
Itu adalah hari yang hujan, cuaca sudah cukup buruk sejak pagi. Angin cukup kencang, membuat udara terasa sangat dingin.
Bahkan cahaya matahari hanya menunjukkan sedikit sinarnya.
Ini juga merupakan hari terakhir Ujian Kelulusan.
Ujian nasional sudah berlalu sejak Senin lalu, waktu benar-benar terasa cepat berlalu.
Bahkan Ujian Final yang dinantikan pun berjalan dengan cepat.
Secepat hari-hari berlalu secepat pula ujian berlalu.
Tapi ketika kamu sudah melaksanakan ujian, kamu akan merasa lega karena akhirnya suatu beban telah selesai.
Dan akan bergerak menuju step berikutnya.
Setelah serangkaian Ujian Nasional ini akan ada beberapa hari libur untuk siswa dan siswi kelas 3.
Setelah itu akan kembali dilanjutkan ujian sekolah.
Setelah menyelesaikan Ujian Nasional mereka, beberapa siswa merasa sedih, karena ini juga merupakan akhir dari sekolah SMA mereka, akhir dari puncak masa remaja mereka.
Setelah ini tidak akan ada kelas lagi, itu artinya ini juga merupakan hari-hari menjelang perpisahan dengan teman-teman mereka.
Mungkin mereka akan bertemu di universitas yang sama, tapi mungkin juga tidak.
Pertemuan dan perpisahan selalu terjadi, tidak terasa sudah 3 tahun mereka bersekolah di sini.
Banyak suka, duka, kebahagiaan, dan banyak hal yang mereka lalui bersama.
Seperti ujian kelulusan ini yang akhirnya berakhir, ini juga mungkin akhir dari pertemanan mereka.
Semua orang memiliki jalannya sendiri-sendiri, jalan yang berbeda-beda seperti arah angin yang berbeda.
Semua orang punya tujuan masing-masing, ketika ada sebuah pertemuan pasti di sana juga ada sebuah perpisahan.
Seperti dua orang tertentu, yang berpapasan di koridor kelas.
Tempat Ujian mereka kebetulan beda kelas.
Sang gadis yang baru keluar dari tempat Ujian, langsung disapa oleh orang-orang disekitarnya, menanyakan banyak hal.
Reno saat ini duduk ditepi koridor seolah tengah fokus dengan ponselnya.
Beberapa orang lewat, tidak sengaja menatap kearahnya, bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan Sang Tiran Sekolah mereka disini.
Ini bukan ruang kelas ujiannya bukan?
Ruang Ujian milik Sang Tiran Sekolah sepertinya ada di ruangan ke 3, kenapa dia ada di ruangan ke 1?
Tapi sekali lagi siswa-siswi itu hanya lewat dan tidak berani untuk bertanya apa lagi mengapa bahkan walaupun mereka terlihat penasaran.
Tapi beberapa siswa mulai memiliki beberapa kesimpulan.
Tunggu.....
Sepertinya Sang Tiran Sekolah sedang menunggu seseorang bukan?
Ah....
Bukankah, Merry ada diruangan ini?
Benar sekali, beberapa minggu lalu terlihat adegan heboh yang membuat semua orang merasa penasaran.
Ketika Sang Tiran Sekolah mereka, mengendong Dewi Kecantikan mereka Merry, ala Bridal Style.
Dia mengendong gadis itu dari lapangan belakang gedung, damai ujung luar gedung di Parkiran.
Lihat, betapa dramatisnya hal itu.
Mereka dengar Merry pingsan saat itu, dan itulah kenapa Sang Tiran Sekolah mereka mengedongnya seperti itu.
Sang Tiran Sekolah mereka bahkan terlihat sangat romantis, dan langsung membawanya ke Rumah Sakit karena khawatir.
Bahkan setelah itu, Sang Dewi mereka sempat tidak datang ke sekolah selama beberapa hari, namun ketika Sang Dewi mereka akhirnya datang, dia dan Sang Tiran Sekolah mereka terlihat akrab dan memiliki hubungan yang baik!!
