Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Season 2 Part 31: Rasa Bersalah


__ADS_3

Hari sudah menjelang sore, saat ini disalah satu ruangan di salah satu Rumah Sakit tertentu, terlihat seorang gadis tertentu tengah duduk di ranjangnya dengan gelisah.


Pikirannya masih jelas, dia masih sangat khawatir tentang keadaan Reno sampai sekarang.


Dirinya tidak bisa menghubungi orang itu dan tidak tahu bagaimana cara menghubunginya. Emailnya juga belum dibalas, ini membuat dirinya ketar-ketir.


Ketika dia melamun, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan itu.


Serra mengenali seseorang yang masuk itu.


Itu adalah Farrel teman sekaligus Sekertarisnya.


Jana terlihat pemuda itu membawa beberapa buah, dan makan malam yang terlihat enak.


"Bagaimana keadaanmu, Serra?" Tanya pemuda itu dengan cemas.


"Aku baik-baik saja. Mungkin hanya kelelahan saja."


"Aku sudah bilang padamu untuk jangan memaksakan dirimu, tapi kamu terus saja dan lagi kamu makan tidak teratur, terlalu banyak begadang dan itulah kenapa kamu bisa pingsan seperti ini,"


"Kamu terlalu berlebihan, Farrel. Aku merasa cukup untuk istirahat,"


"Ini jelas tidak cukup, aku menyarankanmu untuk mengambil cuti selama tiga hari minimal."


"Itu terlalu berlebihan. Aku tidak apa-apa,"


Melihat wajah pucat gadis itu, tentu saja Farrel merasa cemas, apalagi senyum paksa yang gadis itu coba perlihatkan.


Jadi ada apa sebenarnya?


Farrel tidak bisa berhenti bertanya-tanya.


Namun sepertinya, gadis pertanyaan ini tidak mau bercerita.


Jadi, Farrel memutuskan tidak bertanya sampai gadis didepannya ini ingin cerita.


Sambil basa-basi, agar suasana ruangan itu tidak terlalu sepi, Farrel nyalakan televisi disana.


Di televisi terlihat sedang diputar sebuah berita.


Dari judul Berita itu sudah terlihat jelas, 'Insiden Kecelakaan pada Pembagunan Apartemen Mewah di Kota A'.


Melihat berita itu ditayangkan, tentu saja membuat Serra memperhatikannya.


Disini, Farrel juga cukup bertanya-tanya apa terjadi di proyek itu.


Suara pembawa acara terdegar jelas, disana dikabarkan kalau kecelakaan itu hampir saja menimpa CEO PT Wilson Center City, namun untungnya Sang CEO selamat dan tidak terjadi luka parah, namun tetap harus dibawa ke Rumah Sakit.


Mendengar berita itu, membuat Serra merasa cukup lega, setidaknya tidak parah kondisi Reno, walaupun tetap saja dirinya masih khawatir.


Namun sebelum gadis itu merasa lega, dia mulai mendengarkan berita lanjutannya yang terlihat tidak mengenakkan.


Ini adalah soal Gosip dan Rumor yang beredar tentang, kalau hasil Proyek milik PT Wilson Center City akan buruk, dan sudah terlihat dari saat pembukaan proyek yang ada pertanda buruk disana, dan sekarang lihat sudah ada kecelakaan nyata yang terjadi.

__ADS_1


Bahkan salah satu pekerjaan proyek ada yang terluka cukup parah.


Hal ini membuat orang-orang mulai bertanya-tanya soal keamanan dimiliki oleh PT Wilson Center City, bagaimana kejadian seperti ini bisa terjadi.


Sana banyak opini publik jelek soal Perusahaan Reno.


Mendengar tentang semua ini, tentu saja Serra merasa bersalah.


Ya....


Dirinya mau tidak mau juga secara tidak langsung terlihat karena ini ulah orang-orang dari Keluarganya.


