Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
epson 102


__ADS_3

" ya nish.. aku selalu berdo'a untuk kamu untuk aku dan untuk orang-orang yang ada di sekitar aku "


" iya nggi, "


" nah sekarang nama apa yang cocok untuk anak kita nish "


" mas "


Galih berjalan mendekati baby boy radit dan anggia dan menggendong nya bayi itu terbangun dan menguap menandakan dia sangat mengantuk



" bayi yang tampan, namanya juga harus tampan ya kan sayang? "


" iya mas baby boy nama yang cocok untuk mu apa ya sayang "


" Radit anggia kalian beneran kan mempercayai kami memberikan anak kalian nama? "


" iya sob, anggia sudah menceritakan semuanya, dia mempercayai anisha dan suaminya untuk memberikan nama kepada anak laki-laki kita "


" baiklah "


" apa ya mas? "


Galih terlihat sedang berfikir rupanya dia sedang berusaha mencari nama yang cocok dan bagus bahkan sangat bagus untuk anak laki-laki nya dan sahabat nya itu


" Muhammad Rayyan Sabir "


nama itu langsung terlintas di pikiran nya dan langsung dia katakan melewati bibirnya


" mas itu nama yang sangat indah, anggia kamu setuju kan anak kita di beri nama itu? "


" iya nish.. "


" mas arti nama itu apa? "


" Muhammad adalah nama Nabi terakhir kita sayang, Rayyan berarti gerbang di surga, Sabir bermakna sabar "


" MasyaAllah mas nama itu sungguh indah "


" terimakasih sob ente sudah memberikan nama yang sangat-sangat indah untuk anak kita "


Galih tersenyum kepada Radit dan beralih ke anggia dan beralih ke anisha dan beralih ke bayi kecil mungil itu


" baby Rayyan anteng banget ya sama abi galle "


" alhamdulillah nggi "


" ya sudah sob ini Rayyan sama ente.. ana sama anisha mau pulang dulu.. "


" iya sini nak sama abi "


" ah iya sob bukannya ente di jakarta ya kenapa bisa ke Bandung? "


" jadi kemaren malam kita sampai ke bandung niatnya kita hendak langsung menemui kalian berdua tapi tiba-tiba di tengah perjalanan anggia sakit perut nah ana kan panik kan anggia nya langsung ana bawa ke rumah sakit deh.. gitu cerita nya sob "


anisha dan Galih mengangguk paham dengan penjelasan Radit


" ya sudah kira-kira kapan anggia boleh pulang sob? "


" ana juga ga tau sob, nanti kalo dokter periksa anggia ana akan tanya deh "


" ya sudah kalo udah tau kapan anggia bisa pulang jangan lupa telfon ana oke "


" iya sob sesuai keinginan mu "


Galih menoleh ke arah anisha yang sedang asik bercanda dan tertawa bersama anggia mengingat saat-saat mereka di kairo kuliah bersama dan melakukan ini dan itu bersama


Galih berjalan menuju anisha duduk dan memegang kedua pundak istri nya itu


" apa mas? "


" kita pulang sekarang ya sayang ini sudah hampir maghrib "

__ADS_1


" ah baiklah mas, kita pulang sekarang oke "


" iya "


" nggi aku pulang ya, kamu jangan lupa telfon aku kalo kamu mau pulang dari sini oke "


" iya nish, sini peluk aku dulu "


" aaaaaaa aku sayang banget sama kamu nggi "


" aku juga nish.. "


" sayang yuk pulang "


" iya mas, nggi aku pulang ya "


" iya nish.. Hati-hati di jalan "


" iya.. assalamu'alaikum "


" waalaikumsalam "


saat Galih dan anisha hendak keluar seorang perawat datang dengan dua keranjang buah di tangannya


" maaf benar ini ruangan nya ibu anggia putri? "


" iya bener Sus ada apa? "


" ini tadi ada kurir yang menitipkan di meja resepsionis dua keranjang buah ini, katanya tolong antarkan ke ruangan ibu, dan atas bapak Galih Asfaradzhi "


" ah benar sus tadi saya memesan buah-buahan itu, kemarikan sus buah nya, dan terimakasih banyak "


" iya Pak.. mari semua "


suster itu keluar saat sudah memberikan keranjang buah itu kepada Galih


" ya ampun galle, aduhh aku jadi ga enak sama kamu ngerepotin tau "


" engga repot kok nggi cuma dua keranjang aja yang repot itu kalo lima keranjang buah baru tu repot bukan hanya repot tapi ngerepotin hahahaha "


" makasih banyak sob "


" iya sob.. ana pulang dulu ya "


" iya sob.. Hati-hati "


" iya Assalamu'alaikum "


" waalaikumsalam "


Galih dan anisha keluar dari ruangan anggia meninggalkan 3 makhluk hidup itu siapa lagi kalo bukan anggia, Radit, dan si kecil baby Rayyan


***


di mobil


" mas aku telfon kak Rya dulu ya siapa tau dia belum pulang dan malah nungguin kita "


" ya sudah telfon aja "


anisha menelfon rya menggunakan ponsel Galih karena pulsanya sedang habis


" assalamu'alaikum kak Rya, ini anisha "


.........


" kakak sekarang di mana? sudah di rumah kah? atau belum pulang? "


..........


" owh ya sudah kak, kakak mau nisha bawain apa? mumpung masih di jalan "


.........

__ADS_1


" owh yang di jalan anggrek itu ya kak? "


............


" ya sudah kak ada lagi? "


........


" ya sudah tunggu aja ya kak di rumah, assalamu'alaikum "


.......


setelah selesai dengan bicara nya dengan Rya anisha segera menutup telfon nya


" apa kata mbak Rya sayang? "


" kita ke jalan anggrek mas, kak Rya minta beliin bakso sama mie ayam "


" ya sudah sekarang kita ke masjid terdekat dulu ya karena ini sudah hampir memasuki waktu maghrib "


" iya mas oke "


Galih memarkirkan mobil nya di pekarangan masjid terdekat dari lokasi mereka saat ini


" sayang nanti tunggu mas di mobil ya kalo kamu sudah selesai sholat "


" iya mas "


anisha dan Galih masuk ke dalam masjid dan melaksanakan sholat maghrib berjama'ah dengan imam masjid tersebut


setelah sholat anisha keluar dan dia melihat gerobak pentol juga di kerumuni anak-anak dia Segera menghampiri penjual pentol itu


" mang pentol nya berapaan? "


" yang kecil 500 neng kalo yang besar 1000 kalo yang pake telur puyuh 1.500 neng "


" Saya bungkus mang yang kecil 20 rebu terus yang besar 20 rebu terus yang pake telur puyuh nya 20 rebu mang "


" iya neng bungkus nya di pisah kah? "


" Iya mang "


" saos nya apa neng "


" pedas sama manis ya mang di pisahin "


" iya neng "


" ini neng "


" berapa semuanya mang? "


" 58 rebu aja neng "


" Loh mang bukannya 60 rebu ya? "


" ga papa eneng belinya banyak liat pentol saya sisa sedikit "


" yasudah mang, benar ya mang 58 kan? "


" iya neng "


" nah mang 60 rebu kembaliannya buat adek-adek nya aja ya mang "


" iya neng makasih neng "


" iya mang saya permisi "


setelah membeli pentol anisha masuk ke dalam mobil sesuai perintah sang suami tadi


" aduh mas galle lama banget ya.. aku udah ga sabar ini makan pentol nya "


" aaahh mending scroll instagram "

__ADS_1


tanpa di sadari oleh anisha Galih sudah duduk di depan kemudi dan menjalankan mobilnya


Bersambung


__ADS_2