
7 Kemudian
Tahun-tahun berlalu, tahun demi tahun berganti, musim ke musim beralih, dan akhirnya sampai pada Awal Mei.
Mungkin bagi beberapa remaja, Mei merupakan masa-masa menyenangkan, karena akhirnya memiliki hari libur setelah menyelesaikan Ujian.
Hari-hari sibuk para Siswa berlalu, terutama angkatan ketiga.
Namun disisi lainnya, ini merupakan hari-hari yang sibuk bagi kalangan orang Dewasa, terutama bagi yang bekerja di beberapa Perusahaan Besar dan Perusahaan Publik.
Bulan yang tengah sibuk-sibuknya, terutama karena Laporan Keuangan Tahunan di publish dibulan sebelumnya, juga karena Laporan Keuangan Kinerja Quartal Satu juga baru saja keluar.
Menganalisis apakah Laba tahun ini lebih besar dari pada tahun lalu, bagaimana kinerja realisasi planning bisnis awal tahun ini apakah sesuai rencana dan target?
Mengurus harga saham yang mulai naik turun setelah Laporan Keuangan di Publik.
Mendiskusikan tentang rencana diadakannya Rapat Tahunan.
Membahas strategi-strategi baru setelah melihat kinerja quartal satu.
Dan hal-hal rumit lainnya.
Begitulah yang saat ini Reno Wilson tengah sibuk lakukan.
Saat ini Reno menjabat sebagai wakil CEO Perusahaan Utama Wilson Group, sekaligus merangkap sebagai Presiden Direktur PT Wilson Center City, merupakan salah satu Perusahaan cabang milik Keluarga Wilson yang berfokus pada Bidang Properti.
Menjabat sebagai seorang wakil CEO Wilson Group bukanlah hal yang mudah, dia harus melihat banyak laporan seluruh Perusahaan yang tergabung dalam Grup yang ada diberbagi bidang, dan mengawasi itu semua, dan itu membutuhkannya waktu ektra.
Juga, ditambah menjadi seorang Presiden Direktur untuk perusahaan properti Keluarga. Akan ada proyek besar pembangunan Apartemen Mewah di Kota A.
Jadi Reno sebagai wakil CEO harus menghandel sendiri hal-hal yang berkaitan dengan proyek besar ini. Ini semua untuk membuktikan pada Kakek dan Mamanya jika dirinya cukup layak untuk mengambil alih bisnis Keluarganya, dan benar-benar bisa menjadi CEO Wilson Grup.
Hari-hari pelelangan untuk penawaran tender semakin dekat, semakin banyak yang perlu disiapkan.
Menghabiskan hampir enam belas jam dikantornya adalah hal yang biasanya Reno lakukan, bahkan dia kadang menginap di kantor dan tidak pulang.
Ini adalah hari-hari yang selalu Reno lewati sejak dirinya lulus dari Universitas. Memasuki dunia orang dewasa, dan mendalami bisnis.
Setiap waktu berlalu dengan cepat, dan tidak begitu terasa sudah tujuh tahun sejak Reno terakhir kalinya melihat Serra.
Reno yang tengah sibuk-sibuknya itu kebetulan menatap kearah kalender dimeja kerjanya.
Disana, ada sebuah lingkaran merah, dihari ini.
2 Mei
Itu adalah hari dimana dirinya mulai berkencan dengan Serra secara resmi.
Memikirkan, itu juga hari terakhir kalinya dirinya melihat gadis itu.
Ini adalah peringatan sebuah hari bahagia, juga sebuah hari yang sedih.
Tujuh tahun berlalu, namun tidak sedikitpun, dirinya melupakan gadis itu.
Tujuh tahun bukan merupakan tahun-tahun yang singkat, namun juga bukan merupakan tahun-tahun yang begitu panjang.
Seolah baru kemarin, mendengar suara Serra memanggil namanya.
'Reno, aku menyukaimu,'
Kenangan yang begitu lama itu terasa jelas dipikirannya.
Mata itu, bibir itu, aroma itu, suara itu, wajah itu.....
