Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Part 24: Pertemuan Keluarga Lee


__ADS_3


Ini adalah malam yang gelap, tidak ada bulan terlihat apalagi bintang.


Ini karena cuaca tengah hujan, hujan rintik-rintik yang seolah tidak pernah berakhir. Apalagi diiringi oleh angin yang cukup kencang, membuat malam ini terlihat lebih suram.


Malam begitu dingin, itulah yang dirasakan seorang gadis tertentu.


Saat ini, dia tengah menaiki sebuah mobil mewah, terlihat sedang menuju suatu tempat tertentu.


Disampingnya, ada seorang pemuda tertentu dengan ekpersi terlihat santai.


"Kakak, harus janji padaku tidak akan bicara yang tidak-tidak didepan Kakek dan orang tua kita," kata gadis itu tiba-tiba.


"Itu jika kamu berjanji padaku tidak akan lagi berhubungan dengan keluarga Wilson itu,"


"Ya, aku berjanji," kata gadis itu dengan santai.


"Jangan coba menipuku, Serra. Aku tidak mudah dibohongi olehmu seperti mereka, bahkan walaupun aku sudah melihat di sekolah kamu dan Si Brengsek itu terlihat tidak dekat, tapi aku tahu, kamu masih berhubungan dengan nya entah bagaimana,"


"Kakak tidak percaya padaku? Aku berjanji tidak akan berhubungan dengan nya lagi,"


"Janjimu adalah omong kosong,"


"Terserah, Kakak." Kata Serra dengan kesal.


Sebenarnya Serra cukup binggung, bagaimana cara mengelabui Kakaknya?


Kakaknya berbeda dengan Kakek atau orang tua nya yang bisa dirinya tipu dengan mudah dan dengan beberapa trik, tapi Kakaknya adalah orang yang berbeda.


Karena Kakaknya lah yang cukup paling dekat dengannya, jadi kurang lebih dia cukup paham dengan sikapnya ini.


Jadi sisa perjalanan diisi dengan keheningan.


Hari ini, seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, Ulang Tahun Serra akan diadakan bersama pertemuan dan jamuan makan seluruh Keluarga Lee.


Semua anggota Keluarga Lee adalah orang yang cukup sibuk, sangat susah menjadwalkan pertemuan ini.


Sejujurnya, Serra paling malas dengan pertemuan keluarga yang isinya omong kosong ini.


Benar-benar memuakkan, namun mau tidak mau, Serra harus tetap hadir disana, karena ini untuk merayakan Ulang Tahun nya.


Namun kurang cocok juga kalau disebut Ulang Tahun, karena sudah lewat satu bulan sejak Ulang Tahunnya.


Dan itu juga sudah hampir satu bulan ini, dirinya tidak bicara dengan Reno.


Bahkan setelah perjuangan panjang ini, Kakaknya tetap tidak percaya padanya.


Apakah harus ke Rencana ke Dua?


Membuat Kakaknya percaya kalau Reno sudah berubah??


Tapi rencana ini sedikit lebih beresiko.


Akan lebih parah jika Keluarga nya tahu, ini akan menjadi sekenario terburuk.


Hah, benar-benar banyak yang harus dirinya pikirkan belakangan ini sampai membuat dirinya tidak ***** makan.


Belum lagi, makin banyak Ujian di Semester ini, karena memang Ujian Akhir tinggal kurang dari tiga bulan lagi.


Ah, benar-benar sangat kangen dengan Reno.

__ADS_1


Dulu seperti ini akan baik-baik saja, namun sejak benar-benar dekat dengan Reno, menjadi susah untuk menjauh bukan?


Seperti kata pepatah, ketika seseorang biasa hidup hemat, dan tiba-tiba bisa hidup dengan mewah, sangat mudah merubah kebiasaan untuk tiba-tiba bisa hidup mewah namun akan sangat susah untuk kembali hidup hemat.


Diam-diam memandang dulu ini cukup, tapi sekarang tidak cukup sama sekali.