Lihat!!!
Apa yang terjadi di Rumah Sakit, yang tidak mereka tahu?
Apakah ini sebuah cinta baru terselubung?
Dan tunggu dulu, bagaimana dengan hubungan Sang Tiran Sekolah mereka dengan si siswa pindahan itu?
Ah.....
Ini benar-benar hubungan cinta segitiga yang rumit, yang membuatmu berdebar-debar.
Sinyal gosip siswa dan siswi ini setelah Ujian selesai benar-benar bangkit.
Tunggu dulu, bahkan bukankah Si Siswa Pindahan juga ada di Ruangan 1?
Ah......
Jadi siapa yang Sang Tiran Sekolah mereka tunggu?
Beberapa siswa yang akan hendak pulang itu tiba-tiba berhenti karena penasaran, jadi mereka mulai membuat alasan agar tetap bisa ada disana.
Misalnya, ketika Ketua Kelas mereka akhirnya keluar dari Ruang Ujian, mereka mulai membual dan bertanya-tanya dan ngobrol-ngorol dengannya didekat pintu sambil menghabiskan waktu, sebuah alasan agar tetap bisa berada disitu.
Mereka mulai bertanya seperti Universitas mana yang hendak Ketua Kelas masuki, atau hanya sekedar bertanya bagaimana Ujian barusan, atau beberapa topik random lainnya.
Reno yang melihat kerumunan didepan Serra yang terlihat bukannya makin sedikit, namun malah bertambah banyak itu membuatnya kesal.
__ADS_1
Ada apa dengan orang-orang ini?
Bukankah seharusnya mereka pulang kerumahnya setelah Ujian?
Kenapa mereka mulai membicarakan hal-hal tidak jelas dengan Serra?
Dan, terlihat Serra asik mengobrol dengan mereka disana.
Sekilas, tatapan Serra yang ada dikerumunan, bertemu dengan tatapan Reno yang ada duduk didekat koridor.
Seolah tatapan itu memberikan sebuah kode rahasia.
Tentu, Reno memperhatikan ini.
Tidak lama kemudian, ada sebuah pulpen jatuh, kearah Reno.
Reno menunduk kearah kakinya, lalu mengambil pulpen yang jatuh itu.
Disisi lain kerumunan terlihat salah seorang siswi terlihat merasa bersalah karena menyenggol Serra.
Tidak, itu bukan siswi itu yang salah jelas ini perbuatan yang Serra sengaja lakukan.
Saat siswi itu terlihat meminta maaf, Serra hanya tersenyum lalu bilang tidak apa-apa, lalu berjalan dengan santai keluar kerumunan hendak mengambil pulpennya.
Ah....
Kerumunan terkejut, karena pasalnya pulpen Ketua Kelas yang jatuh ternyata ada ditangan Sang Tiran Sekolah!!!
Bagaimana ini?
Apakah akan ada Perang Dunia antara mereka berdua?
Tidakkah kalian tahu, pertengkaran Ibu mereka yang sangat heboh tempo hari itu?
Melihat jarak antara Ketua Kelas mereka dan Sang Tiran Sekolah makin dekat, membuat mereka berdebar-debar tidak karuan.
Apakah akhirnya akan ada sesuatu yang menarik?
Ini jadi mengigatkan soal gosip kalau mereka berkencan tempo hari, walaupun itu hanya omong kosong belaka, tapi kalau dilihat-lihat ada beberapa hal yang terlihat sama antara keduanya.
Itu adalah sesuatu seperti seseorang yang tidak tersentuh, seseorang yang berada diatasmu, dan tidak bisa kamu provokasi.
Namun, ternyata tebakan mereka salah, disana hanya Reno menyerahkan pulpen itu pada Serra tanpa mengatakan apapun, lalu Serra juga menerimanya, sambil tersenyum lalu kembali menyapa kerumunan yang ada dibelakangnya.
Sedangkan Sang Tiran Sekolah terlihat kembali memainkan ponselnya.