Serranya....
Serra yang sama yang meninggalkan dirinya tanpa kata dan tanpa pamit.
Serra yang hadir dalam hidupnya secara tiba-tiba, juga menghilang secara tiba-tiba.
Seorang gadis yang begitu berani menyapanya dengan tenang tanpa takut apapun, saat pertama bertemu.
Juga seorang gadis yang begitu berani pergi meninggalkannya tanpa sepatah katapun.
Seorang gadis yang berhasil merebut hatinya, namun juga membuatnya hancur.
Seorang gadis yang membuat janji dengannya, namun malah gadis itu juga yang melanggar janjinya.
Seorang gadis aneh muncul dalam hidupnya.
Lalu, Reno mulai mengeluarkan sebuah foto Serra dari loker mejanya, bersama sebuah kotak hadiah kecil, dan sekotak kue ulangtahun yang sudah dirinya siapkan kemarin.
Di kue itu ada tulisan '7th Anniversary, Reno & Serra'. Juga sebuah lilin kecil.
Dimalam hari yang sepi dikantornya ini, dia mulai meletakkan foto Serra diatas meja.
Meletakkan Kue itu didepan foto menyalakan lilinnya, lalu mulai berkata,
"Selamat untuk hari jadi kita yang ke tujuh, Serra. Kamu tahu? Aku masih sangat menyukaimu."
"Tapi bagaimana denganmu? Apakah kamu masih menyukaiku?"
__ADS_1
Dia hanya bertanya sendiri didepan foto itu, bertanya dalam keheningan.
Lalu, Reno membuka kotak hadiah kecil ditangannya, itu berisi sebuah cincin.
"Serra.... Hari ini aku ingin melamarmu, jadi apakah kamu ingin untuk menjadi Istriku?"
Reno masih bertanya pada heningnya malam tanpa jawaban.
"Serra....."
"Serra.... Lihat aku sekarang... Aku sekarang sudah bukan Reno yang dulu yang kamu kenal..."
"Aku sudah berubah untuk menjadi Reno yang layak untukmu...."
"Hari-hari tanpamu, sangat melelahkan, aku sendirian disini..."
"Hey, kapan kita bertemu lagi?"
"Aku begitu merindukanmu....."
"Apakah kamu masih menungguku, Serra?"
"Apakah kamu masih menyukaiku?"
Hening, dan masih tidak ada jawaban apa-apa disana.
Lalu perlahan air mata Reno jatuh...
Dia sudah tidak bisa menahan rasa kesepian ini yang sudah dia tahan bertahun-tahun lamanya ini.....
Di hari yang sama, masih ada rasa sakit yang sama....
Sebuah janji untuk bersama selamanya seperti sebuah ilusi semu dan sebuah kebohongan.
Tiba-tiba sebuah ingatan lainnya muncul.
'Apakah kamu percaya padaku, Reno?'
'Apakah itu perlu dipertanyakan lagi?'
'Ya, jadi apapun yang terjadi nanti, kamu akan percaya padaku dan aku akan percaya padamu, ini adalah janji mengerti?'
'Tentu saja, dari awal aku sudah bilang bukan?'
'Tapi kita tidak tahu hal-hal dimasa depan,'
'Bahkan walaupun tidak tahu, terus kenapa? Hanya ini yang kita miliki sekarang, saling percaya,'
Itu adalah salah satu percakapan yang dirinya buat dengan Serra dimasa lalu.
Walaupun saat ini mereka berpisah, dalam hatinya Reno masih menyimpan sebuah harapan.
Harapan bahwa cinta ini juga akan dibalas....
Karena dia percaya pada gadis itu....
Ini adalah keteguhan hatinya selama bertahun-tahun....
Yang terus membuatnya berjuang untuk terus belajar, dan memperbaiki dirinya sendiri...
Untuk menjadi seseorang yang pantas untuk gadis itu, agar suatu saat bisa mendapatkan gadis itu menjadi miliknya lagi.
Bahkan walaupun tahun-tahun berlalu....
