
Ini adalah hari yang baru, awal dari minggu ini, akhir dari liburan, yaitu Hari Senin.
Sangat melelahkan bertemu hari Senin lagi.
Terutama untuk siswa dan siswi kelas tiga ini.
Setelah selama akhir pekan beberapa diomeli oleh orang tuanya tentang hasil ujian, dan harus disuruh untuk belajar lebih giat dan banyak lagi.
Sangat melelahkan, bahkan belum sempat bernafas, namun sudah kembali bertemu dengan hari Senin yang melelahkan ini.
Minggu depan akan ada Ujian Percobaan untuk Ujian Masuk Universitas.
Semacam simulasi Ujian, jadi mereka juga harus bersiap-siap.
Tapi begitu beberapa siswa mulai memasuki kelas, mereka dikejutkan oleh gosip yang begitu berwarna.
Ketua Kelas mereka diam-diam berkencan dengan Sang Tiran Sekolah mereka!!!
Bagaimana ini mungkin???
Jadi, Kekasih Rahasia Sang Pangeran sekolah selama ini adalah Ketua Kelas mereka???
Bagaimana ini bisa terjadi?
Kapan?
Sejak kapan??
Mereka bahkan tidak pernah melihat mereka berdua berinteraksi satu sama lain.
Didepan umum, keduanya hanya saling menyapa satu sama lain hanya untuk sopan santun, tidak lebih dan tidak kurang.
Mereka tidak bermusuhan, namun juga tidak terlihat memiliki hubungan yang begitu baik.
Hubungan mereka berdua benar-benar terlihat seperti seorang teman sekelas biasa seperti seorang Ketua Kelas dan seorang Siswa Pembangkang.
Mereka berdua memiliki lingkup pergaulan yang berbeda dan terlihat tidak berhubungan satu sama lain selama bertahun-tahun, bahkan walaupun mereka ada dikelas yang sama.
Jelas di semua tempat kalian tidak akan pernah menemukan hubungan tersembunyi antara keduanya.
Mereka juga kadang akan berbicara tentang beberapa topik tapi itupun hanyalah topik normal yang biasa di bicarakan dengan teman-teman sekelas wajar.
Hubungan mereka benar-benar tidak begitu baik namun juga tidak begitu buruk benar-benar hubungan yang terlihat netral dan biasa-biasa saja.
Jadi wajar jika siswa-siswi kelas 3A ini tidak percaya akan gosip itu.
Bagaimana bisa mereka berdua berkencan?
Itu tidak masuk akal bukan?
Jadi dari mana semua gosip ini berasal?
Ah benar ini berasal dari pertemuan orang tua wali mereka tempo hari dimana Ibu Reno dan Ibu Serra bertengkar dengan hebatnya.
Dan mereka mulai mengungkit ngungkit hubungan antara Serra dan Reno.
Namun bagaimana bisa mungkin itu hanyalah kesalahpahaman kecil bukan?
Tidak mungkin Ketua Kelas yang juga dulu sempat menjabat sebagai Ketua OSIS mereka, berkencan dengan Reno Sang Tiran Sekolah, si pembangkang dan badboy.
Ketua Kelas mereka terkenal dengan sosoknya dan sikapnya yang dingin dan menjaga jarak dengan semua orang, namun dia memiliki sifat yang baik.
Dia tidak akan pernah membiarkan orang-orang kesusahan.
Walaupun dari segi penampilan dia tidak terlihat begitu cantik seperti Sang Dewi kecantikan seperti Merry, dia memiliki karismanya sendiri.
__ADS_1
Dia selalu begitu populer di antara siswa-siswa laki-laki.
Sudah berapa banyak yang menyatakan cinta padanya?
Dan berapa banyak yang dia tolak?
Jelas Ketua Kelas mereka hanya tertarik dan fokus pada studi dan belajarnya.
Tidak ada waktu untuk cinta.
Apalagi ini Kelas Tiga.
Dan apakah kalian semua tahu?
Bukankah di Pesta Ulang Tahun Ketua Kelas tempo hari, dia terlihat sangat akrab dengan mantan senior mereka Romeo.
Jadi bagaimana bisa Ketua Kelas mereka dihubung-hubungkan dengan skandal Sang Tiran Sekolah?
Sang Tiran Sekolah mereka selalu memiliki banyak sekali sekandal dengan beberapa gadis tertentu.
Dia juga terkenal dengan kelakuannya yang buruk dan sikapnya yang nakal namun juga seorang playboy yang terkenal.
Dulu ketika masih kelas 1 dia mengencani banyak gadis.
Berganti-ganti pacar sangat sering.
Bagaimana bisa seorang seperti itu bisa berkencan dengan Ketua Kelas mereka yang bagikan jelmaan Malaikat itu?
Seorang siswa yang baru saja datang itu yang mendengar gosip ini berkata,
"Ini pasti benar-benar hanya omong kosong, tidak mungkin Ketua Kelas kita berkencan dengan Tiran Sekolah bukan?"
"Benar sekali, ini hanya masalah yang dibuat-buat oleh Keluarga Wilson ataupun Keluarga Lee," komentar salah satu siswa lainnya.
