolah kita untuk meningkatkan prestasi Sekolah bukan? Sudah sewajarnya, dia ada di Peringkat itu," kata Ibu Merry dengan nada tenang, namun didalam hatinya dia jelas kesal.
Bisa-bisanya Putrinya kalah dari anak Keluarga rendahan yang datang entah dari mana itu.
Lalu dia lanjut berkata,
"Kalau tidak salah bukankah Putrimu belakangan nilainya mulai turun? Dia sudah tidak masuk sepuluh besar lagi bukan?"
Kali ini pertanyaan balik dari Ibu Merry membuat wanita didepannya itu bungkam.
Ya begitulah bahasanya biar jadi bicarakan oleh Ibu-ibu di sini.
Ketika membicarakan soal prestasi putra dan putri mereka suasana yang awalnya tentang diubah menjadi suasana yang cukup tegang.
Bagaimanapun juga mereka sebagai Kalangan Kelas Atas, selain bersaing dalam bisnis-bisnis yang suami mereka lakukan mereka juga bersaing tentang prestasi putra atau putri mereka.
Mereka akan mulai membual tentang hal-hal itu dan membanggakannya seolah memandang rendah yang lainnya.
Begitulah sosialisasi antar kelas atas biasanya.
__ADS_1
Berita terlihat sangat ramah satu sama lain namun dalam hati mereka menghina satu sama lain.
Untuk mencoba mencairkan suasana yang mencekam itu, Ibu Merry mulai menarik perhatiannya pada Ibu Reno.
"Tumben untuk pemilik Sekolah hadir dalam pertemuan ini. Aku sangat senang dengan kehadiran, Bu Ellie Wlison. Bukankah kamu biasanya sibuk?"
"Ya, aku kebetulan ada waktu luang sekarang. Bagaimanapun juga sebentar lagi, Ujian Kelulusan, dan lihat Putraku juga terlihat serius dalam hal ini, dan mulai menaikkan peringkatnya," katanya dengan bangga.
"Wah, benar. Aku kira Putramu begitu populer bukan diantara para gadis-gadis? Juga sekarang nilai-nilainya cukup, bagus apakah kamu sudah mulai mencarikan seseorang untuk Putramu?" Tanya salah satu orang tua wali disana.
"Putraku masih begitu muda, belum saatnya untuk memikirkan hal-hal itu kan dia saat ini sedang fokus untuk belajar, persiapan Ujian Kelulusan dan Ujian Masuk Universitas." Jawab Ellie dengan tenang.
"Universitas mana yang akan menjadi tergetnya?" Tanya seorang wanita yang duduk berhadapan dengannya.
"Tentu saja Universitas X. Putraku mulai bersiap-siap untuk melanjutkan Bisnis Keluarga,"
Ketika suasana sudah cukup tenang dengan pembicaraan soal Reno, tiba-tiba ada sebuah tawa sarkastik disini.
Itu berasal dari seorang wanita yang duduk di ujung meja.
"Bukankah nilai Putramu selama ini buruk? Apalagi kelakuan dan tingkah lakunya dimasa lalu yang hampir membunuh salah satu siswa, apakah dia masih bisa diterima di Universitas X dengan catatan buruk miliknya itu?"
Mendengar ucapan sarkastik dari wanita itu, suasana menjadi begitu tegang.
Sudah bukan rahasia umum, soal perilaku Reno Wilson yang buruk itu, bagaimana dia sering membolos kelas, berkelahi, bahkan tukang bully di Sekolahnya, bahkan sampai membuat salah seorang Siswa hampir mati buruh diri akan kelakuannya itu.
Tapi walaupun semua orang tahu, mereka tidak berani mengangkat topik ini, jelas karena ini adalah Pemilik Sekolah, siapa yang berani memprovokasi nya?
Keluarga Wilson yang itu.
Kecuali salah satu Keluarga tertentu.
Dan tentu saja, wanita yang baru saja bicara adalah Sarah Lee, tidak lain dan tidak bukan adalah Ibu Serra.
Kebetulan mereka berdua sebelumnya adalah teman sekampus di Universitas, yang memiliki sejarah hubungan yang buruk.
"Putraku sudah berubah menjadi anak yang baik akhir-akhir ini. Tentu saja pada usia remaja, wajar jika melakukan beberapa pemberontak kecil bukan? Dan sekarang dia sudah cukup dewasa, dan tahu mana yang baik dan buruk. Aku sudah membesarkan nya dengan baik," kata Ellie dengan senyum paksanya.
"Hah? Membesarkan Putramu dengan baik katamu? Bukankah kamu bahkan tidak bisa mempertahankan Suamimu? Lihat sekarang bahkan Mantan Suamimu menikah lagi," kata wanita itu tanpa segan-segan membongkar aib Ellie tanpa malu-malu.
