
Ini adalah pagi yang cerah, cuaca hari ini sangat bagus. Langit biru, tanpa awan, juga udara yang cukup panas.
Sayang sekali, dicuaca yang cerah ini, ada seseorang yang memiliki hati yang suram.
Seorang pemuda tertentu yang diketahui adalah Presder Baru, PT Wilson Center City, saat ini tengah ada di atap gedung, bersantai disana menatap langit yang biru.
Hatinya ini sedang dalam suasana yang tidak begitu baik.
Terutama sejak kejadian semalam, gimana dirinya melihat Serra bersama dengan Farrel.
Hal ini tidak bisa membuatnya bertanya-tanya tentang hubungan mereka berdua.
Tapi percuma saja memikirkan ini.
Lagipula selama dirinya tidak mendengar sendiri dari mulut gadis itu, soal bagaimana hubungan mereka dirinya tidak akan percaya.
Karena hanya dari penglihatan saja, itu tidak cukup untuk membuktikan apapun.
Yang paling penting adalah konfirmasi.
Karena dirinya sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada Serra selama 7 tahun terakhir ini.
Dan dirinya selalu yakin jika Gadis itu dipaksa untuk pergi saat itu dan tidak memiliki pilihan lain.
Seperti sesuatu yang pernah Gadis itu ucapkan, ini adalah Pertarungan untuk mendapatkan segalanya, Harta, Tahta dan Cinta.
Dan tidak boleh terlewatkan sedikitpun antara ketiga hal itu, harus mendapatkan Harta, Tahta dan Cinta.
Serakah itu boleh itulah sebuah keinginan.
Kamu harus serakah jika kamu menginginkan sesuatu.
Akan ada suatu pepatah mengatakan, jika kamu menginginkan dua hal kamu harus mengorbankan yang satu untuk mendapatkan yang lainnya.
Namun soal pepatah ini Gadis itu juga pernah bilang, hanya orang bodoh yang akan memilih satu ketika ada dua keinginan yang bertolak belakang kenapa tidak mencoba untuk mendapatkan kedua-duanya?
Resikonya hanya satu yaitu tidak mendapatkan keduanya sekaligus dan hanya itu.
Namun, berani mengambil resiko itu kamu tidak akan kehilangan keduanya dan akan mendapatkan keduanya.
Dirinya tahu, untuk gadis itu mendapatkan harta Keluarga Lee itu penting, entah bagaimanapun caranya, dirinya tidak tahu rencana apa yang gadis itu miliki untuk mencoba mendapatkan dan mengambil alih Perusahaan milik Keluarga Lee yang ada di sini.
Harta....
Tahta....
Dan Cinta....
Gadis yang sangat ambisius yang sangat menginginkan segalanya.
Dan sangat berusaha dan berambisi untuk mendapatkan keinginannya.
Itulah yang selalu dirinya suka dari gadis itu, tipe pekerja keras yang pantang menyerah.
Serranya.....
Dan dirinya kira dari ketiga hal itu prioritasnya tetap sama, harus mendapatkan ketiganya.
Dari Gadis itu dirinya juga belajar satu hal, didunia ini penuh dengan tipuan.
Semua orang saling menipu, memakai topeng masing-masing, jadi kamu juga harus melakukannya.
__ADS_1
Pelajari musuhmu pelan-pelan, dekati, jangan tunjukan hatimu, lalu hancurkan berkeping-keping.
Tahan sedikit perasaanmu untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan.
Dan lagi, kalau dirinya mengigat lagu pertemuan tadi malam...
Jepit rambut itu......
Memilikinya membuat, Reno tersenyum sendiri.
Ketika Reno masih sibuk berpikir, dia tiba-tiba mendapatkan telepon.
Reno sedikit kaget melihat siapa yang menelepon.
Itu adalah Kakeknya.
Ada apa kira-kira, Kakeknya menelepon?
"Hallo, Kakek ada apa?"
"Ada hal pentingnya ingin aku bicarakan denganmu,"
"Soal?"
"Nanti malam kamu datang ke rumah Kakek."
"Kenapa tidak membicarakan nya saja lewat telepon?"
"Reno! Kamu sudah jarang mengunjungi Kakekmu ini,"
"Baik-baik, Kakek aku akan kesana nanti."
"Aku akan menunggumu. Ngomong-ngomong bagaimana dengan Rencana persiapan untuk memenangkan Proyek Pembangunan Apartemen Mewah di Kota A? Apakah semuanya sudah disiapkan?"
"Ya, aku sudah mempersiapkannya, tinggal mengadakan rapat hari ini untuk membahasnya lebih lanjut,"
"Percayakan saja ini padaku."
