
Ini adalah hari yang cerah, langit begitu biru, suatu hari yang sangat indah untuk berjalan-jalan diluar.
Namun sayang sekali, dihari yang cerah dan begitu indah ini tidak dirasakan oleh semua orang.
Terutama ini adalah hari Senin, lebih tepatnya lagi, ini adalah hari pertama semester baru dimulai.
Melihat disalah satu SMA Elite tertentu, masih banyak mobil berjejer didepan gerbang, mengantri untuk mengantar Nona atau Tuan Muda mereka kesekolah.
Namun, yang keluar dari dalam mobil terlihat begitu lesu dan tidak ada semangat sedikitpun, bahkan ada yang terlihat jiwanya telah hilang.
Beberapa siswa terutama kelas tiga, mereka benar-benar terlihat sangat lesu, muka mereka pucat, seolah tanda semalam tidak sempat tidur.
Owh benar, tentu itu karena sebelum libur Semester, mereka diberikan begitu banyak tugas. Namun. Karena itu adalah hari libur tentu saja kenapa musti repot memikirkan tugas? Bisa nanti saja bukan?
Nah begitulah rutinitas setiap hari mereka. Mereka bersenang-senang dan berlibur sepuasnya, bahkan ada yang sempat bermain game nonstop selama liburan semester ini sangat menikmati waktu liburan mereka, sampai-sampai waktu begitu cepat berlalu, dan hari Minggu malam sebelum mereka kembali kesekolah keesokan harinya, mereka baru ingat kalau ada tugas.
Benar-benar kacau!!!
Itu dikumpulkan semua hari Senin Pagi!!!
Dan begitulah akhirnya, mereka kebanyakan begadang mengerjakan tugas, benar-benar suatu kebiasaan.
Beberapa berhasil menyelesaikannya beberapa ada yang berhasil menyelesaikan sebagian, namun sialnya ada juga yang baru ingat di Senin pagi kalau dia memilih tugas!!!
"Alvin! Kamu kenapa tidak memberitahu ku kalau ada Pekerjaan Rumah? Akhhh Aku benar-benar lupa tidak mengerjakannya." Kata Revan terlihat frustasi setelah keluar dari mobilnya.
"Memang kalau aku memberitahu mu kamu akan mengerjakannya?" Tanya Alvin dengan datar.
"Tidak, hehe." Kata Revan sambil tertawa polos lalu lanjut berkata,
"Pinjam punya mu."
"Sudah aku duga bakal seperti ini," kata Alvil sambil membuka tasnya lalu melemparkan sebuah buku pada Revan.
Revan menangkap buku itu dengan gembira.
"Astaga, Alvin kamu sungguh baik sekali, kamu benar-benar sangat mengerti aku! Ah, sangat beruntung orang yang akan menjadi Istrimu kelak, Ah~ Betapa iri, Ah~" kata Revan sambil memeluk Alvin dengan erat, membuat Alvin risih lalu mendorong Revan menjauh.
"Owh iya, Reno belum datang?" Tanya Alvin tiba-tiba, tidak terlalu peduli dengan candaan Revan barusan.
"Ya, bukankah dia menyebalkan? Lihat Minggu lalu, padahal kukira dia akan menagis setelah rencana magangnya gagal dan curhat pada kita, siapa yang tahu kalau dia datang pada kita mengajak makan bersama, lalu bertingkah seperti orang gila yang senyum-senyum sendiri. Ketika ditanya ada apa hanya menjawab, 'Tidak, ada,'. Hilih tidak ada apa? Memang aku terlihat bodoh sampai tidak bisa membaca ekpersi nya yang begitu terlihat jelas itu?" Curhat Revan panjang lebar ke Alvin.
"Mungkin habis berkencan?" Tebak Alvin.
"Berkencan apa? Bukankah Reno sendiri yang bilang dia tidak akan berkencan sebelum Ujian Masuk Universitas selesai?"
"Ya, siapa yang tahu? Kenapa tidak bertanya orangnya?"
"Tapi memang terlihat seperti itu, OMJ tapi jika dia benar-benar berkencan dengan Ketua Kelas, itu sungguh hebat!"
"Itu mengingatkanku pada sesuatu. Bukankah hari ini Ulang Tahun, Ketua Kelas?"
"Ah benar juga. Aku baru saja membuka Email, dan mendapat Kartu Undangan Digitalnya sudah dikirim sejak beberapa hari lalu. Kartu Undangan prinnya dibagikan dikelas nanti,"
"Owh benarkah? Aku belum mengecek lagi email." Kata Alvil lalu membuka email-nya, dan benar saja disana ada email sebuah undangan ulang tahun. Perlahan Alvin membacanya.
