Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Season 2 Part 39: Ditemukan


__ADS_3

Hari-hari sekali lagi berlalu, tidak terasa sudah tinggal dua minggu lagi menjelang acara Pertunangan Serra dan Mikael.


Saat ini, Serra tengah berada disalah satu ujung koridor tertentu bersama Farrel.


"Serra, apakah kamu benar-benar akan bertunangan dengan Mikael?"


"Aku tidak tahu,"


"Tapi semua media sudah memberitakan hal ini,"


"Sudahlah, Farrel aku benar-benar tidak ingin membahas ini lagi," disana, Serra hendak pergi, namun sekali lagi, Farrel memegang tangannya, tidak membiarkan Serra pergi.


"Serra, aku harap kamu jangan main-main, aku tahu Mikael itu anaknya seperti apa, jangan main-main dengan dia,"


Serra hanya bisa menghela nafas lelah,


"Jadi menurutmu aku bisa apa?"


"Tapi Serra jika kamu benar-benar bertunangan dengan dia.... Tidak bagaimana kalau kita menghubungi Kak Johan?"


"Kamu tahu, ini adalah Acara Pertunangan sekaligus acara Merger Perusahaan, menurutmu dia tidak tahu itu?"


"Apa?? Kamu berpikir dia setuju?"


"Aku juga tidak tahu. Dia tidak pernah menghubungiku, seperti aku tahu saja jalan pikiran Kakak,"


"Ya, dia pasti menghormati keputusanmu,"


"Aku akan memikirkan cara yang lebih baik,"


Sejujurnya, Serra sudah begitu lelah dengan semua ini.


Namun sebentar lagi, hal-hal akan berjalan baik sesuai rencananya.


Hari ini, dirinya sudah menyiapkan berkas-berkas yang harus ditandatangani oleh Kakeknya.


Dan tentu saja, ada beberapa dokumen rahasia yang sudah dirinya siapkan untuk Kakeknya.


Ya, dirinya berharap rencana ini berjalan dengan baik.


Semua akan segera selesai, dan dirinya bisa pergi meninggalkan Keluarga yang memuakkan ini.


Acara Merger Perusahaan ini akan hancur, dan nama baik Lee Group akan rusak.


Ini adalah pembalasan yang cukup bagus.


Memikirkan rencana miliknya itu, Serra menunjukan senyum misteriusnya.


####


Saat ini disuatu ruangan terlihat dua orang tengah berdiskusi dengan serius.


Seorang gadis disana, terlihat tersenyum menyapa lelaki tua yang ada didepannya.


"Jadi, Kakek ini berkas-berkas yang harus ditangani,"


Lelaki tua yang berada didepannya ini saat ini sedang memiki suasana hati yang baik.


Pasalnya, rencana Pertunangan dan Rencana Merger ini berhasil menaikan harga saham Lee Group dalam dua pekan terakhir, kenaikannya cukup fantastis sampai hampir 20%, dan bahkan saat ini harga sahamnya masih terus naik dengan sentimen bagus ini.


Jika rencana Merger ini berhasil, bisnis milik Lee Group akan meningkatkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, dan akan mungkin untuk melebihi Wilson Group.


Rencana perjodohan antara dua Keluarga Besar ini benar-benar memiliki banyak dampak positifnya.


Ini benar-benar membuat Andrew Lee merasa senang.


"Bagus, kamu sudah melakukan semua ini dengan cukup baik,"


Disini, Andrew Lee juga cukup senang dengan kinerja Serra, gadis itu juga tengah menggarap kerja sama dengan ЯS Corporation dalam proyek yang bahkan lebih besar dari pada pembagunan Apartemen Mewah di Kota A.


Belum lagi, cucunya juga begitu patuh saat melakukan publisitas.


Tempo hari, Serra dan Mikael sempat mengadakan acara sesi foto-foto dan publikasi soal hubungan mereka yang terlihat romantis.


Sekarang semua majalah berita dan bisnis, tengah menayangkan foto-foto romantis mereka.


"Terimakasih Kakek. Ini bukan apa-apa, ini juga berkat Kakek." Kata Serra lagi. Lalu menyerahkan berkas ditangannya pada Kakeknya didepannya, lalu kembali berkata,


"Ini berkasnya, apakah ingin aku memeriksanya lagi?"


Mood Andrew Lee yang baik, membuat dia sedikit lengah.

__ADS_1


"Tidak perlu. Aku percaya padamu,"


Dia lalu membuka beberapa berkas itu dan tanda tangan pada semua dokumen yang ada disana.


Melihat Kakeknya tidak curiga sedikitpun, membuat Serra merasa senang.


"Terimakasih atas kepercayaan, Kakek. Aku tidak akan pernah mengecewakan Kakek."


"Ya, teruslah jadi cucu kebanggaan ku. Kamu sudah melakukan hal bagus selama ini dan patut untuk diberikan hadiah."


Sekali lagi Serra tersenyum menghadapi Kakeknya itu, dan mengambil lagi berkas-berkas yang sudah ditangani itu.


Semua berjalan dengan baik dan lancar.


Memikirkan ini, membuat Serra merasa begitu senang.


Setelah beberapa urusan selesai, Serra langsung pergi dari Perusahaan.


Dirinya merasa lega, semua sudah selesai.


Namun dia tidak segera pulang, ada seseorang yang ingin dirinya temui.


Tanpa pikir panjang, malam itu, Serra langsung pergi ke Apartemen seseorang.


####


Malam ini adalah malam yang indah dan cerah.


Bulan terlihat begitu bercahaya tanpa halangan dari awan.


