Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
CIS 118


__ADS_3

Berkunjung..





setelah puas bercengkrama dengan umi fatma dan abi Rasyid juga calon manten itu galih beserta istri juga Ega izin untuk kembali ke rumah masing-masing


" abi, umi, kita pamit dulu assalamu'alaikum "


galih, anisha dan Ega bergantian mengecup punggung tangan umi fatma dan abi Rasyid


" iya sayangg,, Nisha jaga calon cucu umi ya sayang,, kalo Nisha mau apa-apa jangan sungkan untuk minta sama umi atau abi ya "


anisha tersenyum cantik " iya umi terimakasih sebelumnya,, anisha sangat beruntung menjadi bagian dari keluarga ini "


" eh,, ngapain minta sama umi kalo Nisha mau apa-apa? "


semua mata menatap ke arah Rya yang angkat bicara setelah memberi nasihat seputar kehamilan kepada anisha dia tak lagi bicara


" ingat galle berani berbuat berani juga untuk bertanggung jawab!! itu baru laki-laki "


" iya soal itu mah pasti mbak,, kita sangat menantikan kehamilan anisha ini sejak lama,, benarkan sayang? " anisha hanya tersenyum cantik dan menganguk sambil menatap suaminya


" ya udah,, kita langsung aja ya tante umi dan om abi soalnya udah sore banget ini,, in sya allah dua atau tiga hari lagi kakek dan nenek Ega akan ke sini untuk melamar Rya secara resmi,, "


" iya kak Ega,, tidak masalah nanti kabari saja kalo mau ke sini biar kami juga ada persiapan untuk menyambut keluarga nak Ega "


" iya om abi,, Nisha jadi kagak ke rumah? "


" jadi dong kak,, umi abi kak Rya kita pamit assalamu'alaikum "


" waalaikumsalam "


saat anisha dan galih hendak memasuki mobil Ega kembali menghampiri mereka dan otomatis menghentikan anisha masuk ke mobilnya


" kakek ma nenek lagi ga da di rumah galle,, nanti aja deh kalian ke rumah ya,, sekalian aja nanti surprise saat mereka datang melamar kakak kamu gimana galle? kasian juga nisha pasti capek badannya setau gw ibu hamil akan cepat kelelahan, jadi kalian pulang aja ke rumah kalian atau ke rumah om dim dan tante li,, "


" ya udah kita ke rumah ayah sama bunda aja kak,, "


" iya,, gw duluan ya "


***


mobil


" sayang,, kata kak Ega kita rumah ayah sama Bunda aja,, kasih tau kakek sama nenek nanti aja saat lamaran mereka biar jadi surprise "


" oh oke deh,, aku juga suka tu yang namanya surprise-surprise "


galih hanya tersenyum menanggapi ucapan anisha dan kembali fokus ke jalan


" eh mas,, nisha telfon zahra dulu ya,, mau nanya merek ada di rumah besar apa di rumah biasa "

__ADS_1


" iya "


panggilan terhubung 📱📲 ( loudspeaker)


📲 : Pak iya saya janji besok akan presentasi apa bapak ga bisa sabar apa hah!! ( Teriak)


anisha menjauhkan telfon nya dari telinga gara-gara teriakan zahra itu yang mengira yang menelfon nya adalah dosen nya mungkin sedangkan galih hanya geleng-geleng kepala


📱 : Hallo? assalamu'alaikum zahra,, ini mbak


📲 : waalaikumsalam,, maaf ya mbak,, zahra kira tadi dosen zahra,, sekali lagi maaf ya mbak


📱 : iya ga papa,, mbak paham kok


📲 : ada apa nih? tumben mbak nelfon sore-sore gini,, ada apa mbak ku sayang?? eh mbak zahra kangen,,


📱 : mbak juga kangen sama adek mbak yang satu ini tau nggak si,, ini mbak mau nanya kamu, ayah sama bunda di rumah yang mana ini? soalnya mbak sama mas galle mau ke bertemu


📲 : kita di rumah besar mbak,, sejak mbak Nikah sama bang galle kita udah nggak tinggal di sana lagi,,


📱 : benarkah? ayah sama bunda ada di rumah nggak?


