
Berita??
•
•
•
terlihat anisha menyeka air mata di ujung matanya dan sedikit isakan lirih melihat itu zahra memindahkan nampan yang ada di tengah-tengah mereka,, dan memeluk anisha berusaha menenangkan kakak tersayang nya mengingat anisha sedang hamil tua maka dari itu anisha tidak boleh tertekan atau banyak fikiran itu akan memengaruhi bayi yang di kandung nya
di elusnya lembut punggung anisha membawa kakak tersayang nya masuk ke dalam dekapan hangat nya berusaha menenangkan lewat kata-kata nya yang positif
" mungkin semua fikiran mbak itu bawaan dedek bayi mbak,, dan mungkin mbak lagi mikirin lahiran terus dengan kepergian bang galle,, mbak ikut-ikutan mikirin bang galle,, jadi dari awal fikiran mbak itu udah negatif di tambah lagi bang galle,, jadi mbak mikirnya yang enggak-enggak,, inget mbak,, jangan takut dengan sesuatu yang belum pasti terjadi,, dan jangan menduhului qadar Nya allah,, karena itu nggak baik,,kasian dedek bayi kalo mbak banyak fikiran,, udah ya,, buang jauh-jauh fikiran negatif mbak itu,, ganti dengan fikiran yang positif,, "
anisha hanya menganguk sambil menyeka air mata nya yang sudah mengalir sejak di peluk oleh zahra
merasa anisha sudah cukup tenang zahra melepaskan pelukan nya
" emang bang galle kemana?? "
" Luar negeri "
" Ya,, maksudnya zahra itu ke negara mana? "
" Korea🇰🇷 "
" bang galle ngapain ke Korea mbak? "
" anak perusahaan yang ada di sana mengalami konflik yang cukup besar jadi harus mas galle sendiri yang harus turun tangan,, "
zahra terlihat mengangguk mengerti dengan jawaban dari anisha atas pertanyaan nya barusan
" ya udah mbak,, masuk yuk,, udah mau gelap siapa tau bang galle nelfon mbak,, sana gih cek handphone nya,, "
" astaghfirullahhaladzim,, handphone mbak di kamar ra,, mbak ke kamar dulu ya,, kamu juga bersih-bersih gih terus sholat ashar,, udah sholat ashar? "
" udah tadi jama'ah di musholla kampus,, yuk masuk mbak "
Saat anisha berdiri zahra agak sedikit ngilu melihat perut besar anisha
" mbak,, zahra bantu jalan nya ya,, kayaknya perut mbak berat banget ya? "
" Hahaha,, iya nih berat banget,, sini tangan kamu "
tangan kiri zahra mendekap punggung anisha dan tangan kanan nya menggenggam tangan kanan anisha
di bawah tangga zahra mendongak melihat tangga-tangga yang begitu tinggi sampai ke atas sana
" mbak ke kamar zahra aja ya,, "
" Lho kenapa? kan kamar mbak di atas ra,, "
" zahra ngeri kalau mbak harus naik,, mending ke kamar zahra aja dulu,, yuk "
__ADS_1
tanpa mendengarkan jawaban dari anisha zahra menuntun anisha menuju kamar nya yang ada di lantai dasar ( kamar khusus kalau ada temen nya datang dan menginap maka dirinya dan temennya itu akan tidur di sana,,)
" duduk di kasur ya mbak,, "
" kamu nanti tidur di sini nggak? "
" kalau mbak mau zahra tidur disini,, zahra akan tidur di sini,, tapi kalau mbak nggak mau zahra tidur di sini zahra tidur di kamar atas aja,, "
" kamu tidur sini aja ya,, temenin mbak "
" Siap bos,, sekarang zahra ke atas dulu ya,, mau ambilin Handphone mbak sekalian mau bersih-bersih "
" iya,, anterin dulu handphone mbak ke sini ya "
" siap "
zahra sudah memberikan handphone anisha ke empunya dan dirinya kembali naik untuk bersih-bersih
melihat sang suami belum menghubungi sama sekali membuat anisha bosan di dalam kamar itu
dia hendak membersihkan dirinya mengingat bajunya di kamarnya di atas anisha meminta tolong sama mbak Ute untuk mengambil kan bajunya
Selesai mandi anisha kembali mengecek handphone nya ternyata benar-benar suaminya belum menghubungi sama sekali
" kemana kamu mas " batinnya
