
Malam ini, cuaca cukup bagus, bulan dan bintang terlihat bersinar cerah diluar sana.
Namun sayangnya, suasana Malam yang indah ini tidak berpengaruh pada suasana dalam Ruang Pribadi salah satu Restoran Seafood tertentu.
Didalam ruangan itu, ada dua orang yang duduk saling berhadap-hadapan.
Salah satunya adalah seorang pemuda yang memiliki wajah cukup tampan, pakaian cukup rapi namun memiliki ekspresi wajah yang dingin dan terlihat angkuh.
Di depannya ada seorang gadis, yang berpakaian cukup rapi, mengenakan gaun agak tertutup, memperlihatkan ekpersi ketidak nyamanan diruangan itu.
Lalu tiba-tiba pemuda di hadapanmu itu mulai berkata,
"Ah? Apakah kamu gadis yang dijodohkan oleh orang tuaku? Mereka bilang kamu adalah gadis yang cukup baik dan ramah yang menyukaiku itulah kenapa mereka memaksaku untuk menjodohkanku denganmu. Namun kamu jangan pernah berharap aku menyukaimu balik dan perjodohan ini berjalan dengan lancar." Kata pemuda itu dengan angkuhnya.
Serra belum sempat mengatakan apapun pada pemuda di depannya sudah mengoceh begitu banyak kata.
"Namun disini aku tidak bisa menolakmu, tapi aku peringatkan jangan pernah dekat-dekat denganku ataupun mengharapkan cintaku. Jadi aku menyarankan padamu untuk membatalkan perjodohan ini."
"Aku tidak dalam posisi untuk bisa membatalkan perjodohan ini." Kata Serra kemudian dengan dingin.
"Ah apakah itu karena kamu begitu menyukaiku? Itu benar saja aku yang tampan, hebat dan memiliki bargitu banyak prestasi yang bagus ini tentu saja menjadi idaman setiap wanita aku tidak akan pernah menyalahkanmu kalau kamu menyukaiku tapi jangan pernah berharap untuk mendapatkan cintaku,"
Serra rasanya ingin melemparkan gelas yang ada di hadapannya pada pemuda narsis di depannya ini.
Astaga.....
Ada ya tipe yang seperti ini?
Sangat sombong dan angkuh, juga terlihat sangat narsis sekali, terlalu percaya pada dirinya sendiri sungguh terlalu.
"Aku tidak menyukaimu dan tidak memiliki perasaan padamu." kaya Serra dengan nada dingin.
"Apa kamu bilang?"
"Aku tidak menyukaimu. Dan karena kamu tidak menyukaiku juga, mari segera batalkan perjodohan ini. Aku yakin kamu bisa menolak perjodohan ini,"
"Kamu menolakku?"
"Bukankah kamu dulu?"
"Bukankah kamu menyukaiku?"
"Kamu mungkin berhalusinasi. Ini adalah perjodohan yang dipaksakan oleh Kakekku. Aku tidak sedikitpun tertarik padamu." Kata Serra dengan dingin.
"Jika tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, aku akan segera pergi. Dan ini bagus untuk membatalkan perjodohan ini karena kita sama-sama setuju." Lanjut Serra ambil berdiri dari kursinya berniat pergi.
Membuat pemuda yang ada di depannya itu memiliki wajah memerah karena malu.
Ya, malu akan ucapannya barusan yang menyatakan bahwa gadis yang di depannya ini menyukainya.
Tapi karena Egonya yang tinggi, pemuda itu mencoba menyembunyikan rasa malunya dengan kemarahan.
"Aku belum selesai mau kemana kamu?" katanya sambil menarik tangan Serra agar tidak pergi dari situ.
Tangan mereka saling berpegangan,
Entah kenapa melihat gadis yang terlihat dingin di depannya ini, seorang gadis yang berani-beraninya menolaknya, membuat hatinya sedikit berdebar.
Dirinya biasanya tidak akan mau bersentuhan dengan orang lainnya, terutama wanita....
Namun ini.....
Serra menepis tangan itu dengan dingin.
"Apalagi yang perlu dibicarakan? Sama-sama tidak menyukai perjodohan ini jadi lebih baik segera dibatalkan. Aku tidak memiliki banyak waktu untuk mengurusi ini."
Lihat pegangan tangannya ditepis membuat Mikael sangat marah.
Dirinya bukanlah seseorang yang inisiatif untuk menggandeng atau memegang seorang gadis, dirinya memiliki beberapa ketika kesukaan pada wanita dan terauma di masa lalu.