Sambil memikirkan Reno, Serra hanya menatap keluar jendela, menatap gelapnya malam, berharap acara ini segera berakhir.


Memikirkan bahkan acara belum dimulai namun dirinya sudah ingin ini cepat-cepat berakhir.


...####...


Disalah satu Rumah Mewah tertentu, yang berada cukup jauh dari pusat perkotaan, satu demi satu Mobil-mobil mewah masuk kedalam gerbang rumah itu.


Sampai, mobil terakhir datang yaitu bintang utama dalam pesta ini.


Seorang gadis tertentu keluar dari mobilnya. Dia mengenakan pakaian berwarna biru gelap, dan hiasan rambut berwarna crytal biru, serta sepatu berwarna hitam, keseluruhan menampilkan penampilan anggun dan cantik, serta terkesan elegan.


Serra turun mobil dibantu oleh Kakaknya, dan perlahan-lahan berjalan menuju rumah itu.


Namun di ujung tempat parkir, ada seorang gadis lainnya berada disana, disampingnya terlihat ada seorang laki-laki yang menemaninya.


Gadis itu mengenakan pakaian berwarna merah muda, dengan sebuah hiasan rambut berbentuk mawar berwarna putih dengan tatanan berlian, sepatu berwarna putih, cocok dengan penampilan gadis itu yang terlihat ceria dan ramah.


Namun terlihat berbeda dengan sikapnya.


"Wow, bintang tamu kita ahirnya datang juga," sindir gadis itu.


"Selamat, Malam Serrly," sapa Johan dengan ramah.


"Selamat malam, Kak Johan," balas gadis itu juga terlihat ramah.


Melihat dirinya diabaikan oleh Serra membuat Serrly kesal, namun dirinya harus menahan diri didepan Kakak Serra.


"Selamat Ulang Tahun, Serra. Lihat aku membawa hadiah untuk mu," kata Serrly memberikan sebuah kotak pada Serra.


"Terimakasih Serrly, kamu begitu repot-repot," kata Serra dengan nada dingin, lalu menyerahkan pada Pelayan disampingnya untuk menyimpankan hadiah itu.


Melihat sikap dingin Serra benar-benar membuat Serrly kesal, diapun tidak ingin basa-basi lagi lalu lanjut untuk berjalan duluan, setelah berpamitan.


...####...


Ruang makan sudah didesain dengan cukup bagus, semua hidangan sudah tersedia dimeja makan ketika Serra datang.


Meja juga sudah hampir penuh, disana sudah ada Kakek Serra, orang tuanya, Paman dan Bibinya.


Sepertinya mereka sedang membicarakan hal-hal soal bisnis yang mereka lakukan, dan Paman Bibinya terlihat sedang membagakan putri mereka didepan Kakek. Soal dia yang baru saja memenangkan Kontes Musik Piano.


Serra kebetulan tidak ikut Kontes itu karena dia sibuk dengan ujian, sedangkan Kakak Sepupunya, Serrly yang saat ini masuk Universitas ternama memiliki banyak waktu luang untuk ikut, jadi Serra tidak berkomentar. Hanya merasa kesal.


Bagaimanapun, juga permainan piano dirinya memang tidak pernah memenangkan kontes apapun, tidak lebih baik dari Serrly, dan hanya peringkat dua atau tiga.


Tapi untungnya, dalam bidang pelajaran, rangking dirinya dan Serrly tidak terlalu jauh, jadi Serra masih bisa memiliki beberapa muka ketika berhadapan dengan Kakeknya.


Dan disisi lainnya, Kakaknya Johan adalah hal yang lainnya diluar jangkauan. Tidak hanya dalam bidang musik, olahraga, dalam pelajaran dan semuanya dia adalah yang terbaik dan mendapatkan begitu banyak piala.


Tidak lama setelah itu, topik pembicaraan mereka sudah berganti, kali ini membahas tentang pacar Serrly yang berasal dari Keluarga Konglomerat Kaya dari kota B, dan Serrly terlihat membagakannya.


