Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 88


__ADS_3

setelah aksi sedih zahra akhirnya anisha dan galih masuk ke dalam kamar anisha dulu yang kini telah menjadi kamar mereka


" nah sayang.. katakan pemeriksaan apa yang kau lakukan dengan dokter sila? "


" aku cuma mengeluh dengan perutku yang sakit mas.. "


" terus apa kata dokter sila "


" mas kan tadi denger sendiri kalo hasil pemeriksaan aku ketukar sama pasien lain.. dan kita akan melakukan pemeriksaan lagi dengan pasien itu untuk kebaikan bersama mas "


" sebenarnya kamu kenapa si sayang "


anisha tidak menjawab melainkan hanya menggeleng sambil tersenyum ke arah galih


" ya sudah kamu mandi gih.. badan kamu pasti lengket kan sayang "


" iya mas nisha mandi dulu ya setelah nisha baru mas yang mandi ya "


" iya sayang "


anisha masuk ke dalam kamar mandi sedangkan galih merebahkan tubuhnya di atas kasur anisha dan larut dengan fikiran nya sendiri


setelah 20 menit di kamar mandi anisha keluar dengan handuk yang melilit di kepalanya dan kimono handuk


anisha tidak mendapati siapa-siapa di kamar nya itu dia mengedarkan pandangannya ke setiap inci kamar nya itu


" kemana galle? "


anisha memutuskan untuk membuka pintu balkon kamar nya tetapi nihil dia tidak mendapati siapapun di sana hanya ada ayunan gantung dan tanaman pot miliknya


" ck. dia kemana "


DORRRRR


suara seseorang dari belakang anisha mengagetkan anisha seraya memeluk pinggang nya


" astaghfirullah.. mas "


" hehehe.. kamu kenapa kemari hmm? "


" nyari mas lah "


" aku tadi lagi sedang di bawah bersama ayah "


" ya sudah tidak mengapa mas.. lepas lah nisha mau pake baju dulu "


galih tak melepaskan pelukan nya pada pinggang anisha melainkan dia dengan segera dan dengan satu gerakan cepat menggendong anisha


galih meletakkan anisha di atas kasur empuk itu dengan hati-hati dan sangat lembut, setelah membaringkan anisha dan ikut membaringkan dirinya di samping ansiah telentang


anisha segera memiringkan tubuh nya dan memeluk tubuh sang suami dengan erat, galih pun membalas pelukan yang di berikan oleh sang istri dia mengecup pucuk kepala anisha


" sayang.. besok hari resepsi kita.. kamu siap-siap ya.. "


anisha mengerutkan kening nya " Siap-siap untuk apa mas..? "


" untuk malam pertama kita lah sayang "


" hahaha... itu bukan malam pertama lagi mas "


" terus apa dong? "


" malam kedua kita.. hahahahahahahah "


galih hanya tersenyum mendengar ucapan anisha dia membenarkan ucapan anisha bahwa malam itu akan menjadi malam kedua mereka

__ADS_1


***


di lantai dasar


zahra gadis itu sedang di sibukkan dengan tugas-tugas kuliahnya dia baru memasuki semester 5 perkuliahan kedokteran nya


sejak tadi mata gadis itu tidak pernah lepas dari laptop nya yang di pangkuan nya


" ck.. kalo bukan ini tugas dari dosen killer itu.. mana mau aku berjam-jam di sini mengerjakan tugas-tugas ini "


" dasar dosen killer bawaannya pasti marah-marah mulu.. aku jadi kasian deh sama wanita yang akan menjadi istri nya nanti.. heuh.. "


zahra terus bersungut-sungut ria karena tugas yang di dapatkan nya begitu banyak dari teman-teman nya yang lain


" dasar dosen sableng.. apasi salah aku.. sampe dia nyuruh aku buat tugas sebegini banyaknya "


***


jam sudah menunjukkan pukul 7 malam anisha dan galih turun ke lantai dasar menemui bunda dan ayah anisha yang sekarang ini sudah menjadi mertua bagi galih