Cuaca bagus malam ini tentu membuat beberapa orang senang.


Saat ini disalah satu Restoran tertentu, ada dua orang sepertinya telah menyelesaikan makan malam mereka. Mereka juga terlihat asik mengobrol,


"Makanan ini cukup enak bukan?" Kata Veronica terlihat antusias.


"Kamu cukup suka dengan makanan China?"


"Ya, malam hari makan sesuatu seperti ini cukup membuat seseorang bersemangat,"


"Awalnya aku kira kamu tidak bisa makan pedas,"


"Tentu saja tidak. Dan juga terimakasih untuk malam ini, Reno."


"Ya,"


"Mari kita segera pulang, aku akan mengantarkanmu,"


"Kakiku sudah agak baikan. Kamu tidak perlu mengantarkanku,"


"Ini sudah malam tidak baik untuk seorang gadis pulang sendirian," kata Reno basa-basi.


Sebenarnya dia malas, namun demi formalitas dan kewajiban, dirinya harus mau melakukannya.


Lagipula, dirinya bukan tipe orang yang suka balas budi.


Dan begitulah Reno lalu mengantarkan Veronica sampai ke Apartemennya, bahkan dia sempat mengabarkan Veronica masuk kedalam.


Pasalnya, karena Veronica bilang Kakinya sudah cukup baikan, ini akan berbahaya jika gadis itu berbuat ceroboh lagi dan melukai Kakinya lagi.


Sangat melelahkan melalukan semua perbuatan suka relawan ini.


Setelah begitu lelah, akhirnya Reno pulang dari sana.


Begitu Reno pulang, Veronica yang terlihat masih memakai tongkat itu, lalu melepaskan tongkatnya.


Ya, itu benar, sebenarnya Kakinya sudah benar-benar pulih.


Lagipula ini bukan patah tulang, dirinya memang segaja menyuruh dokter saat itu agar membuat dirinya terlihat terluka parah agar Reno mau merawatnya.


Dan semua usaha ini benar-benar tidak sia-sia, dirinya sudah benar-benar dekat dengan Reno!!


Sungguh rencana yang berlian!!


Ketika gadis itu berputar-putar senang menikmati dirinya sendiri di ruang tamu, dia tidak sengaja menemukan sesuatu.


Ini adalah sebuah dompet....


Veronica membuka dompet itu....


Ini.....

__ADS_1


Ini adalah dompet Reno, namun dirinya menemukan sesuatu yang mengejutkan didalamnya.


####


Malam itu, seperti biasanya, Reno yang begitu lelah kembali ke Apartemennya.


Namun disana ada sesuatu yang tidak bisa.


Begitu dia memasuki Apartemennya, dia langsung dipeluk oleh seseorang.


"Serra? Kenapa?"


Gadis itu hanya tersenyum sambil menatap Reno,


"Apakah kamu terkejut?"


"Tentu saja."


Namun Serra tidak menjelaskan apa-apa, hanya kembali memeluk Reno dengan nyaman,


"Aku sangat merindukanmu...."


Disini, Reno membalas pelukan Serra.


Bohong jika dirinya bilang dirinya tidak merindukan Serra, hatinya selalu berisi nama gadis itu.


Setiap kali melihat berita, dan menemukan foto atau video tentang gadis ini berada dalam pelukan orang lain, hatinya selalu sakit.


Walaupun dirinya yakin dengan Serra....


Namun perasaan cemburu dihatinya ini tidak hilang.


Dirinya ingin memiliki Serra seutuhnya, hanya miliknya, dan hanya dirinya yang boleh memeluk gadis itu.


Ingin sekali menyimpan Serra hanya di kamarnya, tidak boleh disentuh oleh orang lain....


Namun dirinya tahu kalau ini tidak mungkin, setidaknya sampai rencana Serra selesai.


Mereka berpelukan dengan sangat nyaman, lalu lanjutkan dengan sebuah ciuman.


Ciuman yang dalam melepaskan semua kerinduan masing-masing.


Setelah cukup lama menikmati ciuman ini, keduanya saling menatap dalam diam.


"Reno, kamu tahu? Aku akhirnya berhasil,"


"Apa?"


"Aku mendapatkan tanda tangan Kakek soal pemindahan Perusahaan atas namaku! Juga aku mendapatkan tanda tangan Kakek di kertas kosong...."


"Apa kamu bilang?"


"Ya, aku sudah mendapatkan apa yang aku mau, hanya tinggal acara berikutnya...."


Disini, Reno bisa melihat wajah senang gadis itu.


Kedua orang itu asik saling memadu kasih didalam ruang tamu, tanpa tahu kalau dari balik pintu Apartemen, ada seorang gadis yang mengintip.


Ya, itu adalah Veronica, awalnya dirinya ingin mengembalikan dompet Reno, sambil basa-basi nanti di Apartemen Reno agar mereka lebih dekat.


Sambil mulai menanyakan tentang sebuah foto yang ada di dompet Reno.


Itu adalah foto seorang gadis, namun hanya terlihat bagian belakangnya saja.


Terlihat sangat hati-hati, untuk menyembunyikan identitas gadis dalam foto itu.


Tapi melihat kejadian didepannya, membuat Veronica yakin....


Jadi selama ini dirinya dipermainkan?


Bukankah itu gadis dari Keluarga Lee itu yang akan bertunangan?


Kenapa mereka berciuman?


Jadi apakah tebakannya kalau Reno menyukai dirinya ini salah?


Memikirkan itu membuat gadis itu merasa kesal.


Tangannya mengecam begitu kencang pada togkat yang dibawanya, seolah ingin mematahkan tongkat itu.


####

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2