Kerumunan itu saling menatap satu sama lain.
Ah, ternyata gosip itu benar-benar omong kosong.
Lihat?
Apakah itu terlihat seperti seseorang yang berkencan satu sama lainnya?
Ketika mereka sibuk berpikir, beberapa orang mulai keluar lagi dari ruang Ujian.
Lihat!!!
Itu Sang Dewi mereka, Merry!!
Tunggu, dibelakangnya adalah Si Murid Pindahan Nana!!
Lupakan, bukankah ini saat yang ditunggu-tunggu?
Siapa yang akan Sang Tiran mereka sapa???
Ini sungguh menegangkan, bahkan ketegangan yang barusan itu hanya angin lalu.
Bukankah ini benar-benar akan jadi perang dunia keempat?
Mereka semua tahu, kalau hubungan Nana dan Merry sangat buruk.
Ah, jadi siapapun yang akan dipilih, ini akan menjadi semacam pertengkaran cinta segitiga!!
Ujian telah berakhir, ini benar-benar saat yang cocok untuk kembali memikirkan Cinta, Ah~
Namun ketika mereka terlihat bersemangat itu, tiba-tiba Alvin menyusul keluar lalu menyapa Reno, dan kedua orang itu pergi dari sana.
Tiba-tiba suasana disana menjadi hening.
Omong kosong, percuma waktuku yang berharga hilang!!
Dikira bakal ada Drama menarik, e ternyata Sang Tiran Sekolah hanya menunggu temannya Alvin.
Benar, mereka sempat lupa kalau Alvin ada diruangan ini juga.
Sungguh terbuang sia-sia waktu beberapa menit ini.
Lalu beberapa kerumunan itu pergi dari sana setelah berpamitan dengan Serra dengan berbagai alasan.
Diam-diam Serra menahan tawanya melihat kerumunan tukang gosip ini.
Baru Ujian selesai, namun mereka benar-benar mematikan untuk bisa menemukan bahan Gosip yang bisa dibahas selama liburan!!
Sungguh, siswa dan siswi yang menarik.
Serra merasa sedikit iri dengan mereka.
Kebebasan seperti itu terlihat asik dan menarik.
...####...
Disekolah Elite ini, memiliki banyak bangunan beberapa gedung, yang dijadikan berbagai macam ruangan.
Desain sekolah ini bisa terbilang cukup luas, dan megah.
Ditempat yang begitu luas ini, disalah satu gedung barat adalah tempat yang paling sepi.
__ADS_1
Semacam bangunan yang sudah ditinggalkan dan cukup tua.
Namun sebenarnya, itu bisa dijadikan markas untuk bolos sekolah oleh beberapa anak nakal.
Mereka sering berkumpul ditempat-tempat mencurigakan seperti ini.
Apalagi setelah Ujian Kelas tiga selesai, dimana semua murid-murid kelas satu atau dua tengah diliburkan, disana tidak ada orang terlihat.
Bahkan gurupun tidak akan pernah berpikir untuk mengecek kesana.
Benar-benar seperti tempat yang ditinggalkan.
Namun saat ini, didalam gedung kosong itu, terlihat seorang pemuda tertentu berdiri disana disamping pintu salah satu ruangan, seolah menunggu seseorang.
Tidak lama kemudian, dari arah koridor muncul seorang gadis tertentu, gadis itu terlihat melihat-lihat hal-hal disekitarnya, walaupun gedung ini gedung yang ditinggalkan, namun terlihat masih bersih dan rapi, sungguh mengejutkan.
Tidak berapa lama, gadis itu melihat pemuda yang ada didekat pintu ruangan tertentu. Tatapan mereka bertemu, tatapan penuh kerinduan.
Gadis itu langsung buru-buru berjalan kearahnya, dan tanpa segan-segan langsung memeluknya.
"Reno, aku sangat merindukanmu. Sudah berapa lama ini?" Ucap gadis itu masih sambil memeluk Reno.
"Ya, sudah hampir dua bulan lebih kita tidak bisa bicara seperti ini," kata Reno lalu melepaskan pelukannya.