" assalamu'alaikum bunda ayah.. kita boleh duduk? "


" waalaikumsalam, iya sayang duduk aja "


anisha dan galih duduk berdua di sofa panjang ruang keluarga itu


" bund.. zahra mana? "


" owh.. zahra lagi di kamar nya sayang.. "


" anisha mau ke kamar zahra dulu ya mas "


" iya sayang mas ikut ya.. mas mau lihat apa yang sedang zahra lakukan jam segini di kamar "


" iya mas ayok.. bunda ayah anisha dan mas galih ke kamar zahra dulu ya "


" iya bund.. assalamu'alaikum "


" waalaikumsalam "


***


anisha dan galih sudah berada di depan kamar zahra mereka mendengar zahra bersungut-sungut ria mengenai dosen yang sudah membuatnya mengerjakan semua tugas yang sedang dia kerjakan itu


" zahra.. zahra.. dosen kok di sungut-sungutin terus "


" dia pasti capek sayang.. mungkin tugasnya itu akan segera di kumpulkan makanya dia kayak gitu "


ucap galih sambil merengkuh pingang Ramping anisha


" iya mas "


" ketok gih pintunya "


" hmm "


tokkk


tokkk


tokkk


" masuk aja zahra nggak ngunci pintunya kok "


mendengar sahutan dari zahra anisha menyentuh handle pintu dan membukanya perlahan

__ADS_1


zahra menoleh ke arah pintu terlihat lah dua kakaknya itu


" eh mbak nisha.. bang galle.. masuk aja "


" iya ini juga masuk kok "


anisha dan galih menghampiri zahra yang masih setia dengan laptopnya dan duduk di atas sofa kamar nya


anisha duduk di samping kanan zahra sedangkan galih duduk di atas ranjang zahra sambil menghadap ke arah keduanya


" lagi ngerjain apan sayang "


" ini mbak.. dosen killer itu.. nyuruh zahra buat persentase besok sedangkan dia nyuruh buat materi nya baru tadi sore.. gila nggak tuh dosen "


" mbak denger kamu tadi mengasihani wanita yang akan menjadi istri dosen mu itu ya? "


" mbak denger? "


" iya.. "


" hahahah.. iya mbak.. sumpah ya mbak dia itu bawaannya marah-marah terus.. dia itu termasuk dosen ter killer di kampus mbak "


" kamu jangan mengasihani orang seperti itu ra.. siapa tau nanti kamu yang akan jadi istri nya.. "


" bener tu apa kata mas galle.. "


" ih.. amit-amit ya Allah.. zahra punya suami kek pak Andika bisa-bisa tiap hari ni telinga cuma denger dia ngoceh yang nggak berujung itu "


" jangan gitu loh ra.. jodoh mana ada yang tau kan mas "


" iya sayang kamu bener.. "


" udah-udah.. kalian ngapain ke kamar zahra "


" kita disuruh bunda manggil kamu buat makan malam "


" oh iya ayok lah mbak "


zahra menutup laptop nya dan berdiri dia melangkah menuju handphone nya yang di charger zahra turun lebih dulu dari pasangan muda itu dengan handphone di tangannya


***


meja makan


saat tengah makan malam suara dering ponsel dari milik zahra menandakan ada yang menelfon nya


zahra menoleh ke arah handphone nya di sana tertera nama Rendi zahra menggeser tombol merah dan seketika handphone itu berhenti berbunyi


zahra melanjutkan makannya lagi dan tak lama kemudian handphone nya kembali berbunyi


anisha menoleh ke arah zahra yang duduk di seberang nya itu anisha mengerutkan kening nya


" angkat aja ra.. siapa tau penting "


zahra mendongak melihat ansiah yang sedang mengunyah makanan nya


" iya mbak.. semua zahra angkat dulu ya.. "


" di sini aja ra.. angkatnya "


" iya mbak.. "


anisha kembali fokus ke makanannya yang hampir habis di piring nya itu


--------------------

__ADS_1


bersambung


__ADS_2