
" ya sudah kamu panggil gih mbak mu itu.. bunda juga sudah lapar " ucap bunda lia
zahra berjalan menuju kamar sang kakak dan mengetuk pintu kamar nya
di dalam kamar anisha masih sibuk dengan barang keperluan yang harus dia bawa ke khairo
Dia mengoceh tidak jelas dan ocehannya terhenti saat dia mendengar ketukan pintu
Tok.. tok... tok..
" Masuk.. " ucap anisha
zahra masuk ke dalam kamar sang kakak sejujurnya sejak sedari tadi dia berdiri di depan pintu kamar sang kakak dia sempat terkekeh saat anisha bicara
" Apa aku harus membawa pembalut ya.. ah iya oke... aku akan stok banyak nanti " ocehan anisha yang di dengar zahra
" Mbak makan dulu yuk.. nanti zahra bantuin packingnya tapi setelah makan ya " ucap zahra
" zahra kamu sudah lama di depan kamar mbak? " tanya anisha
" sejak mbak mengoceh tentang membawa pembalut hahahaha " tawa zahra pecah dia tak bisa lagi menahan tawanya agar tidak pecah
" iihh.. zahra!! ya kan mbak harus bawa pembalut kan.. siapa tau dadakan hayoo mbak dateng bulan nya kan ribet kalo harus ke luar beli pembalut.. lebih baik kita stock dulu " ucap anisha
" ya sudah mbak... di tunda dulu packingnya nya makan dulu tuh bunda sama ayah udah nunggu " ucap zahra
" ya udah hayuuk " ucap anisha dengan semangat 45
" Nish ngapain sih di kamar.. mentang-mentang hari ini libur kamu males-malesan di kamar " celoteh bunda lia
" nggak bukan begitu bunda ku sayang... nisha itu lagi packing-packing baju untuk anisha bawa nanti " ucap anisha
" ya udah sini makan dulu.. bunda hari ini nggak masak makanan berat.. hari ini kita makan Roti dan selai aja ya.. kan jarang banget kita makan roti " ucap bunda lia
" hmm oke bunda ku " ucap anisha dan zahra berbarengan
mereka berdua saling pandang dan tak lama tawa mereka pecah
" hahahahahaha " tawa anisha dan zahra pecah membuat bunda lia dan ayah dimas ikut tertawa bersama
***
Sementara di kediaman Asfaradzhi Galih turun dari kamar nya dan menuju meja makan
" Selamat pagi Oh keluarga kecil ku " ucap Galih
semua orang yang ada di meja makan menatap Galih yang terlihat sangat ceria dan semangat 45
" kenapa kamu galle? " tanya frans kakak laki-laki Galih
" nggak papa Men " ucap Galih sambil menarik kursi
" umi galle hari ini mau ke toko buku boleh kan umi " ucap Galih
__ADS_1
" iya sayang tapi hati-hati ya.. jangan seperti yang malam itu.. pulang nya sebelum maghrib oke " ucap umi fatma
" siap umi " ucap Galih
setelah makan pagi Galih melajukan mobilnya ke toko langganan nya yaitu toko buku Al-zahri buku untuk membeli beberapa buku keperluan nanti di khairo
sedangkan di rumah anisha merek tengah duduk santai dan tak lama ponsel anisha berdering tanpa melihat layar ponsel anisha mengangkat telpon itu
" Hallo.. siapa ini? " tanya anisha
" Hey nish.. ini aku " jawab di seberang telfon
" hey kamu siapa ? " tanya anisha lagi
" sudah lah kau tak akan mengenali suara ku nisha. aku Bram " jawab Bram
" Bram siapa? maaf saya tidak kenal " ucap anisha
" Bram Crainses nish.. " ucap Bram
" Hoo ya ya ya.. ada apa kak Bram? " tanya anisha
" bisa kita bertemu di cafe Pelangi dekat toko buku al-zahri " ucap Bram
" wah kebetulan bisa kak.. tapi nisha ke toko buku dulu ya kak " ucap anisha
" iya tidak mengapa " ucap Bram
anisha mematikan panggilan telfon nya secara sepihak
mendengar itu zahra langsung ngacir mendekati sang kakak
" mbak nisha mau ke toko buku mana? " tanya zahra