Namun gadis yang ada di hadapannya ini terlihat aneh dan begitu menarik entah bagaimana.
Seorang gadis yang berani menolaknya dan tahan akan pesona dirinya.
"Siapa yang bilang aku berniat membatalkan perjodohan ini?" Kata Mikael dengan penuh emosi.
Serra mendengar itu menjadi kaget.
Apa yang dipikirkan oleh orang yang ada di hadapannya ini?
Astaga ini benar-benar sangat merepotkan.
"Bukankah kamu bilang kamu tidak menyukaiku kenapa kamu mempertahankan perjodohan ini?"
"Aku berubah pikiran."
"Apa maumu?"
"Meneruskan perjodohan ini."
Serra lalu kembali duduk, disana setelah itu, dia lalu membuka daftar menu.
__ADS_1
Ini saatnya rencana kedua.
"Mari kita membicarakan ini lebih lanjut nanti. Sebaiknya pesan makanan dulu." Kata Serra menyerahkan menu makanan.
Mikael lalu kembali duduk dan memilih beberapa menu makanan di sana.
Namun melihat daftar menu, raut wajahnya tiba-tiba tidak bagus.
Iya benar benar tidak suka makan di tempat-tempat seperti ini.
Soalnya dirinya tidak tahu kalau restoran ini adalah restoran yang seperti ini.
Harus dimasak sendiri di meja, dan harus berbagi makanan dengan orang dimeja langsung.
Apalagi beberapa menu, seperti Kepiting yang haruskan menggunakan tangan untuk memakannya.
Ini benar-benar terlihat sangat tidak higienis.
Apakah dirinya benar-benar bisa makan disini?
Namun sepertinya gadis yang ada di hadapannya ini sudah mulai memilih banyak menu.
Tapi memikirkan beberapa makhluk laut seperti kerang membuat dirinya merasa geli sendiri.
"Kamu bisa mulai memesan apapun yang kamu suka," kata Mikael lagi.
"Ya, ini merupakan menu kelompok lagipula."
Dan begitulah bagaimana Serra mulai memilih menu-menu seperti Kerang, Kepiting, Cumi-cumi, dan mahluk moluska lainnya yang ada di lautan.
Dan karena ini adalah restorasi Seafood, akan ada beberapa menu seperti Susi dan Shasimi yang merupakan ikan mentah.
Sangat sempurna untuk membuat Mikael tidak nyaman dan sebal.
Dan ketika semua menu ada di meja, terutama bahan-bahan mentah, membuat wajah Mikael pucat.
Serra mulai mengambil beberapa kerang rebus dihadapannya, lalu bertanya pada Mikael,
"Apakah kamu ingin memanggang lagi kerang-kerang ini sendiri? Atau ingin langsung memakannya?"
Mikael mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku nanti saja."
"Baiklah,"
Begitulah sera mulai membuka kerang-kerang itu satu persatu menggunakan tangannya.
Lalu juga mulai mengambil beberapa ikan mentah untuk ditawarkan pada Mikael.
Disini Mikael melihat gadis itu yang menikmati makanannya dengan lahap, memakan ikan-ikan mentah disana, lalu memakan kepiting dengan tangannya, kemudian membuka kulit kerang disana, jangan lupa cumi-cumi yang membuat Mikael geli yang satu persatu diletakan diatas pangangan.
Namun ekpersi Serra yang terlihat sangat menyukai makanan-makanan ini membuat Mikael merasa sedikit berdebar entah bagaimana.
Begitu cantik dan manis....
Namun....
"Cobalah, ini enak," kata Serra sambil menggunakan sumpitnya mengambil sepotong Susi lalu memasukkannya dengan paksa ke mulut Mikael, membuat pemuda itu kaget setengah mati, dan hampir muntah dan wajahnya tambah pucat.
"Kamu!! Siapa yang menyuruhmu memberikan itu padaku?"
Serra menjawab dengan nada polos,
"Tapi ini enak? Lihat gurita bakar ini juga enak, mau? Ini adalah makanan kesukaanku."
Mikael yang sudah tidak tahan lagi dan merasa ingin muntah akhirnya menyerah.
"Aku merasa tidak enak badan, sebaiknya kita membicarakan ini lain kali." Kata pemuda itu langsung terlihat buru-buru pergi ke kamar mandi.
Dari sini, Serra tidak bisa menahan tawanya.
Akhirnya salah satu rencananya berhasil.
Setidaknya memberikan beberapa kesan pertama yang buruk merupakan hal yang bagus.