Mendengar komentar itu mereka cukup setuju.
"Benar, itu hanya gosip omong kosong, jelas hanya masalah yang dibuat-buat. Baik mari sebaiknya kita mulai membahas soal Ujian temopo hari saja,"
"Ya, itu terlihat lebih berguna dari pada mendengarkan gosip omong kosong ini," kata salah satu siswa lagi, sambil mengeluarkan buku panduan Ujian Kelulusan miliknya.
Dan begitulah akhirnya siswa-siswi yang biasanya suka bergosip ini mereka akhirnya lebih memilih untuk belajar daripada mendengarkan gosip omong kosong yang barusan mereka bicarakan ini.
Disisi lainnya, Reno yang ada diluar pintu kelas, mendengarkan gosip yang beredar barusan.
Dirinya tidak tahu, apakah harus tertawa atau menangis ketika mendengarnya.
Apakah dirinya dan Serra terlihat sangat tidak cocok seperti itu?
Bahkan sampai berdasarkan gosip gosip yang beredar mereka benar-benar tidak mempercayai hal itu dan menganggap itu omong kosong.
Atau dirinya harus tertawa karena hal ini itu artinya akting dirinya dan Serra sungguh sukses, sampai-sampai bahkan jika ada gosip tentang mereka berkencan tidak ada orang di kelas yang akan percaya.
Sungguh ironis jika membicarakannya.
Dirinya yakin, jika Serra mendengar ini dia pasti akan menertawakan ini.
####
Selama Kelas Pagi, ini kebetulan Sesi Belajar Mandiri bersama anggota masing-masing Kelompok Belajar.
Saat ini semua orang terlihat tengah fokus membahas soal dengan kelompoknya masing-masing.
Itu termasuk Kelompok Belajar milik Sang Tiran Sekolah.
Hanya saja, mereka hanya berlima kurang satu orang lagi.
Mereka belajar dan berkumpul di deretan meja belakang.
Sebenarnya ada perasaan tidak nyaman untuk Reno, terutama setelah melihat Nana lagi.
__ADS_1
Tapi dirinya berusaha mengabaikan ini dulu.
Disisi lainnya setelah mengerjakan beberapa soal Merry yang ada di samping Reno bertanya,
"Reno apa kamu tahu? Belakangan ada gosip yang beredar tentang kamu yang berkencan dengan Ketua Kelas?"
"Menurut mu?" Tanya balik Reno.
"Jelas itu hanya omong kosong. Tidak mungkin kan kamu berkencan dengan Ketua Kelas," kata Merry dengan yakin.
Pasalnya selama ini ketika mereka belajar bersama, dirinya tidak pernah melihat Ketua Kelas atau Reno berbicara dengan akrab.
Jadinya juga tidak pernah melihat mereka berdua dekat.
Biasanya dalam sesi belajar Ketua Kelas akan sibuk dengan soal-soal yang ada di hadapannya dan fokus pada soal-soal yang dia miliki.
Bahkan jika ada kesulitan dalam menjawab soal, Ketua Kelas sesekali bertanya padanya ataupun bertanya pada Alvin.
Di waktu luangnya setelah menyelesaikan beberapa soal, dia biasanya mengajari Revan beberapa soal.
Sesekali memang dirinya melihat mereka kadang saling menatap sekilas namun hanya itu tidak lebih dan tidak kurang.
Seolah mereka berdua mengabaikan keberadaan suatu sama lain walaupun mereka ada di meja yang sama dan terhadap-hadapan.
Seolah fokus dengan dunia masing-masing.
Itulah hubungan mereka menurut Merry.
"Apakah terlihat seperti itu?" Tanya Reno lagi.
"Ya, memang seperti itu pula. Tapi kenapa ya tidak ada gosip soal kita yang Berkencan Ah~" goda Merry kemudian.
"Diamlah, Merry fokuslah pada soal-soal ini."
"Aku sudah menyelesaikannya! Lihat ini!" Kata Merry sambil menunjukan kertas soalnya yang sudah terisi penuh.
Ini adalah sisi belajar bersama mereka tanpa Serra.
Seperti hari-hari biasanya namun terlihat ada yang kurang dan terasa sepi.
Dan bahkan, walaupun ada gosip dirinya dan Serra berkencan lebih banyak orang yang mengira ini omong kosong dari pada sungguhan.
Reno sungguh heran, jika dirinya terlihat jalan sedikit saja dengan gadis lainnya, kabar gosipnya bisa cukup heboh dan semua orang seolah percaya dengan hal itu.
Namun ketika ini berhubungan dengan Serra.....
Begitulah...
Tapi rasanya, masalah selalu sirih berganti.
Menjelang Ujian Kelulusan, belum masalah satu selesai sekarang ada masalah baru.
Tentang Istri Baru Ayahnya yang membuat Reno terganggu.
Kenapa.....
Kenapa musti dirinya bahkan memiliki saudara tiri...
Belum lagi....
Dia harus sekelas dengannya....
Nana Cristia Arista atau biasa dipanggil dengan Nana.
Catatan Penulis: Maaf kalau Update nya agak berantakan, belum direvisi.
__ADS_1