" toko buku al-zahri kan cuma toko buku itu yang terlengkap dek " jawab anisha
" zahra ikut dong mbak.. zahra juga mau beli buku Novel kata Niki ada keluaran baru " ucap zahra
" ya udah ayok.. " ucap anisha
" Bund. yah.. kita pergi ke toko buku dulu ya " izin anisha
" iya nish.. Nih " ucap ayah dimas sambil menyerahkan kunci mobil
" kita pake motor nisha aja yah " tolak anisha
" Nisha.. ayolah nak.. kalo ketemu temenmu bilang ini punya majikan ayah " ucap ayah dimas
" tapi yah.. " ucapan anisha di potong ayah dimas
" pake mobil atau nggak usah pergi " Ucap ayah dimas
" ya udah deh iya " ucap anisha terpaksa
__ADS_1
* Di dalam mobil
" Mbak kenapa sih nggak mau nunjukin bahwa kita itu mampu mbak.. ayah kita itu seorang CEO di Frainkeris Grup loh mbak " ucap zahra bingung
" bukan apa-apa sayang.. mbak nggak mau di deketin banyak laki-laki.. hanya karena mbak anak dari CEO Frainkeris Grup.. mbak mau laki-laki yang menerima mbak apa adanya saja.. bukan karena ada apanya.. kamu ngerti kan.. sekarang itu bukan hanya wanita yang mengejar laki-laki mapan tapi banyak juga laki-laki yang mengejar wanita karena harta.. " ucap anisha
" iya bener sih.. jadi karena ini ayah sama bunda nutupin akses buat orang-orang supaya tidak mengetahui kita anak CEO Frainkeris Grup " ucap zahra baru mengerti
" selain itu kita juga tenang jika kita bepergian sayang.. dan ayah bisa tenang jika melepas kita pergi kamu faham kan? " tanya anisha
" sebenarnya zahra kurang faham mbak.. tapi setelah mbak menjelaskan tadi baru zahra faham.. hahaha " ucap zahra dan mereka tertawa bersama
" pantas saja nama kita tidak nama keluarga Oppa ya mbak.. jadi ini toh jawabannya.. " sambung zahra lagi
" iya sayang... uuh kamu bicara terus ini kita sudah sampai.. ayok turun " ucap anisha
" mbak jangan salahkan zahra jika bicara terus karena ini salah mulut nya zahra " ucap zahra polos
" hahahaha.. kamu itu sangat lucu sayang.. ayolah mari turun " ucap anisha sambil terkekeh
Sedangkan di dalam toko buku Galih sedang duduk di sebuah meja membaca beberapa buku yang tadi dia pilih dia membacanya sebentar setelah merasa cocok dengan buku itu baru dia akan membelinya
" ah kayaknya aku beli satu atau dua buku deh supaya lengkap.. " gumamnya dan kembali berjalan memilih beberapa buku lagi
sedangkan anisha dan zahra sudah memasuki toko buku itu
" mbak aku buku Novel dulu yah mbak duluan aja " ucap zahra
" mbak kesana nya " ucap anisha
" iya mbak aku ke sana " ucap zahra
mereka berjalan dengan berlawanan arah anisha ke arah kanan sedangkan zahra ke arah kiri
anisha mengambil buku tentang ilmu tauhid dan agama dia tersenyum dan mengangguk merasa cocok Anisha mengambil buku itu
dan lagi anisha mengambil buku tentang beberapa bahasa ada bahasa Inggris, Arab, dan Amerika lagi-lagi Anisha merasa cocok di ambil nya lagi buku itu
dan sekarang di tangan anisha sudah ada 5 buku dengan halaman yang banyak
karena sibuk melihat-lihat buku tak sengaja ada seseorang yang menyenggol lengannya dan membuat semua buku itu terjatuh dari tangan Anisha
" Astaghfirullah " ucap anisha terkejut
" maaf.. mbak.. maaf.. saya tak sengaja " ucap Galih
anisha berjongkok dan merapikan buku nya dan melihat ke arah Galih anisha membelalakan matanya saat melihat Galih
" Mbak.. sekali saya minta maaf.. saya tak sengaja menyenggol mbak " ucap Galih
" jadi kamu.. heh.. kamu menguntit saya ya " ucap anisha
----------------------
__ADS_1
BERSAMBUNG