"Dresscode nya warna putih?"
__ADS_1
"Hahaha, pesta Ulang Tahun Ketua Kelas memang selalu meriah. Jadi mungkin alasan Reno belum datang karena dia sibuk mempersiapkan hadiah?"
"Coba tebak nanti?"
Merekapun terus bergosip sambil berjalan kekelas, pagi ini masih sedikit sepi karena di Awal Semester biasanya masuk agak siang, jadi masih ada cukup waktu untuk menyalin tugas.
...####...
Ditempat lain, disalah satu Kamar di Rumah Mewah tertentu, terlihat seorang pemuda dan seorang gadis tertentu masih menikmati tidur mereka dengan nyenyak, sampai ada suara mengetuk pintu membangun mereka dengan kaget.
"Serra? Bukankah kamu ada Kelas Hari ini? Tumben belum bangun?" Kata seorang pemuda dibalik pintu.
Serra yang mendengar suara Kakaknya itu langsung kelabakan.
Sial!!
Dirinya benar-benar ketiduran dan lupa bagun pagi ini gara-gara orang tertentu!!
"Reno, bangun!" Bisik Serra sambil menguncangkan tubuh pemuda disampingnya.
Namun, orang itu tidak kunjung bangun, malah membenarkan posisi selimut dan terlihat tidur lebih nyenyak.
Karena kesal, Serra lalu mendorong Reno hingga jatuh dari tempat tidur. Namun dari situ timbul suara yang tidak perlu.
"Serra, suara apa itu?" Kata Kakak Serra dari luar.
"Aku sedang mandi, Kak. Sebaiknya Kakak Serapan duluan saja, nanti aku menyusul."
Dan untunglah, langkah kaki menjauh terdengar, dan Kakak Serra sudah pergi dari situ.
Disisi lainnya, Reno yang terbangun, belum sempat mengeluh karena sakit, dia kaget mendengar suara Kakak Serra, langsung menutup mulutnya erat-erat.
Setelah Kakak Serra pergi, barulah tatapannya bertemu dengan Serra.
Disisi lainnya, muka Reno kembali memerah mengigat kejadian semalam.
Kata pepatah, ketika kamu mencoba hal-hal terlarang, kamu akan selalu menginginkan lagi dan lagi, dan akhirnya kecanduan.
Dan itulah yang saat ini Reno rasakan.
"Kamu baik-baik saja, Serra?" Tanya Reno lagi, sambil mengambil salah satu bajunya yang tergeletak di lantai, dan berniat memakainya.
"Apa? Aku sudah mendapatkan hadiah ulang tahun ku. Dan ini hal-hal yang bagus, Ah~" goda Serra.
"Bukan itu hadiahnya. Kan aku sudah bilang, nanti malam setelah pesta, aku akan memberikan hadiahnya."
"Hadiah apa? Kamu sudah cukup memberiku kejutan tengah malem. Dan kamu sudah memberikan apa yang aku mau. Lagi pula satu-satunya yang aku inginkan adalah kamu."
"Kenapa kamu jadi semakin berani mengodaku sekarang?"
"Karena, Reno sangat manis, Ah~"
Ahirnya, setelah Reno selesai memakai seluruh bajunya, dia menuju balkon, dan keluar dari kamar Serra diam-diam.
Sejujurnya, Reno tidak akan pernah berpikir suatu hari akan menyelinap ke kamar seseorang secara rahasia seperti ini, terutama itu kamar seorang gadis.
Hal-hal begitu cepat terjadi, sampai-sampai Reno tidak mengerti apa yang benar-benar dilakukannya.
Itu karena Ketua Kelas begitu menawan, Ah~
...####...
__ADS_1
Hari itu Kelas 3 A1 cukup meriah, itu karena Undangan Ulang Tahun Ketua Kelas mereka. Ini adalah saat yang bagus untuk mulai santai dan berpesta, benar-benar waktu yang pas setelah seharian kemarin terlalu stres mengerjakan pekerjaan rumah mereka.
Semua orang mendapatkan undangan, beberapa dari kelas sebelah juga ada, lebih banyak orang yang Ketua Kelas mereka undangan karena dia memiliki begitu banyak kenalan dari kelas 1 sampai kelas 3.
Dia menyuruh beberapa pelayan untuk mengantarkan undangan-undangan itu.