📲 : ada mbak baru aja ayah sama bunda dateng dari luar kota


📱 : oh ya udah mbak tutup ya telfon nya? assalamu'alaikum


📲 : waalaikumsalam mbak,, sampai bertemu zahra kangen


📱 : iya


" jadi kita ke rumah besar nih yank? " anisha hanya menganguk mengiyakan


15 menit kemudian..


mobil galih berhenti di depan gerbang yang menjulang tinggi itu seorang satpam keluar dari dalam melewati pintu kecil yang muat untuk satu orang dewasa


satpam itu mengetuk kaca jendela mobil galih yang tertutup dan galih segera membukanya


tok tok tok


" assalamu'alaikum pak "


" waalaikumsalam, mas nya siapa? ingin menemui siapa? dan ada keperluan apa? "


" saya menantu dari bapak dimas dan ibu lia pak,, suami dari putri sulung mereka anisha,, kami hendak bertemu dengan mereka pak "


" oh,, maaf kan saya den,, saya baru beberapa hari ini kerja di sini menggantikan bapak saya,, sebentar den saya bukakan gerbang dulu "


satpam itu segera kembali masuk ke dalam dan membukakan gerbang yang menjulang tinggi itu mempersilahkan mobil galih memasuki pekarangan rumah besar itu


" tumben di tanyain kayak gitu ya mas,, biasanya juga enggak,, "


" ntahlah,, mungkin ada alasannya "


" mungkin "

__ADS_1


galih menghentikan mobil nya tepat di depan pintu rumah yang terbuka lebar itu tak lama datang lah pak djarot selaku supir di keluarga ayah dimas


" assalamu'alaikum,, selamat sore Den galih Non Nisha,, biar bapak aja yang parkiran mobilnya "


" waalaikumsalam,, sore pak,, boleh ini kunci nya "


setelah menyerah kan kunci mobil galih dan anisha masuk ke dalam rumah yang di sambut oleh zahra yang sedang ngomel-ngomel dengan jari yang dengan lihai memencet di keyboard laptop nya


" assalamu'alaikum "


zahra mendongak " waalaikumsalam " tak lama setelah menjawab salam gadis itu berjingkrak kesenangan sembari memeluk tubuh sang kakak tersayang nya


" mbak zahra kangen sama mbak,, kenapa lama ga ke sini si "


" mbak juga kangen sama zahra,, tapi lepas dulu ya mbak ga bisa nafas ini "


" eh maaf mbak,, "


zahra melepas pelukan nya dan tanpa di duga zahra mengelus perut anisha yang masih rata


" ra,, tangan kamu kenapa? ngelus-ngelus perut mbak?


" eh astagfirullah "


anisha hanya tersenyum sambil mengusap kepala zahra


" ra mana ayah sama bunda,, panggillin dong "


" sayang mungkin mereka kecapekan kamu denger tadi zahra bilang kan? bahwa ayah sama bunda abis pulang dari luar kota mungkin mereka lagi istirahat "


" bener juga,, ya udah ra mbak ke kamar dulu ya,, sambil nunggu bunda sama ayah ke luar kamar "


" iya deh mbak,, "


***


malam hari


sehabis sholat isya bersama dengan galih yang menjadi imam anisha mereka ke luar kamar juga niat ingin mengisi perut yang suda meminta jatah makan


di meja makan


" eh Anisha galih? "


" iya bund,,, "


anisha dan galih segera mengecup punggung tangan bunda lia dan ayah dimas bergantian dan duduk di kursi mereka


" kalian kapan dateng,, kenapa bunda sama ayah enggak tau? "


" emangnya zahra enggak bilang kita ada di sini bund? " bunda lia hanya menggeleng sambil tersenyum


" bund,, nanti aja nanya-nanya nya,, sekarang kita makan dulu,, "


" zahra gimana yah? enggak di panggil? "

__ADS_1


__ADS_2