Ellie yang mendengar ini begitu emosi, dan hampir membengkokkan garpu ditangannya, namun sekali lagi dia mencoba menenangkan diri.
"Huh? Kami bercerai karena kami memang tidak cocok satu sama lain. Lagipula aku tidak seperti mu yang demi memasuki Kalangan Kelas Atas, menggoda Putra Sulung Keluarga Lee dan naik keatas tempat tidurnya agar bisa menikah dengannya," kata Ellie yang juga membuka Aib dari Sarah, tentu hal-hal ini merupakan rahasia umum yang semua kalangan kelas atas kota ini tahu.
Ekpersi Sarah sekarang berubah.
"Owh? Apakah aku salah? Bukankah memang begitu? Kamu yang dari Kelas Bawah selalu menggoda Pria-pria Kaya, dan bahkan menggoda Putra Tertua Keluarga Lee yang sudah menikah kala itu. Dan bukankah Istri Pertamanya meninggal mungkin karena kepikiran soal perselingkuhan Suaminya dan akhirnya berdampak buruk saat melahirkan. Kalau bukan itu, bagaimana lagi kamu bisa menikah dengan Putra Tertua Keluarga Lee?"
Itu adalah ucapan yang sebagian benar sebagaian hanya gosip belaka.
Mendengar dirinya dijelek-jelekkan, Sarah hampir tidak tahan, namun dirinya mencoba menenangkan diri.
Benar, hubungan mereka sangat buruk sejak Universitas, itu kerena kebetulan dirinya dan Ellie mengejar cinta pria yang sama ketika mereka masih di Universitas.
Mereka mengejar cinta Tuan Muda dari Keluarga Kaya Raya tertentu, yang merupakan Pria paling tampan kala itu, yang merupakan Idola seluruh Kampus.
Seorang calon Presder tampan, kaya, baik hati dan pintar yang selalu diinginkan semua orang.
Namun dengan segala persaingan buruk antara keduanya, akhirnya baik Sarah ataupun Ellie tidak mendapatkan Cinta dari Pemuda itu.
Mereka menggunakan segala cara untuk mendapatkan cinta Pemuda itu karena keduanya sangat mencintainya.
Dan pemuda itu malah memilih wanita lainnya, yang juga dari kalangan Keluarga biasa.
Pernikahan kedua orang itu, menjadi rumor yang cukup heboh dikalangan Kelas Atas.
Dengan restu Keluarga, Pernikahan itu menjadi pernikahan paling megah dan Romantis.
Kisah seorang Pangeran tampan yang menikahi Cinderellanya.
Disini lainnya, baik Ellie ataupun Sarah memiliki akhir yang buruk.
Ellie yang memang dari Keluarga Kaya, di jodohkan dalam pernikahan Kontrak Bisnis dengan Ayah Reno, orang yang tidak dicintainya.
Dan entah bagaimana, Sarah berhasil menggaet dan menikahi Putra Tertua Keluarga Lee, walaupun pernikahan mereka tidak direstui, dan Sarah mendapatkan perlakuan buruk dari Mertuanya.
"Jangan bicara sembarangan!! Lihat sendiri dirimu!! Pernikahanmu gagal!! Dan lagi memiliki Putra seorang pemberontak dan berkelakuan buruk!! Berbeda denganku yang masih bisa mempertahankan Pernikahanku juga memiliki Putri yang begitu patuh dan pintar," Kata Sarah dengan marah, sambil membanggakan putrinya itu.
"Jangan sembarang menghina Putraku!! Dia adalah anak yang baik!!"
"Baik dari mana? Apakah kamu tahu kelakuan Putra Brengsek mu itu? Dia menggoda Putri kesayanganku!! Dan menggangu belajar Putriku, dan memberikan dampak buruk padanya!!"
"Berhentilah bicara omong kosong!! Jelas Putrimu lah yang mencoba menggoda Putraku!! Owh, benar juga bukakan ini benar-benar sama seperti Ibunya? Pasti Putrimu itu mencoba menggoda Putraku dengan mengunakan kelemahan seorang Pria! Apa dia bahkan ingin mencoba menaiki tempat tidur Putraku?"
Mendengar hinaan pada Putrinya dan dirinya itu membuat Sarah tidak tahan, lalu dia berdiri menghampiri Ellie dan menamparnya.
"Putramu yang Brengsek!!!"
__ADS_1
Ellie yang mendapatkan tamparan itu menjadi ikut marah dan menyiramkan jus ditangannya pada Sarah, dan Sarah tidak terima mulai ikut menyiramkan jus digelas meja depannya pada Ellie.
Dan begitulah mereka mulai saling bertengkar dengan serius, saling jambak satu sama lain.