Cinta dan kepercayaan yang tidak akan berubah...
Ini adalah cinta tanpa akhir....
####
Ini adalah hari yang lain, dimana cuaca terlihat sangat cerah. Matahari bersinar cukup terang, bersama hangatnya langit biru.
Saat ini sudah hampir menunjukkan pukul delapan pagi, saatnya bagi salah satu kantor tertentu untuk mulai masuk bekerja.
Semua staf PT Wilson Center City sudah berada di kantor, namun beberapa masih ada yang sibuk bergosip dilobby depan.
Mereka sedang membicarakan soal Presiden Direktur baru mereka.
Mereka dengar, Presdir yang baru ini berasal dari Kantor Pusat.
Dia adalah Reno Wilson, Wakil CEO Wilson Grup yang selalu muncul di majalah-majalah barita ekonomi.
Masuk dalam Forbes Under 30, dimana berhasil meraih banyak perhargaan dan seorang berumur dibawah 30 tahun namun sudah sukses dalam menjalankan bisnis keluarga.
Sejak Reno Wilson menjabat sebagai wakil CEO, pendapatan Perusahaan setiap tahunnya meningkatkan berkat strategi-strategi spektakulernya juga berkat kepemimpinannya yang baik, dan sikapnya yang sangat kompeten itu.
Mereka juga dengar, jika Presder baru mereka sebelumnya adalah salah satu Lulusan dengan nilai Terbaik Universitas X, yang lulus Universitas hanya dalam waktu 3,5 tahun termasuk cepat.
Juga mantan Ketua Perserikatan Mahasiswa ketika masih di Universitas.
Mereka juga dengar, kalau Presder baru mereka sangat tampan.
Berkarisma, Tampan, Pintar, dan Kaya adalah kombinasi yang sempurna untuk menggambarkan Presder baru mereka.
__ADS_1
Para Karyawti ini terlihat sangat bersemangat ketika membicarakan ini.
"Owh, jadi apakah Pak Presdir baru kita ini sudah memiliki pacar?" Tanya salah satu Karyawati disana dengan semangat pada temannya.
"Ah, aku dengar dari temanku yang bekerja di Kantor Pusat, Pak Presdir baru kiya belum punya pacar. Kabarnya sih dia lebih seperti dia biasanya suka menjauhkan diri dari wanita, dan tidak terlihat dekat dengan wanita manapun."
"Kenapa begitu?"
"Entahlah? Siapa yang tahu pula? Tapi bukankah yang paling penting dia belum punya pacar?"
"Ah... Benar juga, artinya aku masih punya kesempatan bukan?" Kata karyawati itu yang terlihat sangat percaya diri.
"Kamu hanya bicara omong kosong. Jelas kalau Pak Presdir baru kita tidak akan mau dengan orang biasa seperti kita. Jangan kebanyakan bermimpi, sebaiknya kamu segera kembali ke ruanganmu." Kata Karyawati itu, kebetulan dia adalah Resepsionis jadi dia memang bertugas dilobby ini menyambut tamu.
"Ah, tapi aku ingin melihat wajah tampan Presder baru kita, Ah~"
"Sudah aku bilang, jangan membuat keributan!"
Begitu gosip-gosip yang beredar belakangan ini dikantor itu.
Disisi lainnya, di depan gedung sudah ada beberapa deret pegawai berpakaian serba hitam terlihat berjejer didekat pintu. Mereka terlihat sedang menunggu untuk menyambut seseorang.
Tidak lama kemudian, terlihat sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti disana.
Lalu seorang pengawal yang sudah standby diluar mobil, segera membukakan pintu mobil itu.
Dari dalam mobil, keluar seorang pria muda yang terlihat tampan dengan kulit yang putih bersih, memiliki hidung mancung, gaya rambut yang terlihat rapi dan indah, dengan pakaian jas formalnya yang berwarna hitam, juga dasi elegan berwarna biru, juga tidak lupa sepatu berwarna hitam yang menyempurnakan penampilannya.