####
Malam itu, Reno menuju ke Rumah Kakeknya sesuai yang dijanjikan.
Dia juga sempat membawa beberapa minuman kesehatan untuk Kakeknya itu.
Ya, melihat rumah Kakeknya, membuat dirinya merasa sedikit nostalgia.
Dulu ketika dirinya masih kecil dirinya sangat suka pergi ke tempat ini.
Itu karena kedua orang tuanya sangat-sangat sibuk, jadi Reno kecil yang kesepian akan mengunjungi Kakeknya.
Walaupun kakeknya kadang juga sedikit sibuk tapi, Kakeknya lebih banyak memiliki waktu luang karena Perusahaan sudah diserahkan pada Mamanya jadi, dia sudah tidak terlalu mengurusnya kala itu.
Hari-hari menyenangkan untuk Reno saat berkunjung di tempat ini.
Reno mulai memasuki rumah itu, lalu disambut oleh para pelayan yang ada disana.
Suasana ruang makan sepertinya sudah disiapkan dengan baik.
Di ujung meja, Reno bisa melihat Kakeknya sudah siap duduk di sana.
"Selamat malam, Kakek."
"Kamu sudah datang?"
"Iya Kakek."
__ADS_1
"Melihatmu sekarang, kamu sudah banyak berubah bukan?"
"Ya, itu berkat bimbingan Kakek."
"Lagu sungguh terkejut ketika kamu benar-benar ingin belajar untuk meneruskan bisnis keluarga,"
"Ya, ini adalah kewajibanku cepat atau lambat."
"Ya, itu benar. Namun ada kewajiban lainnya yang harus kamu lakukan."
"Apa itu Kakek?"
"Kamu lihat sekarang Kakek kamu ini sudah cukup tua. Dan kamu sekarang sudah dua puluh lima, karirmu juga sudah sukses, bukankah sekarang saat yang pas untuk memikirkan pernikahan?"
Reno yang hendak meminum jus disana, hampir menyemprotkan jus dimulutnya.
Dia mencoba menenangkan diri setelah pertanyaan konyol dari Kakeknya.
Tentu saja, dirinya ingin segera menikah, dengan Serra tentu saja.
Siapa yang tidak mau?
Kalau itu, Serra tentu saja besok pun Reno akan mau-mau saja langsung ke Kantor Urusan Agama untuk mendaftarkan pernikahan.
Ini hanya masalah orangnya mau atau tidak, dan ini juga masalah Keluarga yang begitu rumit.
Tapi kalau hanya mendapatkan surat nikah, itu bukan hal sulit.
"Aku masih begitu muda Kakek."
"Tapi Kakek sudah cukup tua, dan ingin segera memiliki Cicit."
"Aku masih belum memiliki keinginan untuk menikah. Lagipula aku juga masih harus lebih belajar untuk mengurus perusahaan jadi tidak ada waktu untuk cinta."
"Kamu tahu? Cinta bisa datang nanti setelah menikah. Kakek sebenarnya sudah memilihkan calon Tunangan yang pas untukmu."
Mendengar itu, Reno terlihat syok.
Apa-apaan dengan lelucon soal perjodohan ini?
"Kakek jangan menjadi kuno. Sekarang sudah bukan jaman perjodohan lagi."
"Reno, kamu harus mengerti, ini adalah janji yang Kakek buat dengan teman Kakek. Dulu Kakekmu ini berhutang budi pada teman Kakek ini, jadi kami berjanji akan menikahkan keturunan kami nantinya, tapi sayangnya dia hanya memiliki Puteri, dan Kakekmu ini hanya memiliki Mama kamu, Reno."
"Terus apa hubungannya itu denganku?"
"Teman Kakek ini memiliki cucu perempuan, Kakek yakin dia adalah gadis yang baik."
"Kakek! Jangan mulai membicarakan omong kosong ini!! Aku tidak ingin dijodohkan!!"
"Reno!! Ini adalah sumpah Kakek pada teman Kakek!! Kamu harus paham!!"
"Aku tidak ingin dijodohkan!!"
"Reno!! Dengarkan Kakek!! Kamu setidaknya harus mencoba ketemu dengannya!"
"Tidak!!"
"Reno!! Jangan menjadi keras kepala dan dengarkan Kakek!!"
"Aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak aku cintai!! Apakah kakek ingin aku berakhir seperti orang tuaku? Ika dijodohkan bukan dan akhirnya mereka bercerai!"
"Reno!! Jaga bicaramu!! Ukkhhhh" kata Kakek Reno lalu mulai memegangi dadanya yang sakit, terlihat kesakitan sepertinya penyakitnya kambuh.
"Kakek...."
__ADS_1