"Hmm, aku terkejut kamu bisa menemukan tempat seperti ini disekolah, untuk kita bertemu,"
"Haha, aku juga tidak mengira kamu juga memilih ide yang sama untuk bertemu diam-diam. Kamu menyelipkan kertas padaku saat aku memberikan pulen tadi bukan?"
"Ah, tapi kamu juga melakukan hal yang sama, seolah bisa membaca pikiranku. Terlihat jelas dari suratmu kalau kita sebaiknya bertemu ditempat yang kamu pilih dari pada yang aku pilih, benar-benar menebak dengan tepat bukan? Jadi kenapa tempat ini?"
Ketika Serra bertanya, Reno langsung membuka pintu disana, lalu menarik Serra untuk masuk kedalamnya.
Melihat isi ruangan itu, Serra terkejut.
Itu seperti sebuah ruangan santai, disana ada sebuah sofa, meja, televisi, bahkan ada satu set tempat tidur dan lemari.
Melihat itu, Serra lalu tertawa.
Kurang lebih dirinya bisa menebak tempat seperti apa ini.
Ini semacam markas rahasia milik Sang Tiran Sekolah ketika dia menghabiskan waktu luangnya saat bolos kelas bukan?
Ya, ini benar-benar terlihat seperti itu.
"Kamu bisa menebaknya dengan benar," kata Reno kemudian.
Serra lagi-lagi tertawa, dirinya bahkan belum sempat mengutarakan pikirkan dalam kata-kata namun, Reno sudah menebak dengan tepat apa yang ingin dirinya katakan.
"Reno, kamu benar-benar mengagumkan,"
Melupakan basa-basinya, mereka lalu berciuman disana.
Melepaskan kerinduan dan hasrat yang selama ini terpendam.
Ciuman tanpa jeda, seolah-olah mereka ingin melakukannya terus menerus, namun mereka tahu kalau mereka memiliki waktu yang terbatas.
Setelah melepaskam ciumannya, mereka lalu duduk di sofa.
Dari samping sofa, terlihat ada sebuah jendela.
Gordennya kebetulan terbuka.
Dari arah jendela, terlihat sebuah pandangan yang sangat familiar.
Itu adalah sebuah pohon tertentu di ujung taman sekolah.
Tempat rahasia milik Serra.
Melihat pemandangan yang familiar itu membuat Reno ataupun Serra mukanya menjadi merah karena malu.
Reno malu karena akhirnya rahasianya yang melihat Serra diam-diam dari tempat ini terungkap.
Disisi lainnya, Serra merasa malu karena saat-saat dia ada di taman benar-benar terungkap didepan Reno selama ini!
Apakah dirinya sempat melakukan hal-hal konyol disana?
Akhhhh.....
Betapa memalukan!!!
"Jadi selama ini kamu melihatku dari sini?" Tanya Serra.
"Coba tebak?" Kata Reno sambil tertawa.
Karena sudah terbongkar, tidak ada lagi yang perlu ditutup-tutupi lagi.
Keduanya lalu sama-sama tertawa, melihat kekonyolan masing-masing.
Melihat kalau selama ini, walaupun keduanya terlihat tidak pernah saling memperhatikan ataupun akrab, ternyata satu sama lainnya mengamati yang lainnya diam-diam.
Ditempat yang sunyi dan tidak diketahui oleh siapapun, keduanya akan saling menatap diam-diam bahkan tanpa yang lainnya tahu.
Termasuk Serra yang akan menatap Reno diam-diam, setidaknya rahasia itu belum terbongkar.
Dan dibalik itu, dua-duanya paham tempat masing-masing.
Ya, seperti yang semua orang akan perkirakan tentang hubungan mereka.
Mereka seolah ada dikubu yang berbeda, seolah ada di Kutub Utara dan Kutub Selatan, selalu punya poros masing-masing....
Namun dibalik takdir yang aneh, keduanya diam-diam saling menyukai.....
Saling memperhatikan dalam diam....
__ADS_1