Namun walaupun semua orang terlihat heboh dan menantikan acara nanti malam, seseorang yang berulang tahun terlihat hanya duduk santai di mejanya sambil membaca beberapa buku. Terlihat tidak terlalu peduli dengan suasana di kelas.
Itu termasuk ketika Reno yang baru datang pada jam Istirahat, semua orang menatap kearah Reno, melihat betapa beraninya Tiran Sekolah mereka masuk ke Kelas jam segini.
Sudah diduga dari Sang Tiran Sekolah mereka.
Tidak perlu menanyakan soal pekerjaan rumahnya, ini jelas tidak dikerjakan bukan?
Namun semua orang terkejut, ketika Reno datang, dia langsung menghampiri Ketua Kelas mereka lalu menyerahkan sebuah Buku padanya!!!
Apakah itu Pekerjaan Rumah Sang Tiran Sekolah??
Astaga, Sang Tiran Sekolah mereka benar-benar mengerjakan Pekerjaan Rumah!!
Itu sungguh membuat semua orang kaget.
Disisi lainnya, Ketua Kelas mereka yang menerima buku itu hanya mengangguk ringan, lalu mengambil buku itu dan diletakkan bersama kumpulan buku siswa lain dimeja kosong disebelahnya, kemudian lanjut membaca buku miliknya.
Dan Reno dengan santai menuju tempat duduknya, tanpa mengatakan apapun.
Semua orang tahu kalau hubungan Keluarga Reno dan Keluarga Ketua Kelas bukanlah hal yang baik. Namun di Sekolah kedua orang itu tidak pernah menunjukkan saling benci atau sesuatu, hanya lebih ke sikap tidak peduli dan mengabaikan.
Dimata semua orang, hubungan mereka tidak begitu baik namun juga tidak begitu buruk. Tidak terlalu dekat, namun juga tidak terlalu jauh.
Bahkan walaupun beberapa orang kadang melihat dua orang itu saling bertukar kata, tidak akan ada yang terlalu curiga, karena itu tadi, hubungan mereka, tidak terlalu dekat tapi juga tidak terlalu jauh.
Seperti kamu bertemu kenalan dari Kelas sebelah dan hanya menyapa untuk basa-basi saja.
Lagipula, dari awal memang tidak ada yang begitu dekat dengan Ketua Kelas mereka.
Ketua Kelas mereka selalu menjaga jarak aman, agar tidak terlalu dekat namun juga tidak terlalu jauh kesemua orang.
Jika kamu mengajak bicara Ketua Kelas, dia akan mendengarkan dan akan berbicara juga denganmu. Jika kamu butuh bantuan dia juga akan menolongmu. Jika ada kesulitan dalam belajar, dia juga akan membantumu jika diminta.
Jika kamu mengajaknya untuk masuk satu kelompok denganmu, dia tidak akan menerimanya. Jika ada yang mengajak makan siang bersama, dia akan menerimanya.
Terlihat seperti gadis aktif dan dekat dengan semua orang, dan menjadi pusat perhatian.
Namun, jika kamu mengajaknya keluar untuk bermain atau karaokean atau sekedar nongkrong bareng, Ketua Kelas akan menolaknya.
Dia pendiam dan cukup dingin, namun semua orang cukup nyaman dengan itu.
Jadi Event seperti Ulang Tahun Ketua Kelas merupakan Event langka setiap tahunnya, dimana ahirnya kamu bisa melihat Ketua Kelas tanpa seragamnya yang sangat jarang terjadi!!
Benar, biasanya jika seseorang Ulang Tahun, Ketua Kelas jarang datang, namun Hadiah akan selalu datang, dan itu tentu bukan hal yang murah.
Lagipula, pesta Ulang Tahun Ketua Kelas yang memiliki begitu banyak orang dari berbagai kalangan kelas atas, bisa menjadi sarana yang bagus untuk membangun koneksi baru yang mungkin akan bermanfaat dimasa depan.
Jadi, kamu harus datang dan itu juga jadi sarana unjuk gigi yang bagus.
Jadi sudah dari beberapa hari yang lalu mereka semua mempersiapkan pesta ini. Dari mulai hadiah yang dipilih secara hati-hati sampai gaun atau jas yang dipesan secara Khusus.
Biasanya mereka akan seperti ini dan sangat teliti jika itu berhubungan dengan Pesta milik Para Pangeran Sekolah, Pesta Milik Dewi Sekolah yaitu Merry dan terakhir Pesta milik Ketua Kelas mereka, yang tahun lalu dia juga sempat menjadi Ketua OSIS.
Mereka sungguh tidak sabar dengan Pesta nanti malam.
__ADS_1