Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Part 23: Farrel dan Johan


__ADS_3



Ini adalah hari baru, ini merupakan hari yang cerah dan indah, seharusnya begitu. Sudah beberapa hari berlalu sejak Hari Ulang Tahun Serra.


Namun dicuaca yang harusnya begitu indah ini disalah satu Rumah Sakit tertentu, suasana hari itu terlihat suram, terutama disalah satu kamar ICU yang ada disana.


Di tempat tidur, terbaring seorang pemuda tertentu. Dia terlihat seperti tertidur pulas, dengan infus serta banyak peralatan yang menempel padanya.


Wajah tidurnya yang terlihat tenang, benar-benar terlihat seperti dia sedang tidur, namun siapa yang tahu kapan Pemuda itu akan bangun?


Disamping pemuda itu dirawat terlihat beberapa beberapa orang tertentu yang terlihat berkunjung disana.


Salah satunya adalah seorang laki-laki yang menunjukkan wajah sedihnya, lalu dia berkata pada perempuan yang ada disebelahnya.


"Serra, apa kamu lihat? Saat ini Farrel masih terbaring di Rumah Sakit gara-gara orang dari keluarga Wilson itu!! Melihat dia seperti ini tidak tahu kapan akan bangun, apakah kamu masih ingin berhubungan dengan orang itu yang menyebabkan semua ini, Serra?"


Serra hanya menunduk, tidak tahu harus berkata apa.


Karena tidak ada hal yang bisa dirinya bela untuk Reno, karena memang kenyataannya secara tidak langsung Reno memang salah satu penyebab orang itu terbaring disini.


Itu adalah fakta yang tidak bisa diubah.


Sebuah kenyataan pahit, sebuah dosa dimasa lalu tanpa pembenaran.


"Iya, itu benar. Dan aku juga termasuk seperti semua orang yang ada disana, tahu akan semua penyebabnya namun tidak memperdulikannya. Apa Kakak juga membenciku?" Tanya Serra tanpa ekpersi yang tidak bisa terbaca.


"Aku adalah orang yang paling dekat dengannya, namun dia tidak pernah cerita apapun padaku. Dia selalu bilang semua baik-baik saja, walaupun semua tidak pernah baik-baik saja. Ini juga salahku kenapa... Kenapa aku tidak lebih banyak membujuknya untuk bercerita?"


"Apakah Kakak pernah memikirkan alasan kenapa dia tidak pernah bercerita?"


Johan hanya menunduk sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah kejadian hari itu, Johan baru tahu semua hal yang terjadi dengan Farrel. Johan selalu tahu kalau hubungan Farrel dengan Keluarganya bukanlah hal yang baik, lalu hal-hal di sekolah membuat semuanya bertambah buruk.


Tapi dia selalu bilang kalau dia baik-baik saja, tidak masalah, bisa mengatasinya sendiri.


Hari itu adalah hari ulang tahun Farrel.


Johan jelas masih ingat hari itu dengan jelas.


Pagi itu dia masih berbicara ditelepon dengannya mengucapkan selamat ulang tahun.


Dan bahkan dirinya sempat membuat janji untuk makan malam bersama untuk merayakan ulang tahun Farrel. Dirinya sudah menyiapkan beberapa hadiah kecil dan kejutan untuknya.


Dirinya sudah menyiapkan hal-hal bagus untuk nanti malam, dan tidak sabar untuk bertemu Farrel nantinya, ada beberapa hal yang ingin dirinya ungkapkan dengannya.

__ADS_1


"Selamat tinggal, Kak Johan."


Itu adalah kata-kata terakhir Farrel yang dia dengar saat Farrel menutup telepon.


Dia kira itu hanya menutup telepon dengan santai, tapi siapa yang mengira kalau itu direncanakan untuk sebuah perpisahan??


"Kenapa? Kenapa kamu tidak pernah bilang padaku? Kenapa? Kenapa kamu berniat meninggalkanku seperti ini, Farrel?" Kata Johan dengan frustasi sambil memegang tangan Farrel, berharap tangan itu akan bergerak dan orang yang ada didepannya akan menjawab.


"Aku awalnya sudah menyelidiki beberapa Hal tentang Farrel setelah kejadian itu karena merasa bersalah. Aku tidak tahu kalau kalian dekat. Namun aku pikir aku sedikit mengerti perasaan Farrel kenapa dia tidak ingin bercerita pada, Kakak."


Johan menatap kearah Serra dengan wajah binggung.


"Kakak masih tidak mengerti?"


"Aku memang tidak pernah mengerti tentang dia."


Ekpersi sedih dan rasa bersalah jelas terlihat pada wajah Johan.


"Dia anak tertua dari keluarganya, namun hubungan kedua orang tuanya buruk. Ibunya bunuh diri tepat pada hari ulang tahun Farrel karena ayahnya tidak mencintainya beberapa tahun lalu. Ayahnya memiliki selingkuhan dan dia memiliki saudara tiri. Untuk mendapatkan perhatian ayahnya agar tidak ditinggalkan seperti ibunya, dia melakukan yang yang dia bisa untuk mencoba belajar, memenangkan beberapa penghargaan, namun hasil tidak berjalan dengan baik, dan ayahnya tetap memperlakukannya dengan begitu buruk. Sedangkan Kakak memiliki semuanya, seorang Jenius yang dicintai semua orang dan di banggakan semua orang. Dia pasti berpikir kalau Kakak tidak akan pernah mengerti perasaannya karena Kakak begitu sempurna untuk nya, itulah kenapa dia tidak mau bercerita, aku sedikit mengerti."