Dan Kakek mereka terlihat setuju dengan pilihannya itu, terlihat sangat bangga karena dengan hal-hal itu kerja sama dengan Grub X dari Kota B akan berjalan dengan lancar.


Lalu Kakek Serra mulai bertanya dengan Serra, apakah dia memiliki seseorang yang dekat dengannya, dan Serra menjawab tidak ada karena sibuk dengan ujian.

__ADS_1


"Belum ada? Benar, kamu masih kelas tiga. Sebaiknya kamu fokus pada ujianmu dulu. Besok kalau kamu sudah masuk Universitas, Kakek akan memperkenalkan mu pada salah satu cucu teman Kakek."


Mendengar ucapan Kakeknya barusan, Serra hampir menumpahkan minuman digelas yang dia pegang.


Ahirnya topik tabu ini dibahas.


Ini soal Perjodohan yang cepat atau lambat akan dibahas.


"Aku masih terlalu muda untuk memikirkan soal itu, Kakek." Jawab Serra setenang mungkin, sambil tersenyum.


Lalu Kakek Serra hanya tertawa, lalu berkata,


"Ah, benar kamu masih delapan belas tahun sekarang, masih terlalu awal bukan? Namun ini tidak ada salahnya."


Serra hanya tersenyum menanggapi perkataan Kakeknya.


Setelah itu Kakak Serra mulai mengalihkan pembicaraan dengan membahas topik lainnya, agar tidak terlalu mendesak Serra untuk ikut acara perjodohan dan kencan buta.


Itu adalah percakapan bisnis biasa pada awalnya, namun Kakek Serra mulai sekali lagi membahas topik tabu.


"Aku sudah dengar, jadi perusahaan cabang Keluarga Wilson berhasil memenangkan Tender untuk proyek di Kota S?" Kata Kakek Serra, terlihat ada nada kemarahan disana.


"Maaf, Kakek jika aku mengecewakan," kata Johan dengan nada penyesalan.


"Ya, kamu harus banyak belajar lagi, jangan pernah sekalipun kalah dari Keluarga Wilson. Jangan biarkan orang-orang Brengsek itu menang. Buat mereka bangkrut bila perlu, aku sangat membenci Keluarga Wilson sampah itu." katanya dengan dingin.


"Baik, Kakek aku juga mengerti."


Lalu pembicaraan dimulai dengan menjelek-jelekkan Keluarga Wilson dan semua Sekandal Keluarga Wilson.


Walaupun Serra sudah tahu semua itu, namun tetap saja muak jika harus mendengarkan ini lagi.


"Dan soal calon pewaris mereka, aku sudah dengar soal kelakuan buruknya sejak beberapa tahun lalu. Sepertinya dia akan menjadi Ahir dari Keluarga Wilson, yang akan membuat mereka masuk dalam kehancuran," kata Kakek mereka dengan nada mengejek.


Tidak perlu lagi menyebutkan nama, jelas Calon Penerus Keluarga Wilson yang mereka bicarakan tidak lain dan tidak bukan adalah Reno, siapa lagi?


Hah....


Serra benar-benar tahu topik pembicaraan ini.


Kalian lihat?


Dia tidak akan menjadi Ahir dari Keluarga Wilson, karena Reno bukan orang seperti itu, dan dirinya percaya pada Reno.


Terlalu banyak berpikir dan muak dengan suasana makan malam ini, tiba-tiba membuat Serra mual.


Perutnya terasa tidak enak dan membuatnya ingin muntah, lalu dia ijin kekamar mandi.


Begitu sampai dikamar mandi, Serra langsung memuntahkan semua isi makan malamnya, benar-benar sangat mual dan tidak enak.


Kondisi tubuhnya memang tidak terlalu baik belakangan, terutama mual tidak jelas ini.


Kalau dipikir lagi, bulan ini belum....


Serra lalu menggelengkan kepalanya.


Sebaiknya besok pergi ke Rumah Sakit untuk periksa.



__ADS_1


__ADS_2