Jika seseorang mengenal kedua orang ini sejak Universitas, ini adalah pemandangan Nostalgia.
Mereka sering bertengkar dengan cara seperti ini, bahkan sampai akhir.
Walaupun pada akhirnya keduanya sama-sama kalah.
Rasa benci mereka tetap sama.
Disaat pertengkaran ricuh terjadi didalam, seseorang memasuki ruang pribadi didalam Restoran itu.
Bukan, dia tidak sendirian, dia ditemani oleh dua orang pemuda tertentu yang membimbingnya sampai ke pertemuan sosial para wali murid ini.
Ya, itu karena dia adalah orang baru disini, dan lagi dirinya telat menghadiri acara pertemuan disekolah sebelumnya, jadi dia juga tertinggal acara ini.
Sampai kebetulan dia diberi tahu oleh Wali Kelas soal acara ini, dan kebetulan juga dia bertemu dengan dua siswa baik yang mau mengantarnya ke tempat ini, karena dua pemuda itu kebetulan juga akan menuju kesini menjemput Ibu mereka.
Wanita itu yang baru memasuki ruangan mulai memperkenalkan diri.
"Permisi semua, maaf aku baru datang. Aku Alice, Ibu dari Nana.... Eh?"
Dia kaget dengan suasana berantakan dan pemandangan perkelahian antar Sarah dan Ellie.
"Sarah? Ellie?? Kalian....."
Kedua orang yang yang tadi bertengkar itu kemudian menatap wajah wanita yang masih terlihat begitu muda dengan dandanan yang terlihat kalem itu.
Ah....
Itu Alice....
Musuh mereka!!!!
Tapi lupakan soal itu dulu, keduanya masih melanjutkan untuk saling hujat satu sama lainnya, dan bertengkar dengan sengit.
...####...
Beberapa saat kemudian, ditempat lainnya, ini adalah sebuah Cafe populer di kota itu.
Sore itu, terlihat tiga orang pemuda tengah serius berbicara disana.
"Reno!! Kamu harus tahu kelakuan Mama mu dan Ibu Serra tadi dipertemuan Sosial wali murid!! Mereka bertengkar seperti orang gila!! Aku dan Alvin mencoba melerai mereka! Tapi apa yang aku dapatkan? Sebuah cakaran!! Lihat apakah kamu lihat bekas cakaran dileherku ini?" Kata Revan sambil menunjukan tanda merah panjang seperti bekas kuku dilehernya.
Revan terlihat menatap sedih kearah Reno, meratapi nasip sialnya itu.
Pertempuran antar wanita benar-benar mengerikan!!!
Sangat mengerikan!!
Apalagi antar wanita Dewasa!!!
Sungguh mengerikan!!!
"Dan lihat bekas tamparan di pipiku ini!! Apakah kamu lihat?" Kata Revan lagi.
"Sudahlah, Revan jangan terlalu lebai dan membesar-besarkan masalah ini," kata Alvin dengan tenang.
"Aku hanya ingin melampiaskan rasa kesalku saja!! Apakah kamu tidak merasa kesal? Bukankah tadi beberapa kancing baju mu lepas karena beberapa tarikan ketika kamu sedang melerai mereka agar tidak menyerang Ibu Nana?" Kata Revan sambil mendramatisasi suasana.
Mengingat kejadian tadi, Alvin yang biasanya tenang itu tiba-tiba merasa tidak nyaman.
Dan memang iya, kejadian tadi siang sangat mengejutkan dan mengerikan.
Reno masih hanya mendengarkan penjelasan Revan dan Alvin dengan seksama sambil meminum kopinya.
"Reno, kamu harus tahu, sepertinya hubungan antara Mamamu dan Ibu Serra sangat-sangat buruk!"
Reno tidak tahu harus tertawa atau menangis, ingin menertawakan nasip Revan dan Alvin yang ketiban sial berkat pertengkaran Ibu-ibu ataukan menertawakan nasipnya yang buruk, yang bahkan Ibunya terlihat sangat membenci Ibu Serra, Ibu dari wanita yang dicintainya itu.
"Ya, ini terlihat lebih rumit dari pada yang aku kira," kata Reno setelah memenangkan diri.
"Dan, apakah kamu tahu sesuatu, Reno? Ini adalah barita penting yang baru saja aku dapatkan tadi siang....." Kata Revan terputus, yang membuat Reno penasaran.
"Apa? Kalau bicara langsung, jangan setengah-setengah."
"Apakah kamu tidak penasaran dengan Ibu tirimu? Wanita yang Ayahmu nikahi beberapa tahun lalu?"
"Maksudmu?"
"Kamu memiliki saudara tiri, dan dia adalah......."
__ADS_1