Dirinya juga tidak memberitahu Reno soal rencana mereka, sampai-sampai....


Ada kejadian buruk yang hampir membuat Reno celaka....


Jika sampai Reno kenapa-kenapa...


Serra tidak tahu harus berbuat apa...


Belum lagi, berita yang sudah beredar itu, tidak perlu ditanya ini jelas juga pekerjaan siapa.


Disana, Serra tiba-tiba meneteskan air matanya.


Farrel yang melihat ini tiba-tiba merasa kaget dan panik.


"Serra? Ada apa? Apa yang Sakit?" Kata pemuda itu dengan cemas, sambil memegang wajah Serra, dan mencoba melihat apakah ada yang salah.


Serra disini mencoba menstabilkan emosinya, namun entah bagaimana hanya air mata yang keluar.


Melihat sepertinya gadis didepannya ini bertingkah aneh, apalagi setelah melihat berita barusan, Farrel mulai membuat beberapa hipotesis.


Tingginya tahu jika di masa lalu, Serra memiliki perasaan pada Reno Wilson itu. Dan sekarang setelah bertahun-tahun lamanya, terlihat kalau gadis didepannya ini masih menyimpan beberapa perasaan pada orang itu.


Walaupun dirinya juga tidak memiliki bukti yang jelas soal hubungan mereka.


Disini, Farrel lalu memeluk Serra mencoba menghiburnya.


"Tidak apa-apa, jangan menagis. Semua baik-baik saja oke? Akan mencoba mencari solusi."


Disana, Serra hanya bisa menagis meluapkan semua emosi yang ditahannya dalam pelukan ringan Farrel.


####


Disisi lainnya, Kakek Reno mulai menyelidiki soal hal-hal jangal yang terjadi di Proyek.


Semua terlihat sangat rapi seolah-olah ini benar-benar kecelakaan.


Justru karena semuanya terlihat sangat rapi itulah kenapa jadinya harus curiga.


Ada yang salah sejak awal.


Jelas kemungkinan ada seseorang yang menyabotase proses ini dari awal.

__ADS_1


Ini sampai saat ini buktinya belum ada.


Tapi ini masih memiliki sebuah kemungkinan.


Jadi dia mulai melihat lagi berkas-berkas soal Proyek ini.


Melihat siapa akira yang akan diuntungkan kapolsek ini sampai tidak dilaksanakan oleh PT Wilson Center City.


Dia mulai melihat-lihat daftar pesaing perusahaan dalam proyek ini.


Ada sebuah nama perusahaan yang membuat dirinya sangat tertarik.


PT Antlantis City


Ini adalah salah satu perusahaan cabang milik Keluarga Lee.


Melihat dari sini saja, dirinya sudah yakin tentang hal ini.


Ya?


Siapa yang mencoba berani melakukan hal kotor seperti ini kecuali Keluarga tidak tahu diri itu?


Saja tidak ada Veronica yang menolong cucunya saat itu, pasti hal yang buruk terjadi pada cucunya ini.


Memikirkan hal-hal ini mengigatkannya pada keadaan mending Istrinya dulu....


Keluarga Lee benar-benar Kurang Ajar!!


Sekarang berani menyentuh cucuku?


Jika itu yang kalian mau aku juga akan membalasnya. Aku tidak akan segan-segan dan berbelas kasihan lagi.


Lihat saja nanti!!!


Dia mulai membuka-buka berkas, dan membaca CEO Perusahaan itu sekarang.


Serra Lee


Apakah itu perbuatan gadis muda ini?


Atau ini perintah Kakeknya?


Namun semua Keluarga Lee sama saja.


Dia lalu mulai menelepon salah satu bawahanya.


"Aku akan memerintahkanmu pada tugas penting...."


Mata harus dibalas dengan Mata bukan?


Tidak perlu segan-segan lagi pada Keluarga Lee sialan itu.


#####

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2