Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Season 2 Part 40: Niat Jahat


__ADS_3

Malam itu cukup indah, namun tidak dengan suasana seorang gadis tertentu.


Disalah satu Apartemen tertentu, disana kebetulan Pintu Apartemen tidak terkunci, membuat pintu bisa di buka dari luar.


Seorang gadis tertentu terlihat mengintip dibalik pintu, mendengarkan pembicaraan dua orang yang ada di dalamnya.


"Jadi apa rencanamu, Berikutnya Serra?" tanya Reno yang saat ini tengah duduk di kursi ruang tamu, sambil memeluk gadis dipangkunya.


"Aku berencana kabur saat Acara Pertunangan, jadi ketika semua siap aku akan benar-benar pergi, ini sangat sempurna bukan untuk membuat malu Keluarga?" Kata gadis itu sambil tersenyum licik.


"Ya, aku rasa itu ide yang cukup bagus. Aku harus lebih bersabar lagu bukan?"


"Ya, kamu harus lebih sedikit bersabar lagi, Reno. Namun aku memiliki beberapa masalah..."


"Apa masalahnya?"


"Kalau aku pergi, aku binggung akan kemana dan bagaimana nantinya, setidaknya aku harus bersembunyi, tapi cukup sulit menghindari pencarian Keluarga Lee,"


"Kamu bisa bersamaku,"


"Tapi.... Apakah Keluargamu akan setuju? Kakekmu pasti akan sangat marah jika dia tahu, cucunya bersama dengan Putri Keluarga Lee,"


"Mungkin itu benar. Tapi tidak masalah sama sekali, jika mereka benar-benar sayang padaku, mereka pasti akan menghormati keputusanku, kalau tidak aku hanya akan pergi dari sana,"


"Wow, kamu mengatakan ini dengan santai, bagaimana jika namamu benar-benar dicabut dari Daftar Warisan karena ini?"


Reno lalu tertawa mendengar hal itu,


"Tidak, Serra. Bahkan jika iya, Ayahku sudah setuju denganku, dan saham milik Ayah, sudah menjadi milikku,"


"Tapi, Kakekmu tetap sajakan? Bukankah dia sakit keras? Bagaimana kalau sakit jantungnya kambuh?"


"Itu memang sebuah masalah, aku akan mengurusnya nanti, aku akan mencoba membujuknya. Lagipula kalaupun aku pergi dari Keluargaku, itu juga tidak masalah sama sekali karena...."


"Apa? Kenapa kamu jadi bertingkah Misterius seperti ini?"


"Kami tahu ЯS Corporation kan?"


"Ya, itu jelas. Siapa yang tidak tahu Perusahaan itu sekarang ini?"


"Itu adalah milikku."


Serra merasa kaget dengan apa yang barusan dirinya dengar, apakah dirinya tidak salah dengar?


Ekspresi Serra benar-benar menunjukkan rasa kaget dan tidak percaya.

__ADS_1


"Apa barusan?"


"Serra sayang, itu adalah perusahaan milikku, dan akan menjadi milikmu juga nanti, kamu pikir tujuh tahun ini aku gunakan dengan sia-sia? Untuk bisa mendapatkanmu, aku harus menjadi seseorang yang layak bukan?" Kata Reno, sambil mencium manja kearah Serra dalam pelukannya itu.


Ekspresi terkejut Serra benar-benar terlihat sangat manis, Ah~


"Reno.... Kamu paling bisa membuat aku terkejut,"


"Jadi apakah sekarang kamu semakin mencintaiku?"


"Ya, ya, aku semakin mencintaimu, Renoku,"


"Kenapa kamu tidak memberikan beberapa ciuman untuk menunjukan ketulusanmu, hmm?"


"Pfffff... Reno.... Sejak kapan kamu menjadi begitu manja seperti ini?"


"Aku ingin selalu dimajakan olehmu. Kamu tahu? Aku begitu cemburu melihat kamu dan Mikael bermesraan didepan kamera... Ah begitu menyebalkan."