Johan terdiam sesaat setelah mendengar hal itu.


"Apakah kamu juga berpikir begitu tentang ku, Serra?"


"Aku tahu, Kakak juga tidak sempurna karena memang tidak ada yang sempurna didunia ini. Aku tahu, Kakak bukanlah orang seperti itu. Tapi untuk tidak memiliki perasaan sedikit iri adalah hal yang berbeda."


"Hmm, memiliki Kakak yang begitu hebat benar-benar merepotkan."


"Terkadang aku juga takut, kamu akan pergi seperti itu. Pergi jauh dengan seorang pria yang tidak aku tahu, meninggalkanku. Tapi Jangan pernah berpikir seperti itu, Serra terutama dengan orang dari Keluarga Wilson yang Brengsek itu!"


"Apa? Aku masih hanya seorang siswa SMA biasa. Apa yang bisa aku lakukan? Aku masih belum dewasa dan masih suka bermain-main, apa yang salah sedikit bermain-main?"


"Tapi aku tidak mau kamu yang dipermainkan! Lihat selain perilaku dan kelakuannya yang buruk dimasa lalu, dia juga seorang Playboy! Aku tidak akan pernah memaafkannya juga untuk hal yang dia lakukan pada Farrel."


"Hal itu sudah terjadi, Kakak bisa apa?"


"Apa kamu bilang, Serra?"


"Hal-hal telah berlalu, Kak. Jangan hidup dimasa lalu. Aku yakin, Farrel nanti akan bangun. Bukankah itu arti kenapa bahkan setelah tiga tahun berlalu, dia masih disini?"


...####...


Disalah satu sekolah Elite tertentu, sekolah masih berjalan seperti biasanya.


Setelah awal semester dimulai, kelas-kelas juga memulai pelajaran seperti biasanya, terutama para murid kelas tiga yang selalu disuguhi dengan soal-soal dan ujian.


Namun kali ini khususnya Kelas 3 A1, begitu ribut bergosip lagi. Kali ini gosip seputar Ketua Kelas mereka yang kabarnya sakit dan tidak muncul di sekolah selama beberapa hari ini.

__ADS_1


Ketua Kelas mereka jarang sekali memiliki topik yang bisa dibicarakan, namun sejak Ulang Tahun kemarin dan menghilangnya Ketua Kelas mereka itu menjadi topik yang bagus untuk dibicarakan.


Bahkan kejadian saat diulang tahun saat Sang Tiran Sekolah mereka diusir dari pesta milik Ketua Kelas!


Apakah akan ada Perang antara Keluarga Lee dan Keluarga Wilson?


Sejak dulu memang sudah terkenal hubungan Keluarga mereka tidak baik.


Karena topik pembicaraan telah berganti, ini ada beberapa siswa yang tidak terlalu mengerti mulai bertanya,


"Tapi, sebenarnya apa masalah dari Keluarga Wilson dan Keluarga Lee? Bukankah ini hanya hal-hal tentang Bisnis?"


"Kamu sangat tidak tahu gosip, perkara ini dimulai dulu sekali, ini awalnya adalah masalah cinta. Aku dengar dari orang tuaku, orang tuaku dapat cerita ini dari teman dari temannya, temannya lagi,"


"Tunggu, kalau seperti ini bukankan ini sangat tidak valid? Ini hanya rumor omong kosong,"


"Apakah kamu peduli ini benar atau tidak? Yang paling penting ceritanya kan?"


"Benar juga. Jadi bagaimana ceritanya?" Tanya siswa itu dengan antusias.


"Jadi...."


Belum sampai salah satu siswa itu bercerita, Ketua Kelas mereka memasuki kelas.


Suasana menjadi hening.


"Lupakan saja. Orang nya sudah disini, sebaiknya kalian belajar saja, aku akan kembali ke Kelasku, Bye Bye," kata Siswa itu melambaikan tangannya pada temannya lalu pergi dari sana, membiarkan beberapa siswa jadi sangat-sangat penasaran dengan kelanjutan ceritanya.


Ketua Kelas mereka menyapa mereka seperti biasa, dan menjawab beberapa pertanyaan soal keadaannya dengan tenang.


Tentu, beberapa orang sangat geli ingin bertanya padanya sebenarnya masalah Keluarga Lee dan Keluarga Wilson itu apa, tapi mereka tidak memiliki keberanian untuk bertanya.


Tidak berapa lama setelah itu, salah satu bahan gosip yaitu Tiran Sekolah datang.


Dia datang seperti biasanya dengan teman-temannya.


Dia melewati kursi Ketua Kelas.


Hanya melewati, dan tidak mengatakan apa-apa, termasuk Ketua Kelas yang diam saja.


Padahal beberapa siswa berharap akan terjadi sesuatu, namun ini terlihat lebih tenang dari yang mereka kira.


Kadang sebenarnya mereka akan melihat Ketua Kelas menyapa Tiran Sekolah untuk basa basi, namun kali ini tidak sama sekali!!


Keheningan ini sungguh aneh, seperti ketenangan sebelum badai, membuat beberapa siswa merinding.


__ADS_1


__ADS_2