Dia keluar dari mobil dengan perlahan, lalu mulai tersenyum untuk menyapa bawahnya, dan berkata,
"Selamat Pagi,"
"Salamat Pagi, Pak Presdir." Jawab pada bawahan dengan kompak, lalu mempersilahkan Presder baru itu untuk masuk kedalam.
Reno yang masuk kedalam gedung dengan rombongannya itu terlihat sangat mencolok, orang-orang yang ada didalam gedung pun, perlahan-lahan juga memposisikan diri untuk mulai menyapa Presder baru mereka
Terlihat dari Presder baru mereka yang menyapa dengan sopan, dia terlihat seperti seseorang yang baik hati, ramah, dan rendah hati membuat beberapa karyawan disana terteguh dan kagum.
Mereka kira Presder Baru mereka akan menjadi seorang Presder yang sombong seperti kebanyakan yang ada diluar sana, apalagi gelarnya sebagai Tuan Muda Keluarga Wilson.
Tapi mereka tidak menyangka, sikap Presder mereka malah sangat ramah, dan terlihat mudah didekati.
Dan begitulah suasana Kantor ketika Reno mulai pindah ketempat ini untuk bekerja.
Dia lalu sampai keruangannya dilantai paling atas, bersama sekertarisnya, yang mulai membicarakan soal agenda hari ini.
"Jadi nanti malam akan ada Pesta menyambut Walikota Kota A yang akan berkunjung kesini?"
"Benar, Presder. Apakah anda akan hadir?"
"Tentu saja. Ini akan menjadi hari yang baik untuk mempererat hubungan dengan orang-orang penting."
"Baik, saya nanti akan menyuruh bawahan untuk menyiapkan baju untuk acara itu."
"Bagaimana dengan persiapan untuk lelang apakah semua sudah dipersiapkan dengan baik?"
"Ya, sesuai instruksi dari Presder. Semua sudah disiapkan, tinggal melakukan pengecekan terakhir."
"Bagus. Aku harap semua berjalan dengan lancar."
####
Ini adalah bandara Internasional Kota J. Terlihat dari deretan penumpang yang baru saja turun dari Luar Negeri mulai keluar bandara.
Sepertinya ini berasal dari Negara K. Dari sekian banyak penumpang yang datang, terlihat ada seorang yang cukup mencolok.
Mungkin itu karena kecantikannya, atau aura dingin disekitar wanita itu.
Bahkan dari balik kacamata hitamnya, wajah cantiknya tidak bisa disembunyikan.
Dengan pakaian formal, yang tidak begitu seksi namun terlihat elegan.
Disampingnya, ada seorang Pria dengan pakaian formal juga, terlihat seperti mengawal wanita dibalik kacamata itu.
"Farrel, apakah kamu senang akhirnya kita bisa kembali ke Negara ini?"
"Iya, Nona Serra. Terlihat sangat nostalgia melihat tempat ini lagi." Kata pria disampingnya dengan bahasa formal.
"Ini sudah bukan dikantor lagi. Jadi kamu tidak perlu memanggilku dengan begitu sopan, Farrel."
"Aku tidak bisa melakukannya, Nona Serra. Karena itu sudah bagian dari Tugasku sebagai Sekertaris Pribadi Nona."
"Hah. Terserah kamu saja. Jadi menurutmu sebaiknya kita kemana dulu?"
"Hari ini penyambutan di Kantor baru kita. Lalu nanti malam, Nona harus bertemu dengan Kakek anda, lalu menemani beliau ke pesta penting."
Mendengar hal itu, ekpersi wajah Serra menjadi lebih dingin.
"Baru sampai disini, namun harus langsung bekerja? Hah, sungguh melelahkan."
Dan begitulah kedua orang itu, sampai keluar bandara, dan disambut oleh sebuah mobil mewah berwarna hitam.
Farrel membukaan pintu untuk Serra, lalu dia ikut masuk ke mobil bersama Serra, menuju kantor baru mereka, yaitu PT Antlantis City, yaitu salah satu perusahaan cabang milik Keluarga Lee.
__ADS_1