"Tapi kamu juga bersama calon tunanganmu itu,"


"Aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya oke? Aku hanya melakukannya agar Kakek tidak cerewet lagi, ini hanya berpura-pura oke? Aku belajar ini darimu, jadilah patuh dan sembunyikan hatimu,"


"Kamu membuat seolah-olah aku mengajarimu hal-hal jahat,"


Setelah itu mereka berdua tidak lagi membicarakan hal-hal penting, hanya sibuk saling berciuman satu sama lainnya melepaskan kerinduan masing-masing.


Veronica yang mendengar semua rencana itu, mulai memikirkan beberapa rencana.


"Wow, bahkan Reno ternyata CEO misterius dari ЯS Corporation? Ini adalah tangkapan besar. Aku tidak akan melepaskan kesempatan yang begitu bagus seperti ini dan akan mendapatkan Reno entah bagaimana caranya. Seolah-olah aku akan membiarkan Rencana kalian berdua berhasil. Lihat saja nanti!!!"


Senyum licik muncul di wajah gadis itu, saat dia mulai berjalan meninggalkan Apartemen Reno.


####


Hari-hari sekali lagi berlalu, saat ini disalah satu hotel megah, tengah diadakan sebuah acara besar.


Kebetulan ini adalah Acara Ulang Tahun dari Ketua Group Lee, yaitu Andrew Lee.


Disini juga akan ada banyak wartawan yang datang untuk meliput, sekaligus mengali informasi seputar Merger yang akan diadakan oleh Perusahaan Group Lee tersebut.


Semua orang terlihat sangat antusias dengan rencana besar Gorup Lee ini.


Terlihat dari seberapa meriah pesta ini.


Disalah satu sisi, setelah Serra dan Mikael datang menyapa beberapa tahu, kedua orang itu berpisah, mereka memiliki banyak orang yang harus disapa hingga keduanya berpisah menyapa koleganya masing-masing.

__ADS_1


Ketika deretan orang datang, beberapa bertanya pada Serra.


"Johan Lee tidak datang hari ini?" Tanya salah satu orang yang diajak bicara Serra tersebut.


"Ya, Kakak masih memiliki banyak hal penting yang harus di urus di Luar Negeri,"


"Ah, begitu. Aku sudah mendengar juga soal kerja sama Perusahaan Lee saham Negara A yang sudah direncanakan Johan di Di Luar Negeri,"


"Itu benar, persiapan disana begitu banyak hingga membuat Kak Johan tidak bisa datang hari ini,"


"Ah, kalau begitu apakah Kakakmu akan datang diacara Pertunangan nantinya?"


"Tentu saja, Kakak akan datang, itu adalah acara penting untuk adiknya," kata Serra sambil tersenyum.


Begitulah acara sosial yang Serra lakukan disana-sini.


Sungguh melelahkan untuk ikut acara besar seperti ini.


Akhirnya, setelah menyapa banyak orang, Serra memutuskan untuk duduk disalah satu kursi di ujung ruangan.


Disana, Farrel juga tengah duduk.


"Ah? Kamu sudah selesai, Serra?" Tanyanya dengan santai.


"Ya, sangat melelahkan sekarang."


"Sebaiknya kamu minum dulu, mau aku ambilkan minuman?"


Ketika mereka sedang mengobrol, tiba-tiba ada seorang pelayan yang menawarkan dua gelas minuman untuk mereka berdua.


"Ah, kebetulan sekali. Ini untukmu, Serra."


Itu adalah minuman soda ringan.


Serra yang sangat haus itu langsung meminum minuman dingin yang berada ditangannya itu.


"Ini terlihat sangat enak,"


"Ya itu, benar Serra. Sungguh menyegarkan minuman ini," kata Farrel yang juga sudah meminumnya.


Keduanya kembali bercakap-cakap, tanpa mereka sadari, ada seseorang yang memantau mereka dari jauh.


Itu adalah Serrly Lee, menatap mereka dengan senyuman liciknya.


####

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2