***
" ini udah lama loh,, kenapa kamu belum menghubungi aku mas,, atau mungkin mas galle kecapean terus langsung tidur kali,, "
Anisha memilih keluar dari kamar dan berkumpul bersama ayah dimas dan bunda lia di susul zahra di ruang keluarga
" Sayang,, kamu mau makan apa sekarang?? "
Anisha hanya menggeleng
" Nggak mungkin cucu bunda nggak mau apa-apa,, ya kan yah? "
" Iya,,kamu mau makan apa nish,, jangan di tahan kemauan kamu,, "
" Nisha mau,, "
semua orang menunggu jawaban anisha tapi tak kunjung di lanjutkan
" Kamu mau apa sayang? "
" Iya mbak,, mbak mau apa? "
Anisha nampak meremas tangannya sendiri seperti sedang berbicara dengan orang asing atau baru pertama kali bertemu
" Nisha mau,, suami Nisha bund,, yah,, "
Ayah dimas dan bunda lia yang sudah tau mengenai kepergian mengenai kepergian menantunya itu hanya terdiam
__ADS_1
" mbak,,jangan kayak gini dong,, kasian bang galle,, di sana bang galle kerja mbak,, buat mbak sama dedek bayi,, "
Anisha semakin menunduk dan meremas tangannya takut-takut
Setelah di beri pengertian akhirnya anisha masuk ke dalam kamar dan melaksanakan sholat isya dan tidur di temani oleh zahra
" semoga bang galle di sana baik-baik saja ya mbak,, dan semoga bang galle lekas pulang,, "
***
Keesokan paginya anisha jalan pagi berkeliling rumah besar itu di temani oleh zahra karena dirinya hari ini tidak ada mata kuliah jadi dirinya tidak ke kampus
setelah jalan pagi anisha dan zahra kembali ke kamar dan membersihkan diri,, anisha yang selesai membersihkan diri,, dia berminat untuk menonton televisi sambil menunggu telfon dari suaminya
karena anisha suka menonton berita maka dari itu dirinya menonton berita-berita yang sedang panas-panas nya ada satu berita yang mampu mengingat kan dirinya kepada sang suami
|| pesawat Xxx dengan perjalanan J - K mengalami hilang kontak pada pukul 12:30 kemarin siang ||
" suamiku.. " Lirih anisha
segera anisha menyambar handphone nya chat terakhir dari suaminya adalah foto tiket penerbangan nya dengan pesawat Xxx
|| pihak bandara masih berusaha mencari titik pesawat Xxx dan di kabarkan bahwa ada tiga orang penumpang yang ketinggalan pesawat ini ||
" Astaghfirullahhaladzim,, galle "
pembawa berita terus saja berbicara sedangkan anisha memegang perutnya dia merasakan sakit yang teramat sangat setelah mendengar berita itu
" aaakhh,, astaghfirullah kenapa sakit sekali,, uhhhh,, mbaaaaaaakk,, zahraaaaa " teriak lirih anisha karena sakit yang di alami nya membuat nya sedikit susah mengeluarkan suara besar
anisha sudah terduduk di lantai dengan perut yang sangat besar itu sakit yang luar biasa mendera nya
karena hari masih pagi di ruang keluarga tidak ada siapapun hanya anisha yang menonton televisi sendirian untung saja salah satu mbak melewati ruang keluarga dan tak sengaja mendengar teriakan lirih anisha
Segera dia menghampiri dan ternyata anisha sudah terduduk di lantai dengan kaki yang mengeluarkan cairan bening perkiraan nya itu adalah air ketuban
-------------------------------
BERSAMBUNG
#jangan jadi pembaca gelap ya kaliaaann
#jangan lupakan like n vote untuk novel ini
#update aplikasi biru atau merah kalian dan berikan vote n hadiah untuk novel ini supaya aku lebih semangat lagi melanjutkan novel ini di next episode
Note :
tubuh manusia dapat menahan hanya sampai 45 del (unit rasa sakit) tetapi dalam proses melahirkan, seorang wanita merasakan 57 del (unit rasa sakit). ini sama dengan rasa sakit ketika dua puluh tulang di tubuh kita patah pada waktu yang sama.
kasihanilah ibu kita, yang paling cantik di seluruh dunia, kritikus terbesar kita, yang juga suporter terkuat
terimakasih...
__ADS_1