Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Season 2 Part 38: Salah Paham


__ADS_3

Siang itu disalah satu, ruangan di PT Wilson Center City, terlihat dua orang satu wanita dan satu pria.


Mereka berdua terlihat sedang menikmati makanan.


Reno sendiri sedang asik dengan lamunannya, jadi dia tidak terlalu memperhatikan apa yang dirinya katakan apalagi memperhatikan tentang apa yang gadis di depannya itu katakan.


Veronica sediri menjadi tersipu setelah mendengar apa yang barusan Reno katakan itu.


Walaupun itu dikatakan dengan suara yang cukup lirih, namun Veronica suduh mendengarnya.


Jadi apakah Reno benar-benar sudah menyukai dirinya?


Memikirkan hal ini membuat gadis itu berbunga-bunga tiba-tiba.


Jadi dia mulai mencoba menarik perhatian pemuda itu lebih banyak.


Juga makanan kali ini adalah masakan dari Reno.


Memikirkan ini membuat gadis itu makin melayang.


Apalagi sikap Reno seharian itu, bahkan Veronica juga dibantu untuk pulang ke Apartemen sewaannya.


Di sana ada Seorang perawat yang sudah di sewa untuk merawat gadis itu.


Keluarga Reno benar-benar sangat perhatian padanya.


Malam itu, Reno bahkan menerima tawarannya untuk makan malam di salah satu restoran yang selalu ingin Gadis itu kunjungi.


Ini merupakan hari yang indah untuk gadis itu.


####


Selama beberapa hari ini Reno akan rutin antar jemput Veronica.


Ini adalah kebiasaan baru untuk Reno mulai mengantar jemput Veronica. Bagaimanapun ini bentuk tanggung jawab nya juga perintah Kakeknya.


Hah, sungguh melelahkan dan menyebalkan.


Kali ini ini adalah pagi yang lain, hari ini kebetulan perawat yang biasa merawat Veronica sedang cuti, jadi Veronica memiki banyak kesulitan dipagi hari.


Reno sudah ditelepon pagi-pagi sekali.


Disini, Reno berpikir kalau gadis ini terlalu manja.


Tapi dirinya juga tidak punya pilihan lain.


Jadi saat ini Reno sudah ada di Apartment Veronica, mulai masuk karena Veronica sudah memberitahukan passwordnya.


Ketika Reno masuk dia bisa melihat, kalau Veronica yang baru keluar dari Kamar Mandi hampir terpeleset.


Syukurlah, Reno datang tepat waktu, kalau tidak?


Mungkin kaki Gadis itu akan bertambah parah dari cedera.


Sungguh melelahkan memilikirkan itu.


Saat ini Reno memeluk gadis didepannya yang terjatuh kearahnya.


Ketika Reno menyadarinya, ternyata Veronica mengenakan sebuah handuk di tubuhnya.


Kulit seorang gadis yang begitu banyak didepan wajah Reno membuat Reno memalu.

__ADS_1


Apalagi Veronica juga merasa cukup malu.


Namun disini, Veronica memiliki sebuah rencana.


Bagaimana kalau menggoda Reno lebih banyak?


Bagaimanapun juga, seorang Pria tetap akan tergoda oleh Wanita bukan?


"Ah... Maaf Reno. Aku tidak sengaja jatuh. Apakah kamu tidak apa-apa?" Tanya Veronica yang saat ini mencoba berdiri namun kesusahan.


Melihat gadis itu hampir jatuh, mau tak mau, Reno merangkul gadis itu, hendak membawanya kekamarnya.


"Lain kali kamu harus hati-hati,"


Namun Veronica yang hanya mengenakan handuk tipis itu, tentu saja membuat Reno merasa malu sendiri.


Dirinya memang tidak pernah dekat dengan seorang gadis sejak lama, kecuali dengan Serra.


Terkadang hasrat masa muda masih begitu bersemangat, bahkan untuk Reno.


Sejujurnya, saat ini Reno jadi berpikir kalau malam itu dirinya menyesal.


Menyesal, kenapa dirinya memilih untuk pergi?


Akankan lebih baik kalau dirinya menerima tawaran Serra untuk melakukan hal mendebarkan ini dan itu.


Lagipula, Serra selalu begitu manis dan seksi, selalu bisa mengodanya.


Walaupun dirinya sudah berjanji pada diri sendiri untuk tidak menyentuh Serra lagi sebelum mereka menikah, namun tetap saja, godaan masih terlalu mengirurkan.


Ya, bagitulah, baru beberapa hari dirinya marah dengan Serra, namun sudah tidak tahan lagi.


Ingin menyentuhnya....


Ingin memeluknya....


Ingin menciumnya....


Ini mengingatkan pada suatu malam ketika dulu mereka masih muda.


Serra memang bisa menjadi terlihat nakal dan begitu menggoda padanya.


Kata-kata manis dan godaan Serra saat itu kembali muncul di kepala Reno.


'Reno, kamu berbaringlah, biar aku yang melakukan semuanya untuk mu....'


Lamunan Reno benar-benar jauh menyimpang membuat seluruh wajahnya menjadi merah.


"Reno?"


Panggilan Veronica menyadarkan Reno dari lamunan sesatnya itu.


Ah....


Sial!!


Dasar otak!!!


Apa yang kamu pikirkan?


Kamu marah pada Serra bukan?

__ADS_1


Kenapa sekarang langsung tersipu hanya memikirkannya?


Ingat....


Ini belum beberapa lama!!


Reno!!!


Akhhhh...


Sial!


Dari sini, Reno sadar bahwa dirinya masih menyukai Serra, bahkan sangat menyukai Serra.


Namun disini ada seorang gadis yang salah paham.


Melihat wajah Reno yang memerah itu, membuat Veronica berpikir kalau Reno benar-benar malu melihat tubuhnya.


Apakah ini benar-benar tanda kalau Reno memiliki beberapa perasaan padanya?


Ya....


Itu pasti, Reno jelas memiliki perasaan padanya.


Reno bahkan menyiapkan sarapan untuknya pagi itu.


Kalau seperti ini, semuanya akan berjalan dengan lancar.


Satu langkah lagi dirinya menjadi orang kaya dan menjadi Nyonya Keluarga Wilson.


Semua akan berjalan dengan lancar.


Memikirkan itu, Veronica mulai tertawa sendiri.


####


Ini adalah sebuah ruang restoran pribadi.


Lagi-lagi isi didalamnya terlihat familiar,


"Ada apa sekarang Nona Serrly?"


"Aku membutuhkan bantuan kalian. Apakah kalian sudah menyiapkan obat yang aku minta?"


Pria berjas hitam yang terlihat mencurigakan itu lalu mengeluarkan dia buah botol.


"Ini adalah Obat yang sangat mujarab, hanya dengan meminumnya, membuat Seseorang mabuk dan memiliki keinginan yang tinggi untuk hal itu,"


"Hahahaha, Kalian selalu memiki kinerja yang baik. Baik kalian segera juga siapkan orang untuk menyusup dan membantu rencanaku ini."


"Tapi Nona, Bagaimana Kalau sampai Kakek anda Tahu soal hal ini?"


"Aku bilang, jangan sampai Kakek tahu!!"


"Baik, kami akan tutup mulut soal ini."


"Aku jamin, aku akan menghancurkan Serra kali ini. Lihat saja Serra!!!!" kata gadis itu penuh emosi sambil tertawa memikirkan rencananya itu.


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2