Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Part 48: Aku akan selalu ada Untukmu


__ADS_3

Peringatan: Ini hanya cerita fiktif belakang mungkin ada adegan yang tidak begitu menyenangkan, harap hati-hati dalam menyikapi.


Happy Reading!!


####


Setelah Serra dimarahi, Ibunya pergi meninggalkan Serra sendirian disitu.


Serra yang terlihat sangat sedih dan kacau.


Namun tidak berapa lama, dia melihat ada seseorang yang mengintip dibalik dinding itu.


Itu adalah Reno.....


Melihat Reno, Serra tidak tahu harus berkata apa.


Serra dan Reno saling bertatapan, namun tidak bisa mengatakan apapun.


Reno hendak mendekat kearah Serra, mencoba untuk menghiburnya dengan memeluknya. Namun tangannya ditepis oleh Serra.


"Apakah kamu mendengarnya?"


Reno hanya mengangguk.


"Lihat betapa hebatnya kamu,"


"Apakah hal-hal ini sering terjadi?"


Namun Serra tidak menjawab, perasaan dihatinya sungguh kompleks dan rumit, sampai-sampai dirinya tidak tahu harus berekspresi seperti apa ketika bertemu dengan Reno.


Jadi, Serra segera lari menuju tangga, kearah lantai atas gedung.


Reno yang melihat itu, mengejar Serra dari belakang.


Ketika sampai di atap gedung, Serra dan Reno saling bertatapan, namun tidak bisa mengatakan apapun.


Reno hendak mendekat kearah Serra, mencoba untuk menghiburnya dengan memeluknya. Namun tangannya ditepis oleh Serra.


"Apakah kamu mendengarnya?"


Reno hanya mengangguk.


"Lihat betapa hebatnya kamu,"


"Apakah hal-hal ini sering terjadi?"

__ADS_1


Namun Serra tidak menjawab, perasaan dihatinya sungguh kompleks dan rumit, sampai-sampai dirinya tidak tahu harus berekspresi seperti apa ketika bertemu dengan Reno.


Hal-hal terkadang sangat sulit untuk dikatakan.


Hal-hal di Keluarganya begitu membuat Serra kadang tidak tahan lagi.


Hari ini seolah-olah semua usahanya selama ini sia-sia.


Keluarga yang begitu ketat dan menuntut, seolah dirinya ini hanyalah robot.


Entah kenapa semua perasaan yang selama ini Serra pendam begitu menumpuk.


Hari-hari menyedihkan ketika dirinya dihukum, dan dikurung dirumahnya.....


Hari-hari dari kecil ketika dirinya lebih sering kalah dari pada menang....


Walaupun dirinya sudah mencoba yang terbaik, namun hal-hal tidak sesuai keinginan.


Mendapatkan pengakuan dari Keluarganya terdengar mustahil.


Seolah dirinya sudah tidak tahan lagi, Serra mulai menatap pagar pembatas yang cukup pendek diujung gedung, menatap kearah bawah.


Sekarang Serra sedikit mengerti kenapa hari itu Farrel melakukannya.


Mungkin saat itu Farrel juga sudah muak dengan semuanya, dengan Keluarganya, dengan hidupnya.....


Sedikit terbesit dalam pikirannya untuk.......


Melihat Serra yang terlihat semakin mendekat kearah pagar pembatas seolah ingin loncat dari sana, membuat Reno semakin cemas.


"Serra!!! Jangan pernah sekalipun kamu berpikir seperti itu!! Apalagi dihadapanku!!" Kata Reno dengan marah, lalu mulai menarik Serra kedalam pelukannya, memegang gadis itu dengan erat seolah tidak akan pernah akan melepaskannya.


Ditengah-tengah itu, lalu hujan mulai turun.


Namun kedua orang itu tidak bergerak, Serra masih diam.


Dan entah bagaimana, air mata Serra akhirnya jatuh.


Reno mencoba memeluk Serra lebih erat, walaupun gadis itu bersikeras untuk menolak pelukannya.


"Aku tidak berguna, Reno.... Semua sia-sia....." Katanya dengan putus asa.


"Tidak apa-apa, Serra kamu tidak seperti itu. Kamu bisa marah padaku tentang semuanya."


"Tidak masalah sama sekali. Semua akan baik-baik saja, jadi jangan menahannya. Menangislah...."

__ADS_1


Ini adalah situasi yang terlihat Dejavu.


Seperti hari itu, itu juga hari hujan ketika Reno juga merasa seperti ini, dan Serra memberikan dorongan dan semangat untuknya.


Sekarang, giliran dirinya.....


"Kamu adalah gadis yang kuat dan hebat, juga terlihat sangat keren. Kamu selalu berusaha lebih keras dari siapapun. Aku selalu melihatmu begitu lama...."


"Aku yang merasa tidak punya apa-apa ini, perlahan menatap kearahmu, melihatmu yang begitu bersemangat dan berusaha keras lebih dari siapapun...."


"Kamu yang selalu bisa begitu baik pada semua orang diam-diam...."


"Dan tanpa sadar, tatapanku tidak pernah bisa berpaling darimu...."


"Itulah bagaimana aku jatuh cinta padamu...."


"Kamu yang seolah memberikanku cahaya ditengah-tengah kegelapan...."


"Seseorang yang sangat berharga untukku...."


"Orang yang sangat aku cintai...."


"Jadi jangan pernah berpikir yang tidak-tidak, dan mencoba untuk meninggalkanku...."


"Kerena aku akan menjadikam kamu menjadi milikku...."


"Semuanya akan baik-baik saja, Sarra..."


"Apapun yang terjadi, aku akan selalu disisimu dan selalu ada untukmu..."


Namun Serra masih tidak menjawabnya, dia masih menangis mencoba mengeluarkan semua air mata yang coba dia tahan selama ini.


Perasaan putus asa....


Marah....


Kesal....


Sedih....


Perasaan Serra yang masih campur aduk, dan tidak karuan.


Bersama hujan yang semakin deras, entah kapan mereda.


Disana, Reno memeluk erat tubuh Serra, seolah tidak ingin melepaskannya seolah jika dirinya melepaskannya dirinya tidak akan melihat gadis itu lagi....

__ADS_1


####


Bersambung


__ADS_2