Semoga saja perjodohan ini segera dibatalkan, karena saat ini hatinya tidak bisa diisi oleh orang lain, itu hanya diisi oleh Renonya
####
Di parkiran Restoran terlihat Farrel masih menunggu Serra untuk keluar.
Dirinya memang sempat dengar dari Serra kalau gadis itu akan menemui pasangan yang dijodohkan oleh Kakeknya padanya.
Tapi memikirkan ini membuat beberapa hal dihatinya merasa tidak nyaman.
Dirinya sudah mendapatkan kembali ingatannya....
Dirinya sudah ingat semuanya....
Soal Keluarganya....
__ADS_1
Sekolahnya....
Alasan dirinya loncat hari itu.....
Masalah dirumahnya yang begitu memuakkan soal Ayah dan Ibu Tirinya, juga Saudara Tirinya itu.
Kasus dirinya dijauhi oleh semua orang disekolah dan banyak hal buruk terjadi.
Bahkan ingat perasaannya pada gadis itu saat itu....
Dulu bahkan gadis yang sangat disukainya lebih memilih musuhnya....
Setelah tujuh tahun ini mengikuti gadis itu, dirinya selalu berharap bisa mendapatkan hati gadis itu.
Tapi sampai saat ini, dirinya masih tidak tahu bagaimana perasaan gadis itu, hatinya tidak bisa ditebak.
Seolah disembunyikan ditempat yang paling aman, orang lain tidak bisa melihat apa yang ada di hatinya, apa yang gadis itu inginkan.
Dirinya juga tidak miliki keberanian untuk menyatakan cintanya pada gadis itu.
Apakah ini masih sama?
Rasa takut untuk ditolak?
Sekarang gadisi itu malah dijodohkan dengan seseorang.
Farrel mondar-mandir didepan mobil saat memikirkan semua hal rumit ini.
Ketika dia sedang sibuk berpikir, dirinya melihat siluet yang familiar menuju kearahnya.
Tatapan mereka bertemu, saling kaget.
"Hah? Kak Farrel? Aku kira Kakak hanya takut untuk kembali pulang ke Negeri ini, Heh?" Kata orang itu dengan tidak sopan.
"Mikael?"
"Apakah Kakak masih memiliki wajah untuk pulang? Aku rasa tidak, kamu bahkan tidak menyapa Ayah dan Ibu dirumah."
"Itu bukan urusanmu!!"
"Setelah lama tidak bertemu, kamu menjadi begitu sombong bukan?"
Farrel menatap wajah saudara tirinya didepannya.
Perasaan rumit dihatinya bertambah.
Mikael Lewis adalah adik tirinya, dari ibu yang berbeda.
Ya, dan dirinya satu tahun lebih tua dari Mikael, hanya saja dirinya memang masuk kesekolah lebih terlambat karena begitu banyak faktor.
Dan.....
Terutama selalu dibandingkan dengan Mikael, adiknya yang merupakan sosok yang hampir sempurna itu.....
Perasaan kebencian dan keputusasaan dihati Farrel segera kembali ketika diharapkan oleh Reuni yang tidak terduga ini.
####
Disisi lainnya, disalah satu Rumah Sakit, didepan Ruang Inap, terlihat seorang pemuda tertentu, duduk disalah satu kursi tunggu dengan gugup dan terlihat khawatir.
Tentu saja, dirinya gugup karena kesehatan Kakeknya memburuk.
Dan sudah satu minggu ini, Kakeknya berada di Rumah Sakit.
Dan disini, doker bilang untuk tidak membuat Kakeknya terlalu cemas, atau memiki banyak pikiran.
Dan yah....
Selama di Rumah Sakit ini, Kakeknya selalu memintanya untuk segera bertemu seorang gadis yang akan dijodohkan dengannya.
Jelas dirinya sangat tidak menyukai ini.
Siapapun itu, dirinya tidak akan menerimanya.
Karena hatinya hanya untuk Serra.
Ah, bahkan Mamanya terlihat setuju dengan keputusan Kakeknya soal Perjodohan ini, padahal Mamanya dulu yang berjanji kalau dirinya tidak akan dijodoh-jodohkan dengan siapapun.
Kenapa semua hal menjadi begitu rumit?
Dirinya bahkan belum sempat memikirkan cara untuk bisa bertemu Serra lagi.
Urusan Proyek yang ada didepan mata.
Benar-benar menguras pikiran.
Seandainya saja.....
Dirinya bisa bertemu dengan Serra lagi saat ini....
Masih begitu merindukan gadis itu....
__ADS_1
####
Bersambung